
"Yivone, dengarkan aku! kesehatanmu baik-baik saja, jika kau menyukai anak maka kita boleh adopsi" jawab Jack dengan suara lembut
"Adopsi? itu bukan anak kandung kita, aku ingin melahirkan anak laki-laki untukmu" kata dengan Yivone dengan terus terang
Jack yang mendengar ucapan Yivone merasa tersentuh dan memeluknya dengan erat
"Jack, kau adalah penerus papa Kane, jadi di masa depan kita harus memiliki anak laki-laki untuk jadi penerusmu"kata Yivone yang di pelukan Jack
"Apa kau tahu rasanya melahirkan seorang anak itu bagaimana?"
"Tentu bahagia, kan karena bisa mengandung seorang anak selama 9 bulan dan kemudian melahirkannya"jawab Yivone
"Yivone, tidak mudah untuk mengandung seorang anak sehingga 9 bulan, dan di saat melahirkan juga tidak mudah"kata Jack yang mengingat kejadian yang menimpa ibunya
"Aku tahu, tapi bukankah ini semua sudah tidak takdirkan, setiap wanita pasti harus melahirkan setelah menikah"
"Yivone, tidak semuanya, bersama ku itu tidak perlu"jawab Jack sambil memeluk erat istrinya
"Kenapa? Jack, apa kau tidak memikirkan setelah kau pensiun kau harus menyerahkan kedudukanmu pada anakmu, oleh karena itu kita harus memiliki anak laki-laki" jawab Yivone
"Apa kau tahu proses melahirkan sangat menyakitkan?"tanya Jack dengan menatap Yivone yang di pelukannya
"Aku tahu, tapi aku tidak takut, aku hanya ingin melahirkan anak untukmu"jawab Yivone dengan terus terang
"Yivone ku yang polos kau belum mengerti soal ini, melahirkan tidak semudah yang kau bayangkan" batin Jack dengan raut wajah yang khawatir
"Jack"
"Yivone, sudah hentikan!"kata Jack dengan tegas
"Kenapa?"tanya Yivone melepaskan pelukan Jack
"Jangan mengungkitnya lagi, jika aku bilang tidak maka tidak" tegas Jack
"Alasannya apa?"
"Alasannya adalah aku tidak butuh penerus, jika aku pensiun aku bisa serahkan kepada orang lain, dan jika kau menyukai anak kecil kita bisa adopsi anak-anak berapa pun yang kau mahu"jawab Jack dengan tegas
"Tapi.?"
"Sudah! mulai hari ini jangan mengungkitnya lagi"kata Jack dengan lembut dan memeluk istrinya itu dengan erat
Yivone merasa agak kecewa karena keinginannya tidak di izinkan oleh Jack, akan tetapi dia tidak bisa berkata apa-apa karena Jack sudah menegaskan jangan mengungkitnya lagi
"Sudah malam mari kita tidur"ajak Jack dengan mengendong istrinya
"Iya"
Beberapa hari kemudian
__ADS_1
Atas permintaan Yivone sebelumnya Jack membawa Yivone ke markas untuk latihan menembak, setelah selesai Yivone pun duduk di dalam ruangan di markas itu. sementara Jack bersama Shane sedang melanjutkan hobi menembak mereka di lapangan itu.
"Jack, kau sangat luar biasa dari tadi Paman kalah dari mu"ujar Shane yang sedang berlatih tembak
"Paman, aku sangat hobi menembak"jawab Jack dengan melanjutkan hobinya
"Kenapa Yivone kau hanya mengajari nya sebentar saja?"
" Cuaca sangat dingin, aku hanya tidak ingin dia kedinginan"jawab Jack dengan perhatian
"Hahaha..kau ini sangat perhatian padanya"ujar Shane dengan ketawa
"Paman, mari kita istirahat dulu"
"Baiklah"
"Ini sangat menyenangkan, dulu aku sering di sibukkan masalah dunia mafia, sekarang aku bisa bernafas lega"ucap Jack dengan senyum
"Benar, setelah di pikirkan kau sudah 37 tahun tidak terasa"jawab Shane dengan senyum
"Paman, aku sudah hampir 38 tahun, tidak lama lagi sudah 40 tahun, tidak menyadari sudah 26 tahun aku di dunia mafia"
"Benar, dan kau bukan anak kecil yang degil itu lagi"
"Aku hanya berharap bisa menjalani hidup lebih tenang, jika dulu aku tidak memikirkan soal kehidupan ku, akan tetapi setelah aku mengenal Yivone aku sangat berharap hidup tenang bersama nya"
"Jack, Paman penasaran kenapa kau mengatakan kau tidak ingin memiliki seorang anak, ada masalah dengan kesehatan Yivone?"
"Apa kau sudah memeriksanya?"
"Sudah, di saat kepalanya terluka aku sudah menyuruh dokter untuk memeriksa kesehatannya, bagi ku kesehatannya adalah utama"
"Lalu masalahnya di mana kenapa kau tidak menginginkan anak?"
"Paman, aku hanya tidak ingin seperti Ayah ku, Ibu ku meninggal karena melahirkan ku, dan Ayah ku menjaga ku seorang diri, karena kesetiaan Ayah pada Ibu, ayah tidak menikah lagi, tentu saja saat Ibu meninggal ini adalah tamparan hebat baginya"
"Jack, maksud mu?"
