MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Yivone berhenti bernafas


__ADS_3

"Ketua! Ketua! Ketua...,"teriakan Leon dan anggota lainnya sambil berlari ke arah tempat kejadian itu


"Cepat cari Ketua sampai dapat." perintah Licon dengan mengajak semua anggotanya lompat ke laut untuk mencari Ketuanya


Semua anggota di sana dengan serentak melompat ke laut untuk mencari Ketua mereka, mobil Jack dan dan Ken sama-sama meledak sebelum masuk ke air


Di sisi lain Sandro dan Nick sedang menunggu di luar ruang operasi, Yivone yang sedang kritis akibat luka di kepalanya dan kehilangan banyak darah sedang bertaruh nyawa antara hidup dan mati di dalam sana


"Nick, kenapa denganmu? dari tadi menghela nafas terus?"tanya Sandro yang sedang berdiri berhadapan dengan Nick


"Aku khawatir dengan Ketua dan Nona, yang satu menghilang dan satu lagi sedang kritis, apa yang akan terjadi jika salah satu dari mereka ada yang meninggal,"kata Nick dengan khawatir


"Benar, mudah-mudahan saja mereka tidak apa-apa,"jawab Sandro dengan menarik nafas panjang


"Tidak tahu bagaimana dengan Ketua? jika saja dia di dalam mobil saat meledak bukankah itu?" ucap Nick dengan terpotong


"Ketua begitu nekad, sehingga tidak memikir nyawanya, aku hanya berharap mereka baik-baik saja. jika saja salah satu dari mereka meninggal sama saja jantung Wolf juga hancur."kata Sandro dengan khawatir


"Selama ini Ketua tanpa ragu jika ingin melakukan sesuatu, walau api di depannya tetap juga dia maju ke depan." lanjut Nick


Leon dan Licon serta anggota lainnya berenang ke dalam lautan untuk mencari ketua mereka.


Sesaat kemudian..


"Ketua sudah ditemukan." teriak salah satu anggota yang berdiri di pelabuhan sana


Anggota itu telah menemukan Jack dengan kondisi luka gores di wajah dan bajunya yang robek akibat terkena serpihan saat meledak


Uhuk..uhuk..uhuk...


Suara batuk Jack dengan luka ringan di tubuh nya


"Ketua, bagaimana dengan mu?"tanya Leon dan Licon dengan cemas

__ADS_1


"Bawa aku ke rumah sakit."kata Jack dengan kondisi tubuh yang masih lemas


"Baik Ketua."jawab Leon dan Licon


Sesaat kemudian dokter keluar dari ruang operasi


"Dokter, bagaimana dengan Nona itu.?" tanya Sandro yang menghampiri dokter itu


Mendengar pertanyaan Sandro, dokter itu hanya mengelengkan kepalanya dan menarik nafas panjang


Sandro dan Nick yang sudah mengerti hanya bisa saling memandang antara satu sama lain


"Dokter tolong di usahakan." pinta Nick yang menghampiri dokter itu


"Ini sudah kelamaan, Nona itu kehilangan banyak darah dan di saat kalian bawa kemari Nona itu sudah kritis dan hanya sisa satu nafas, dia bertahan selama semalaman setelah kejadian."jawab Dokter dengan raut wajah sedih


"Ini tidak boleh terjadi jika Ketua kembali dia pasti tidak bisa menerimanya." ujar Sandro


"Hanya sekitar satu atau dua jam saja, dia sudah tidak sadar, kalian bersiap-siaplah, mengantar kepergiannya dengan tenang."jawab dokter dengan mengeleng kepalanya


Nick dan Sandro hanya bisa menatap sedih dengan kondisi Yivone


"Nona adalah gadis yang baik, dan sangat ramah kenapa bisa begitu pendek usianya.?" ujar Nick dengan yang berdiri sambil menyandarkan diri ke dinding


"Dan dia juga adalah jantung bagi Wolf, jika Ketua kembali dan harus kehilangannya bukankah itu sama saja Ketua bisa lebih gila, selama beberapa hari ini semenjak Nona Yivone di culik Ketua mencarinya sehingga tidak istirahat, tidak berani ku bayangkan untuk selanjutnya lagi."ujar Sandro dengan sedih


