MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Wilves tewas


__ADS_3

Markas Wolf


Wilves yang di bawa kembali ke markas dan di penjara mendapatkan siksaan dari anggota Jack


Luka di sekujur tubuh akibat tumbukan dan tendangan dari Sandro dan Leon


Jack memang berniat menyiksa nya sebelum mengambil nyawa nya, Wilves yang terluka dengan tubuh di ikat di kayu dengan posisi berdiri


"Bunuh saja aku." ujar Wilves dengan suara menahan sakit


"Jika kau mati cepat ini sangat menguntungkan mu" bentak Leon dengan kesal


"Ini adalah balasan yang kau dapat kan karena menentang Ketua kami."lanjut Sandro


Tidak lama kemudian Jack datang ke penjara itu dengan di temani Shane dan Nick


"Pada akhirnya kau juga jatuh di tangan Wolf." ujar Shane yang mendekati Wilves yang sedang di ikat


"Shane Wilker, nyawa mu sangat panjang, nasib mu beruntung." kata Wilves dengan senyum sinis


"Iya, karena aku hidup ingin melihat mu mendapat balasan, aku ingin melihat Jack menangkap mu dan membunuh mu." jawab Shane


"Hahahaah...jangan ingat kalian sudah menang, walau aku mati sekali pun bukan berarti semua sudah berakhir." kata Wilves dengan ketawa sinis


"Wilves Filan kau sudah sekarat begini masih saja menyombongkan diri, apa kau tidak tahu jika kau akan mati secara tersiksa." ujar Jack dengan menatap sinis


"Kau sudah hancur dari awal, kau sama sekali bukan lawan kami, semua wilayah mu itu dan anggota mu itu tewas dalam satu malam, Wilves kau adalah Ketua yang paling memalukan." ujar Leon


"Apa maksud mu wilayah ku?" tanya Wilves dengan heran


"Tiga wilayah mu sebelum nya adalah kami yang melakukannya, begitu mudah kalah di tangan kami, Wilves kau sangat lemah."jawab Leon dengan ngejek


"Kalian adalah pelakunya?"


"Benar, dari awal kau sudah kalah pada kami, walau kau ada bantuan dari kumpulan lain tetap juga kalian di kalah oleh kami." jawab Shane dengan mengangkat dagu Wilves dengan kasar


"Wilves, hari ini aku menyiksa mu demi ayah ku, karena rasa iri mu kau membuatnya keluar dari Wolf dengan cara mengancamnya, dan setelah itu kau masih ingin membunuhnya, sebelum dia meninggal kau membuatnya menderita selama dua jam, dan hari adalah hari kematian mu." kata Jack dengan mengeluarkan pedangnya dengan mendekatkan ke tubuh Wilves


"Apa yang kau ingin lakukan?"teriak Wilves dengan ketakutan

__ADS_1


Jack mendekatkan pedang tajam itu ke arah tubuh Wilves dengan menurunkan pedangnya secara perlahan sehingga bagian perutnya lalu Jack langsung menikam bagian perut Wilves


"Aarrrgghhhtt." teriakan Wilves memenuhi ruangan penjara itu


Setelah itu Jack mencabut pedangnya sehingga darah keluar tanpa berhenti


"Aarrrrgghhttt." teriakan Wilves yang merasakan sakit luar biasa


"Wilves, nikmati penderitaan mu ini hingga ajal mu tiba."kata Jack dengan meninggalkan penjara itu dengan di susuli oleh Shane, Leon, Sandro dan Nick


Wilves yang sekarat akibat tikaman dari Jack membuat lukanya mengeluarkan darah tanpa henti


"Jack Anderson, walau aku mati, masih ada yang akan mengambil nyawa mu. Ken, Sine, aku berharap kalian jangan mengecewakan ku, bunuh bocah itu." gumam Wilves yang muntah darah


Wilves menanggung penderitaan selama satu jam pada akhirnya tewas kehabisan darah yang keluar akibat tikaman tersebut


