
"Sandro, kau tidak mengecewakan ku, orang yang ku inginkan sudah di hadapan ku, akan tetapi aku masih ingin menunggu wanita itu, setelah wanita itu di hantar ke depan mata ku, maka aku baru akan memberi mu uang sesuai perjanjian kita" ujar Willy dengan senyum jahat
"Tenang saja! sebentar lagi mereka pasti akan membawanya kemari, aku rasa mereka sudah mulai menyerbu kediaman mewah itu" jawab Sandro dengan penuh keyakinan
"Hahaha...bagus, malam ini akan menjadi malam yang paling bahagia bagi ku." kata Willy dengan ketawa
Willy mengeluarkan handphonenya dari saku bajunya dan menghubungi seseorang yang di seberang sana di sana.
"Hallo adikku tercinta, sasaran kita sudah jatuh di tangan ku, kau ingin aku segera membunuhnya sekarang atau menunggu mu pulang?" tanya Willy yang berjalan ke arah lain yang jauh jarak dengan Sandro
"Kakak, apa benar apa yang kau katakan?dia sangat hebat bagaimana dengan mudahnya dia bisa begitu mudah jatuh ke tangan mu?" tanya pria yang di seberang sana
"Di sisinya ada pengkhianat yang gila uang, apa kau lupa dia adalah senjata yang kita gunakan selama ini" jawab Willy dengan senyum sinis
"Oh..ini berita baik, Ketua Mafia di dunia begitu mudah jatuh dan tewas, aku yakin ini akan mengemparkan dunia Mafia, lalu apa rencana mu?" ujar pria di seberang sana
"Sebelum aku membunuhnya aku ingin membuatnya sakit hati dan menderita, dia sudah membunuh banyak utusan kita, karena dia kita sudah mengeluarkan begitu banyak uang, tentu saja aku ingin menyiksanya dulu sampai aku puas." jawab Willy dengan menghisap rokoknya
"Baiklah kalau begitu, terserah apa yang kakak ingin lakukan, yang penting berhati-hati saja, setelah membunuhnya segera tinggalkan kota itu, karena anggota di kumpulannya sangat banyak."jawab pria yang di seberang sana
Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilannya. Sandro yang berada jauh jaraknya tidak mendengar semua perkataan mereka, dan hanya bisa menatap curiga ke Willy.
"Siapa Willy sebenarnya? kelihatannya dia masih ada orang di belakangnya, apakah selama ini semua pembunuh yang mengincar Jack adalah utusan dari dia?" batin Sandro dengan penuh curiga
Setelah selesai bicara di handphonenya Willy berjalan kembali ke tampatnya yang tadi, karena keberadaan adiknya itu sangat di rahasiakan oleh karena itu di saat menghubunginya Willy menjauh dari Sandro.
"Keluarkan si brengs*k itu." perintah Willy kepada anggotanya
"Baik Bos" jawab serentak dua anggotanya yang berjalan mendekati mobil dan mengeluarkan Jack yang masih belum sadarkan diri
Bruk..
Mereka menghempaskan tubuh Jack ke atas tanah yang berhadapan dengan Willy
"Jack Anderson, di saat kau sadarkan diri aku ingin kau melihat satu pertunjukkan mewah setelah itu aku baru membunuh mu ini sangat menyenangkan" kata Willy dengan ngejek
__ADS_1
Nada panggilan masuk ke handphone milik Sandro.
