MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Kejanggalan


__ADS_3

Di saat pria itu mengarahkan senjatanya ke arah Jack, Nick yang berada di seberang sana melepaskan tembakan nya ke arah tangan pria itu yang sedang memegang senjatanya yang ingin menembak Jack


Dor


"Aargghhtt.." teriakan pria itu yang tangan kanannya di tembak oleh Nick dari seberang sana


Yivone yang melihat tangan pria itu terluka langsung melepaskan genggamannya tangan kiri pria itu dari leher nya. dan langsung berpaling ke arah pria itu dengan mengeluarkan senjatanya sambil melepaskan tembakkannya dan menembus ke jantung pria itu.


Dor...


"Arrggghhttt." teriak sesaat pria itu yang terkena peluru yang di lesatkan oleh Yivone dan tewas di tempat


"Yivone" panggil Jack yang mendekati Yivone lalu memeluknya


"Jack"ucap Yivone yang di pelukan Jack


"Dia sudah mati, tembakan Nona tepat sasaran."ujar Leon yang melihat jasad pria itu


Tit...tit...tit...


Bunyi bom waktu yang di pasangkan di sebagian bawah meja itu


"Cepat tinggalkan sini" teriak Jack dengan menarik tangan Yivone dan berlari keluar dari restoran tersebut dengan di ikuti Leon, Licon dan Sandro


Sesaat kemudian restoran itu meledak hingga hancur berkeping-keping


Duar...duar...duar...duar...


Bunyi ledakan besar akibat bom yang berkekuatan tinggi


Jack memeluk dan melindungi Yivone di dalam pelukan nya..


Sementara Sandro, Leon dan Licon bertiarap di jalan aspal itu


Serpihan kaca itu terbang menjauh ke mana-mana akibat ledakan yang super kuat


"Yivone, apa mereka ada melukai mu?"tanya Jack dengan khawatir


"Tidak, luka mu banyak mengeluarkan darah."ujar Yivone dengan cemas


"Aku tidak apa-apa ini hanya luka biasa saja."jawab Jack yang memeluk erat Yivone yang sedang cemas


Rumah sakit LA


Jack di larikan ke rumah sakit akibat dua tembakan yang melukai lengan dan pundak nya, sementara Yivone dan Nick serta lain nya menunggu di luar ruangan rawat


"Aneh tentang Ketua ingin ke restoran kenapa si kalajengking bisa tahu, ini hanya di ketahui oleh kami beberapa orang, bahkan anggota lain nya pun tidak mengetahuinya, bagaimana kalajengking bisa tahu begitu jelas.?" batin Nick yang berdiri dengan menyandarkan diri


"Nona, bagaimana jika aku menghantar mu pulang dulu?"tanya Sandro dengan menghampiri Yivone yang sedang khawatir


"Nona,apa kau terluka? pria itu ada melukai mu?"tanya leon dengan mendekati Yivone


"Aku tidak terluka."jawab Yivone dengan singkat


"Nona, aku tidak tahu jika Nona sudah ahli dalam menembak." ujar Licon


"Bukan apa-apa, Jack pernah mengajari ku, jadi aku hanya mencobanya dari pada dia mengancam kita semua, jika bukan Nick mungkin saja aku tidak bisa melakukannya."jawab Yivone dengan menatap ke arah Licon dan Nick

__ADS_1


"Nick adalah penembak jitu, jadi baginya sudah biasa, tapi tembakan Nona sangat tepat, di dalam situasi mendadak berhasil menembak ke jantung nya."ujar Leon


Sesaat kemudian Dokter keluar dari ruangan rawat


"Dokter, bagaimana ?"tanya serentak Yivone dan lain nya


"Tenang saja, ini tidak bahaya, peluru sudah di keluarkan dan pasien baik-baik saja."jawab Dokter dengan sopan


"Baguslah kalau begitu."jawab Licon dengan menghela nafas lega


"Ketua sudah baikkan ini membuat ku lega. Nona,bagaimana kalau aku menghantar mu pulang, besok aku menjemput mu lagi ?"tanya Sandro dengan menatap ke arah Yivone


"Tidak, aku mau menemani Jack di sini." jawab yivone dengan khawatir


"Tapi Nona jika di paksakan nanti Nona yang sakit, apalagi luka Nona belum pulih sepenuh nya."ujar Sandro dengan sambil ingin menarik lengan Yivone


"Aku masih mau di sini menjaganya. Sandro, biarkan aku di sini menjaga nya, aku sudah baikkan luka ku juga sudah sembuh."jawab Yivone dengan menatap ke arah Sandro dan lain nya


"Begini saja kalian pulanglah, biar Nona di sini, aku dan Leon akan berjaga di sini."ujar Nick dengan melepaskan tangan Sandro dari Yivone


"Baiklah kalau begitu, kalau ada apa-apa hubungi kami." jawab Licon


Di malam itu Yivone menemani Jack yang masih belum sadarkan diri dengan di temani oleh Nick dan Leon, sementara Sandro dan Licon telah kembali ke markas


