
"Jack, luka ku sudah tidak begitu sakit, jika kamu masih ada pekerjaan maka pergilah mengurusnya. aku tidak apa-apa" kata Yivone yang duduk bersandar di kasurnya
"Tidak Yivone, aku ingin menemani mu di sini, biarkan aku menjaga mu" jawab Jack yang duduk di samping Yivone sambil memeluknya
"Tapi aku sudah tidak apa-apa, bukankah kasino dan Club juga sibuk, jadi pergi saja, tapi berhati-hati ya" ujar Yivone dengan menatap Jack yang di sampingnya
"Yivone, aku ingin menjaga mu sehingga kamu sembuh, selagi kamu belum sembuh aku tidak akan kemana-mana" jawab Jack dengan senyum
"Jack, aku benar sudah tidak apa-apa, tapi mereka selalu menyerang mu, walau ada anggota yang mengawal mu tetap saja mereka tidak takut, mereka mengunakan segala cara untuk membunuh mu" ujar Yivone dengan khawatir
"Jangan khawatir! aku akan aman-aman saja, bukankah ini bukan pertama kali, setiap kali jika aku dalam bahaya pasti Nick dan Leon menyelamatkan ku, tenang saja" jawab Jack dengan mencium kening Yivone yang di pelukannya
"Iya, tapi selagi penjahat masih hidup maka mereka tidak akan membiarkan mu hidup tenang"lanjut Yivone dengan khawatir
"Apa gadisku khawatir dengan ku?"tanya Jack dengan menggoda
"Jangan bercanda, aku serius"
"Baiklah, aku akan berhati-hati, jangan marah"bujuk Jack dengan senyum
Keesokan harinya
"Jack, bagaimana dengan luka di kepala Yivone?"tanya Shane yang mendatangi kediaman Jack
"Sakitnya sudah mengurang, hanya saja perlu istirahat lagi"jawab Jack dengan duduk bersama shane di sofa
"Jack, kondisi seperti sekarang ada baiknya kau jangan keluar dulu, mereka bisa menyerang mu di mana saja, mereka memiliki banyak pengintai oleh sebab itu mereka bisa tahu posisi mu setiap saat"ujar Shane dengan khawatir
"Paman, jika aku hanya di rumah sama saja aku adalah pengecut, aku sangat ingin menemuinya tapi dia masih belum ingin menunjukkan mukanya" jawab Jack dengan menatap Shane
"Dia tidak mungkin akan muncul di hadapan mu, aku rasa dia tiba-tiba kembali mungkin saja ingin balas dendam untuk Willy"ujar Shane
"Apa hubungan mereka sebenarnya? setahu ku Roberto sama sekali tidak memiliki saudara lain, tapi aku tidak peduli, aku hanya berharap dalam waktu dekat kita bisa menangkapnya"
"Kita sudah mengutuskan pengintai untuk melacaknya aku rasa secepatnya kita pasti bisa tahu keberadaannya"
"Tidak semudah itu Paman, dia sangat berhati-hati melakukan sesuatu, jadi tidak begitu mudah untuk melacak lokasinya, tapi dengan keahlian Jones dan Dennis aku berharap mereka bisa berhasil"
"Iya, kau benar, sebelum di temukan kau harus berhati-hati"kata Shane dengan khawatir
"Aku lebih khawatir dengan Yivone, dia bersama ku bisa dalam bahaya oleh karena itu aku tidak ingin dia keluar dari kediaman ini"
"Pengawalan sini sangat ketat aku rasa mereka tidak akan bisa kemari, jadi kau tenang saja, di semua sisi kediaman ini ada penjaganya"
"Sebenarnya aku melakukan pengawalan ketat hanya demi keselamatan Yivone, walau mereka tidak tahu kediaman ku ini, demi Yivone aku tetap harus waspada."
