MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Nick dan Leon di bunuh


__ADS_3

"Sialan sekali hanya tinggal satu langkah aku sudah mendapatkannya, malam itu adalah malam yang ku nantikan. Yivone Shin, kau beruntung sekali, jangan sampai aku melihat mu lagi, malam itu kau terkena bius, aku yakin Jack pasti melakukannya dengan mu, tapi aku tidak peduli karena aku tetap penasaran dengan mu "gumam Willy dengan kesal


Nada panggilan masuk ke handphone miliknya


"Hallo?"jawab Willy dengan cuek


"Kakak, apa kau gagal?"tanya pria yang di seberang sana


"Iya, hanya tinggal selangkah aku sudah bisa menikmatinya dan di gagalkan oleh dua bocah sialan itu" jawab Willy dengan kesal


"Tidak perlu kesal! hanya wanita aku bisa mencarikan untuk mu yang lebih cantik darinya" jawab pria yang di seberang sana


"Aku hanya menginginkan dia"jawab Willy


"Kakak, kenapa harus dia? banyak yang bisa memuaskan mu, selama ini aku sudah sering ingin memperkenalkan wanita cantik untuk mu tapi kau malah menolak"


"Adikku, aku beda dengan mu, aku tidak bisa menyentuh semua wanita seperti mu"


"Kakak, hidup kita sangat singkat nikmati saja, aku akan mengirim wanita cantik untuk mu, aku yakin kau pasti bisa melupakan wanita Jack Anderson"


"Keinginan terbesar ku sekarang adalah mengambil nyawanya, rumah sakit sudah hancur berantakan tapi tubuhnya masih utuh, ini sangat membuat ku kesal."ketus Willy


"Kakak, tenang saja, selagi kita melakukannya terus, cepat atau lambat dia pasti akan tewas di tangan kita, harta kita berlimpah oleh sebab itu jangan khawatir kita masih memiliki kesempatan, sehebat apa pun dia suatu hari pasti kalah di tangan kita, dia hanya punya satu nyawa."ujar pria di seberang sana


"Iya, dan aku berharap pembunuh kita akan mendapatkan jasadnya dan antar ke depan ku sebelum aku mati"ketus willy


"Kakak, bukankah ada orang dalam di kumpulan Wolf, kalau begitu gunakan dia sebagai senjata, Jack tidak akan mencurigainya, jadi lebih mudah untuk melakukannya"


"Benar kata mu, setelah dia berhasil membunuh Nick dan Leon maka aku akan menyusun rencana baru untuk membunuh Jack secara diam-diam."


Kediaman Anderson


Di saat malam Jack bersama Yivone


"Jack, apa luka mu sudah sembuh total?"tanya Yivone yang sambil menyantap makanannya


"Sudah sembuh! ini hanya luka kecil bagi ku"jawab jack dengan senyum dan sambil mengambil lauk ke piring makan Yivone


"Baru berapa hari sudah tidak sakit?"


"Sudah tidak, luka tembak ini hanya kecil bagi ku, dari kecil tubuh ku juga sudah di penuhi luka, jadi ini tidak seberapa."jawab Jack dengan menyantap makanannya


"Hidup mu tidak mudah, sebagai mafia"


"Benar, jika aku tidak berani maka susah bagi ku untuk melalui kehidupan yang keras ini"

__ADS_1


"Iya"


"Yivone"


"Iya"


"Bagaimana jika pernikahan kita di tunda dulu?"tanya Jack dengan kecewa


"Tidak apa-apa?"jawab Yivone dengan santai


"Apa kau tidak marah pada ku?"


"Tidak, kenapa aku harus marah?"


"Kau tidak menanyakan pada ku kenapa aku menundanya?" tanya Jack dengan melihat ke arah Yivone


"Kau pasti punya alasan tersendiri"jawab Yivone dengan fokus ke makanannya


"Karena kondisi sekarang sangat bahaya aku harus menundanya karena aku tidak ingin mengecewakannya jika pesta nanti akan di rusakkan sekumpulan itu, aku mempunyai firasat buruk tidak lama lagi akan ada masalah yang terjadi." batin Jack dengan rasa bersalah


Setelah mereka selesai makan malam Jack dan Yivone kembali ke kamarnya


"Yivone, apakah dia melukai mu?"tanya Jack yang sedang bersama Yivone di kamarnya


"Dia mengikat tangan ku dan menarik rambut ku saat aku mau kabur." jawab Yivone dengan mengingat kejadian semalam


