
Wilves yang keluar dengan mobil mewah serta di dampingi oleh sejumlah anggotanya tanpa dia sadari Nick yang sedang mengamatinya dari jauh..
Karakter Nick di kenal sangat serius dan pendiam beda dengan Leon dan Licon, Nick adalah seorang penembak jitu, dia sering di tugaskan melakukan tugas penting secara rahasia..
Mobil Wilves di kawal oleh anggotanya selama perjalanan sehingga tiba di suatu tempat
Nick yang dari jarak jauh mengamati setiap gerak gerik sasarannya itu, di karenakan banyak anggota Wilves yang di sana membuat Nick harus menjaga jarak dari mereka
"Apa yang membuat mu jauh-jauh datang kemari?"
tanya pria separuh baya itu dengan menatap Wilves
"Ketua Yama, anggota ku di serang orang yang tidak di kenal, mereka semua di bunuh begitu saja, ini sangat sulit bagi ku" jawab Wilves dengan wajah lesu
"Wilves, lalu apa yang kau inginkan?
"Ketua Yama, apa bisa aku meminta tolong pada mu untuk mendukung ku?"
"Maksud mu adalah mau aku bergabung dengan mu?"
"Ketua Yama, benar! anda adalah Mafia yang sangat di takuti di jepang, anda memiliki kekuasaan di mana-mana, untuk kali ini hanya anda saja yang bisa mendukung ku" ucap Wilves dengan menunduk
"Siapa lawan mu kali ini kau belum tahu, apa kau yakin tidak menyinggung siapa pun?" tanya Yama dengan serius
"Ketua Yama, selama ini anda juga mengenal sifat ku, jika tidak ada yang menyinggung ku maka aku tidak akan membalasnya, tapi kali tiba-tiba saja muncul serombongan preman menyerang wilayah ku sehingga semua anggota ku tewas. selama sebulan sudah menewaskan sebanyak tiga ratus anggota ku," jawab Wilves dengan pura pura sedih
"Wilves, aku bisa meminjamkan anggota pada mu, tapi ingat ini hanya untuk membantu mu balas penyerangan mereka, bukan untuk mencari masalah dengan orang lain" kata Yama dengan tegas
"Ketua tenang saja, anda adalah kumpulan terbesar di jepang, bahkan lebih besar dari kumpulan ku, jika anda turun tangan maka tidak akan ada lagi yang mencari masalah dengan ku, di hati ku anda adalah Ketua Mafia dunia, seluruh Mafia di dunia bukan tandingan mu" kata Wilves
"Jika Ketua Mafia dunia hanyalah satu orang yang memiliki pedang naga, akan tetapi tidak ada yang tahu di mana pedang itu berada, seperti kami ini hanya Mafia biasa saja, walau aku memiliki banyak anggota aku hanya Ketua dari kumpulan ku saja, sudahlah kau kembali saja, akan ku utuskan anggota ku untuk membantu mu" kata Yama
"Baiklah! Ketua, terima kasih" ucap Wilves dengan menunduk
Sesaat kemudian Wilves melangkah keluar dari rumah Yama yang tidak lain adalah salah satu ketua Mafia dari jepang yang menetap di Los Angeles
"Dasar pria tua, aku akan mengunakan nyawa anak buah mu untuk menjaga wilayah ku, suatu saat jika Wolf menyerang ku maka aku akan mengunakan anggota mu untuk melawan mereka, di saat itu biar kalian yang saling membunuh sementara aku hanya menonton peperangan kalian ." batin Wilves dengan senyum sinis
"Ketua, kenapa kita harus membantunya" tanya pengawal Yama
__ADS_1
"Tobye, ini tidak seberapa, mereka hanya sekumpulan preman saja" jawab Yama
"Ketua, bagaimana jika dia gunakan anggota kita untuk berlawan dengan kumpulan besar lainnya?"
"Tobye, apa kau tahu kumpulan mana yang paling menakutkan ?"
"Tidak tahu Ketua, di dunia ini sudah banyak kumpulan Mafia, hanya saja tidak tahu siapa yang paling yang terkenal, mereka semua luar biasa" jawab Tobye dengan menunduk
"Baiklah, mundurlah"
"Baik Ketua" jawab Tobye dengan menunduk dan meninggalkan kamar Ketuanya
"Di dunia ini kumpulan paling di takuti hanyalah anak srigala itu ." batin Yama dengan tersenyum
Malam hari
Kediaman Anderson
"Menjumpai seseorang? siapa orang itu?" tanya Jack yang sedang duduk di ruangan besar bersama Nick
"Rumah itu di jaga ketat oleh beberapa anggota, mungkin saja mereka adalah Mafia, hanya saja aku tidak bisa masuk ke sana" jawab Nick yang duduk di hadapan Jack
"Jika saja orang yang dia cari adalah Mafia, bukankah sama saja kita mempunyai musuh baru?"
