
Tak...tak...tak...tak..tak..
Tiba-tiba munculnya sejumlah anggota Wolf yang mengepung dengan cara mengelilingi Willy dan anggotanya, sebagian dari mereka barbaris di belakang Jack, para anggota Wolf menodongkan senjata mereka ke arah lawannya.
Karena di ancam oleh anggota Wolf maka para anggota Willy hanya bisa pasrah dan melepaskan senjata mereka.
Sontak kejadian ini mengagetkan Willy, Sandro dan sejumlah anggota Willy yang kalah jumlahnya.
"Bagaimana masih mau main bersama ku?" tanya Jack dengan senyum sinis
"Ada apa dengan semua ini?" tanya Sandro yang melihat ke sekelilingnya dengan ketakutan
"Apa kau tidak mengenal mereka?" tanya Jack dengan tatapan aura membunuh ke arah Sandro
"Dasar kurang ajar, kau memukul kepala ku jika bukan karena Paman Shane yang membangunkanku, aku belum sadar sekarang." teriak Licon yang baru tiba dengan datang bersama sekumpulan anggota Wolf di tempat itu dengan kesal terhadap Sandro
Shane Wilker datang bersama Licon dan sejumlah anggota Wolf ke tempat itu.
"Dasar tidak berguna, ini ku kembalikan utusan mu yang ingin menyerang kediaman Ketua kami" bentak Licon dengan menunjukkan utusan Willy yang di ikat oleh anggota Wolf dan di hempaskan ke tanah oleh para anggota Wolf yang menahan mereka
Bruk...bruk..bruk..
Willy yang melihat pemandangan ini membuatnya merasa cemas karena telah menyadari jika hidupnya akan segera berakhir
"Ka-kalian semua sudah sepakat rupanya." ujar Sandro dengan hampir tidak percaya
"Sandro, kau pengkhianat, untuk menjebak mu kami harus berpura-pura akting selama ini."kata Shane dengan kesal dan berdiri di samping Jack
"Jack Anderson, kau luar biasa sekali bisanya menyusun rencana seperti ini, apa kau kira setelah mengambil nyawa ku maka semua akan berakhir?" ujar Willy dengan tatapan sinis
"Aku tahu di belakang mu masih ada dalangnya, Roberto si pengecut itu selama 10 tahun menghilang dan sampai sekarang tidak berani muncul di hadapan ku, hanya utusannya yang tidak berguna yang sering muncul di depan ku." ujar Jack dengan senyum sinis
"Aku tidak mengenalnya sama sekali, ini hanyalah tebakkan mu saja." jawab Willy dengan santai
"Jika kau tidak mau mengakuinya juga tidak masalah bagi ku, kau menyembunyikan identitas mu, nama Willy bukanlah nama asli mu, kau bahkan hanya bisa hidup selama beberapa bulan saja" sambung Jack dengan santai dan senyum sinis
"Baiklah kalau begitu, malam ini aku sudah kalah telak" kata Jack dengan menatap Willy
"Hidup mu sudah di ujung tanduk tapi masih saja ingin melukai orang, apa kau tidak takut dapat pembalasan yang membuat mu tersiksa sebelum ajal mu tiba?"lanjut Shane
"Sebelum ajal ku tiba aku ingin melakukan hal yang ku suka" jawab Willy dengan senyum sinis
__ADS_1
"Hal yang kau suka? membunuh orang dan merampas istri orang, dasar tidak tahu malu"bentak Licon dengan kesal
"Bunuhlah anggota mu yang tidak berguna ini" lanjut Willy dengan menunjukkan ke arah Sandro
"Apa yang kau katakan?"bentak Sandro melihat ke arah Willy
"Tanpa perintah mu aku pasti akan menghukumnya dengan cara ku sendiri." jawab Jack dengan tatapan aura membunuh ke arah Willy dan Sandro
"Sebelum aku membunuh mu, aku punya kejutan untuk mu" kata Jack dengan menatap ke arah Sandro
"Ke-kejutan apa?" tanya Sandro dengan rasa takut
Muncul dua orang secara tiba-tiba dan berjalan menghampiri Sandro, Sandro yang melihat dua orang itu membuka matanya lebar-lebar dengan rasa tidak percaya begitu juga dengan reaksi Willy
"Hi..pengkhianat, apa kau masih ingat dengan kami yang telah menjadi korban mu?"tanya salah satu dari dua orang itu
"Nick, Leon? ini tidak mungkin, kalian sudah mati tapi kenapa?"ujar Sandro dengan merasa cemas
"Kenapa masih hidup maksud mu? kurang ajar." bentak Leon dengan kesal dan menghampiri Sandro yang di hadapannya
Bruk..
Satu pukulan dari Leon melayang ke wajah Sandro, sehingga membuatnya jatuh ke tanah
Bruk..bruk..bruk..
