
Di saat kembali ke kamarnya Willy mengambil handphone nya menghubungi seseorang yang di seberang sana
"Hallo"jawab orang yang di seberang sana
"Adikku, kapan kau akan kembali?"tanya Willy yang duduk di ranjangnya
"Kakak, aku masih ingin menikmati liburan ku di sini, bagaimana dengan mu di sana?" tanya pria yang di seberang sana
"Aku baik-baik saja, masih bernafas, hanya saja aku tidak tahu kapan nafas ku akan berhenti."
"Jangan mengatakan seperti itu, kau pasti akan sembuh, aku akan kembali bergabung bersama mu."kata orang yang di seberang sana
"Adikku ,lawan kita bukan orang sembarang, dia muncul di rumah sakit ini, dia juga memiliki kekasih yang begitu manis sehingga membuat ku memberinya bunga." jawab Willy yang turun dari ranjangnya dan berjalan ke arah jendela nya
"Kakak, gadis seperti apa sehingga kau memberinya bunga? ini bukan sifat mu, sifat mu sama dengan pria gila itu."
"Adikku, aku memahami situasi, aku tahu tujuan kita." jawab Willy yang memandang ke arah luar jendela
"Kakak, apa kau sudah mendengar kabar nya? dia telah menguasai semua wilayah Wilves Filan serta mengambil nyawanya, dan kemarin dia melakukan hal gila dengan dua pembunuh bayaran Wilves, dia memang tidak normal, dan kita harus selalu membaca gerak-geriknya, karena lawan kita ini sangat sulit untuk kita mengalahkannya."jawab pria itu yang di seberang sana
"Adikku, info mu sangat lengkap walau kau tidak di sini, sebelum kau kembali maka aku ingin melakukan sesuatu yang ku inginkan, agar aku tidak menyesal setelah aku mati, aku ingin mencoba Ketua mafia dunia itu memiliki berapa nyawa."jawab Willy yang sedang memandang ke arah luar jendela
"Kakak, jangan salah langkah, aku harus mempersiapkan rencana ku untuk melawannya, aku tidak mau kita berakhir seperti Wilves tidak berguna itu." lanjut pria yang di seberang sana
"Adikku, tenang saja, aku tidak akan membiarkan dia mengetahui kemunculan ku, aku hanya akan bermain dengannya secara diam-diam." kata Willy yang lalu memutuskan panggilan nya
"Gadis itu membuat ku menginginkannya, Jack Anderson wanita mu ini benar-benar menarik perhatian ku, jika saja aku membuatnya jatuh cinta pada ku, aku yakin kau pasti akan emosi." batin Willy dengan mengingat pertemuannya dengan Yivone di taman itu
"Yivone Shin, jika kau bukan wanitanya akan lebih menyenangkan." gumam Willy dengan senyum jahat
Kediaman Anderson
Di malam itu Yivone yang sudah ketiduran di pelukan Jack, sedangkan Jack sendiri masih dalam keadaan sadar dengan menatap haru ke wajah Yivone yang sudah pulas
"Yivone Shin kau adalah racun dan penawar, kau meracuni ku sehingga membuat takut dan gila, dan kau menjadi penawar membuat ku bahagia dan selalu ingin cepat pulang ke rumah, setiap kau tertimpa masalah ini sangat menakutkan bagi ku, aku ingin segera menikahi mu, menjadikan mu sebagai istri Jack Anderson." batin Jack dengan menyentuh wajah Yivone dengan lembut
Selama beberapa hari Jack tidak meninggalkan rumahnya, dengan setianya Jack menjaga dan memanjakan gadis pujaan hatinya, Yivone yang kepalanya masih terluka akibat benturan itu membuatnya harus di balut perban.
Tidak lama kemudian Nick mendatangi kediaman Anderson dengan ingin melaporkan urusan markas mereka. di saat itu Yivone yang sedang duduk di sofa ruang tamu dengan ramahnya menyambut Nick yang masuk ke ruangan itu
"Nick, kau datang. Jack ada di ruang bacanya." sapa Yivone dengan ramah dan berdiri di hadapannya
"Nona, iya aku ingin bertemu dengan Ketua."jawab Nick dengan sopan
__ADS_1
"Silahkan masuk saja ke ruangannya."ujar Yivone dengan senyum
"Baiklah Nona! apa luka Nona sudah sembuh?"tanya Nick dengan perhatian
"Sudah lumayan." jawab Yivone dengan singkat
"Baguslah, kalau begitu aku menemui Ketua dulu." jawab Nick dengan sopan dan melangkah masuk ke ruangan Ketuanya
"Baguslah jika kau sudah baikkan, gadis manis." batin Nick
Tok tok tok
"Masuk" jawab Jack yang di dalam ruangannya
Klek..
