
"Jack" teriak Yivone yang sadar dari tidurnya
"Kenapa perasaan ku tidak enak, Jack tidak apa-apa kan? kenapa malam ini pikiran ku kacau sekali" gumam Yivone dengan perasaan tidak nyaman
"Kenapa aku bermimpi Jack sedang menderita ya" batin Yivone
"Aarggghhtt,sakit ," teriakan Lucy dari dalam kamar Jack
"Tuan, sakit..tolong hentikan," teriakan Lucy menembus keluar kamar
"Aaarrhhhttt, jangan. tolong hentikan" teriakan Lucy yang tanpa henti
"Wanita itu sudah teriak selama setengah jam, apakah efek obat Ketua belum hilang?" kata Leon
"Efek obat itu sangat kuat, ini akan membuat wanita itu menderita" lanjut Shane dengan menghela nafas
"Tuan, tolong..hentikan sakit sekali." teriakan Lucy dengan menangis
Prangg..prangg..pranngg
Bunyi benda berjatuhan di kamar Jack
Leon dan lainnya yang mendengar bunyi tersebut merasa aneh dan saling memandang
"Apa efek obat itu sangat kuat sehingga menghancurkan barang di kamar?"ujar Licon dengan binggung
"Mungkin efeknya belum hilang" jawab Sandro dengan singkat
"Tuan, tolong hentikan aku tidak tahan lagi," teriak Lucy dengan histeris
Bruk..bruk..bruk..prang..prang...prang...
Bunyi hentakan serta barang pecah
"Paman, apa Ketua baik-baik saja? kenapa dalam seperti terjadi peperangan?"tanya Leon dengan khawatir
"Perasaan ku wanita itu hanya sebagai pelampias kemarahan Ketua, dan bukan menyembuhkan Ketua" lanjut Nick
"Efek obat sangat mengerikan." ujar Licon dengan mengaruk kepalanya
"Tidak apa-apa! walau Jack mau menghancurkan barang seisi kamar asalkan dia baik-baik saja" kata Shane yang mendengar keributan dari dalam
Prakk....
Bunyi hentakan pintu kamar Jack yang tumbang sehingga hampir menimpa Sandro dan lainnya yang pas berada di luar
"Aaarggghhttt.," teriakan Lucy yang tubuh nya di hempaskan ke pintu sehingga pintu itu tumbang dengan Lucy yang menimpa di atasnya
Shane dan lainnya terdiam saat melihat kondisi tubuh wanita yang babak belur di hajar oleh Jack. tubuh wanita itu di penuhi luka memar dan bekas cengkraman di lehernya
"Paman, apakah ini namanya baik-baik saja?"tanya Leon yang kebinggunan melihat kondisi pintu dan wanita itu
Sesaat kemudian mereka masuk ke kamar Jack dan melihat seisi barang kamar itu hancur berantakan di lantai
Jack yang masih menahan efek obat itu berdiri menatap dengan tatapan aura membunuh ke arah mereka semua, sehingga membuat mereka gemetaran sekujur tubuh
"Ke-ketua ini?"tanya Sandro dengan terbata
"Buang wanita itu keluar dari kediaman ku" perintah Jack dengan nada emosi
"Baik Ketua" jawab Leon dengan segera menarik tubuh wanita itu yang masih tanpa pakaian keluar dari sana
__ADS_1
"Jack, kenapa kau menolaknya? kau tidak sanggup menahan efek obat itu" tanya Shane dengan mendekati Jack
"Paman, aku akui sangat menderita sekarang, tapi aku tidak akan melakukan dengan wanita mana pun walau aku harus mati," jelas Jack dengan kembali merendam dirinya
"Seperti nya kita sudah salah, wanita itu datang bukan untuk menyembuhkan tapi jadi korban kekerasan Ketua" kata Leon
"Sudah ku duga, Ketua pasti menolak walau harus menderita" lanjut Nick dengan menghisap rokoknya
"Paman, apa masih ada jalan lain?"tanya Licon
"Semua hanya tergantung padanya, bisa melewati atau tidak, mudah-mudahan obat ini cepat berlalu"jawab Shane dengan raut resah
Keesokan harinya
Kediaman Anderson
"Sudah pagi, tapi kenapa Jack belum kembali ya? nomornya juga tidak bisa di hubungi" gumam Yivone sambil melihat handphonenya
"Nona, sarapan telah di siapkan" ujar Hendry yang berdiri di hadapan Yivone
"Aku mau menunggu Jack, dan sarapan bersama nya." jawab Yivone dengan mengucek matanya
"Nona, apa Nona semalam tidak tidur dengan baik?"
"Aku tidak bisa tidur, tidak tahu mengapa perasaan ku tidak tenang, Hendry coba hubungi Sandro tanyakan di mana Jack" ujar Yivone dengan khawatir
Di sisi lain Jack telah sembuh total setelah menderita semalaman dengan melawan efek kuat dari obat itu tersebut
Sandro, Leon, Licon dan Nick berdiri di belakang Ketua mereka yang sedang berpakaian di depan cermin
sementara Shane telah kembali ke markas Wolf
"Ketua, maaf"ucap Sandro
"Baik Ketua"
Nada panggilan masuk ke handphone milik Sandro
"Hallo Hendry?"
