MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Yama menarik semua anggota


__ADS_3

Markas Wilves


Bruk...bruk..bruk...bruk...


Bunyi tumbukan yang di lakukan oleh Wilves terhadap anggota yang memberi laporan tentang kejadian wilayah C, sehingga membuat anggota nya luka di bagian perut dan wajahnya


"Sialan, begitu banyak anggota yang di kerahkan tapi akhirnya mati sia-sia, begitu juga dengan semua anggota Yama, mereka sudah bersembunyi tapi pihak lawan masih bisa mengetahui nya, siapa di balik semua ini?" bentak Wilves dengan kesal


"Ketua, kelihatannya mereka sudah menyelidiki kita sebelum bertindak, jika tidak kenapa mereka bisa tahu keberadaan anggota Yama, pada hal mereka tersembunyi di balik bukit."kata anggota Wilves


"Aneh, siapa kumpulan itu? kenapa bisa dengan mudahnya membaca gerak-gerik kita?" kata Wilves dengan kesal


"Ketua, semua anggota Yama tewas akibat terkena panah, seperti nya ini semua sudah di rencanakan dari awal, dan untuk anggota kita juga sebagian tewas terkena panah" kata anggotanya


"Panah?"


"Benar. ketua, seperti nya mereka dari sebuah kumpulan besar yang sengaja ingin mencari masalah dengan kita, tanpa ragu mereka juga membunuh semua anggota Yama, ini pasti akan terjadi masalah besar."ujar anggota dengan cepat


"Anggota si tua itu tewas semua nya, aku yakin dia pasti marah besar sesaat lagi, dan dia akan menjadi senjata kita untuk membasmi si kelompok preman itu." ujar Wilves


Di sisi lain Tobye yang pengawal Yama mendatangi lokasi di kejadian di wilayah C. setelah mendapat info jika semua anak buah nya tewas dalam waktu sekejap, yama pun mengutuskan Tobye untuk menyelidiki pembunuhan ini.


Yama merasa murka karena semua anggotanya di bunuh dalam waktu satu malam, suatu penghinaan baginya


Tak..tak..tak..tak..


Tobye berjalan ke arah bukit itu setelah tiba Tobye memeriksa semua jasad teman nya yang sudah tergeletak dan di penuhi anak panah di sekujur tubuh mereka..


Srek...


Tobye mencabut anak panah di salah satu tubuh temannya itu, yang tertancap di kepala jasad itu..dengan melihat teliti setiap sisi panah nya, setiap lesakkan panah tepat pada kepala dan jantung semua temannya itu.


Setelah itu memeriksa semuanya Tobye kembali melapor ke Ketuanya..


"Ketua, ini tidak baik, kelihatannya mereka bukan preman biasa, mereka adalah sekumpulan pemanah jitu, semua anggota kita tewas akibat di serang panah, semua panah tepat jantung dan kepala mereka, kelihatan nya Wilves bertemu dengan masalah besar dan melibatkan kita." lapor Tobye dengan menunduk

__ADS_1


"Apa kau bisa tebak kumpulan dari mana?"tanya Yama dengan kesal


"Aku tidak bisa tebak, dan juga belum pernah melihatnya, ini adalah sekumpulan ahli dari pemanah, setahu ku ahli pemanah tidak pernah menampilkan diri, mereka memang dari suatu kumpulan, akan tetapi tidak ada yang tahu mereka dari kumpulan mana." jelas Tobye


Prak...


Bunyi hentakan meja


"Ini sangat memalukan sekali bagi ku, dan satu penghinaan, selama aku di dunia Mafia belum pernah semua anggota ku tewas tanpa balasan, ini penghinaan bagi ku, Wilves telah membawa masalah bagi ku" bentak Yama dengan kesal


"Ketua, bagaimana kalau kita tarik semua anggota kita?"


