
"Kalian semua keluarlah," Perintah Jack dengan suara pelan sambil menatap Yivone
"Baik Ketua."
"Baik Tuan."
Jawab serentak mereka dengan melangkah ke arah pintu. di ruangan itu hanya tersisa Jack dan Yivone yang masih berlutut dengan menunduk di depan Jack, Jack lalu mendekati gadis itu dengan memegang lengan Yivone mengunakan tangan kanan nya.
"Bangunlah," Suruh Jack dengan memapah Yivone yang matanya di penuhi air mata
Yivone lalu berdiri dengan menatap Jack yang di depannya.
"Kau memohon pada ku demi mereka?dan kau juga menangis demi mereka? Yivone apa kau tahu apa yang kau lakukan?" Tanya Jack dengan suara lembut dengan tangannya mengusap wajah gadis itu yang basah karena air mata
" Karena ini semua adalah salah ku, apa bisa jangan memarahi mereka? aku yang salah mereka saat itu tidak berani memaksa ku, tapi mereka memang sudah menjaga ku dengan baik setiap saat aku keluar," Kata Yivone dengan mata nya yang masih bengkak
"Baiklah, jangan menangis lagi aku tidak akan memarahi dan menghukum mereka lagi," Bujuk Jack dengan memeluk Yivone dengan mengelus ujung kepalanya
"Benarkah? Kau akan memaafkan mereka?"
"Benar," Jawab Jack sambil mengelus ujung kepala Yivone
"Gadis ini menangis sehingga matanya bengkak, setiap melihat tangisannya hati ku sangat perih," Batin Jack dengan memeluk erat tubuh Yivone
Yivone merasakan kehangatan di pelukan Jack, di saat dia ingin melingkarkan kedua tangan nya ke tubuh Jack dia menghentikan keinginan nya, karena dia mengingat kembali saat Jack dan wanita lain masuk ke kamar hotel. raut wajah Yivone di penuhi dengan kekecewaan dan hati yang terluka akan tetapi dia hanya bisa diam seribu bahasa karena dia menyadari jika dia tidak memiliki status apa pun saat bersama pria ini...
Kemudian Yivone melepaskan pelukan Jack terhadap diri nya.
"Aku akan pergi menyiapkan makan siang," Ucap Yivone penuh kekecewaan
"Yivone tidak perlu, aku sudah pesan Bibi yang menyiapkannya. hari ni kau temani saja aku di sini," Jawab Jack dengan kembali memeluk tubuh gadis itu.
"Kenapa.?" Tanya Yivone yang di pelukan jack
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin kau istirahat saja, apakah tidak ada yang ingin kau katakan pada ku?" Tanya Jack dengan berharap Yivone memberitahu kejadian saat di rumah Mike Shin
"Tidak ada, selama kau pergi sini aman-aman saja," Jawab Yivone yang ingin melepaskan pelukan dari Jack akan tetapi Jack malah memeluk erat tubuh nya
"Aku dengar kau kembali ke rumah Paman mu?"
"Iya."
"Lalu apa yang mereka katakan pada mu?" Tanya Jack dengan berusaha ingin tahu kejadian sebenarnya
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa," Jawab Yivone dengan cuek
"Yivone, kenapa kau tidak mau memberitahu ku masalah mu? apa kau tahu aku sangat khawatir saat mendengar kau berjalan sambil menangis selama dua jam ," Batin Jack dengan khawatir
"Jack, apa bisa lepaskan aku?"
"Temani aku di sini, ada sesuatu yang ingin ku tunjukan pada mu," Kata Jack yang masih memegang erat tubuh Yivone
"Sesuatu? apa itu?" Tanya Yivone dengan penasaran
"Mari sini" Ajak Jack dengan mengendong Yivone
"Eh..Jack, turunkan aku." Pinta Yivone yang di gendongan pria itu..
Lalu Jack duduk di sofa besar sementara Yivone duduk di pangkuannya
"Biar aku duduk di sofa saja," Kata Yivone yang ingin berpindah tempat akan tetapi di tahan oleh Jack dan memeluk erat pinggangnya
"Lihat ini" Kata Jack dengan memberikan box merah ke tangan Yivone
Yivone lalu membuka nya dan melihat isi dalam box tersebut.
