MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Perhatian Jack pada Yivone


__ADS_3

"Lakukan" perintah Jack pada anggota yang mengangkat Roberto dan anak buahnya


Anggota yang mengangkat Roberto dan anak buahnya lalu melemparkan mereka ke laut


"Aaarrgghhtt.."teriakkan Roberto dan anak buahnya yang di lempar ke arah lautan


Prong...prong...


Mereka meronta-ronta saat di dalam air, sesaat kemudian mereka tenggelam di lautan itu dalam kondisi kaki tangan terikat.


"Roberto, selamat tinggal, aku tidak membenci mu di saat kau ingin membunuh ku, tapi aku membenci mu di saat kau melibatkan istri ku, sehingga membuatnya terluka" batin Jack yang melihat lautan dan kembali ke mobilnya


Setelah beberapa saat Jack dan anggota lainnya meninggalkan jembatan gantung itu dengan kembali ke markas.


Markas Wolf


"Ketua, semua anggota kita sudah kembali ke markas"kata Dennis dengan hormat


"Karena urusan Roberto telah membuat kita semua sibuk selama beberapa bulan, bahkan anggota kita ada yang tewas" ujar Jack yang sedang duduk di kursi ketuanya dengan berpenampilan yang rapi


"Ini adalah balasan nya, karena ulahnya anggota kita yang ikut jadi korban jumlahnya tidak sedikit" lanjut Shane yang duduk bersama mereka


"Setelah beberapa bulan akhirnya selesai juga, dia sama sekali tidak hebat, dia hanya memiliki banyak uang oleh karena itu dia bisa mengupah sejumlah pembunuh untuk mengincar Ketua tanpa memikirkan nyawa orang awam."ujar Licon


"10 tahun pada akhirnya dia harus tewas di lautan"lanjut Leon


"Ketua, kenapa kita melemparnya ke lautan dan bukan menyiksanya seperti yang lain?"tanya Jones dengan penasaran


"Karena aku tidak suka buang waktu, aku ingin segera menuntaskan dia, aku ingin dia segera mendapat hukumannya"jawab Jack dengan tenang


"Ketua, apakah dia akan lolos?"tanya Leon


"Tidak akan, apa kau tahu tempat dia di lemparkan ada anggota kita di bawah sana, untuk memastikan tidak ada anggotanya yang melepaskan ikatannya, mereka saksikan sendiri kematian Roberto jadi dia tidak bisa kabur sama sekali" jawab Jack dengan senyum


"Jack, ternyata sudah melakukan persiapannya"kata Shane dengan senyum


"Roberto banyak anak buah, jadi kita harus mengawasinya dari dalam air juga"lanjut Nick


"Akhirnya semua sudah berakhir"sambung Licon yang menarik nafas panjang


"Karena sudah berakhir maka aku ingin kembali ke rumah ku" kata Jack yang bangkit dari kursi ketuanya


"Jack, apakah Yivone sedang menunggu mu ? oleh karena itu kau begitu cepat ingin pulang?"tanya Shane dengan senyum


"Iya, gadis itu setiap aku keluar dia pasti menunggu ku pulang dengan kekhawatirannya, selama ini aku selalu membuatnya khawatir, aku berharap untuk seterusnya tidak akan ada Roberto yang lain lagi"jawab Jack dengan senyum


"Benar! Jack, jangan lupa satu hal yang harus kau lakukan"lanjut Shane


"Apa itu Paman?"tanya Jack dengan penasaran


"Penerus mu untuk masa depan Wolf, kalian harus memiliki keturunan agar bisa meneruskan posisi mu "jawab Shane


"Benar, jika ketua memiliki anak aku yakin pasti sehebat ketua"lanjut Leon dengan ketawa

__ADS_1


"Aku rasa ini belum waktunya, dan mungkin ini akan mengecewakan harapan kalian, karena aku tidak akan mengizinkan Yivone untuk melahirkan" jawab Jack yang kemudian meninggalkan ruangan itu


Jawaban Jack membuat Shane dan semua anggota di sana terdiam merasa heran, sebagai Ketua yang hebat tidak menginginkan anak untuk menjadi penerusnya, tidak ada yang tahu apa penyebabnya sehingga Jack memikirkan hal seperti itu.


Kediaman Anderson


"Jack" sapa Yivone yang menyambut kepulangan suaminya dengan berlari ke pelukannya


"Istri kesayangan ku sudah bangun" kata Jack dengan memeluk mesra istrinya tu


"Apa urusan mu sudah selesai?" tanya Yivone yang menatap dekat ke arah Jack


"Sudah selesai semuanya, dan kenapa Yivone ada di sini? bukankah seharusnya berada di kasur? di sini sangat dingin" Jawab Jack dengan tatapan mesranya


"Saat aku bangun aku membuka mata ku kau belum ada di depan ku, maka aku menunggu mu di sini saja"jawab Yivone yang di pelukan Jack


"Sini sangat dingin, pakai baju mu yang tebal, di luar salju sangat tebal jangan sampai kedinginan lagi" kata Jack dengan mengecup dahi istrinya


