MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Elvis menangis karena menyesal


__ADS_3

"Jangan mendekat," teriak Elvis dengan ketakutan


" Apa kau masih mau usus mu?" tanya anggota itu dengan mendekatkan senjata tajamnya ke tubuh Elvis


"Jangan, aku ingin bertemu Ketua kalian" pinta Elvis yang memucat


"Bertemu dengan Ketua kami? apa kau kira Ketua kami punya banyak waktu main dengan mu? Ketua kami sangat sibuk oleh sebab itu ketua menyerahkan mu pada kami dan menjadikan mainan kami."ujar anggota itu dengan senyum sinis


"Jan-jangan sentuh aku" teriak Elvis dengan gemetaran


"Baiklah, aku akan bermain-main dengan mu pak tua."kata anggota itu sambil menusuk senjata tajam ke tubuh Elvis yang kurus itu


"Aaaarrrrrggghhhh."teriakan Elvis memenuhi ruang penjara itu


Tidak lama kemudian Elvis pingsan akibat sakit yang tidak tertahankan


Tubuhnya yang kurus itu mengeluarkan banyak darah akibat tusukan tersebut


Jack memang sengaja ingin menyiksa pria tua itu, selain untuk membalas dendam Jack juga ingin mengetahui dalang utamanya


"Lapor Kak Steven, orang tua itu pingsan lagi setelah satu tusukan "lapor anggota penjaga penjara


"Siram air, lanjutkan penyiksaannya. aku ingin melihat seberapa tahan tubuhnya itu." perintah Steven dengan kesal


"Siap" jawab anggotanya


Kediaman Anderson


Dennis anggota yang di utuskan oleh Jack selama ini untuk menangkap Elvis mendatangi kediaman Anderson


"Ketua, lapor" ujar Dennis dengan hormat


"Katakan" balas Jack yang sedang duduk di sofa ruangannya


"Ketua, beberapa hari yang lalu, saat aku menangkap Elvis, aku melihat ada beberapa pria yang berpakaian hitam, kelihatannya dari mafia juga, mereka ingin menangkap Elvis" kata Dennis


"Mafia? siapa yang ingin menangkapnya?kelihatan nya dia menyinggung banyak orang" ujar Jack dengan penasaran


"Dennis ,apakah mereka masih di kampung sana?"


"Sepertinya tidak lagi Ketua."


"Kelihatannya aku harus bertemu dengan pengkhianat itu"kata Jack dengan raut wajah tidak senang


"Ketua, aku pamit dulu"


"Hm"


Tidak lama kemudian Dennis meninggalkan kediaman Anderson, Dennis bertugas bagian luar, Jack selalu memberinya tugas dengan secara rahasia. oleh sebab itu banyak yang tidak mengenal jika Dennis adalah salah satu anggota kumpulan Wolf


" Hei..pria es" sapaan Anthony yang tiba-tiba muncul


Mendengar suara itu Jack langsung menoleh ke arah temannya itu, dengan tatapan kesal Jack melihat ke arah pria itu..


"Untuk apa kau kemari?"tanya Jack dengan dingin


"Apa kau masih marah?"balas Anthony yang duduk mendekati Jack


"Apa urusan mu di sini?"


"Ayolah, kawan. kenapa kau mengganggap ku sebagai musuh mu?"

__ADS_1


"Perhatikan setiap gerakan mu di sini" ujar Jack dengan kesal


"Iya..ya, mana Yivone?"


" Untuk apa kau mencarinya?"tanya Jack dengan cemburu


"Eh..aku hanya bertanya saja, ke depannya aku harus memanggilnya kakak iparkan?"ledek Anthony dengan ketawa


"Jika kau sudah tahu maka jaga jarak dengannya" ancam Jack dengan bangkit dari tempat duduknya


"Iya, sudah kau sangat cemburu. padahal kalian belum ada ikatan sebagai suami istri, aku hanya ingin pamit dengan mu" kata Anthony yang ikut bangkit dari tempat duduknya


"Pamit? memang kau mau kemana?"


"Ada urusan kerja di Los Angeles, maka nya aku harus berangkat besok, tidak tahu kapan akan kembali maka nya tujuan ku pamit dengan mu, jika umur mu masih panjang datang cari aku di Los Angeles." kata Anthony dengan bercanda


"Tenang saja, umur ku akan lebih panjang dari mu." jawab Jack dengan cuek


"Oh ya, di mana Mark dan Bibi Sandra?"


"Mark pulang kampung, Sandra keluar belanja." jawab Jack dengan menatap ke arah teman nya itu


"Baiklah, kalau bagitu. jika kau ada ke Los Angeles temui aku."


