
"Aku tidak menyangka kau adalah musuh dalam selimut, selama ini aku percaya pada mu, tanpa sedikit ragu pun aku pada mu, sehingga membiarkan mu mengurus kediaman ku, ternyata aku telah membawa masuk seorang manusia rendahan peliharaan orang lain" kata Jack dengan sambil mengeluarkan senjata dari bajunya
"ketua, aku di ancam oleh nya, karena dia tahu aku berada di sisi mu, oleh sebab itu dia mengunakan keluarga ku untuk mengancam ku"
"Mark, kau bisa memberitahu ku, apa kau kira aku tidak mampu membunuhnya?sudah berapa lama?"
"Setahun" jawab singkat Mark yang masih tergeletak kesakitan di tubuhnya
"Setahun kau mengkhianati ku, apakah dia ingin kau membunuhku? dan kau ingin membunuh Anthony yang tidak lain ada teman mu juga, demi ingin menutup mulutnya kau tanpa ragu ingin mengambil nyawanya, Mark kau sangat luar biasa" kata Jack dengan senyum sinis
"Ketua, bagaimana anda bisa tahu jika aku menjadi bagian Wilves?"
" Bukankah ini milik mu?" tanya Jack dengan melemparkan benda yang sudah dia patahkan itu
"Lambang ini aku menyimpannya dengan baik, bagaimana Ketua bisa mengetahuinya?" tanya Mark dengan penasaran
"Gadis ku menemukannya di laci mu, saat dia ingin membersihkan kamar mu, dan ini tandanya hidup mu sudah berakhir." jelas Jack sambil lap senjata nya dengan sapu tangannya
"Ketua, apa bisa jangan melukai keluarga ku? aku akan menebus dengan nyawaku." kata Mark dengan menyerah karena dia sadari kematiannya sudah dekat
"Untuk apa aku menyentuh keluarga mu?apa kau mengira aku Jack Anderson suka menindas orang yang tidak berhubungan?"
"Ketua, aku terima hukuman mu, tapi ada hal yang ingin ku katakan, aku benar-benar menghormati mu, demi keluarga ku aku melakukan kesalahan fatal, mengkhianati kepercayaan mu dan membunuh Anthony, aku pantas menerima hukuman mu" kata Mark dengan mencoba berdiri di depan Jack
"Mark, jika orang setia pada ku, aku akan baik padanya, tapi jika orang mengkhianati ku apa pun alasannya tetap akan ku bunuh sesuai peraturan Wolf, kau berniat membunuh Anthony ini sangat tidak bisa di maafkan, kau tenang saja setelah kau mati aku akan mengirim sejumlah uang untuk keluarga mu, mereka tidak perlu lagi khawatir dengan biaya hidup mereka, aku melakukan nya karena kau sudah berada di sisi ku selama 10 tahun." kata Jack dengan menodong senjata ke arah Mark yang di hadapan nya
"Terima kasih Ketua" ucap Mark dengan mengeluarkan air mata
Dor.." bunyi tembakan pertama mengenai pundak kiri Mark
"Ini untuk pengkhianatan mu pada ku"
Dor.." bunyi tembakan ke dua mengenai pundak kanan Mark
"Ini hukuman mu karena melukai Anthony"
Dor.." bunyi tembakan ke tiga mengenai ke kaki kiri Mark
"Ini untuk kepercayaan ku pada mu"
Dor.." tembakan ke empat mengenai kaki kanan Mark
" Ini untuk mu yang berniat mengambil kepala ku"
Dor.." tembakan ke lima menembus jantung Mark
"Dan ini untuk seluruh kumpulan Wolf, kau mengkhianati ku berarti mengkhianati Wolf"
Jack menghampiri Mark yang sudah tewas, dengan tanpa rasa iba Jack pun membunuhnya dengan lima tembakan
"Aku adalah Ketua dari seluruh kumpulan Wolf, jika aku tidak membunuh mu, maka akan muncul lagi beberapa orang seperti mu di masa yang akan datang" ujar Jack dengan tatap tajam ke arah Mark yang sudah berlumuran darah
__ADS_1
"Jones, kirim jasadnya ke kampungnya, dan sejumlah uang untuk mencukupi selama hidup mereka." perintah Jack dengan meninggalkan gudang itu
"Siap Ketua" jawab Jones dengan hormat
Di sisi lain Shane yang sudah beberapa hari hanya bisa bersembunyi di gang yang di penuhi sampah dengan rasa lapar dan haus dia hanya bisa menahannya, di usia nya yang sudah 60 tahun lebih tidak sanggup lagi untuk berlari
Demi hidupnya dia hanya bisa bersembunyi di tempat pembuangan sampah itu
"Gawat, mereka masih berdekatan sini untuk mencari ku, saat keluar aku tidak bawa apa-apa, sudah lima hari aku di sini, apa aku harus menahan lapar dan haus seperti ini, aku akan mati sebelum bertemu Jack ." gumam Shane dengan duduk tidak berdaya
Dengan kondisi tubuh Shane yang di selimuti sampah dan rambut yang sudah berantakan sehingga bau di seluruh tubuhnya, membuatnya harus tetap bertahan di kawasan itu..