"Ketua"sapa Nick dengan hormat
"Hm" jawab Jack dengan cuek
"Ketua, mengenai pria yang mendekati Nona sudah keluar dari rumah sakit, namanya Willy dia adalah pasien yang sudah di rawat di rumah sakit itu selama dua bulan."kata Nick yang duduk di sofa ruangan baca itu
"Dua bulan? dia menghidap penyakit apa?" tanya Jack dengan menatap ke arah Nick
"Jika memang hanya sapaan itu tidak masalah, aku tidak akan mempermasalahkan, asal kan dia jangan lagi muncul di hadapan Yivone, jika tidak akan ku cabut nyawanya." ujar Jack dengan serius
"Ketua, mengenai kalajengking apa tindakan kita?"
"Si cacing lintah itu kelihatannya tidak berada di kota ini, dia sering saja menghilang dan tiba-tiba muncul."
"Aku hanya khawatir dia masih mengirim pembunuh bayaran untuk mengincar mu."kata Nick dengan khawatir
"Aku tidak khawatir dengan itu, selama ini sudah sering terjadi dalam hidup ku, jadi aku tidak cemas, justru aku penasaran untuk seterusnya pembunuh seperti apa lagi yang akan datang membunuh ku."
"Ketua, bagaimana pun harus lebih berhati-hati, kalajengking tindakannya sangat tiba-tiba, dan bagaimana dengan rencana pernikahan, Ketua? apakah di tunda?"
"Aku ingin menikahinya dalam waktu dekat, tentu saja aku ingin membuat pesta besar-besaran untuk Yivone, karena dia layak mendapatkannya."
"Ketua, di saat pernikahan aku akan memimpin anggota kita mengawasi pesta pernikahan itu."kata Nick
"Apa kau khawatir jika si cacing lintah itu akan buat onar?"
"Benar, aku merasakan dia ingin membunuh mu, tentu saja dia bisa tahu semua gerak-gerik mu."
__ADS_1
"Aku tidak ingin dia menganggu pernikahan ini, di saat itu kau dan Sandro memimpin anggota kita untuk mengawasinya."
"Baik Ketua."jawab Nick dengan nurut
"Bulan depan aku ingin menikahinya, mungkin ini terlalu buru-buru, tapi aku tidak mau menunggu lagi, kejadian kemarin membuatku trauma." ujar Jack dengan khawatir
"Trauma? Ketua yang ku kenal tidak pernah trauma pada apa pun, tapi ini kali pertamanya aku melihat nya begini, kemunculan Yivone Shin memang sudah berubah hidup Ketua, aku berharap semua ini lancar-lancar saja, tidak tahu kenapa perasaan ku seperti ada yang terganjal." batin Nick dengan khawatir
Sesaat kemudian Nick meninggalkan kediaman Anderson
"Yivone, katakan pada ku pesta seperti apa yang kamu inginkan?" tanya Jack yang sedang duduk sofa ruangannya itu sambil memangku Yivone
"Terserah, aku juga tidak mengerti dengan semua itu." jawab Yivone dengan polos
"Kenapa kau bisa begitu polos..hm.?katakan saja keinginan mu." kata Jack dengan menyentuh wajah Yivone yang di hadapannya
"Tapi aku memang tidak mengerti semua itu."
"Yivone, aku berharap kau meminta sesuatu pada ku, tapi selama ini kau tidak pernah memintanya "kata Jack dengan memeluk erat pinggang Yivone yang duduk di pangkuannya
"Tapi aku memang tidak ada permintaan." jawab Yivone dengan menatap Jack
"Baiklah, katakan saja untuk kali ini pernikahan seperti apa yang kamu inginkan?" tanya Jack dengan senyum
"Kamu saja yang atur, memang kapan kau ingin menetapkan harinya?"
"Bulan depan"
"Ha? bulan depan? tanya Yivone dengan kaget
"Kenapa kau begitu kaget? bukankah seharusnya sudah di lakukan kemarin, tapi karena masalah Wilves kita terpaksa menundanya."ujar Jack dengan mencium wajah gadis itu
"Bukankah ini terlalu cepat?
"Kenapa? apa kau tidak ingin menikah dengan ku..hm?"
"Bukan, hanya saja terlalu cepat saja."jawab Yivone dengan khawatir
"Kenapa? cepat atau lambat kita akan menikah, aku tidak mau menunda lagi, aku ingin Yivone kecilku ini resmi menjadi istri ku."ujar Jack dengan senyum
"Tapi Jack?"
"Yivone, jangan menolak, kau di lahirkan memang untuk jadi istri ku, dan aku akan menjaga mu selama nya."ujar Jack dengan mencium bibir Yivone
__ADS_1
"Kenapa setiap kali bahas pernikahan aku merasa takut ya, setelah menikah kami harus melakukannya, pada hal aku belum siap " batin Yivone