
"Tuan, kenapa memberi ku bunga?"tanya Yivone yang melihat bunga yang di tangan pria asing itu
"Nona, senang bisa berkenalan dengan mu, bunga ini sebagai tanda perkenalan kita, terimalah." ujar pria itu dengan senyum
"Terima kasih" jawab Yivone dengan ragu ingin menerima bunga itu
"Nama ku Willy, siapa nama mu, Nona?" tanya pria itu dengan senyum
"Nama ku Yivone Shin"
Pria asing itu dengan senyum menatap Yivone dan mengulurkan tangan dengan niat untuk bersalaman dengan gadis yang berdiri di depan matanya
Dengan ramahnya Yivone pun bersalaman dengan pria yang tidak di ketahui identitas nya itu
"Sampai jumpa! jika aku panjang umur aku berharap kita akan bertemu lagi, dan jangan lupa nama ku Willy" kata Willy dengan senyum dan meninggalkan taman itu
"Pria ini aneh tapi sangat ramah." batin Yivone dengan melihat ke arah pria itu yang sedang berjalan ke arah lain lalu menatap bunga yang di tangan nya
"Yivone" panggil Jack yang datang dari belakangnya
"Jack" jawab Yivone yang menoleh ke arah Jack
"Bunga ini dari mana ?" tanya Jack dengan melihat bunga yang di tangan Yivone
"Ha..ini tadi ada seorang pri..." seorang wanita yang berikan pada ku " jawab Yivone dengan menyembunyikan kebenaran
"Wanita? kenapa dia berikan pada mu?"
"Katanya sebagai tanda pengenalan."jawab Yivone dengan singkat
"Sepertinya ada yang tidak beres dengan bunga ini, reaksi Yivone mengatakan dia sedang berbohong." batin Jack dengan menatap bunga yang di tangan Yivone
"Mari kita masuk! cuaca di sini sangat dingin." kata Jack dengan mengendong Yivone
"Jack, biarkan aku berjalan saja!"
"Dokter mengatakan jika gadis kecil ku ini tidak boleh banyak bergerak."ujar Jack dengan melangkah masuk ke dalam rumah sakit
Di sisi lain pria yang tadi sedang mengamati Jack dan Yivone dari jauh, pria yang bernama Willy sama sekali belum meninggalkan taman itu.
"Di saat makan Jack dengan sabarnya menyuapi gadis pujaannya itu, sejak Yivone sadar dari koma Jack selalu setia menjaganya dengan sepenuh hati tanpa meninggalkan dia selangkah pun.
Setelah siap makan Jack pun menidurkan Yivone, setelah itu Jack keluar dari ruangannya dan menemui anggota yang mengawasi Yivone tadi.
__ADS_1
"Katakan siapa yang menghampiri Yivone saat di taman tadi?" tanya Jack yang sedang duduk bersama Nick di ruangan itu
"Ketua, ada seorang pria asing, dia adalah pasien rumah sakit sini." jawab anggota itu dengan menunduk
"Apa yang mereka lakukan di sana?"tanya Jack dengan dingin
"Pria itu memberikan bunga kepada Nona, setelah itu mereka bersalaman sesaat kemudian pria itu meninggalkan taman." jawab anggota nya dengan cepat
"Bagaimana ciri-ciri pria itu?" tanya Jack lagi
"Ciri-ciri pria itu agak pucat mungkin karena masih sakit, bertubuh kekar, dan dia sangat ramah pada Nona "jawab anggota nya dengan cepat
"Lalu kenapa Yivone harus berbohong pada ku, jika yang memberi nya bunga adalah wanita?"
"Mungkin saja Nona tidak ingin Ketua salah faham."jawab Nick yang sedang duduk bersandar di sofa
"Apa niat pria itu mendekatinya?"