"Awalnya iya, tapi sudah tidak sakit, untung saja Nick dan Leon tiba pada tepat waktu, jika tidak aku hanya melakukan satu hal agar dia gagal."kata Yivone yang di pelukan Jack


"Satu hal apa?"tanya Jack dengan penasaran


"Menggigit lidah ku hingga putus, lebih baik aku mati dari pada dia berhasil melakukannya"


"Kau tidak boleh mati, kau harus hidup untuk ku." jawab Jack dengan mencium wajah Yivone


"Jika dia berhasil maka ini luka dalam bagi ku, aku tidak mau hidup dalam keadaan trauma, dan juga aku tidak bisa lagi berhadapan dengan mu." jawab Yivone dengan memeluk erat tubuh Jack


"Gadis bodoh, aku mencintai mu tanpa alasan apa pun, apa pun yang terjadi pada mu aku tetap menginginkan mu" kata Jack dengan memeluk erat tubuh Yivone yang di pelukannya


"Jack, siapa kalajengking itu? aku mendengar paman bilang dia yang mengutuskan pembunuh itu"


"Kalajengking nama asli adalah Roberto, dia kenalan ku dari semenjak 10 tahun yang lalu, dulu dia sudah sering ingin mengalahkan ku, karena dia pernah menyerang Wolf maka aku membunuh semua anggotanya, oleh karena itu dia benci dan dendam pada ku"


"Lalu di saat itu kau tidak menangkapnya?"


"Kami mengejarnya tapi dia berhasil kabur dengan terjun ke laut, nyawanya sangat panjang oleh sebab itu dia masih hidup, menghilang selama 10 tahun dan tiba-tiba muncul lagi."

__ADS_1


"Apakah Willy adalah dia?"


"Tidak, aku yakin kalajengking tidak ada di kota ini, bisa jadi Willy hanya salah satu bawahannya."


"Tapi dia sudah kabur, kamu harus berhati-hati."


"Iya, aku akan berhati-hati. Yivone, untuk saat ini kau jangan keluar dulu ya." pesan Jack dengan khawatir pada tunangannya itu


"Iya, aku akan di rumah saja." jawab Yivone dengan nurut


"Gadis ku memang baik" ujar Jack dengan senyum


"Yivone ada yang ingin ku tanyakan" tanya Jack dengan memeluk Yivone


"Tanya apa?"


"Yivone, kenapa kau takut dengan Sandro?"tanya Jack dengan penasaran


"Aku tidak tahu! hanya saja aku merasa tidak nyaman saat dekat dengannya, beda dengan Nick dan Leon."


"Apa dia pernah menyinggung mu?


"Tidak, dia sopan dengan ku. hanya saja aku tidak ingin dekat dengannya, mungkin saja hanya aku yang berpikir sembarangan, maaf Jack"


"Kenapa minta maaf pada ku?"


"Dia adalah anggota mu dan sudah lama mengikuti mu, tapi aku malah berpikir sembarangan." jelas Yivone dengan rasa bersalah


"Jangan minta maaf padaku, kau tidak salah sayang, jika kau merasa tidak nyaman dengannya, kau boleh menjauh dengannya."jawab Jack dengan senyum


"Iya"jawab Yivone sambil mengangguk


"Apakah Sandro bermasalah? selama ini Yivone tidak pernah prasangka pada siapa pun tapi malah sangat takut pada Sandro." batin Jack sambil mengelus ujung kepala Yivone yang di pelukkannya


"Di malam itu Nick dan Leon berada di dalam satu ruangan dan baru selesai menjalani operasi, mereka belum sadar karena suntikkan bius, sedangkan di luar kamar mereka di awasi oleh 10 anggota Wolf


Tidak lama kemudian mereka di datangi oleh 15 pria yang tidak di kenali dengan membawa senjata api. tanpa menunggu lama pria asing itu melepaskan tembakan ke arah 10 anggota Wolf


Dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan beruntun mengena ke tubuh anggota Wolf yang tidak sempat membalas sama sekali pun, sehingga menyebabkan mereka tewas di tempat


Setelah itu 15 pria bersenjata itu langsung masuk ke kamar di mana Nick dan Leon yang sedang tidak sadarkan diri, mereka berdiri di depan ranjang Nick dan Leon


"Mati saja kalian." gumam salah satu pria bersenjata itu yang sedang melihat sasarannya yang masih belum sadarkan diri dan langsung melepaskan tembakkannya

__ADS_1


Dor...dor...dor...dor...dor...dor..dor


Bunyi puluhan tembakan mengarah ke Nick dan Leon sehingga membuat tubuh mereka mengeluarkan darah tanpa berhenti dan berceceran di lantai


__ADS_2