
Kediaman Anderson
"Jack"teriak Yivone yang bangun dari tidurnya dengan keringat yang membasahi wajahnya
"Kenapa perasaan ku tidak enak?" gumam yivone dengan khawatir
Duar...duar...duar....
Bunyi ledakkan yang menghancurkan beberapa mobil yang parkir di sana
"Aarghhtt..," jeritan Jack yang terluka di bagian tubuh dan kepalanya sehingga mengeluarkan darah yang banyak mengalir ke wajahnya
Jack yang terluka parah akibat serpihan mobil menusuk ke bagian tubuhnya, karena di saat Jack menyadari ada bom waktu yang di pasang mobilnya dia pun langsung lompat keluar dari mobil, hanya selang beberapa detik mobilnya langsung meledak, karena tidak sempat berlari lebih jauh maka ledakan itu mengena bagian tubuh dan kepalanya.
Jack berusaha untuk berdiri dalam kondisi yang terluka parah, pakaian yang membalut tubuhnya sudah koyak dan menampakkan tubuhnya yang terluka serta mengeluarkan darah
"Sialan kemeja ku dan mobil ku di hancurkan begitu saja, untung nyawa ku masih utuh" gumam Jack yang menahan sakit dan melepaskan jas dan kemejanya
Tak..tak..tak..tak..
Bunyi kaki dari beberapa orang yang menuju ke parkiran itu
Jack yang mendengar bunyi hentakkan kaki langsung berlari bersembunyi di balik mobil yang tidak mengena ledakan tadi
Dor..dor...dor...dor...dor...
Bunyi tembakkan yang mengarahkan ke barisan mobil yang di mana Jack bersembunyi di sana
Jack berlari sekuat tenaga sambil menunduk dan menahan sakitnya sehingga ke arah tembok dan berlindung di balik tembok itu
"Dia di sana bunuh dia"teriak salah satu pembunuh itu tersebut
Dor...dor...dor...dor...dor..
Bunyi tembakkan tanpa berhenti dari Jack di saat mereka sedang lalai
"Aarrggtthh.."teriakkan beberapa pembunuh yang mengenai tembakkan tersebut
Dor...dor...dor...dor...dor..
Bunyi tembakkan dari pembunuh itu ke arah Jack yang kemudian berlindung di balik tembok
"Luka ini benar-benar parah"gumam Jack yang melihat tubuhnya yang masih mengeluarkan darah
"Tembak saja ke mobil itu biar meledak" perintah salah satu penembak tersebut
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...
Tembakan beruntun mengarahkan ke mobil-mobil tersebut sehingga
Duar...duar...duar...duar...duar...duar
__ADS_1
Bunyi ledakkan yang kuat dari mobil tersebut, sehingga menyebabkan serpihan-serpihan mobil berhamburan di seluruh parkir itu
Para pembunuh itu bertiarap ke lantai dengan serentak akibat kekuatan ledakkan tersebut
"Apa dia sudah mati?" tanya salah satu pembunuh itu yang melihat ledakkan mengenai ke tembok yang di mana Jack sedang berlindung
"Kita tidak bisa kesana ledakkannya sangat kuat" kata salah satu pembunuh itu
Tidak lama kemudian mereka semua pada berdiri dengan rasa penasaran, maka mereka ingin melihat dengan jarak dekat untuk memastikan incarannya masih hidup atau sudah tewas
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...
Bunyi tembakkan dari Jack yang tiba-tiba muncul dari belakang mereka
"Aarrgghhtt.."teriakkan sesaat mereka akibat peluru menembus ke tubuh mereka semua dan pada akhirnya tewas di tempat
"Aarrgghhttt."luka ini benar-benar menyusahkan"jeritan Jack yang menahan sakit
"Apa kau kira sudah menang, Jack Anderson?" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul dari belakang Jack
Pria itu menodongkan senjatanya ke tubuh Jack yang sedang berdiri di hadapannya
"Kalian semua sangat pengecut, apakah semua utusannya sangat tidak berguna?"kata Jack dengan ngejek
"Hidup mu sudah di ujung tanduk, tapi masih saja begitu sombong" ketus pria itu yang mengancam Jack dari belakang
"Kalian memang pengecut meledakkan mobil ku, menyerang ku dengan jumlah yang banyak, dan sekarang kau tiba-tiba saja mengancam ku dari belakang, kalian sama dengan kalajengking sama-sama pengecut yang tidak berguna" bentak Jack dengan kesal
"Memohon? aku Jack Anderson tidak pernah memohon pada siapa pun"
"Ajal sudah di depan mata mu tapi kau masih begitu sombong" ujar pria itu dengan senyum sinis
"Kelihatannya malam ini adalah kematian ku. Yivone, maaf jika aku tidak menunaikan janji ku untuk menikahi mu dan menjaga mu selamanya." batin Jack yang memikirkan pujaan hatinya
Dor....dor...
