
Di tengah malam itu yang sudah sepi di saat Jack berkeliling mencari keberadaan Yivone, dia diserang oleh lima pembunuh bayaran yang bersenjata tajam, sementara Jack tanpa senjata apapun.
"Kalian sangat membosankan,"ujar Jack dengan kesal.
"Mari kita serang sama-sama,"ujar salah satu pembunuh itu dengan mengunakan pisau yang tajam
Satu pembunuh maju dengan menyerang mengunakan pisaunya dengan sergap Jack mengelak serangannya dan menahan tangan pembunuh itu lalu mematahkan pergelangan tangannya dan di saat pisau itu jatuh Jack langsung mengambilnya dan menikam pembunuh itu tersebut
"Aarrgghh...," jeritan sesaat pembunuh dan kemudian tewas akibat tikaman ke tubuhnya.
Sisa empat pembunuh lainnya yang sama-sama menyerang berlari maju ke arah Jack.
Di saat mereka maju ke arah Jack, Jack langsung melompat dengan mengunakan kedua kakinya menendang ke arah pembunuh itu tersebut, dua pembunuh jatuh tersungkur lalu Jack dengan cepatnya mengunakan pisau menikam bagian leher kedua pembunuh itu.
"Aarrgghh...," jeritan sesaat dua pembunuh dan tewas akibat tikaman di bagian leher mereka
Lalu Jack pun mengambil pisau yang digunakan pembunuh tadi untuk melawan sisa dua pembunuh yang ingin menyerang
"Sisa kalian berdua apa masih ada yang lain?"tanya Jack dengan menatap tajam ke arah mereka berdua.
"Jangan sombong kau akan mati malam ini, karena yang akan datang menyerangmu bukan kami saja," jawab salah satu pembunuh itu.
"Baiklah, kalau begitu maka kalian ku aantar ke ujung dunia," kata Jack yang melemparkan dua pisau dengan kedua tangannya sehingga menusuk ke jantung pembunuh itu.
"Aarrgghh...," jeritan sesaat dua pembunuh itu dan akhirnya tewas di tempat.
"Membosankan,"gumam Jack yang membersihkan bekas darah di tangannya.
"Lepaskan jangan sentuh aku!" teriakan Yivone yang menangis histeris.
"Efek obatmu sudah bereaksi, kau membutuhkan ku, sayangku," kata Willy yang ingin melepaskan baju Yivone.
"Jangan...,"teriakan Yivone yang ketakutan.
"Gawat tubuh ku kenapa panas sekali," batin Yivone.
Gubrak...
Bunyi pintu yang terbuka akibat tendangan kuat dari Nick
"Nona...,"teriakan Nick dan Leon.
"Brengs*k," ketus Nick yang menghampiri Willy dan melayangkan pukulannya ke wajah Willy sehingga dirinya jatuh terpelanting ke lantai
Bruk...
"Aaarrrgghh...,"teriakan rasa sakit Willy yang tubuhnya terjatuh ke lantai akibat pukulan kuat dari Nick yang melayang ke wajahnya.
Nick langsung melepaskan ikatan di tangan Yivone, sementara Leon mencegat Willy yang tersungkur di lantai
__ADS_1
"Nick...,"teriak Yivone dengan histeris.
"Dasar pria tidak berguna, beraninya kau menyentuh istri Ketua kami...," bentak Leon dengan melayangkan beberapa pukulan ke wajah Willy.
Bruk..bruk..bruk..bruk
"Aargghh...,"teriakan Willy yang tidak berdaya.
"Gawat kenapa tubuhnya begitu panas," gumam Nick yang memapah Yivone.
"Nick, aku merasa panas sekali dia menyuntik sesuatu di tubuh ku...,"kata Yivone dengan gemetar.
"Jangan takut, Nona! Ketua bisa menyelamatkanmu, aku akan membawamu ke sana,"jawab Nick dengan mengendong Yivone.
"Leon, ikat dia!" perintah Nick dengan segera membawa Yivone pergi.
"Baik,"jawab Leon yang mengikat kedua tangan Willy.
Di sisi lain Jack sedang bertarung dengan pembunuh bersenjata tajam lainnya.
Bruk..bruk..bruk
Pukulan dan hentakan yang dilakukan oleh Jack ke pembunuh-pembunuh itu
"Aarggghh...," jeritan salah satu pembunuh itu yang lehernya dicengkeram kuat dan kemudian tulang lehernya dipatahkan oleh Jack.
Di saat Jack bertarung dengan mereka Nick berlari ke arah ke Ketuanya dengan mengendong Yivone yang sedang terkena efek obat itu sehingga membuatnya dalam kondisi setengah sadar
"Ketua...,"teriakan Nick menghampiri ketuanya.