Nick dan Leon berada di luar ruangan inap


"Nick, aku merasa peperangan ini sangat mengerikan bahkan lebih mengerikan dari sebelumnya, pihak lawan seakan-akan bisa membaca semua pergerakan Ketua, lihat saja di restoran bisa begitu cepat nya sudah di penuhi para pembunuh." ujar Leon yang duduk bersama Nick


"Benar, ini ada yang tidak beres, ini sudah terjadi sebanyak tiga kali, dan malam ini paling berbahaya, untung saja Ketua bisa membaca pergerakan peluru jika tidak pasti sudah tewas, di serang tiba-tiba oleh banyak para pembunuh secara beruntun dan tanpa di temani oleh siapa pun,ini memang sudah di rencanakan dari awal."jawab Nick dengan khawatir


Nick kembali masuk ke ruang inap dan di saat masuk dia melihat Yivone yang sedang tidur di samping ranjang Jack dengan posisi duduk


"Tidak menyangka Ketua bisa melatih nya dengan baik, Nona apa kau tahu kedepan nya akan banyak masalah yang berdatangan, ini akan membuat mu selalu khawatir, karena ketua memiliki banyak musuh, kejadian malam ini tidak seberapa "batin Nick dengan melihat ke arah Yivone


Keesokan harinya


"Jack, sudah bangun."panggil Yivone yang di samping Jack


"Ketua" panggil serentak Nick dan Leon


"Kalian di sini semalaman?" tanya Jack dengan melihat ke arah Yivone dan lalu melihat ke arah Nick dan Leon


"Iya Ketua" jawab serentak Nick dan Leon


"Yivone, jangan khawatir aku sudah baikkan" kata Jack yang bangkit dari tidur nya


"Apa kau lapar? aku akan menyiapkan makanan untuk mu."tanya Yivone dengan duduk di samping Jack


"Yivone, semalam kau di sini, bagaimana kalau Nick mengantar mu pulang dulu."ujar Jack dengan menyentuh wajah pacar nya


"Tidak, aku mau di sini menemani mu."jawab Yivone dengan memegang tangan Jack


"Ketua, biar aku membelikan makanan, biar Nona di sini menemani mu."kata Leon dengan menatap ke arah Jack


"Baiklah" jawab Jack dengan singkat


"Apa luka mu masih sakit?"tanya Yivone dengan khawatir

__ADS_1


"Tidak, jika peluru nya sudah di keluarkan maka luka ini akan sembuh dengan cepat."jawab Jack dengan senyum dan memegang tangan Yivone


"Nick, apakah mereka semua sudah tewas?"tanya Jack dengan menatap Nick


"Betul Ketua, mereka sudah tewas, dan ini sangat di rencanakan sangat rapi oleh mereka."jawab Nick


"Benar,ini tidak beres, sangat aneh jika mereka bisa membaca semua gerakkan ku."ucap Jack dengan terdiam sejenak


"Sama seperti pikiran ku ini ada kejanggalan." jawab Nick dengan singkat


Tidak lama kemudian Sandro dan Licon masuk ke ruangan itu


"Ketua"sapa serentak Sandro dan Licon


"Hm"jawab Jack dengan cuek


"Ketua, bagaimana dengan luka mu?"tanya Licon dengan khawatir


"Sudah tidak apa-apa."jawab Jack


"Ketua,kenapa kita tidak mencari keberadaan kalajengking itu? dia sudah keterlaluan."ucap Sandro


"Jika dia ingin bersembunyi maka walau kita cari juga sia-sia, hanya buang waktu saja."jawab Jack


"Tapi dia sangat keterlaluan."balas Sandro dengan kesal


"Sandro, aturkan aku mau keluar dari rumah sakit."perintah Jack


"Tapi luka Ketua belum sembuh."kata Licon


"Ini hanya luka biasa saja, aku bisa merawatnya di rumah"


"Jack, tapi luka mu sangat dalam, kata dokter harus di rawat selama beberapa hari di sini"lanjut Yivone


"Ini sudah biasa, tidak lama lagi akan sembuh."jawab Jack dengan senyum


"Jack, tinggallah di sini untuk beberapa hari sehingga luka mu baikkan baru pulang."ujar Yivone dengan khawatir


"Apa Yivone kecil ku ini khawatir dengan ku?"


"Jangan bercanda, luka mu mengeluarkan darah yang banyak."kata Yivone


"Baiklah, kalau begitu maka aku tinggal untuk beberapa hari."jawab Jack dengan senyum


"Nona, bagaimana jika aku mengantar mu pulang dulu."kata Sandro


"Iya, biar Sandro mengantar mu pulang ya."ujar Jack


"Em" jawab Yivone dengan menggeleng kepalanya


"Apa kau begitu tidak ingin pisah dengan ku?"tanya Jack dengan menggodanya


"Biarkan aku menemani mu di sini saja." pinta Yivone dengan memegang erat tangan Jack


Jack yang melihat reaksi pacarnya itu merasakan ada keanehan dan memilih untuk menyetujui permintaan sang pacarnya itu


"Baiklah, Yivone ikut kata mu saja."jawab Jack dengan senyum

__ADS_1


__ADS_2