__ADS_1
"Aku mengerti, memang betul apa yang kau lakukan, siapkan senjata sebelum musuh datang"jawab Shane
"Paman"sapa Yivone yang menuju ke tempat di mana Jack dan Shane yang sedang duduk bersama
"Yivone"balas sapaan Shane dengan menoleh ke arah Yivone yang di sampingnya
"Yivone, mari duduk sini"ajak Jack dengan menepuk sofa yang di sampingnya
Yivone lalu duduk bersama dengan Jack dan Shane di ruangan itu
"Yivone, bagaimana dengan mu?" tanya Shane dengan khawatir
"Paman, jangan khawatir ini sudah baikkan tidak sakit lagi" jawab Yivone dengan senyum
"Baguslah, kalau sudah tidak sakit, jangan terlalu banyak bergerak"jawab Shane dengan senyum
"Iya Paman" jawab Yivone dengan sambil mengangguk
"Beberapa hari lagi aku ingin membawanya ke rumah sakit untuk menjalani peperiksaan lebih lanjut"lanjut Jack dengan melihat ke arah Yivone dan Shane
"Kenapa harus periksa lagi? aku sudah baikkan"tanya Yivone dengan heran
"Yivone, benturan di kepala mu sangat kuat, aku hanya ingin memastikan jika semua baik-baik saja" jawab Jack dengan senyum
"Apa bisa jangan pergi?" tanya Yivone dengan raut tidak senang
"Tapi..?
"Sudah, dengarkan aku ya"kata Jack dengan tatapan mesra
"Iya" jawab Yivone dengan nurut
"Benar kata Jack untuk memastikan seharusnya di periksa lagi, benturan kuat takut bisa mengakibatkan luka dalam, jadi secepatnya di periksa lebih bagus" sambung Shane dengan melihat ke arah Yivone dan Jack
"Iya Paman, aku akan pergi" jawab Yivone dengan senyum
Di malam hari
Yivone yang menemani Jack di ruang bacanya sehingga ketiduran, Jack lalu mengendongnya ke kamar tidur dan menidurkan Yivone di kasur serta menutupi selimut ke tubuh pujaan hatinya
"Selamat malam sayang" ucap Jack dengan brisik di telinganya dan kemudian Jack pun berdiri dengan niat ingin kembali ke ruang bacanya.
"Jack" suara panggilan Yivone dengan memegang tangan Jack yang baru berdiri tadi
"Yivone, apa ingin sesuatu?"tanya Jack dengan duduk kembali di samping Yivone
__ADS_1
"Kau ingin kemana?"tanya Yivone yang sedang mengantuk
"Aku ingin ke ruang baca sebentar" jawab Jack dengan senyum
"Apa bisa temani aku sehingga aku tidur? setelah itu baru ke ruang baca?"pinta Yivone
"Baiklah gadisku" jawab Jack dengan senyum dan berbaring di samping Yivone sambil memeluknya
"Apa besok kau akan kembali kerja?"tanya Yivone yang di pelukan Jack
"Belum, aku ingin membawa mu ke rumah sakit dulu, setelah kau sembuh aku baru pergi kerja" jawab Jack dengan tatapan mesra
"Apa tidak apa-apa? sudah lama kau menemani ku di rumah"
"Tidak apa-apa! kasino dan club adalah milik ku, jadi kapan pun aku ingin pergi juga tidak masalah"
"Setiap kali keluar berhati-hatilah" pesan Yivone yang khawatir
"Iya sayang ku" jawab Jack dengan mencium kening Yivone yang jaraknya dekat dengannya
"Setiap kali Jack keluar aku sangat khawatir, walau ada Nick dan Leon yang mengikutinya aku tetap tidak tenang." batin Yivone
Setelah Yivone ketiduran Jack dengan tersenyum melihat ke arah Yivone yang tidur di pelukannya dan mencium wajah gadis pujaannya
Sesaat kemudian Jack pun kembali ke ruang bacanya.
Nada panggilan masuk di handphone milik Jack
"Hallo"jawab Jack yang menerima panggilan itu
"Ketua, kami telah tiba"jawab orang yang di seberang sana
"Tunggu di sana" printah Jack dengan orang yang di seberang sana
"Siap Ketua"
Jack meninggalkan kediamannya dan pergi ke suatu tempat untuk bertemu dengan orang yang sedang menunggunya dengan di temani Nick dan Leon
Tiba di suatu tempat yang tanpa orang lain di sana, di saat tiba Jack di sambut oleh ratusan sekelompok pria yang memiliki sniper..
"Ketua" sapa serentak sekelompok itu dengan mendunduk
"Semua saudara ku kalian telah tiba" kata Jack dengan di temani Nick dan Leon
"Benar Ketua, atas perintah anda maka kami segera datang menemui anda"jawab salah satu pria sekelompok itu
__ADS_1
"Apa kalian sudah tahu tugas kalian?" tanya Jack melihat ke semua anggotanya itu
"Sudah tahu, Ketua. akan kami laksanakan"jawab serentak sekelompok itu