MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Wolf menang, Wilves murka


__ADS_3

"Apa yang ingin kau lakukan? tanya Jason dengan gemetaran


"Menurut mu? aku harus mengunakan cara apa untuk menghukum mu?" ujar Jack dengan memegang benda tajam yang di berikan Leon tadi


"Jangan! Jack, aku akui aku sudah salah, tapi aku tidak menyentuhnya, aku hanya sangat menyukainya sehingga aku tidak bisa menahan diri" jelas Jason dengan cemas dan memucat


"Apa kau tahu kenapa aku ingin menghukum mu?"tanya Jack dengan mendekatkan benda tajam ke wajah Jason yang sudah pucat itu


"Tidak tahu? maka aku beritahu pada mu.


kau membawanya pergi dari sisi ku, dan kau membuatnya takut, selain itu kau mencoba menyentuhnya, tiga kesalahan ini tidak bisa ku ampuni, oleh sebab itu aku harus menghukum mu, tenang saja walau sakit ini hanya sementara" ancam Jack dengan menurunkan pisau tajam yang di tangan nya ke arah bagian bawah tubuh Jason


"Jangan! jangan! apa yang kau lakukan?tolong lepaskan aku" teriak Jason yang ketakutan sehingga memucat


"Aarrrgghhhtttt ," teriakan Jason memenuhi satu ruangan penjara itu


"Lempar dia keluar dari sini." perintah Jack dengan menglap tangan nya dengan sapu tangan karena terkena percikan darah Jason


Sesaat kemudian Jack pergi meninggalkan penjara itu


Karena siksaan dari Jack, Jason pun pingsan tidak sadarkan diri, lalu tubuhnya di lepaskan dari ikatan dan di bawa keluar oleh anggota Wolf lainnya


"Aku tidak tahu apa reaksinya setelah dia sadar?"kata Leon dengan menatap Jason yang di bawa pergi


"Hidupnya sudah tidak berguna, bagian terpentingnya sudah di potong sama Ketua, selamanya tidak bisa menyentuh wanita lagi" ujar Licon


"Nick, kenapa tebakan mu selalu benar?"tanya Leon menatap ke arah Nick


"Bukan tebakan, tapi ini lah sifat Ketua kita, hanya kalian yang tidak memahaminya" jawab Nick dengan melangkah pergi ke arah pintu keluar


"Betul kata Nick, di malam itu kita juga mengira Ketua tidak bisa menahan diri dengan wanita yang di cari Sandro, hasil nya dia jadi telur mata sapi karena ulah Ketua, dan Nick lagi-lagi benar tebakannya, wanita itu datang hanya untuk pelampiasan kemarahan Ketua ." lanjut Licon dengan melangkah keluar ke arah pintu


"Sepertinya aku belum memahami Ketua"gumam Leon dengan mengeleng kepala


"Sandro, Nick, Licon, Leon kalian lanjutkan rencana kita, lakukan penyerangan, tanpa harus mengorbankan anggota kita." perintah Jack yang di ruangan besar itu


"Siap Ketua" jawab serentak mereka yang meninggalkan ruangan itu


Kediaman Anderson


"Yivone, apa yang kau lakukan?" tanya Jack yang baru kembali


"Aku ingin menyiapkan makan siang." jawab Yivone dengan sambil sibuk di dapur


"Mari sini" kata Jack dengan mengendong Yivone


"Eh..turunkan aku Jack!"

__ADS_1


"Duduk manis di sini, aku yang akan memasaknya." kata Jack dengan senyum dan mencium kening gadis itu


"Kamu baru pulang pasti lelah, biar aku bantu"


"Tidak perlu! aku bisa melakukannya sendiri, katakan Yivone kecil ku ingin makan apa?" tanya Jack dengan tatapan mesra


"Aku suka semua masakan mu"


"Baiklah, kalau begitu aku akan memasak yang banyak, dan kau harus menghabiskannya" jawab Jack dengan mencubit pelan wajah pacarnya


"Em" jawab Yivone dengan sambil mengangguk


Di sisi lain Sandro membawa bahan peledak sesuai perintah ketuanya, dengan di dampingi Leon, Licon dan Nick,


Mereka terbagi empat kumpulan untuk mengepung wilayah itu tanpa harus mengorbankan nyawa teman mereka


Duuuaarr.....duuuaarrr...duuuaaarr


Bunyi ledakan bom yang di lempar dari empat sisi anggota Wolf


"Aaarggghhttt." teriakan anggota Wilves


"Siapkan senjata, wilayah kita di serang" teriak salah satu anggota Wilves


Suaaarrr...duaaarrr...duaaarr...duaaarrr..


