
Jack yang sedang kesal dengan ulah Anthony yang membawa pergi Yivone sehingga membuatnya menggunakan kecepatan tinggi saat mengendarai mobil nya, Jack sangat cemburu jika ada pria yang mendekati Yivone walau pria itu adalah temannya sendiri
Sesaat kemudian Jack tiba di pantai. dengan wajah kesal dia langsung turun dari mobilnya dan berjalan mendekati ke pantai itu
"Yivone," panggilan Jack dengan nada kesal
Mendengar suara panggilan Yivone dan Anthony langsung berpaling ke arah suara itu berada
"Jack." balas serentak Yivone dan Anthony
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Jack dengan kesal
"Pria es, cepat sekali kau sudah datang." ucap Anthony
"Ayo pulang" kata Jack dengan menarik tangan Yivone meninggalkan Anthony
"Hei..hei..hei, tunggu aku. kenapa cepat sekali pergi." kata Anthony dengan mengejar Jack
"Anthony, jangan pernah membawa Yivone keluar, apa kau mengerti?"
"Ayolah, aku hanya membawa nya ke sini saja, kenapa kau marah?"
"Dia adalah kekasih ku, tidak wajar jika kau membawa nya keluar."bentak Jack dengan kesal
"Kenapa tidak wajar? kita adalah teman?"
"Teman? kita adalah teman, tapi kau adalah pria dan Yivone adalah wanita, kau tidak seharus nya dekat dengan nya. jika kau mendekati nya lagi jangan salahkan aku menghajar mu." bentak Jack dengan kesal
"Jack, sudah. kami hanya duduk di pantai tidak melakukan apa pun, jangan marah lagi." bujuk Yivone dengan menyentuh lengan Jack yang sedang emosi
"Mari kita pulang." kata Kack dengan mengenggam tangan Yivone pergi meninggalkan pantai itu
"Dasar pria batu, pria es, pria aneh, hanya pinjam pacar mu sebentar saja kau sudah marah." gumam Anthony dengan kesal
Di saat kembali Jack masih kesal di raut wajah nya, Yivone yang melihat kemarahan pacarnya itu hanya diam seribu bahasa
Di saat makan malam tiba, mereka hanya makan tanpa berbicara sepatah kata pun.
"Jack, apa kau masih marah?" tanya Yivone dengan hati-hati
"Iya" jawab Jack dengan cuek sambil menyantap makanannya
"Anthony hanya membawa ku ke pantai saja, tidak lama kemudian kau sudah tiba" jelas Yivone dengan cemas
__ADS_1
"Aku tidak suka dengan perilaku nya."jawab Jack dengan dingin
"Aku rasa dia juga tidak sengaja, dia hanya bosan karena di rumah sakit selama beberapa hari, maka nya dia datang mencari mu."
Prak...
Bunyi hentakan sumpit ke meja
"Jangan menyebut namanya di depan ku lagi" ketus Jack dengan kesal dan meninggalkan ruang makan itu
”Kenapa setiap kali Anthony datang dia pasti marah pada ku? kan bukan aku sendiri yang mau? Jack selalu tidak mendengar penjelasan ku."batin Yivone dengan kecewa
Di malam itu Jack yang sudah tidur duluan di kamar nya, Yivone yang masuk ke kamar itu dan duduk di tempat tidurnya sambil menatap wajah tunangan nya itu
Yivone sangat mencintai Jack akan tetapi juga sangat takut pada nya, karena selama Yivone bersamanya dia selalu melihat di saat Jack marah maka tidak ada yang bisa meredam kemarahan nya, kekerasan yang di lakukan Jack kepada Yivone pada waktu itu meninggalkan trauma baginya.
"Jack, apa bisa jangan selalu galak pada ku? walau kadang kau sangat lembut, tapi di saat kau marah aku sangat ingin mencari tempat persembunyian, kau adalah Ketua Mafia jadi di saat kau murka kau bisa melakukan apa saja walau terhadap ku." batin Yivone
Keesokan hari nya
Di pagi itu seperti biasanya Yivone bangun pagi untuk menyiapin sarapan untuk pacarnya.
