
"Keluar"bentak Jack dengan tatapan tajam ke arah Hendry
"Iy-iya"jawab Hendry yang langsung keluar dari kamar mereka
"Jack, kenapa kau marah padanya?"tanya Yivone dengan penasaran melihat Jack yang emosi
"Tidak ada! aku hanya tidak suka dia bicara sembarangan"jawab Jack dengan menyentuh wajah istrinya
"Tapi dia hanya menebak tidak ada niat lain, lagi pula jika aku hamil apa salahnya? apa kau tidak suka anak kecil?"
"Bukan, hanya saja ini belum waktu mu untuk menjadi seorang ibu"jawab Jack dengan alasan
"Banyak wanita seusia ku sudah memiliki anak, aku bukan gadis kecil lagi, kenapa kau sering mengatakan belum waktunya?"
"Mari sini bersandar pada ku, pejamkan mata mu, sebentar lagi dokter akan tiba" kata Jack dengan menarik tubuh Yivone ke dekapannya
"Aneh kenapa setiap bahas masalah anak Jack pasti tidak senang, ada apa sebenarnya apakah kesehatan ku buruk?tapi kami belum pernah periksa sama sekali " batin Yivone yang di pelukan Jack
"Yivone tidak mungkin hamil, aku tidak pernah salah sama sekali, ini tidak boleh terjadi" batin Jack dengan raut wajah tidak senang
Sesaat kemudian dokter datang memeriksa kondisi Yivone.
"Dokter, kenapa aku merasa mual dan lemas? apa aku hamil?" tanya Yivone dengan berharap
"Ah..ini, bukan Nyonya anda hanya masuk angin, cuaca semakin dingin tubuh anda tidak bisa menahannya oleh karena itu anda masuk angin, kenakan pakaian yang lebih tebal maka anda tidak akan ada apa-apa"
"Rupanya begitu"jawab Yivone dengan kecewa
Jack yang mendengar penjelasan dokter membuatnya bernafas lega
"Terima kasih dokter"ucap Jack dengan senyum
"Dokter, aku ingin bertanya?"kata Yivone dengan penasaran
"Nyonya, silahkan bertanya"jawab Dokter dengan sopan
"Kenapa aku tidak hamil ya? apa ada masalah dengan kesehatan ku?" tanya Yivone dengan penasaran
"Yivone"kata Jack dengan niat menghalang
"Aku hanya ingin tahu" jawab Yivone dengan menatap ke arah Jack
"Nyonya, ini belum waktunya, kesehatan anda baik-baik saja" jawab Dokter dengan sopan
"Apa benar? jadi kapan aku akan hamil? kami sudah sering melakukannya tapi kenapa aku tidak bisa hamil? apa ada yang salah dengan waktu nya atau bagaimana? dan jika untuk hamil harus melakukannya di malam hari atau siang hari?" tanya Yivone dengan sangking polosnya yang tidak mengerti apa-apa
__ADS_1
"Ha..i-itu..!"jawab Dokter yang binggung sambil melihat ke arah Jack
Pertanyaannya membuat Jack dan dokter tidak bisa berkata apa-apa dan hanya saling memandang antara satu sama lain, terutama Jack yang mendengar pertanyaan istrinya yang polos itu membuatnya terdiam seribu bahasa sambil memijit dahinya
"Bu-bukan Nyonya, sebenarnya hanya jodoh belum tiba saja, tiba waktunya Nyonya pasti akan hamil" jawab Dokter yang binggung beri penjelasan, sebenarnya dokter itu sudah tahu kenapa istri Jack tidak bisa hamil
"Jodoh belum tiba?"ujar Yivone dengan penasaran
"Yivone, sudahlah dokter sudah mengatakannya kesehatan mu baik-baik saja, dokter masih ada urusan lain jangan menganggunya"lanjut Jack dengan coba menghentikan istrinya
"Kalau begitu saya pamit dulu, Nyonya cepat lekas sembuh" ucap Dokter yang segera meninggalkan kamarnya
Jack mengantar dokter itu keluar dari kamarnya
"Apa benar istri ku tidak apa-apa, hanya masuk angin?" tanya Jack yang sudah di luar kamar bersama dokter itu
"Tenang saja Tuan, Nyonya tidak apa-apa"jawab Dokter dengan yakin
"Baguslah, aku percaya pada mu, tapi ingat jika sampai istri ku hamil maka rumah sakit mu akan jadi incaran ku"ancam Jack dengan tatapan tajam
"Tuan, silahkan percayakan pada ku, ini tidak akan terjadi, aku dokter tidak akan silap, apakah Tuan rutin melakukannya sesuai dengan kataku?"
