
Yivone dan Jack kembali ke ruang inapnya setelah berjalan-jalan di taman rumah sakit itu.
"Yivone, ada yang ingin ku tanyakan pada mu."kata Jack dengan yang bersandar di ranjangnya
"Ada apa Jack?"tanya Yivone yang duduk di samping Jack dan saling bertatapan
"Katakan pada ku di buku mu ada sepucuk surat siapa yang berikan pada mu?"tanya Jack yang masih penasaran
"Surat?" balas Yivone yang terdiam sejenak dan ingat kembali yang di katakan Willy pernah mengatakan jika dia ada menyelipkan sepucuk surat di buku itu
"Katakan Yivone, kau tidak bisa berbohong pada ku."tegas Jack dengan menatap Yivone
"Itu dari Willy dan aku juga baru tahu."jawab Yivone dengan menatap Jack
"Willy?"tanya Jack dengan tatapan tajam
"Iya, aku kenal di taman kemarin, dan saat aku ke toko buku kebetulan kami bertemu lagi di sana."
"Lalu siapa yang beli buku itu? apakah dia yang memberikan untuk mu?"
"Iya, dia memberikan pada ku katanya sebagai pertemanan, aku segan jika menolaknya makanya aku terima."jawab Yivone dengan polos
"Yivone, apa kau tahu karena kau segan maka dia merasa dia punya kesempatan terhadap mu, apa kau tahu dia menyelipkan surat cinta untuk mu di buku itu."
Ssaat itu aku tidak tahu, aku juga tidak pernah membaca buku itu."
"Aku pernah pesan pada mu menjauh jika ada pria asing yang ingin dekat dengan mu, apa kau sudah lupa?"kata Jack dengan mencubit wajah Yivone
"Aku rasa dia bukan orang jahat makanya aku terima, dia mengatakan pada ku jika dia tidak punya teman."
"Lalu kau menganggap pria itu sebagai teman mu? apa kau lupa kau adalah pacar ku, jadi pacar ku tidak di izinkan untuk berteman dengan pria lain."
"Apa di malam itu kau tiba-tiba mengabaikan ku karena surat itu?"
"Benar, aku ingin memarahi mu tapi aku pilih pergi."jawab Jack dengan menatap tajam
"Apa kau tidak percaya pada ku?"tanya Yivone dengan kecewa
"Aku tidak senang jika ada pria yang mendekati mu, tiba-tiba kau memiliki surat cinta dari pria asing apa mungkin aku bisa tidak marah?"
"Tapi seharusnya kau bertanya pada ku, bukan mengabaikan ku."
"Kalau bisa aku ingin mengurung mu di dalam rumah selama 24 jam apa kau tahu." kata Jack dengan menarik pinggang Yivone yang duduk berhadapan dengannya
"Kenapa kau begitu ketat terhadap ku?"
__ADS_1
"Karena wajah mu ini sering menarik hati pria." jawab Jack dengan mencubit wajah kiri kanan Yivone dengan kedua tangannya
"Dia tidak mungkin menyukai ku, kami juga tidak dekat."jawab Yivone
"Lebih baik kalau begitu, karena jika dia berani menyukai mu maka sama saja dia ingin menjadi musuh ku." ujar Jack dengan mencium bibir Yivone
"Jack, aku ingin memasak untuk mu, aku ingin pulang sebentar." kata Yivone dengan melepaskan ciumannya
"Kau ingin masak untuk ku?" tanya Jack dengan senyum
"Iya."