Bunyi ledakan bom yang di lempar tanpa berhenti ke arah semua anggota lawan itu berada


Seluruh anggota Wilves tidak memiliki kesempatan untuk melepaskan tembakannya, lemparan bom di lakukan berterusan sehingga menjatuhkan banyak korban di pihak lawan


Wilayah B di kepung dari empat sisi, pihak Wolf melemparkan bom dengan tanpa berhenti


Dor..dor..dor..


Bunyi tembakan yang di lesatkan oleh anggota Wilves akan tetapi tidak mengena pada siapa pun


Duaar..duuarrr..duuarrr


"Aaarrhhhttt .." teriak para anggota yang melepaskan tembakan tadi


"Ayo maju" perintah Sandro yang memimpin anggota nya


Duaar..duaarr..duaaar..duaaar..


Lemparan bom di lakukan serentak dari empat sisi tanpa berhenti..


Salah satu anggota Wilves yang terluka parah berusaha ingin melepaskan tembakan ke arah anggota Wolf

__ADS_1


Dor....


Bunyi tembakan dari Nick mengarah ke kepala anggota itu tadi, tembakan tersebut menembus kepala anggota itu.


Setelah melakukan penyerangan selama satu jam akhirnya dua ratus anggota Wilves tewas tidak tersisa


"Bukankah ini terlalu gampang?" kata Leon yang melihat semua korban lawan yang tergeletak di lantai


"Ini cara tepat dan singkat untuk membunuh mereka." jawab Nick yang sedang memeriksa para korban


"Tidak bisa di bayangkan jika Wilves mengetahuinya bagaimana dengan reaksi nya" ujar Sandro sambil menyentuh jasad anggota Wilves dengan mengunakan kakinya


"Aku yakin dia pasti akan marah besar besok, anggotanya mati terus tapi dia tidak tahu siapa pelakunya." lanjut Licon


Setelah selesai mereka meninggalkan wilayah itu


Keesokan harinya


Markas Wilves


Dor...dor...dor...


Bunyi tembakan Wilves mengarah ke anggota yang melaporkan kondisi wilayah B yang jadi sasaran orang tidak di kenali


"Tidak berguna, semua anggota kita memang tidak berguna, total sebanyak tiga ratus dalam sebulan mati sia-sia." bentak Wilves dengan kesal


"Ketua, kali ini pihak lawan mengunakan bom untuk penyerangan, oleh sebab itu anggota kita tidak memiliki kesempatan untuk membalas "kata salah satu anggotanya


"siapa mereka sebenarnya?"tanya Wilves dengan kesal


"Ada yang melihat sekumpulan orang asing, mereka berpenampilan biasa, bukan dari kumpulan terkenal," jawab anggota dengan menunduk


"Aku tidak yakin, jika mereka hanya sekumpulan preman biasa, mereka memiliki senjata api kali ini mengunakan bahan peledak, jika kumpulan mereka tidak kaya maka mereka tidak akan sanggup mengunakan senjata dan bom untuk menyerang kita."bentak Wilves dengan kesal


"Apa ada tindakan dari pihak Wolf ?apakah ini ada hubungan dengan mereka? semenjak bocah itu datang banyak masalah datang secara bertubi-tubi." kata Wilves dengan emosi


"Tidak ada tindakan apa pun dari mereka, hanya saja beberapa hari lalu kami mendapat info sekumpulan anggota Wolf pergi ke sebuah perdesaan, untuk menyelamatkan pacar Jack Anderson"


"Apa? menyelamatkan pacarnya? siapa yang berani menyentuh pacarnya?"


"Seperti nya pria ini hanya orang biasa bukan dari dunia Mafia, akan tetapi pria itu sudah mendapat hukuman dari Jack Anderson"


"Apa dia mati?


"Tidak Ketua, lebih parahnya adalah bagian miliknya di potong oleh Jack dan kemudian dia lempar ke suatu tempat dengan kondisi tidak sadarkan diri"


"Ini namanya cari mati, hanya orang biasa yang tidak kenal siapa bocah itu sehingga berani menyinggungnya, lakukan penyelidikan lebih dalam, aku curiga jika semua ini ada hubungan dengan bocah itu"

__ADS_1


"Baik Ketua"


"Kelihatannya aku harus minta bantuan dari kumpulan Mafia lain, andaikan Wolf pelakunya maka dunia ku hampir di ujung tanduk ." batin Wilves


__ADS_2