Kabar Wolf menguasai kumpulan Wilves mengemparkan dunia Mafia, kabar ini menyebar sehingga ke telinga Yama


"Hahahaha..bagus, bagus, ini sangat menghebohkan, Wolf memang sudah terkenal berkuasa karena memiliki Ketua yang kejam tanpa ampun, Wilves kau sangat ceroboh menyinggung orang yang tidak seharus nya." gumam Yama dengan gembira


Markas Wolf


"Akhirnya dendam Ayah ku terbalas, ini hampir membuat ku tidak percaya, aku membunuhnya dengan pedang ayah." kata Jack sambil menatap ke arah pedang itu


"Pengaruh pedang ini sangat besar, sehingga membuat anggota lawan berpaling ke kita, setelah ini semua Mafia di dunia ini akan tahu jika kau adalah Ketua dari semua Mafia di dunia ini." kata Shane dengan senyum


"Sebarkan berita kematian Wilves." perintah Jack dengan menatap ke arah Sandro


"Siap Ketua." jawab Sandro dengan hormat


"Ketua, ada undangan untuk anda." kata salah satu anggota yang masuk ke ruangan besar itu


Nick mengambil undangan dari anggota itu dan lalu membuka dan membacanya


"Ketua, ini undangan dari Yama,." kata Nick


"Yama? untuk apa dia mengundang Ketua? apa karena dia sudah mendengar kabar Wilves? tanya Lion dengan heran


"Bisa jadi. berita ini sudah tersebar luas, tentu saja dia telah mengetahuinya." lanjut Licon

__ADS_1


"Ketua, apakah Ketua akan bertemu dengan nya?"tanya Nick dengan menatap Jack yang duduk di hadapannya


"Baik juga, selama ini aku sering mendengar nama nya, dia adalah senior, bagaimana pun aku harus menghargai undangannya." jawab Jack dengan menatap ke arah Nick


Kediaman Anderson


Setelah mengalahkan Wilves, Jack segera kembali ke kediamannya, di saat Jack masuk tujuan utamanya adalah menemui pujaannya itu


Yivone yang saat itu berada di kamar dan ketiduran di sofa tanpa dia sadari Jack telah berada di samping dengan menatap senyum ke arahnya


Sesaat kemudian Yivone membuka mata nya dan melihat ke arah Jack yang sedang tersenyum


"Apa kau menunggu ku? sehingga ketiduran di sofa" tanya Jack dengan menyentuh wajah polos yang tanpa make up itu


"Jack, apa sudah lama kau di sini?"tanya Yivone duduk di sofanya


"Hanya sebentar, aku melihat seorang gadis kecil yang manis yang tidur dengan pulas, makanya aku tidak membangunkan mu" jawab Jack dengan mencium wajah Yivone yang berada di dekapannya


"Apa yang kamu sibukkan hari ini?"tanya Yivone dengan menatap Jack


"Yivone, aku telah balas dendam untuk ayah ku, dia sudah mati." jawab Jack dengan menatap senyum ke arah Yivone


"Wilves sudah mati?"tanya Yivone dengan heran


Jack telah menceritakan semua kejadian hari ini pada Yivone


"Akhirnya dendam Paman terbalas, sudah selama 12 tahun Wilves akhirnya mendapat balasan nya."kata Yivone yang tidur di pelukan Jack


"Benar, niat terbesar ku adalah membunuhnya, dan ini sudah tercapai." ujar Jack dengan mencium kening Yivone


"Kapan kita kembali ke swedia?"tanya Yivone dengan menatap ke arah Jack yang di hadapannya


"Kenapa? apakah kau ingin kembali ke sana?"tanya Jack dengan senyum


"Tidak, hanya ingin tahu saja."jawab Yivone dengan senyum


"Apakah Yivone tidak menyukai sini?"tanya Jack dengan senyum


"Aku menyukai di mana pun, selagi bersama mu di mana juga tidak apa-apa." jawab Yivone dengan senyum

__ADS_1


__ADS_2