Keesokan harinya
Cuaca cerah di pagi hari itu, Shane yang ingin mencoba untuk keluar dari gang sempit itu akan tetapi langkahnya terhenti karena dia melihat para anggota Wilves masih di sekitaran sana
Karena haus dan lapar yang dia rasakan membuat Shane tidak mampu menahan nya, karena merasakan lapar Shane hanya bisa mencari makanan sisa buangan orang di tempat sampah itu
"Aku harus hidup, aku tidak boleh mati, aku harus makan apa yang bisa di makan" gumam Shane dengan mengorek ngorek sampah di dekatnya
"Untung saja ada sisa nasi buangan" gumam Shane yang lalu menyantap nasi yang sudah basi itu dengan lahap, sambil makan Shane mengeluarkan air mata dengan nasibnya yang sangat tragis
"Kane sahabat ku, aku harus bertahan demi ingin bertemu dengan putra mu, lindungi aku untuk bisa hidup dan keluar dari sini, jika aku bisa melewati bahaya ini aku bersumpah akan menjaga putra mu dan Wolf kita, aku akan bersama putra mu membunuh baji*gan itu ." batin Shane dengan menetes air mata sambil menyantap makanan itu
Rumah sakit LA
"Hi, masih hidup" kata Jack dengan senyum menatap Anthony yang baru sadar
"Karena kami akan tinggal di sini untuk sementara" jawab Yivone dengan senyum dan sambil menuangkan sop herbal
"Ternyata begitu! baguslah, eh...Jack, Mark sialan itu pengkhianat"
"Dia sudah pulang ke asalnya, jadi kau tidak perlu takut" jawab Jack dengan duduk di kursi samping ranjangnya
"Pulang ke asalnya? apa kau mengirimnya ke ujung dunia?"
"Iya, itu yang harus ku lakukan, ini adalah peraturan"
"Anthony, kau sudah kehilangan banyak darah, jadi minum ini" kata Yivone dengan memberikan mangkok yang di isi sop herbal
"Terima kasih. Yivone, kau baik sekali" ucap Anthony dengan senang
"Sama-sama" jawab Yivone dengan senyum
"Aaarghhtt..," teriakkan Anthony yang merasa sakit di bagian bekas luka tembakan
"Kau baik-baik saja" tanya serentak Jack dan Yivone
"Tidak apa-apa, aku butuh bantuan" jawab Anthony dengan duduk bersandar
"Katakan saja, apa kau butuh sesuatu?"tanya Yivone dengan sopan
__ADS_1
"Yivone, kau paling memahami ku, apa kau bisa menyuapi ku, perut ku masih sakit sehingga terasa ke urat tangan dan kaki ku, makanya aku tidak bisa makan sendiri" keluh Anthony dengan sengaja
"Anthony, apa kau masih mau nyawa mu?" tanya Jack dengan rasa cemburu
"Aku hanya minta bantuan untuk menyuapi ku saja, kenapa kau marah? aku hanya minta Yivone menyuapi ku kan bukan kamu" kata Anthony dengan kesal
"Baiklah, biar aku menyuapi mu" jawab Yivone dengan polos dengan mendekati samping ranjang, serta tidak menyadari jika Jack sedang di landa api cemburu
"Yivone" bentak Jack dengan menarik lengan Yivone ke sampingnya
"Iya" jawab Yivone dengan rasa cemas
"Anthony, jangan memaksakan peluru ku menembus ke jantung mu" kata Jack dengan kesal
"Kau..teman tidak punya hati" jawab Anthony dengan kesal
Klek...
"Ketua" sapa Jones yang baru masuk ke ruangan inap itu
"Hm" jawab Jack dengan cuek
"Perintah Ketua sudah ku lakukan"
"Bagus, sekarang kau suapin si brengs*k ini" perintah Jack dengan menunjukan ke arah Anthony
"Apa? Jack, aku tidak mau, aku minum sendiri saja" bentak Anthony dengan kesal
"Tuan, kau masih ingat sama ku?" tanya Jones dengan menatap Anthony
"Aku ingat, kau memukul kepala Mark pengkhianat itu"
"Benar, dan sekarang atas perintah Ketua aku akan menyuapi mu" kata Jones dengan mengambil mangkok sop dan mendekati Anthony
Sementara Jack dan Yivone meninggalkan ruangan inap itu
"He..kemana kalian? bawa orang ini pergi, aku tidak mau di suapinya, Jack Anderson kembali kau" teriak Anthony memenuhi satu ruangan itu
"Cepat habiskan aku masih tugas lain" kata Jones dengan ingin menyuapi Anthony
"Tidak usah, pergi sana" teriak Anthony dengan kesal
"Aku hanya ikut perintah Ketua, maka kau harus minum"
"Aku tidak mau, aku bisa minum sendiri"
"Kau masih terluka"
"Sudah tidak sakit, kau keluar sanaaa" teriakan anthony hingga menembus keluar ruang inap itu
"Cepat habiskan, saat sadar kau sangat menjengkel kan, jika tidak bisa diam akan ku lempar kau ke bawah" ujar Jones yang berdebat dengan Anthony
__ADS_1
"Jack Anderson sialaaannn, jangan sampai aku keluar, akan ku korek hati dan jantung mu dan akan ku bawa lari istri mu itu " teriakkan Anthony menembus hingga luar ruangan itu