"Baiklah! hati-hatilah di sana. jangan sampai menyinggung siapa pun."ujar Jack dengan merasa berat karena harus pisah dengan temannya itu


"Jangan khawatir, aku sudah dewasa, jangan lupa mengundang ku ke acara pernikahan kalian" ujar Anthony dengan memeluk Jack


"Baiklah, aku akan mengundang mu di saat itu" jawab Jack menepuk pundak kawannya itu


"Sampai jumpa." ucap Anthony dengan melambaikan tangannya


Jack dan Anthony adalah teman yang sudah lama kenal, di karenakan mereka memiliki sifat yang berbeda oleh sebab itu mereka sering bertengkar, akan tetapi hubungan mereka sangat akrab


Anthony tidak mengetahui jika kepergiannya ke Los Angeles telah mengundang bahaya pada dirinya, di karenakan dia mengetahui suatu rahasia yang bersangkutan dengan salah satu anggota Jack


Malam hari...


"Bibi, Mark kapan pulang?"tanya Yivone dengan mendekati Sandra yang di dapur


"Nona, Mark ada urusan di kampung nya, sebab itu belum tahu kapan dia pulang."jawab Sandra dengan sopan


"Apa Mark masih punya keluarga?"


" Iya Nona."


" Bibi, selama Mark tidak ada, aku akan membantu urus rumah ini."


" Nona, tidak perlu, Bibi ada beberapa pembantu lain nya yang bisa kerjakan."


" Tidak apa-apa, aku juga tidak ada aktivitas lain."


"Siapa yang mengatakan jika diri mu tidak ada aktivitas? apa kau lupa tugas mu apa di sini?"tanya Jack yang menghampiri pacarnya itu


"Ingat, menyiapkan semua keperluan mu" jawab Yivone dengan cuek


"Ada yang ingin ku tunjukan, mari ikut aku."ajak Jack yang mengendong Yivone


"Eh, turunkan aku, aku bisa jalan sendiri."


Jack membawa pacarnya ke ruangan baca nya, mereka duduk bersama di sofa, Jack memberikan sebuah box mini berwarna merah kepada pujaan hatinya itu.

__ADS_1


Yivone lalu membukanya dengan melihat isi dalam box merah tersebut


" Cincin berlian? bukankah ini yang ada di majalah paris itu?"


"Apa kau menyukai nya?" tanya Jack dengan mencium wajah pacarnya itu


" Ini sangat mahal, kenapa tiba- tiba memberi ku cincin?"


"Ini adalah cincin lamaran," ujar Jack dengan menyarungkan cincin ke jari manis pacarnya itu


"Tapi, aku belum setuju menikah dengan mu."


"Yivone, asal kau tahu kau tidak berhak menolak ku." kata Jack dengan senyum


"Kenapa?"


"Karena Yivone kecil ku di takdirkan untuk menjadi istri ku, jadi kau tidak bisa menolak nya." ujar Jack dengan tatapan mesra


"Bukankah ini paksaan?"


" Iya, aku akan memaksa mu untuk menikah dengan ku, jadi apa pun alasan mu kau tidak punya pilihan lain" ujar Jack dengan mendorong tubuh Yivone ke sofa


"Eh..Jack, apa yang kamu lakukan?"tanya Yivone yang di tindih oleh Jack


"Jika malam ini kau tidak memberikan bibir mu ini maka aku tidak akan membiarkan kau tidur dengan nyenyak."ujar Jack dengan mencium bibir pacarnya itu, sementara Yivone hanya bisa pasrah dengan kelakuannya


Keesokan harinya


Markas Wolf


" Kak Steven, pria tua itu teriak ingin bertemu dengan ketua." lapor anggota penjaga penjara


"Biarkan saja dulu, Ketua akan datang menemuinya." jawab Steven


"Baik" jawab anggota itu


Tidak lama kemudian Jack tiba ke markasnya.


"Ketua" sapa Steven, Leon, Lcon dan Nick


"Hm, bagaimana dengan nya?"tanya Jack dengan cuek


"Lapor Ketua, dia ingin bertemu dengan mu."jawab Steven


"Bawa dia keluar"perintah Jack


" Siap" jawab Steven yang menuju ke penjara


"Apakah dia sudah tidak tahan dengan siksaan?" ujar Leon


"Siapa pun tidak akan tahan dengan siksaan seperti itu" lanjut Licon


" Ketua, apakah dalangnya juga bukan orang sembarang? kelihatannya Elvis takut pada nya, sehingga rela di siksa." ucap Nick


"Siapa pun dalang utama nya aku akan menghancurkan dia." jawab Jack dengan dingin


Sesaat kemudian Steven membawa Elvis datang menghadap, kondisi Elvis yang luka parah membuat nya lemas sehingga tidak mampu berjalan


Saat tiba di hadapan Jack yang duduk di kursi Ketua Wolf, Elvis memandang ke arah kursi itu, dengan membulatkan mata besarnya dia memandang tanpa berkedip matanya.


Saat melihat pria yang duduk di kursi besar itu Elvis mengeluarkan air matanya dan menangis terisak.

__ADS_1


__ADS_2