"Baiklah, tapi biar Nick atau Leon yang menghantar mu pulang, mengerti?"ujar Jack dengan tatapan dalam
"Iya"jawab Yivone sambil mengangguk
Sesaat kemudian Yivone keluar dari ruang inap itu
"Nona, apa Ketua sedang tidur?"tanya Leon yang sedang duduk di kursi
"Iya, katanya mau tidur sebentar."jawab Yivone dengan senyum
"Nona, mau keluar?"tanya Leon yang menghampiri Yivone
"Nona, biar aku yang menghantar mu"kata Sandro yang datang ke rumah sakit itu bersama Licon
Mendengar suara itu Yivone dan Leon menoleh ke arah suara itu berada
"Sandro, Licon kalian datang?"sahut Leon
"Iya, kami ingin melihat ketua."jawab Licon
"Apakah Paman Shane tahu Jack di rumah sakit?" tanya Yivone dengan menatap ke arah Sandro dan Licon
"Ikut perintah Ketua jangan sampai paman tahu, jika tidak dia pasti khawatir."jawab Sandro
"Nona, apa kamu ingin pulang? biar aku yang menghantar mu"kata Licon
"Tidak apa-apa biar aku saja, kau tinggal saja."sambung Sandro yang melihat ke arah Yivone dan Licon
"Aku saja yang hantar tidak apa-apa, kalian baru tiba di sini, jadi masuk saja ketemu Ketua."lanjut Leon
"Tidak masalah biar aku saja."jawab serentak Sandro dan Licon
"Sandro, kau di sini saja, bukankah ada yang mau kau lapor."ujar Licon dengan menatap Sandro
__ADS_1
"Menghantar Nona hanya sebentar tidak masalah sama sekali bagi ku."
Leon yang berdiri di samping mereka sambil mendengar perdebatan antara Sandro dan Licon
"Leon saja yang menghantar ku, kalian juga baru tiba masuklah."kata Yivone yang ingin menghentikan perdebatan mereka
"Biar aku saja, keselamatan Nona adalah tanggung jawab ku juga."jawab Sandro dengan memaksa
"Apa kau tidak salah, keselamatan anona adalah urusan kita semua."jawab Licon
"Mereka sakit ya kenapa berdebat kalau hanya ini, kan aku bisa menghantar Nona tapi kenapa malah berebutan?" batin Leon yang menatap heran
"Aku saja yang menghantar Nona pulang, kalian tidak perlu berdebat lagi, karena aku di tugaskan untuk menjaga Nona selama 24 jam. kalian kembali saja ke posisi kalian masing-masing." bentak Nick dengan kesal yang tiba-tiba muncul entah darimana
Mendengar bentakan Nick, Sandro dan Licon langsung terdiam dan merasa aneh
"Nona, mari kita pergi."ajak Nick dengan menghampir Yivone
"Iya" jawab Yivone dengan senyum
"Semenjak kapan Nick menjadi galak seperti ini? suaranya itu mengagetkan ku saja."ujar Licon yang melihat kepergian Nick dan Yivone
"Kenapa aku merasa aneh pada sikap Nick, tidak seperti biasanya. dia menjadi lebih mudah mengamuk" batin Sandro yang melihat ke arah Nick
"Kalian juga aneh kenapa harus berdebat?" tanya Leon dengan kesal dan pergi meninggalkan mereka
Leon yang kesal dengan Sandro dan Licon lalu masuk ke kamar mandi sambil mencuci tangan Leon sedang mengerutu
"Makin tua makin aneh saja mereka, dulu tidak seperti ini, tapi memang aneh belakangan ini memang banyak keanehan." gumam Leon dengan kesal
Di sisi lain Willy yang sedang berada di kamarnya menghubungi seseorang di seberang sana
"Adikku, aku mendapatkan mainan ku nanti malam, aku ingin menikmati mainan ini."kata Willy yang duduk di ranjangnya
"Kakak, mainan apa yang bisa menyenangkan mu selain membunuh?" jawab pria yang di seberang sana
"Wanita cantik dan langsing ini membuat ku ingin segera mendapatkannya." jawab Willy sambil melihat cairan di botol kecilnya
"Kakak, kau sudah sakit apa kau masih bisa melakukannya? selama ini kau belum pernah melakukannya, wanita apa yang bisa membuat kakak ku ini jatuh cinta?" kata pria yang di seberang sana
"Adiku, setidaknya sebelum aku mati aku punya kesempatan untuk menikamatinya, bahkan aku ingin melakukannya sampai pagi."jawab Willy dengan senyum sinis
"Sampai pagi? kakak wanita itu akan mati."jawab pria yang di seberang sana
"Aku hanya tahu aku ingin menikmatinya, dan setelah itu akan ada orang yang menderita melihat wanitanya di nodai, ini akan seru aku tidak sabar menunggu nanti malam."ujar Willy yang memainkan botol kecil isi cairan itu
__ADS_1