"Hallo"jawab Sandro yang menerima panggilan itu
"Tuan Sandro, kita gagal" jawab pria di seberang sana
"Apa?" teriak Sandro yang hampir tidak percaya
Setelah mendengar penjelasan orang yang menghubunginya Sandro memutuskan panggilannya
"Ada apa dengan mu?" tanya Willy dengan penasaran
"Ini tidak mungkin?" gumam Sandro dengan kesal
"Apanya yang tidak mungkin?katakan?" tanya Willy dengan kesal
"Mereka gagal, tidak berhasil masuk ke kediaman Anderson." jawab Sandro dengan menatap ke arah Willy
"Apa? gagal? sebanyak 25 anggota ke sana bisa gagal? bukankah kau mengatakan kediamannya hanya di kawal oleh beberapa anggotanya?" bentak Willy dengan kesal sambil menarik baju Sandro dengan mengunakan ke dua tangannya
"Tujuan ku adalah menginginkan wanita itu, dan membuat pria ini menderita tapi kau malah gagal, dasar tidak berguna."bentak Willy dengan kesal
"Di dunia ini begitu banyak wanita kenapa harus dia yang kau inginkan? bukankah jika kau bisa membunuh Jack Anderson itu yang paling penting, karena memang dia yang kau inginkan." balas Sandro dengan nada kesal
"Ini urusan ku kau hanya perlu ikuti perintahku membawanya ke hadapan ku" jawab Willy dengan emosi
"Kediamannya di kawal begitu banyak pengawal jadi mana mungkin bisa mendapatkan dia, ini tidak mungkin, bunuh saja pria ini dan semua selesai" ketus Sandro dengan menunjukkan ke arah Jack yang tepar di atas tanah itu
"Tidak berguna, memangnya harta apa yang dia simpankan di sana sehingga begitu banyak anggotanya yang menjaga" kata Willy dengan emosi tinggi
"Jack selama ini tidak peduli pada hartanya, itu hanya kediamannya saja, yang dia lindungi bukan rumah mewah itu melainkan wanita itu, karena wanita itu sangat penting baginya, Jack rela berkorban untuk wanita itu." Sandro dengan kesal
"Sangat di sayangkan jika aku tidak bisa mendapatkannya." balas Willy dengan raut wajah kesal
"Jika kau menginginkannya bunuh saja dulu dia, kemudian baru utuskan pembunuh bayaran mu untuk menangkapnya, bukankah di saat itu kau juga bisa mendapatkannya, asal kau tahu seorang Jack Anderson lebih hebat dari sejumlah anggotanya yang mengawasi rumah itu, tanpa dia kita akan mendapatkan wanita itu." ujar Sandro dengan panjang lebar
__ADS_1
"Sesuatu yang ku mau pasti akan ku dapatkan."jawab Willy dengan kesal
Willy dan Sandro saling berdebat karena kegagalan mereka untuk masuk menyerang ke kediaman Anderson, hal ini membuat Willy sangat kesal karena keinginannya untuk mendapat Yivone Shin telah gagal.
Prok...prok...prok....prok
Bunyi tepukan tangan Jack yang baru bangkit
Mendengar tepukan tangan itu Sandro dan Willy yang sedang berdebat langsung menoleh ke arah Jack yang berdiri di hadapan mereka
Anggota Willy yang melihat Jack telah sadar mereka sama-sama menodong senjata ke arahnya
Jack yang di saat itu melihat mereka dengan senyuman dan tatapan aura membunuh
"Apa kalian sudah habis berdebat? luar biasa sangat luar biasa, kerja sama yang sangat bagus." ujar Jack dengan senyum di wajahnya
"Ka-kau bukankah sudah mabuk kenapa bisa sadar?" tanya Sandro dengan rasa takut
"Kenapa bisa sadar? Sandro, kau sangat lalai, apa kau kira aku Jack Anderson bisa tumbang dengan belasan botol minuman hm.." jawab Jack dengan senyuman sinis menatap ke arah Sandro
"Jack Anderson, kau tidak mudah kau pura-pura mabuk untuk bisa mengikutinya kemari?" tanya Willy dengan senyum
"Benar, aku sangat ingin melihat mu, oleh karena itu aku harus pura-pura mabuk dan berakting di depannya." jawab Jack dengan senyum sinis
"Memang Jack Anderson" ujar Willy dengan menatap tajam ke arah Jack
"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" tanya Sandro dengan cemas dan wajah pucat
"Menurut mu bagaimana aku tahu?kemunculan ku di restoran hanya kau, Nick, Leon dan Licon yang tahu, jadi menurut mu bagaimana aku bisa mengetahuinya?"kata Jack dengan santai
"Masih ada mereka bertiga kenapa kau bisa tahu jika aku pelakunya?"tanya Sandro dengan penasaran
"Nick dan Leon mati-matian melindungi ku sehingga pada akhirnya mereka luka parah dan kau mengambil kesempatan untuk membunuh mereka, sedangkan Licon aku sangat memahaminya jadi hanya kau saja paling di curigai, jika aku tidak salah menebak kau pernah ingin mengambil kesempatan untuk menculik gadis ku itu sebanyak dua kali, dengan cara menawarkan ingin mengantarnya pulang tapi di halang oleh Nick."jelas Jack
"Dia juga mencurigai aku? tapi apa gunanya dia dan Leon juga sudah mati."jawab Sandro
__ADS_1
"Mereka memang sudah mati, akan tetapi aku ada hadiah besar untuk kalian berdua malam ini. karena malam ini ajal kalian telah tiba" kata Jack dengan menjentik jarinya sebagai kode