"Iya, aku rutin makanya jika sampai hamil itu salah mu"tegas Jack
"Tidak akan salah "jawab Dokter dengan sopan
Jack yang mengingat pertanyaan Yivone kepada dokter tadi membuatnya menarik nafas yang panjang
"Kenapa aku seorang Jack Anderson bisa menikahi seorang istri yang begitu polos bahkan tidak sadar dengan pertanyaannya sendiri" gumam Jack dengan senyum sambil mengeleng-geleng kepalanya
"Yivone! Yivone kau benar-benar?" gumam Jack dengan ketawa lucu mengingat tingkah istrinya
"Selalu saja membuat ku ketawa dan semakin sayang padamu" gumam Jack yang suka dengan kepolosan istrinya
Setelah itu Jack masuk kembali ke kamarnya
"Apa dokter sudah pulang?"tanya Yivone yang bersandar di kasurnya
"Iya sudah pulang, bagaimana apa sudah baikkan?"tanya Jack dengan menyentuh wajah istrinya dan duduk di sampingnya
"Rasa mualnya sudah kurang, setelah minum obat dokter"jawab Yivone menoleh ke arah suaminya
"Maaf, aku tidak menjaga mu dengan baik sehingga membuat mu jatuh sakit"ucap Jack dengan memeluk tubuh istrinya
"Aku tidak apa-apa, bukankah dokter mengatakan karena cuaca dingin, ini bukan salah mu jadi jangan salahkan diri sendiri" jawab Yivone yang di pelukan Jack
__ADS_1
"Aku berjanji akan selalu menjaga mu dengan baik"ujar Jack dengan mencium kepala istrinya
"Iya, jangan khawatir besok aku akan sembuh"jawab Yivone dengan memeluk tubuh Jack
"Aku menemani mu tidur ya"
"Iya" jawab Yivone sambil berbaring di kasur empuknya dengan Jack yang tidur di sampingnya
di malam hari
Nada dering masuk di handphone milik Jack
"Hallo"sapa Jack yang menerima panggilan
"Ketua, sarang pembunuh sudah di lacak kita sudah tahu posisinya, hanya menunggu perintah Ketua"jawab Dennis yang di seberang sana
"Baguslah, beberapa hari ni jangan ada tindakan apa pun, istri ku sedang tidak sehat, aku belum bisa keluar, kalian seperti biasa saja tetap awasi"
"Baik Ketua"jawab Dennis yang di seberang sana
Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilannya
"Roberto, hidupmu hanya sisa beberapa hari, seluruh anggota ku sudah mengawasi mu, aku ingin melihat apa kau masih bisa lari, seluruh apartemen mu sudah di tempati anggota ku, dan aku hanya tinggal bertemu dengan mu saja sebagai tamu tanpa di undang" gumam Jack dengan senyum
Klek..
Jack kembali ke kamar dan duduk di samping istrinya yang sedang tidur
"Gadis polos, pesta pernikahan kita hanya tinggal hitungan hari, setelah urusan ku semuanya sudah selesai maka kita akan adakan pesta besar-besaran untuk mu"gumam Jack dengan senyum dan mencium wajah istrinya
Apartemen
"Apa? Jack tidak menampakan diri selama beberapa hari?"tanya Roberto pada anggotanya
"Benar Bos, kita tidak bisa membunuhnya jika dia tidak keluar"jawab anggotanya
"Lalu bagaimana dengan Bean? apa dia tidak tahu di mana tempat tinggal Jack ?"
"Bos, Bean tidak bisa ikut Jack Anderson dia hanya berada di markas Wolf, oleh karena itu dia tidak tahu di mana kediaman Jack Anderson."
"Jika Bean tidak bisa ikut di sisi nya ini sama sekali tidak bisa membantu"ujar Roberto
"Teruskan awasi jika dia menampakan diri utuskan anggota kita"perintah Roberto dengan kesal
"Iya Bos" jawab anggotanya dan sesaat kemudian meninggalkan apartemennya
__ADS_1
Roberto yang berniat ingin membunuh Jack tidak mengetahui jika ajalnya segera tiba, hidupnya hanya tinggal hitungan hari, di apartemen itu telah di awasi seluruh anggota Wolf tanpa di ketahui oleh Roberto, bahkan seluruh bangunan di sana sudah di tempati anggota Wolf demi mengawasinya setiap saat
Roberto yang selama ini jarang keluar karena mengetahui jumlah anggota Wolf di kota itu cukup besar, sehingga membuatnya tidak berani unjuk muka di hadapan Jack, akan tetapi usahanya sia-sia walau bersembunyi tidak membuat Jack sulit untuk menemukannya.