"Bisa saja hanya kebetulan, karena sama-sama pasien sini atau kebetulan sama-sama di taman." lanjut Nick
"Ketua, bagaimana jika aku coba untuk selidiki."ujar Nick
"Baiklah, aku hanya penasaran jika dia juga musuh ku maka harus ku bunuh dia sebelum dia mendekati Yivone, dan jika dia ingin mengejar Yivone maka akan ku kirim ke lubang buaya" kata Jack dengan kesall
"Yivone, baru sesaat aku tidak di sisi mu, sudah ada pria yang mendekati mu, kelihatannya aku harus mengawasi mu lebih ketat, apa yang kalian bicara kan di sana sehingga kalian bersalaman." gumam Jack yang menatap dalam ke arah tunangan nya itu
"Bunga ini ? tidak peduli apa niat pria itu, bunga ni tidak seharus nya di sini." batin Jack dengan menghancurkan bunga itu dengan genggamannya
Nick yang ingin menyelidiki pria asing itu dengan ingin mengetahui lewat rekaman cctv, akan tetapi rekaman itu tidak mengarahkan ke taman
"Kakak Nick" sapa anggota yang mengawasi Yivone tadi
"Hm" jawab Nick dengan cuek
"Pria itu ada di taman sekarang." kata anggota nya itu
Mendengar perkataan anggota nya Nick langsung berjalan cepat ke taman itu, setiba di sana Nick tidak melihat sesiapa pun yang berada di sana
"Aneh! cepat sekali pria ini menghilang." batin Nick dengan melihat sekeliling
Karena hampa Nick pun meninggalkan taman itu. di saat dia telah pergi pria misterius itu sedang mengamatinya dari jauh
"Nick penembak jitu, dengan kondisi ku sekarang jika bertemu dengannya aku pasti bukan lawan nya, bocah itu sangat cepat gerakannya, " batin Willy yang mendekati Yivone tadi
__ADS_1
Keesokan hari nya
Yivone yang sudah mulai pulih telah di izinkan keluar dari rumah sakit. Jack mengenakan pakaian tebal ke tubuh Yivone agar pacarnya itu tidak kedinginan.
"Mana bunga itu?" tanya Yivone yang melihat ke arah meja yang di samping ranjangnya
"Sudah ku buang, kalau kau suka bunga aku bisa beli yang lainnya untuk mu" jawab Jack yang merasa kan cemburu yang terpendam
"Tidak perlu" jawab Yivone yang turun dari ranjang nya, dengan di pegang oleh Jack
Di saat Jack dan Yivone ingin meninggalkan rumah sakit tanpa di sadari pria bernama Willy itu lagi-lagi mengamati mereka dari jauh.
"Jika aku berumur panjang maka aku akan berhadapan dengan mu suatu saat nanti." batin pria misterius itu
Setelah kembali ke rumah Jack menyediakan semua makanan kesukaan Yivone
"Kau harus habiskan semua lauk yang di atas meja ini." kata Jack dengan menyuapi Yivone yang duduk di sampingnya
"Aku bisa makan sendiri," kata Yivone yang sedang menyantap makannya
"Tidak apa-apa, aku senang melakukannya." jawab Jack dengan senyum
"Tapi aku bukan anak kecil."
"Bagiku kau adalah gadis kecil, gadis ku." kata Jack dengan menyubit pelan wajah Yivone
"Aku hampir kehilangan mu karena kejadian itu, dan sekarang aku sudah melihat mu di depan ku, aku sangat senang bisa memanjakan mu, dan aku akan selalu memanjakan mu " batin Jack yang sedang senyum melihat pujaannya yang sedang makan dengan lahap
"Makan ini juga!" kata Jack dengan menyuapin tunangan nya itu
"Jack, kamu makan juga! aku melihat mu sepertinya agak kurus."kata Yivone dengan mengambilkan lauk dengan menarohkan ke piring Jack
"Karena beberapa hari ini aku khawatir dengan mu sehingga aku tidak selera makan " batin Jack
Di sisi lain pria bernama Willy itu sedang berada di taman sedang melihat bulan yang menerangi seluruh taman itu
"Hidup ku tidak lama lagi, sebelum aku mati aku harus berhasil melakukannya " batin Willy yang sedang fokus memandang bulan
"Tuan, sudah malam anda harus istirahat "sapa seseorang yang menghampirinya
"Aku sedang memikirkan permainan baru, aku ingin memainkan nya, Jika aku melakukannya ini pasti akan seru "ujar Willy dengan dingin
"Maksud Tuan adalah berhubungan dengannya?"
__ADS_1
"Benar, sehebat apa pun dia tetap memiliki sisi lemahnya."jawab Willy