Tumbukan berkali-kali di lakukan oleh Leon ke wajah kira kanan Sandro sehingga mulutnya mengeluarkan banyak darah
"Kau bukan manusia, kau mengkhianati Ketua dan ingin membunuh Nick dan aku, kau pantas mati, malam ini jika aku tidak membunuh mu maka nama ku bukan Leon" bentak Leon dengan mengeluarkan senjatanya ke arah kepala Sandro
Nick mendekati Leon dengan menyentuh pundaknya
"Leon, biarkan saja dia, dia juga tidak bisa terlepas, Ketua ada cara tersendiri untuk menghukumnya, jika kau bunuh dengan peluru mu ini hanya membuatnya mati lebih cepat." ujar Nick yang berdiri di belakang Leon yang sedang duduk di atas tubuh Sandro
"Leon, benar kata Nick. pengkhianat seperti dia harus di siksa, dia sudah keterlaluan selama ini Ketua percaya padanya tapi dia malah ingin melukai Ketua dan kita. dia harus di hukum"lanjut Licon dengan kesal
"Benar sekali, gara-gara diri mu luka ku keluar darah lagi" ujar Leon dengan kesal dan melepaskan Sandro..
Nick dan Leon kemudian berdiri di samping Ketua mereka
"Bagaimana dengan luka kalian?"tanya Jack dengan menatap Nick dan Leon yang berdiri di sampingnya
__ADS_1
"Ketua, kami baik-baik saja."jawab Nick
"Luka ku keluar darah."kata Leon dengan melihat lengannya
"Cepat kembali obati luka mu"kata Jack dengan melihat ke arah Leon
"Tidak Ketua, aku dan Nick datang ke sini adalah ingin melihat Ketua menghukumnya."jawab Leon dengan menunjukkan ke arah Sandro
"Tenang jangan emosi, manusia seperti dia tidak akan luput dari siksaan"ujar Shane
"Ini tidak mungkin, kalian bukankah sudah mati dan anggota ku yang membakar jasad kalian" ujar Willy dengan heran
"Benar, ruang kalian adalah 155 ini tidak salah sama sekali" lanjut Sandro dengan tertekan
"Dasar bodoh, anggota mu yang bodoh itu sama sekali tidak mengenal kami, yang mereka tembak adalah jasad pasien yang baru meninggal di rumah sakit itu, awalnya kami hanya ingin meminjam jasad itu tapi malah kalian ledakkan." ketus Leon dengan kesal
"Ini tidak mungkin, kalian memang ke rumah sakit itu aku melihatnya."lanjut Sandro
"Di saat kami di bawa ambulan kami sama sekali tidak ke rumah sakit, kami merawat luka kami di kediaman Ketua yang di jalan A, dan Ketua mengutuskan dua dokter untuk mengobati kami, aku sengaja menghubungi mu jika ruang inap kami adalah 155, ini hanya perangkap untuk mu agar kami bisa menangkap orang yang ada di belakang mu."jelas Nick dengan menatap ke arah Sandro
"Ambulan yang kau lihat itu bukan kami, itu hanya untuk mengelabui mata mu" ketus Leon dengan menahan sakit bekas jahitan di lengannya
"Bagaimana kau bisa tahu jika kami akan membunuh mu?" tanya Sandro dengan penasaran
"Willy akan balas dendam pada Nick dan Leon karena telah menghajarnya, dan mengagalkan rencananya saat di rumah sakit kemarin, dan kalian juga tahu jika Nick dan Leon adalah pengawal andalan ku, karena mereka sudah terluka maka kalian akan bertindak untuk membunuh mereka" jawab Jack dengan tenang
"Apa kau menyesal karena kami masih hidup? sementara nyawa mu sudah di ujung tanduk."lanjut Leon dengan kesal
"Susunan rencana yang bagus, kalian memerangkap kami dari awal, Jack Anderson kau menang."ujar Willy
"Willy, kau sangat memalukan, kau mengincar istri ku sehingga ingin menyerang kediaman ku, apakah kau adalah pria yang tidak tahu malu? kau mendekatinya dan menulis surat cinta untuknya, kau sangat memalukan" kata Jack dengan berjalan menghampiri Willy
"Aku tertarik padanya itu tidak salah, gadis yang memiliki wajah rupawan seperti dia siapa yang tidak suka, sehingga membuat ku tergila-gila padanya" jawab Willy
"Tapi kau lupa, dia adalah milik ku siapa pun tidak akan bisa membawanya pergi dari ku, dan kau telah menyuntik bius ke tubuhnya dengan niat ingin menodainya, kau juga menarik rambutnya serta mengikatnya, apa kau tahu wanita milik Jack Snderson tidak ada yang boleh menyentuhnya." kata Jack dengan senyum sinis
Bruk...
Pukulan Jack melayang ke wajah Willy sehingga membuatnya jatuh ke tanah
"Pukulan ini ku berikan pada mu karena kau telah melukainya" bentak Jack dengan kesal
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa tahu jika aku akan mengutus anggota ku kesana?" tanya Willy yang tersungkur di tanah