"Tidak tahu Jack masih marah atau tidak ?" batin Yivone dengan sambil menyajikan sarapan di meja nya
"Iya" jawab Yivone dengan sopan
"Ketua memanggil Nona."
"Baiklah" jawab Yivone dengan langsung pergi menuju ke kamar di mana Jack berada
Klek...
"Jack, kau memanggil ku?" tanya Yivone
"Mari sini" kata Jack yang berdiri di depan cermin besar dengan sambil memakai bajunya
"Apa ada yang perlu ku bantu?"
"Ambil kan jas ku" kata Jack dengan menunjukan jarinya ke arah jas yang di gantung di lemari besarnya
Lalu Yivone memakai nya ke tubuh Jack dengan mengancingkan jas itu tersebut..
Di saat Yivone fokus pada kancingan baju itu, Jack menatap mesra ke arah gadis yang di depannya itu
__ADS_1
"Yivone"
"Iya" jawab Yivone dengan melihat ke arah Jack yang dekat di hadapannya
Lalu Jack mencium bibir gadis itu sambil memeluk erat tubuhnya.
"Jack, apa kau masih marah pada ku?" tanya Yivone yang melepaskan ciumannya.
"Aku tidak marah pada mu, aku hanya marah pada pria gila itu" jawab Jack dengan senyum mesra
"Kenapa kau marah pada nya? dia hanya membawa ku keluar dan juga tidak melukai ku, apa karena dia tidak minta izin dari mu?"
"Gadis bodoh ini apakah dia tidak tahu jika aku cemburu kalau ada pria yang dekat dengannya?" batin Jack
"Yivone, aku hanya marah pada nya karena dia membawa mu keluar, aku tidak suka jika ada pria yang dekat dengan mu, Yivone kecil ku hanya boleh bersama ku, aku tidak mengizinkan jika ada pria lain yang mendekati mu, jadi di mata mu hanya boleh memandang ku seorang, jangan coba-coba memandang pria lain, apa kau mengerti?" kata Jack dengan melanjutkan ciumannya tanpa henti
"Jack, sarapan sudah siap, makan dulu ya, sebelum berangkat." kata Yivone dengan melepaskan ciuman nya
"Baiklah, tapi yang ku inginkan sekarang bukan itu." kata jack dengan melihat ke bibir Yivone dan menciumnya lagi, sambil menahan bagian kepala belakang Yivone dengan menggunakan tangan kiri nya,dengan memeluk pinggang tunangan nya itu mengunakan tangan kanannya
Di sisi lain Yama sedang bersama pengawalnya Tobye di halaman.
"Ketua"sapa Tobye yang berdiri di samping Yama
"Aku ingin bertemu dengannya." ujar Yama yang sedang duduk di halamannya
"Maksud Ketua adalah?"
"Anak serigala itu" jawab Yama dengan singkat
"Apa perlu aku mengundangnya?"
"Tidak! tidak! ini belum waktu nya, aku juga tidak ingin ketahui oleh Wilves, dia pasti akan selalu menyuruh orang mengawasi gerak gerik ku, jadi tidak boleh di ketahuinya." jawab Yama
"Ketua, jika dia tahu dia tidak bisa melakukan apa pun."ujar Tobye dengan sopan
"Aku hanya tidak ingin menambah musuh ku saja, oleh sebab itu aku hanya berpura-pura bodoh di depannya."
"Wilves sangat meresahkan."
"Benar, tapi jika dia menyinggung anak serigala itu, itu sama saja dia akan tamat tidak lama lagi, itu suatu perbuatan bodoh." lanjut Yama
"Selama ini aku sudah mendengar namanya, hanya saja belum pernah bertemu dengannya, aku akan mencari waktu yang sesuai untuk bertemu dengan nya." batin Yama sambil melihat ke arah bunga-bunga di halamannya
__ADS_1