"Sandro, bagaimana keadaan Ketua?"tanya Hendry yang berada di seberang sana
"Ketua sudah baikkan" jawab Sandro
Sesaat kemudian Sandro memutuskan panggilan nya
"Ketua, Hendry mengatakan Nona Yivone tidak bisa tidur semalamannya karena khawatir pada Ketua,"
"Semalam aku mengatakan ingin pulang, tapi setelah itu aku tidak menghubunginya lagi, dan aku mematikan nomor ku" jawab Jack
"Hendry mengatakan Nona belum mau sarapan karena ingin menunggu Ketua pulang untuk sarapan bersamanya" lanjut Sandro
Mendengar perkataan Sandro, Jack hanya tersenyum bahagia
Sandro dan lainnya melihat Ketua mereka tersenyum, mereka merasakan ada perubahan pada Ketuanya
"Ketua, apa aku boleh menanyakan sesuatu?" tanya Leon dengan penasaran
"Katakan" jawab Jack dengan singkat
"Ketua, kenapa Ketua semalam tidak melakukan dengan wanita itu? jika Ketua melakukannya bukankah Ketua tidak perlu menderita semalaman?" tanya Leon
__ADS_1
"Leon, kau tahu pribadi ku. selama ini aku tidak suka menyentuh wanita mana pun, andaikan aku melakukannya semalam, maka aku akan merasa bersalah seumur hidup terhadap Yivone, ini sama saja aku mengecewakan kepercayaannya pada ku." jawab Jack dengan menatap ke arah Leon
"Tapi kita bisa menyembunyikan agar Nona tidak tahu" lanjut Licon
"Iya, kita bisa menyembunyikannya, tapi aku tidak tega mengkhianatinya, walau bukan keinginan tapi jika aku melakukannya maka sama saja aku sudah mengkhianatinya." jawab Jack dengan menatap Licon
"Lalu kenapa Ketua tidak melakukan dengan Nona karena Nona adalah calon istri Ketua?" tanya Sandro
"Walau usianya sudah dewasa, tapi di mata ku dia adalah gadis kecil, aku tidak ingin menakutinya, jika saja aku memaksanya maka itu hanya akan membuat dia takut pada ku dan kemudian memilih jauh dari ku" jawab Jack dengan manatap Sandro
Kediaman Anderson
Jack kembali ke kediamannya dengan di temani oleh Sandro, Leon, Licon, dan Nick
Jack yang tidak sabar ingin menemui sang kekasihnya itu langsung berlari masuk ke dalam rumah mewahnya itu..
Saat itu Yivone sedang duduk melamun di ruang tamu sambil menunggu kepulangan Jack
"Yivone" sapa Jack yang berjalan menghampiri Yivone yang di ruang tamu itu
"Jack" teriak Yivone dengan lari kepelukan Jack
"Maaf, aku membuat mu khawatir lagi" ucap Jack dengan memeluk pujaan hatinya
"Semalam kamu tidak pulang, dan nomor mu juga tidak aktif ,aku sangat khawatir walau Hendry mengatakan kau hanya sibuk" ujar Yivone dengan memeluk erat tubuh Jack
"Maaf, aku ingkar janji, aku sudah janji akan pulang setiap hari, tapi semalam aku malah membuat mu khawatir lagi"ucap Jack dengan mencium kening Yivone
"Tidak apa-apa, yang penting kamu baik-baik saja, lain kali kalau sibuk jangan mematikan handphone mu lagi, agar aku bisa menghubungi mu" kata Yivone dengan menatap Jack
"Baiklah, Yivone kecil ku" jawab Jack dengan senyum mesra
"Apa kau tidak tidur semalaman ya?kenapa wajah mu begitu lelah? tanya Yivone dengan menyentuh wajah Jack yang lesu itu
"Iya, karena sibuk maka aku tidak tidur"jawab Jack dengan mengelus ujung kepala Yivone
"Sarapan dulu ya, setelah itu aku menyiapkan air hangat untuk mu, setelah mandi baru tidur" kata Yivone dengan senyum
"Baiklah, aku mendengarkan mu"jawab Jack dengan memeluk kembali sang pujaan hatinya
"Kalian juga datang, bagaimana kalau sarapan bersama?" ajak Yivone dengan senyum
"Ini, kami hanya sebentar, Nona" jawab Sandro dengan segan
"Tidak apa-apa, sarapan dulu baru pulang" ujar Yivone
"Benar, Yivone sudah mengundang kalian maka sarapanlah dulu" kata Jack dengan menatap ke arah mereka
"Sepertinya aku pernah melihat mu, di mana ya?" tanya Yivone dengan menatap ke arah Nick
"Nona, kita memang pernah bertemu" jawab Nick dengan sopan
"Yivone, aku kenalkan. ini Nick salah satu pengawal andalan ku, dia telah menjaga mu selama di Swedia." kata Jack dengan menyentuh rambut Yivone yang halus
"Aku sudah ingat, saat di pasar buah. saat itu kau menyelamatkan ku dari pria yang ingin merampok ku saat itu," ujar Yivone
"Benar, dan Nick juga telah menyelamatkan mu dari pria utusan Kimi untuk menangkap mu saat itu."lanjut Jack dengan tatapan lembut
"Iya. aku ingat, aku kira saat itu hanya kebetulan" jawab Yivone.
ππππππππππππ
__ADS_1
Terima kasih readers setia yang sudah ikuti alur cerita ini..
Harap dukungan para readers setia, jangan lupa klik hadiah, like dan Voteπππππππππ