"Aku tidak peduli! jika ada kumpulan lain yang membantunya maka aku akan mendatangi mereka, urusan antar Wolf dan Wilves tidak bisa ada yang ikut campur." kata Jack dengas tegas
Di sisi lain Jason yang masih di rawat di rumah sakit
Setelah pingsan selama beberapa hari pada akhirnya dia membuka matanya dan melihat sekeliling dan mendapati jika dirinya di rumah sakit
"Tuan, anda sudah bangun?" sapa Dokter yang merawat nya
"Kenapa aku di sini?"tanya Jason yang belum ingat kejadian sebenarnya
"Anda terluka parah, dan tidak sadarkan diri, beberapa hari yang lalu ada warga yang membawa mu kemari, mereka bilang anda pingsan di depan rumah mereka" jelas Dokter itu sedang mencatat hasil kondisi pasiennya dan kemudian meninggalkan ruang inap itu
Setelah mendengar penjelasan Dokter Jason mengingat kembali kejadian menimpa dirinya, lalu dia memeriksa bagiannya yang luka itu dengan histeris berteriak
"Aarrrrggghhtttt....," teriakan Jason dengan nada memenuhi satu kamar inapnya
__ADS_1
"Hidup ku benar-benar hancur, selama ini aku hidup di layani wanita, dan sekarang aku sudah cacat, apa guna hidup ku lagi,"teriakan Jason dengan merasa tertekan
Jason yang mendapati kondisinya yang sudah cacat merasa hidupnya telah hancur, dia bangkit dari ranjangnya dan mendekati jendela dengan niat ingin melompat
"Aku sudah tidak bisa melakukannya lagi, lalu apa gunanya aku hidup, Jack Anderson telah menghancurkan ku, aku bukan tandingannya, aku tidak mampu balas dendam, aku tidak puas jika aku harus mati begitu saja " batin Jason dengan memanjat ke jendela
"Tidak! aku tidak mau mati sendiri, aku harus mencarinya untuk mati bersama ku, jika tidak aku tidak akan puas, aku Jason selama hidup di puaskan oleh banyak wanita, kalau aku mati aku juga ingin mengajak wanita ini untuk pergi bersama ku." gumam Jason
Jason mengurung niatnya untuk melompat dari jendela, dengan niat mencari seseorang untuk mati bersamanya, lalu dia pun keluar dari rumah sakit.
Kediaman Anderson
Setelah Nick meninggalkan kediaman Anderson, Jack pun kembali ke kamarnya. Jack melihat ke arah sofa di kamarnya yang di mana Yivone yang sedang ketiduran di sana
"Apa sangat mengantuk sehingga tidur di sofa? gumam Jack dengan senyum menatap wajah Yivone yang sedang lelap
Sesaat kemudian Yivone membuka mata nya melihat ke arah Jack yang sedang tersenyum melihatnya
"Nick sudah pulang?"tanya Yivone yang bangun dari tidurnya
"Iya, kenapa tidur di sini?" tanya Jack dengan duduk di samping Yivone
"Aku menunggu mu sampai ketiduran" jawab Yivone dengan mengucek matanya
"Apa tanpa ku kau tidak bisa tidur?"tanya Jack dengan senyum
"Aku sudah terbiasa tidur di pelukan mu"jawab Yivone dengan polos
"Hahaha..baiklah, mari kita tidur. gadis manja." kata Jack dengan mencubit wajah Yivone dengan pelan
Lalu Jack mengendong Yivone dan menidurkan di kasur empuknya, sedangkan Jack tidur di samping Yivone sambil memeluknya
"Jack, apa aku boleh tidur di pelukan mu setiap malam?"
"Tentu saja boleh, kenapa bertanya seperti itu?"
"Karena aku takut suatu saat kau akan bosan dengan ku, dan tidak mengizinkan ku untuk memeluk mu saat tidur." jawab Yivone dengan terus terang
"Gadis bodoh, apa yang kau katakan, aku akan membiarkan mu tidur di pelukan ku setiap malam dan untuk selamanya" ujar Jack dengan memeluk erat tubuh Yivone
__ADS_1
"Apa yang di katakan Jason ada benar nya, Jack di kelilingi banyak wanita cantik, jika saja dia sudah bosan dengan ku, aku takut dia akan meninggalkan ku dan bersama wanita lain, Jack terlalu sempurna sehingga banyak yang mendekatinya, Nona Lidya, Kelly, Anita semua yang mengenalnya ingin mendekatinya. jika saja di saat itu dia meninggalkan ku, aku tidak tahu harus kemana karena aku tidak memiliki siapa pun lagi di dunia ini." batin Yivone dengan khawatir