MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Siksaan Jack untuk Jason


__ADS_3

Setelah sesaat kemudian Jack keluar dari kamarnya, di ruangan itu sudah di tunggu oleh Shane dan Sandro


"Jack, bagaimana dengan Yivone?"tanya Shane yang duduk di ruangan itu


"Dia menangis selama beberapa jam dan setelah itu dia ketiduran." jawab Jack dengan duduk bersandar di sofa


"Tentu saja dia takut dalam kondisi seperti ini, selama beberapa hari baj*ngan itu menculiknya, apa lagi sampai ingin menodainya." kata Shane dengan menghela nafas


"Aku sangat khawatir melihatnya begitu ketakutan sehingga tubuhnya gemetaran dan menangis tanpa berhenti" jawab Jack dengan wajah lesu


"Di usia Yivone yang masih muda menghadapi kondisi seperti ini, tentu saja dia ketakutan, Jason memang pria tidak berguna." lanjut Shane


"Untung saja Yivone memiliki senjata, jika tidak aku tidak berani membayangkan lagi, jika saja sampai terjadi pada diri nya, ini akan menjadi luka dalam baginya seumur hidup. dia akan sulit melewatinya." ujar Jack dengan mengusap wajahnya yang lesu itu


"Mengenai Jason apa yang harus kita lakukan?"tanya Sandro


"Jangan biarkan dia mati, rawat lukanya, aku yang akan menghukumnya dengan tangan sendiri." jawab Jack dengan menatap Sandro yang duduk berhadapannya


"Baik Ketua" jawab Sandro


"Mengenai wilayah B sudah tertunda selama beberapa hari, bagaimana semua senjata apa sudah lengkap?" tanya Jack dengan menatap Sandro


"Ketua, semua sudah lengkap, hanya saja beberapa hari ini Nona terkena masalah maka kita menunda rencana kita dulu, semua anggota sedang menunggu perintah ketua."


"Baiklah! akan ku informasikan ke kalian jika sudah waktunya" jawab Jack


"Baik Ketua, kalau begitu aku pamit dulu" jawab Sandro dengan meninggalkan kediaman Jack


"Jack, kau sangat lelah, sudah berapa hari kau tidak istirahat" ujar Shane


"Benar, aku harus mengumpulkan energi ku sepenuhnya, jika gadisku itu menangis lagi setidaknya aku bisa membujuknya lagi" jawab Jack dengan senyum


"Jack, jack, saat di luar kau sangat dingin pada semua orang, dan saat di depan gadis itu kau berubah menjadi begitu lembut dan sabar, aku mendengar kata Sandro jika selama perjalanan kau sangat sabar membujuk Yivone yang sedang menangis, bahkan selama berjam-jam, di sisi ini kau sama dengan ayah mu yang setia pada ibu mu, dan kau juga sangat memanjakan gadis itu" kata Shane dengan ngejek


"Dia masuk ke dalam hidup ku secara tiba-tiba tanpa aku sadari, dia seperti gadis kecil di mata ku, selalu aku merasa ingin melindunginya, mungkin saja karena dia jauh lebih muda dari ku maka aku harus lebih bersabar membujuknya saat dia menangis," jawab Jack dengan menatap senyum ke arah Shane


"Hahahah...kalau begitu kau harus bersiap-siap saja menghadapi gadis itu selama hidup mu" kata Shane dengan canda


"Iya, setiap tetes air matanya bagaikan peluru bagi ku, sangat menyakitkan" jawab Jack


Malam hari


Jack yang kembali ke kamarnya dengan mendekati pujaan hatinya yang masih ketiduran

__ADS_1


Sambil menatap senyum ke arah wajah gadis itu


"Selama empat jam kau menangis setelah lelah baru ketiduran, aku benar-benar membutuhkan banyak energi untuk menenangkanmu, gadis kecil," gumam Jack dengan menyentuh wajah Yivone


"Yivone, bangun sudah malam, kamu belum makan apa-apa hari ini"kata Jack dengan menyentuh lengan Yivone


Mendengar panggilan Jack,Yivone pun membuka matanya dan menatap ke arah Jack yang tersenyum padanya


"Sudah malam! makan dulu ya." kata Jack dengan mengelus rambut Yivone yang lembut itu


"Iya"jawab Yivone dengan mengangguk


Yivone lalu menyantap makanannya yang ada di depan matanya. Jack menatap senyum karena melihat tunangannya itu makan dengan begitu lahap


"Selama beberapa hari ini apa dia makan kenyang atau tidak ada? tentu saja sudah ketakutan berhari-hari." batin Jack dengan menatap ke arah Yivone


"Yivone, minum sop ini" kata Jack dengan menyuapi tunangannya itu..