"Ini bukankah kalung berlian yang di acara perlelangan yang di San Fransisco itu?" Ujar Yivone dengan menatap Jack
"Berita perlelangan tersebar luas dan pasti semua orang juga tahu," Kata Yivone lalu menutup box itu
"Apa kau menyukainya?" Tanya Jack dengan tatapan lembut
"Ha? aku? ini tidak berguna bagi ku," Jawab Yivone dengan polos, karena bagi nya barang mahal tidaklah sesuai dengan dirinya
"Kenapa tidak berguna? banyak yang menginginkannya dan mereka berusaha untuk mendapatkannya."
"Itu bagi mereka yang suka barang mahal."
"Bukankah ini sangat indah ? ini juga sangat cocok dengan mu," Balas Jack tatapan mesra
"Ini tidak cocok dengan ku. mungkin saja ini akan cocok dengan wanita yang berkelas tinggi," Jawab Yivone dengan maksud wanita yang bersama Jack di kamar itu
"Wanita mana maksud mu?"
"Em.. iya maksud ku adalah seperti wanita berkarir atau pun yang berstatus tinggi. di saat mereka mengenakannya ini akan sangat indah karena sepadan dengan level mereka."
"Yivone, bagi ku kalung ini hanya cocok dengan wanita yang istimewa," Ujar Jack dengan senyum menatap Yivone yang di pangkuannya.
__ADS_1
"Tentu saja ini sangat mahal, bukankah ini seharga triliunan jadi yang memilikinya harus selevel dengan kalung ini kan,"Ujar Yivone dengan polos
"Benar, wanita istimewa ini bahkan lebih dari triliunan kalung ini, dan di dunia ini aku hanya akan memberikan padanya."
"Oh, aku kira kau akan mengoleksi nya. seperti jam tangan mewah mu yang memenuhi laci besar di lemari itu."
"Aku memang suka koleksi barang mahal, tapi aku membeli kalung ini karena aku akan memberikan pada orang yang paling istimewa bagi ku dan bukan untuk di koleksi."
"Apakah koleksi juga sebuah hobi?" Tanya Yivone dengan mengelak dari perkataan Jack, karena Yivone mengira wanita yang di maksudkan Jack adalah Lidya
"Benar, sebuah hobi. di saat aku membeli barang yang ku suka aku akan mengoleksinya dan tentu saja berapa mahal pun aku akan berusaha mendapatkannya," Jawab Jack dengan suara lembut sambil mengelus rambut Yivone yang halus itu
"Ternyata mempunyai hobi juga menyenangkan," Ucap Yivone dengan melamun
"Kenapa? apa kau tidak mempunyai hobi?"
"Tidak ada."
"Lalu di saat kecil apa kau punya hobi?"
"Kecil? aku tidak bisa ingat semua masa kecil ku."
"Lalu bagaimana ayah mu meninggal?"
"Sakit parah."
Jack yang mendengar jawaban Yivone merasa ada sesuatu yang aneh, bagaimana tidak dia menyelidiki jika Justin meninggal karena kecelakaan. akan tetapi Yivone mengatakan karena sakit parah.
"Ada apa .?" Tanya Yivone dengan menatap Jack yang memandang nya dengan diam
"Tidak, siapa yang memberitahu mu jika ayah mu meninggal karena sakit?"
"Paman ku, kata nya Papa ku meninggal karena sakit parah dan dokter tidak bisa menyelamatkan nya."
"Di saat itu berapa usia mu?"
"12 tahun."
"Saat kecil apa kau pernah masuk rumah sakit?"
"Pernah di usia 12 tahun, kata Paman ku aku koma selama sebulan karena jatuh dari tangga dan kepala luka sehingga aku koma."
"Jatuh dari tangga ? tewas karena sakit?Mike Shin berapa banyak rahasia yang kau sembunyikan dari Yivone? kenapa kau membohonginya," Batin Jack
__ADS_1
"Jack, ada apa? kenapa reaksi mu seperti sedang marah? apa aku terlalu banyak bicara?"Tanya Yivone yang takut melihat wajah Jack yang berubah menjadi kesal.