"Tidak, aku adalah Yama yang sudah lama di dunia gelap, jika aku menarik semua anggota ku sama saja arti nya aku mengaku kalah, ini bukan gaya ku. siapa pun mereka akan ku cari sampai ke hujung dunia." bentak Yama dengan mengepal ke dua tangannya


"Ketua, ini adalah panahnya yang membunuh anggota kita, dua panah ini dari dua jenis, yang satu adalah panah tanpa sebuah lambang, dan satu memiliki dua huruf. Ketua, silahkan di lihat" kata Tobye dengan menyerahkan anak panah dengan ke dua tangan nya


Yama mengambil ke dua panah itu dari tangan Tobye


Yama memerhatikan salah satu panah yang tanpa lambang itu, lalu melihat lagi dengan teliti anak panah yang lain nya. saat di lihat anak panah yang ada kode JA Yama mengamatinya dengan lama


Sesaat kemudian Yama membulat kan mata besar nya sehingga raut wajahnya berubah menjadi cemas


"Ketua, ada apa? apa anda baik-baik saja?" tanya Tobye yang melihat wajah Ketuanya menjadi cemas


"Tobye, tarik semua anggota kita, mulai hari ni jangan ikut campur lagi urusan Wilves ." perintah Yama dengan keringat bercucuran


"Baik Ketua, apakah Ketua sudah mengetahui siapa mereka? jika saja menarik semua anggota kita, bukan kah secara tidak sengaja kita akan menyinggung Wilves?"


"Lebih baik kita menyinggung Wilves dari pada menyinggung pemilik panah ini, jika kita menyinggung maka kumpulan kita akan tamat." jawab Yama dengan cemas


"Baik Ketua" jawab Tobye dengan hormat


Markas Wilves


Kabar Yama menarik semua anggota telah di ketahui oleh Wilves sehingga membuat Wilves marah besar

__ADS_1


"Apa? menarik semua anggotanya? apa yang di lakukan si tua itu?" tanya Wilves dengan emosi


"Ketua, apa karena anggota tewas nya di bunuh oleh sebab itu dia menarik semua anggotanya."jawab anggotanya itu


" Ini bukan gayanya, seharusnya dia membalas dendam dan bukan memilih mundur, Yama tidak pernah mengalah pada sesiapa pun selama ini, ini bukan sifat nya, aku ingin menemui nya." ketus Wilves yang meninggalkan markasnya


Wilves yang emosi langsung menuju ke tempat tinggal Yama.


Di saat tiba Wilves langsung masuk menemui Yama yang sedang menikmati sake kesukaannya


"Ketua Yama." sapa Wilves dengan menunduk


"Hm, kenapa kau datang lagi?" tanya Yama dengan cuek


"Ketua Yama, kenapa anda menarik semua anggota anda? apakah karena kejadian malam itu? maaf kan ku jika melibatkan korban jiwa pada semua anggota mu." ucap Wilves dengan pura-pura rasa bersalah


"Wilves, lain kali kau tidak perlu datang lagi, aku tidak mau terlibat dengan masalah mu, cukup hanya sekali saja, ini masalah kumpulan mu, tidak baik aku ikut campur." jawab Yama dengan meminum arak yang di gelas nya


"Ketua Yama, apakah anda mengetahu siapa mereka?"


"Tidak tahu, itu urusan mu. aku tidak ingin anggota ku jadi korban sia-sia, pulang lah." balas Yama dengan cuek


"Baiklah, kalau begitu aku mundur dulu " jawab Wilves dengan meninggalkan rumah Yama


"Aku tidak begitu bodoh harus ikut campur urusan mu, panah ini adalah peringatan untuk ku, jika aku sudah tahu siapa pelaku nya dan tetap ikut campur maka kumpulan ku yang akan di habisi nya" gumam Yama dengan melihat anak panah milik Jack


Markas Wolf


"Ketua, tidak tahu apakah orang itu masih akan menolong Wilves setelah semua anggotanya di bunuh?"ujar Sandro


"Jika dia dari sebuah kumpulan Yama, dia akan mengenal anak panah ku, dan jika saja dia masih ingin ikut campur, maka itu sama saja dia memilih bermusuhan dengan kita" jelas Jack


"Hari ni Wilves pasti sangat murka, setelah mendapat kabar jika anggota nya lagi-lagi tewas di tangan kita."kata Licon


"Setelah ini lakukan lagi penyerangan wilayah D." ujar Jack dengan senyum dan kemudian meminum minuman di gelasnya

__ADS_1


__ADS_2