Bunyi dua tembakan dari Nick yang tiba-tiba muncul dan mengenai ke tubuh pria yang bersenjata itu
"Aargghhtt."teriakkan sesaat pria itu akibat peluru menembus jantungnya
"Ketua" panggil serentak Nick, Leon dan Licon yang menghampiri Ketua mereka
Jack lalu menoleh ke arah mereka dan melihat ke arah pria yang mengancamnya tadi yang sudah tergeletak tidak bernyawa
"Nick, Leon, Licon, kenapa kalian bisa ada di sini?"tanya Jack dengan menatap mereka semua
"Paman Shane menghubungi kami untuk mencari Ketua, karena Ketua sudah lama keluar dan belum kembali ke markas."jawab Licon
"Ketua, luka mu cukup parah"kata Nick dengan melihat tubuh Jack yang di penuhi luka
"Iya, bomnya hampir saja meledakkan ku"jawab Jack dengan melihat ke arah mobilnya yang telah hancur
__ADS_1
"Ini ledakkan yang cukup besar" lanjut Leon dengan melihat ke semua mobil-mobil yang hancur karena ledakkan itu
"Ketua, kita ke rumah sakit dulu harus merawat luka mu" kata Nick
"Tidak, aku akan pulang ke kediaman jalan A. jika aku ke rumah sakit maka akan lebih mudah untuk mereka membunuh ku" jawab Jack dengan menahan sakitnya
"Jadi Ketua tidak kembali ke rumah itu?bagaimana jika Nona Yivone mencari mu?"tanya Leon
"Justru dengan kondisi seperti ini aku tidak boleh pulang ke sana, aku akan menghubunginya nanti, agar dia tidak khawatir" jawab Jack dengan berjalan ke arah pintu luar di ikuti oleh Nick, Leon dan Licon
Kediamanan Anderson jalan A
Setelah tiba di kediaman itu Licon menjemput dokter untuk datang merawat semua luka yang di tubuh Jack dan bagian kepalanya.
"Dokter,bagaimana keadaan Jack?" tanya Shane dengan khawatir
"Tuan Anderson lukanya agak dalam, harus melakukan perawatan rutin, dan juga kehilangan banyak darah"jawab dokter yang sedang membalut luka di tubuh Jack
Sesaat kemudian dokter itu pun meninggalkan kediaman Jack.
"Mereka sangat keterlaluan selalu saja memikirkan cara untuk membunuh mu"ketus Shane yang kesal melihat luka di tubuh Jack
"Paman, keinginan dia memang ingin membunuh ku, jadi itu sudah biasa" jawab Jack yang sedang duduk bersandar di kasurnya
"Ketua, bagaimana jika kami melindungi mu di sini?" kata Leon dengan melihat ke arah Jack
"Kediaman ku ini tidak ada yang tahu, jadi masih aman, hanya saja?"
"Hanya saja apa Ketua?"tanya Licon
"Aku khawatir Yivone, kediaman itu sudah di ketahui oleh Willy saat itu, tidak tahu apakah ada anggotanya yang masih hidup yang mengetahui kediaman itu"ujar Jack dengan khawatir
"Ketua kita utuskan saja anggota untuk berjaga seperti malam itu" lanjut Nick
"Walau pun iya tapi aku masih khawatir jika dia tidak di sisi ku."ujar Jack dengan khawatir
"Ketua, apa ingin kami menjemput Nona kemari?"tanya Leon
"Kondisi ku sekarang masih parah, jika gadis itu melihatnya aku takut dia akan merasa cemas"jawab Jack
"Jack, rawat luka mu dengan baik, jangan khawatir soalnya Yivone kita akan menjaganya dengan baik, dia hanya di rumah jadi tidak akan ada apa-apa"ujar Shane
"Begini saja karena aku tidak mau dia khawatir maka aku akan menghubunginya nanti, aku akan pesan padanya agar tidak keluar kemana pun"lanjut Jack
"Ini bagus juga, dia sangat penurut jadi kau jangan khawatir, jika luka mu sudah baikkan maka kita akan menjemputnya ke sini"kata Shane
"Iya, aku rencana ingin pindah ke sini saja, secepat mungkin. Nick, Leon, Licon, bawa Yivone kemari besok" perintah Jack dengan melihat ke arah mereka bertiga
"Tapi ketua bukankah tidak ingin Nona khawatir melihat tubuh mu yang penuh dengan luka?"tanya Leon dengan penasaran
"Aku berubah pikiran, dia akan cemas saat melihat luka ku, tapi luka ini akan sembuh beberapa hari lagi, tapi jika dia tidak di samping ku aku akan selalu tidak tenang." jawab Jack dengan memikirkan tunangannya itu
__ADS_1