"Aku mencintai Yivone tanpa alasan, aku hanya tidak mau kejadian yang menimpa Ibu ku akan terulang, aku tidak ingin kehilangan Yivone hanya demi ingin memiliki seorang anak, dia segala nya bagi ku, aku tidak bisa hidup tanpanya"jawab Jack dengan serius
"Tapi sekarang sudah canggih, kau bisa mencari dokter terbaik untuknya itu tidak akan ada masalah"
"Paman, kematian Ibu ku adalah satu trauma bagiku, demi melahirkan ku dia mengorbankan dirinya, dan aku tidak mahu Yivone mengorbankan dirinya demi melahirkan anak untuk ku, aku tidak ingin mengambil resiko ini"
"Apa kau tidak menyesalinya? Jack, kau adalah pria yang sukses setiap pria sukses harus memiliki keturunan tapi kau memilih tidak mau"
"Hidup ku sudah tenang Paman, aku sudah sangat bahagia dengan kehadiran Yivone Shin, selama ini hidup ku kosong dia datang di kehidupan ku dan mengisi hari-hari ku, ini sudah lebih dari cukup"jelas Jack dengan senyum
"Lalu apakah dia tidak menuntut ingin melahirkan?"
__ADS_1
"Ada, tapi dia menurut karena aku melarang maka dia tidak mengungkitnya lagi, jika aku tidak menginzinkan maka dia tidak akan bisa melahirkan"
"Tidak bisa? maksud mu apa yang kau lakukan padanya?"
"Aku telah mencampur pil KB ke makanannya selama ini oleh karena itu dia tidak akan bisa hamil"
"Apa dia tahu? sudah berapa lama kau melakukannya?"
"Tidak, jika dia tahu maka dia pasti akan marah dan kecewa pada ku, sudah lama sebelum kami menikah aku mencampur pil itu di makanannya"
"Apakah kau meminta petunjuk dari dokter?"
"Iya, aku rutin memasukkan obatnya agar tidak ada kesilapan, aku melakukan nya sesuai dari anjuran dokter"
"Aku mengerti maksud mu"jawab Shane dengan menghela nafas
"Paman, jangan khawatir tentang hal ini lagi, kami bisa adopsi anak-anak dan di saat anak itu dewasa dia juga akan jadi penerus ku"
"Jack, Paman ada usul untuk mu"
"Usul? maksud Paman?"
"Jack, Paman mengerti jika kau tidak ingin dia melahirkan demi keselamatannya, kau takut jika dia seperti Ibu mu, begini saja bagaimana jika kau melakukan kontrak rahim selama setahun, dan setelah anak itu di lahirkan maka bayar sejumlah uang ke wanita itu dan ambil anaknya"
"Paman, ingin aku berhubungan dengan wanita lain di belakang Yivone?"
"Benar, wanita yang tidak kau cintai jadi kau tidak perlu khawatir wanita itu akan hidup atau mati di saat melahirkan."
"Paman, seharusnya Paman sudah memahami ku, aku tidak akan berhubungan dengan wanita mana pun, di saat aku terkena bius di malam itu adalah paling menderita bagi ku, bukan hanya karena aku tidak ingin menyentuh wanita yang tidak ku suka, tapi aku juga demi Yivone, makanya aku memilih bertahan dan melawan bius itu, jadi mana mungkin demi anak aku berhubungan dengan wanita lain"
"Tapi ini hanya setahun, jika kau tidak ingin melukai Yivone kita bisa simpan rahasia ini, dia tidak akan tahu dan tidak akan terluka"
"Aku menolak! Paman, di dalam pernikahan ku tidak akan ada perselingkuhan dan pengkhianatan, walau kita merahsiakannya aku tetap sudah mengkhianatinya, aku adalah suaminya aku ingin menjaga hatinya agar tidak terluka, aku ingin membuatnya percaya pada ku"
"Jika kau menolak maka Paman hanya bisa mendukung keputusan mu saja, asalkan kalian bahagia ini lebih dari cukup"
"Paman, jangan khawatir tentang ini, aku sudah sangat bahagia dengan kehadirannya, dan aku hanya ingin menghabiskan sisa hidup ku bersamanya"jelas Jack dengan senyum
"Ini hal yang baik, hanya saja apakah kau akan selamanya memasukan obat itu ke makanannya?"
"Benar, hanya ini satu-satunya cara tanpa di ketahui olehnya"
"Aku tidak menyangka kematian Ibunya memengaruhi pikirannya sehingga dia takut Yivone akan mengalami hal yang sama, cinta anak ini pada istrinya memang sangat kuat, sehingga rela tidak memiliki keturunan, bahkan menolak untuk kontrak rahim juga demi istrinya, Kane putra mu ini sangat mirip dengan mu sangat setia pada satu wanita"batin Shane
BAB selanjutnya...
Cindy mendatangi kediaman Jack.
Apa reaksi Yivone di saat Cindy mengatakan jika dirinya mencintai Jack?
__ADS_1
Dan apakah reaksi Jack di saat Cindy lagi-lagi meluahkan perasaannya ?