Sesaat kemudian Jack tiba dirumah sakit dengan di temani Leon dan Licon, kondisi tubuh Jack di saat itu masih lemah karena berada di air yang dingin serta luka di tubuhnya


"Nick, Sandro" sapa Leon


"Ketua" sapa serentak Nick dan Sandro


"Mana dia?"tanya Jack dengan menatap ke arah Nick dan Sandro

__ADS_1


"Nona berada di ruang inap."jawab Sandro yang tidak bisa menjelaskan lebih detail


"Bagaimana dengannya?" tanya Jack yang merasa aneh pada Nick dan Sandro


"Ketua, kata Dokter Nona telah bertahan semalaman dan kehilangan banyak darah, dan hanya bisa bertahan satu atau dua jam." jawab Nick dengan menunduk sedih


Mendengar penjelasan Nick membuat Jack terdiam tidak bisa bicara apa pun. sehingga mengeluarkan air matanya tanpa berhenti.


Tanpa bicara Jack masuk ke ruang di mana Yivone di rawat itu.


Saat masuk ke dalam kamar itu Jack melihat ke arah pujaan hatinya yang sedang dalam kondisi koma, kepala di balut perban dan wajahnya yang pucat, Jack menghampiri gadis itu dan berdiri di sampingnya sambil menatap sedih dengan mengeluarkan air mata.


"Yivone, kau bilang akan menunggu ku pulang setiap hari, apa kau lupa? dan setiap aku pulang walau kemalaman kau rela tidak tidur dan makan, demi ingin makan bersama ku, dan kau juga sudah biasa tidur di temani oleh ku."kata Jack dengan menangis menatap Yivone yang tidak sadarkan diri


"Gadis kecil ku, kau mengatakan suka dengan masakan ku, dan aku senang memasak untuk mu dan melihat mu makan dengan lahap, hanya satu mangkok sop saja sudah bisa membuat mu bahagia," lanjut Jack dengan memegang tangan Yivone


"Yivone kecil, aku rindu pada mu yang sering menyambut ku setiap aku pulang kau akan berlari ke dalam pelukanku, dengan ramah dan senyum di wajah mu. yivone, bangun lah buka mata mu sayang, minta saja apa yang kau inginkan, tapi jangan meninggalkan ku, jika kau meninggalkan ku maka hati ku benar-benar hancur." ujar Jack dengan kesedihan mendalam


"Yivone, aku sedang memanggil mu apa kau bisa mendengarkan ku? apa kau sudah lupa janji kita sehidup semati? kau sudah mengenakan kalung itu, itu adalah janji kita, jika kau meninggalkan ku maka kau telah mengingkar janji, aku akan benci pada mu." ucap Jack dengan histeris


"Sandro, carikan dokter terbaik aku tidak percaya tidak ada dokter yang tidak bisa menyelamatkannya."perintah Jack dengan terisak


"Baik Ketua"jawab Sandro dengan menunduk sedih


Jack menatap sedih ke wajah Yivone yang memucat, dan tidak berdaya itu


"Gadis kecil ku yang lincah, baik, lembut dan polos yang selalu membuat ku ingin melindungi mu dan memanjakan mu, kau tidak mengerti untuk membenci seseorang dan dengan mudah nya memaafkan orang yang telah melukai mu." lanjut Jack dengan mencium wajah gadis itu dengan air mata berlinang menetes ke wajah pujaan hatinya


"Pertama kali aku melihat mu kau sudah membuat hati ku perih, dan kedua kali aku melihat mu kau membuat ku binggung, di saat aku melihat mu ke tiga kali aku ingin melindungi mu. Yivone, kau adalah wanita pertama membuat ku merasakan semua itu, aku berharap kau hidup untuk ku." ujar Jack dengan tidak melepaskan pegangan tangan nya


Tidak lama kemudian Yivone berhenti bernafas


"Cepat panggilkan dokter"teriak histeris Jack yang melihat Yivone berhenti bernafas

__ADS_1


__ADS_2