Mendengar teriakan itu Jack langsung menoleh ke arah Nick yang menghampirinya
"Nick, ada apa dengan Yivone?"tanya Jack yang mendekati mereka berdua dan melihat ke arah Yivone.
"Ketua, nona disuntik bius,"jawab Nick dengan menyerahkan Yivone ke tangan Jack.
"Mereka semua serahkan saja padaku, Ketua,"ujar Nick dengan mengeluarkan senjata apinya sambil mengarahkan ke pembunuh itu
"Urus mereka! mereka masih ada kumpulan lain berhati-hatilah," ujar Jack dengan membawa Yivone pergi.
"Baik Ketua,"jawab Nick dengan maju berhadapan dengan pembunuh itu.
"Ingin menyerang ketua kami? jangan lupa masih ada aku," ancam Nick dengan melepaskan tembakan langsung ke mereka semua.
Dor..dor..dor..dor..
Bunyi kecil dari tembakan Nick
"Aarrhhgg...," teriakan serentak pembunuh dan tewas di tempat.
__ADS_1
"Ini akan menjadi malam yang panjang...," gumam Nick dengan mendekati para pembunuh yang telah tewas bergeletak di lantai.
Setelah pembunuh bersenjata tajam dibunuh habis oleh Nick, muncul pembunuh lain yang bersenjata api
Di malam itu rumah sakit didatangi oleh sejumlah pembunuh yang nekad untuk mengambil nyawa Jack.
Nick bertarung dengan mereka. sementara Leon mengikat Willy dan dikurungkan di kamarnya sendiri dan keluar membantu Nick untuk bertarung dengan para pembunuh itu
Baku tembak terjadi di rumah sakit sehingga menakutkan seluruh pasien, mereka tidak berani untuk keluar dari kamar mereka masing-masing
"Ingin menyerang kami, majulah! aku bunuh kalian semua...," bentak Leon dengan melepaskan pelurunya tanpa berhenti.
Dor..dor...dor...dor
Bunyi tembakan mengarahkan ke setiap tubuh pembunuh itu yang dilepaskan oleh Leon dan Nick yang maju berhadapan dengan mereka. pada akhirnya mereka mati tertembak
Malam itu rumah sakit didatangi oleh dua kumpulan bersenjata tajam dan pembunuh bersenjata api. Nick dan Leon yang hanya berdua berusaha untuk mengalahkan mereka
"Nick, hubungi markas,"kata Leon dengan bersembunyi di pojokan.
"Apa kau masih percaya sama mereka?"tanya Nick dengan sambil mengisi pelurunya yang sama bersembunyi di pojokan.
"Benar juga, kita tidak tahu lagi siapa kawan dan siapa lawan,"jawab Leon dengan mengecek isi pelurunya.
Sementara Jack membawa Yivone ke ruang inapnya, kondisi tubuh Yivone yang memanas membuatnya menjerit kepanasan
"Yivone, bagaimana dengan mu?" tanya Jack yang khawatir melihat pacarnya yang sedang menderita.
"Jack, panas sekali, obat apa yang dia berikan," ujar Yivone yang ingin membuka bajunya.
"Gawat ini adalah obat peras*ng," batin Jack dengan cemas dengan melihat kondisi Yivone yang sudah berkeringat.
"Yivone, dengarkan aku obat ini efeknya sangat kuat, aku harus menyelamatkanmu," kata Jack dengan menatap dekat ke arah Yivone yang tidur di ranjang.
"Jack, tolong aku! aku kepanasan...tubuh ku seperti dibakar api," jeritan Yivone dengan terisak sambil melepaskan kancingnya satu-persatu.
Kondisi yivone yang setengah sadar akibat efek obat kuat itu sehingga membuatnya kepanasan di sekujur tubuhnya
"Yivone, aku akan melakukannya denganmu, untuk menyelamatkanmu."
"Bagaimana caranya untuk menghilangkannya? tubuhku seperti mau hangus terbakar,"ujar Yivone dengan menangis.
"Lihat aku Yivone! kita harus melakukan hubungan ini, ini satu-satunya cara untuk menyelamatkanmu, malam ini serahkan dirimu padaku, biar aku menyelamatkanmu," kata Jack dengan mencium kening Yivone.
"Maksudmu? melakukan?"
"Iya, walau kau tidak mau aku tetap harus melakukannya, karena ini satu-satunya cara untuk menghilangkan efek obat itu di tubuhmu,' jawab Jack dengan membuka kancing bajunya sendiri dan kemudian melepaskan bajunya Yivone.
"Aku harus segera melakukannya dia sudah sangat menderita, dan di luar Nick dan Leon harus berhadapan dengan para pembunuh itu, aku harus segera menyelesaikannya, jika Nick dan Leon tidak bisa bertahan ini sangat berbahaya untuk kami semua," batin Jack yang melepaskan pakaian Yivone satu-persatu.
__ADS_1