"Habiskan, ya," kata Jack dengan lembut sambil menyuapinya


Setelah selesai makan Jack membawa Yivone tidur di kamarnya dan Jack tidur di samping sambil memeluk Gadis itu


"Jack, jika aku dibawa lari olehnya mungkin aku tidak bisa kembali lagi bertemu dengan mu"


"Tapi kenapa begitu lama kau datang menjemput ku? selama enam hari aku dikurung dan dia ingin melamar ku, bahkan aku tidak berani melawannya. karena aku tidak bisa kabur"


"Maaf, Sayang. ini salah ku. telah membiarkan mu kelamaan bersama nya, aku berjanji tidak akan terjadi lagi" ucap Jack dengan mencium kening Yivone di pelukannya


"Maaf, aku juga sudah membuat mu khawatir, dan aku juga ceroboh karena di culik olehnya"


"Jangan minta maaf pada ku, kau tidak bersalah sama sekali, justru aku yang salah, jika saja aku menemani mu maka ini tidak akan terjadi, aku berjanji pada mu lain kali aku akan menemani mu kemana pun kau ingin pergi"


"Iya" jawab Yivone sambil mengangguk dan memeluk erat tubuh Jack yang tidur berhadapan dengannya


Markas Wolf


"Lepaskan aku ini di mana? kalian mengurung ku di sini ini namanya penculikan" teriak Jason yang di ikat di kayu dengan posisi berdiri


Bruk..bruk..bruk..


Tiga pukulan dari Licon melayang ke wajah Jason


"Tidak tahu malu, kau menculik calon Istri Ketua kami selama berhari-hari, bahkan membuatnya ketakutan, tapi kau masih berani bicara omong kosong di sini" bentak Licon dengan kesal

__ADS_1


"Jika bukan karena pesan Ketua agar biarkan kau hidup, aku benar-benar ingin menembak kepala mu" ujar Nick dengan sambil merokok


"Siapa kalian sebenarnya?" tanya Jason dengan luka di wajahnya


"Kami adalah Mafia dari Wolf" jawab serentak Nick, Licon dan Leon


"Wolf? kumpulan yang paling di segani?"tanya Jason dengan ketakutan


"Benar" jawab Leon


"Dan kau sudah dengan beraninya menyinggung Ketua kami, bocah! hidup mu akan menderita jika Ketua kami yang turun tangan nanti" ujar Licon


"Kau tidak perlu takut, karena aku yakin Ketua kami tidak akan membunuh mu, dia hanya akan membuat mu menderita seumur hidup karena kau ingin mengusik istrinya" kata Nick dengan menghisap rokoknya


"Nick, pria ini seharusnya di siksa dulu baru di bunuh, untuk apa biarkan dia hidup?" kata Leon


"Kalau mati sangat beruntung untuknya, dia harus menderita agar bisa membayar semua perlakuannya"jawab Nick


"Lalu menurut mu apa yang akan Ketua lakukan padanya?" tanya Licon dengan penasaran


"Untuk pria seperti dia seharusnya di hukum memotong bagiannya itu" jawab Nick


Tidak lama kemudian Jack tiba di penjara itu dengan di ikuti Sandro


"Ketua" sapa serentak Nick, Leon dan Licon


Jason yang terikat dalam kondisi luka yang di balut perban dan tanpa sehelai benang di tubuhnya itu di ikat dengan tangan dibelakang, saat melihat kedatangan Jack dia merasa ketakutan dan gemetaran


"Jason, berani sekali kau merebut gadis ku, kau benar-benar ingin cari mati" kata Jack dengan tatapan aura membunuh


"Aku hanya mengurungnya, aku tidak melakukan apa pun padanya, dia masih perawan aku tidak menyentuhnya, aku hanya berbohong pada mu, saat aku mendekatinya dia menembak ku kemudian dia lari, tidak lama kemudian kau datang" jelas Jason yang ketakutan


"Untuk apa kau menjelaskan panjang lebar pada ku, nyatanya kau sudah membuatnya ketakutan, aku tahu niat mu terhadapnya, tapi dia adalah milik ku.kau dengan beraninya membawanya lari, sama saja kau mencari masalah dengan ku, apa kau kira aku akan membiarkan mu keluar dari sini secara utuh" ujar Jack dengan tatapan tajam


"Jack, aku akui salah, tapi aku tidak menodainya, dia masih utuh untuk mu, jadi tolong lepaskan aku" pinta Jason dengan cemas


"Wanita milik Jack anderson tidak ada yang boleh menyentuhnya, bahkan aku saja sangat menghargainya, tapi kau malah berani memaksanya, jika saat itu kau tidak memaksanya tidak mungkin dia bisa begitu takut sehingga menangis selama empat jam, aku sangat mengerti kondisi gadis ku itu." ujar Jack dengan kesal


"Leon, ambil kan senjata itu." perintah Jack dengan menunjukan ke arah senjata itu berada


"Baik Ketua"


"Jason, aku ingin kau membayar semua perlakuan mu padanya" kata Jack dengan senyum sinis

__ADS_1


__ADS_2