"Iya, apa kamu terluka?"tanya Yivone dengan melihat ke arah tubuh Jack


"Tidak, aku tidak terluka, dia tidak bisa buat apa-apa sama sekali. Yivone, aku berjanji pada mu aku akan selalu menemani mu dan tidak akan membuat mu khawatir lagi"ucap Jack dengan menyentuh wajah istrinya


"Iya, aku pegang janji mu"jawab Yivone dengan senyum


"Janji"balas Jack dengan tatapan mesranya


"Sudah lapar?"tanya Jack dengan mengangkat tubuh Yivone


"Sudah" jawab Yivone yang di dalam gendongan Jack


"Kenapa makan di kamar?"


"Di ruang sangat dingin, jadi kamar saja ya, kau baru sembuh juga jadi jangan kedinginan lagi" jawab Jack dengan menidurkan Yivone ke kasurnya


"Iya"jawab Yivone dengan nurut


"Pejamkan mata mu, setelah siap aku akan membangunkan mu" ujar Jack dengan menutup selimut tebal ke tubuh Yivone dan mengecup dahinya


"Hendry"panggil Jack yang berada di luar kamar


"Ketua"jawab Hendry


"Tutup jendela rapat-rapat dan pintu jangan biarkan terbuka, salju semakin tebal jadi jangan biarkan terbuka lagi, aku tidak ingin Yivone kedinginan" perintah Jack sambil berjalan ke arah dapur


"Baik Ketua"jawab Hendry dengan nurut


Setelah selesai memasak Jack makan bersama dengan Yivone di kamarnya, Jack tersenyum melihat istrinya makan dengan bagitu lahap.


"Makan yang banyak, beberapa hari ni kau hanya makan sedikit."kata Jack yang mengambil lauk ke piring istrinya


"Iya"jawab Yivone sambil menyantap makanannya


"Memang aneh melihat mu makan begitu lahap saja sudah bisa membuatku senang, di saat kau tidak selera aku sangat khawatir. Yivone, maaf jika aku telah melakukan sesuatu pada mu, jika kau tahu kau pasti akan marah dan kecewa pada ku" batin Jack yang merasa bersalah

__ADS_1


Setelah selesai makan Jack dan Yivone duduk di sofa sambil menonton televisi


"Jack, apa aku bisa ke markas Wolf?"tanya Yivone yang duduk berpelukan dengan Jack di sofa kamarnya itu


"Bisa, tapi harus menunggu kamu sehat sepenuhnya ya"jawab Jack dengan sambil memeluk istrinya itu


"Iya"jawab Yivone dengan nurut


"Kenapa Yivone tiba-tiba ingin ke markas?"tanya Jack dengan senyum


"Aku ingin belajar menembak lagi, apa bisa mengajari ku?"jawab Yivone melihat ke arah Jack


"Bisa, apa kau suka menembak?"


"Aku ingin menjadikannya sebagai salah satu aktivitas ku"jawab Yivone dengan senyum


"Baiklah, jika kau ingin aku bisa mengajari mu"jawab Jack dengan tatapan mesranya


"Tapi kalau kau sibuk tidak apa-apa, aku bisa meminta Nick untuk mengajari ku, dia juga penembak jitu seperti mu kan?"


"Tidak bisa, istri ku harus aku yang ajari, Nick walau sudah seperti saudara ku, tapi dia adalah pria kalian harus jaga jarak" jelas Jack dengan rasa cemburu


"Tapi aku sudah menganggapnya seperti Kakak ku"jawab Yivone dengan polos


"Walau pun kau menganggapnya seperti itu tapi kalian tidak ada hubungan darah, maka harus jaga jarak, sama pria mana pun kau harus jaga jarak, mengerti?"


"Iya aku mengerti"jawab Yivone sambil mengangguk


"Jack, ada satu hal yang ingin ku tanyakan?"


"Ada apa katakan saja"


"Apa kesehatan ku ada masalah?"tanya Yivone dengan penasaran


"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?"


"Kenapa aku tidak bisa hamil?"tanya Yivone yang penasaran


"Yivone,kenapa tiba-tiba saja kau mengungkitnya lagi?"


"Aku hanya ingin tahu, apakah kesehatan ku buruk?"


"Tidak, kesehatan mu baik-baik saja"


"Tapi kenapa aku malah merasa aneh?"


"Aneh? aneh kenapa?"


"Selama ini aku ingin seorang anak tapi tidak ada, apa kamu tahu penyebabnya?apa ada hubungan dengan kesehatan ku makanya kau tidak ingin membahas masalah anak setiap aku mengungkitnya?"


Untuk BAB selanjutnya..


Jack mengatakan alasannya kenapa tidak mengizinkan Yivone melahirkan anak untuknya...

__ADS_1


Demi penerus masa depan Wolf Shane Wilker mengusulkan Jack melakukan kontrak rahim. apakah Jack akan menyetujuinya?


__ADS_2