MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Jack menulis surat wasiat


__ADS_3

Ke dua pihak sama-sama melepaskan tembakan


Jack dengan tatapan tajamnya membaca kecepatan peluru dari lawan ke arah nya dengan sergap mengelak ke kiri, sementara peluru dari Jack menembus ke jantung pihak lawan. sehingga membuatnya langsung tewas di tempat


Jack lalu mendekati pria yang sudah tidak bernyawa itu


"Dalam satu malam tujuh orang yang tewas, utusan nya memang tidak berguna semua."gumam Jack


Jack lalu menghubungi seseorang melalui handphonenya


"Hallo Ketua." jawab orang yang di seberang sana


"Sandro, jemput aku, mobil ku rusak di serang cacing lintah."perintah Jack


"Baik Ketua." jawab Sandro yang di seberang sana


Kediaman Anderson


Jack akhirnya kembali ke kediamannya


"Jack" sapa Yivone dengan menghampiri dan memeluk tubuh Jack


"Apa kamu menunggu ku?" tanya Jack dengan senyum dan mencium wajah pujaan hati nya


"Iya, aku ingin makan bersama mu." jawab Yivone dengan senyum


"Apa kau belum makan? ini sudah malam." tanya Jack dengan mengelus ujung kepala Yivone


"Iya, tapi aku mau makan bersama mu, dan aku sudah menyiapkan air mandi untuk mu, kamu mandi dulu, lalu kita makan bersama ya." kata Yivone yang di pelukan Jack


"Baiklah, maaf membuat mu kelamaan menunggu ku, tadi mobil ku rusak makanya kemalaman." kata Jack dengan menyentuh wajah polos tunangannya


"Tidak apa-apa, cepat mandi dulu, kamu pasti sudah lapar." kata Yivone dengan menarik tangan Jack ke kamar mandi


"Yivone, jika aku terlambat pulang kau harus makan dulu, jangan menunggu ku."kata Jack dengan mengambil lauk ke piring makan Yivone


"Tidak apa-apa, aku belum lapar juga, aku hanya mau makan bersama mu." jawab Yivone dengan menyantap makanannya


Jack menatap senyum ke arah gadis itu, dengan tangannya menyentuh kepala gadis itu yang sedang sibuk dengan santapannya


"Ternyata perasaan ini sangat luar biasa, kau menunggu ku pulang setiap hari, dan ingin aku menemani mu makan bersama, perasaan ini sangat istimewa, setiap hari aku pulang kau pasti lari ke pelukan ku, aku tidak bisa membayang kan jika saja aku kehilangan mu aku pasti bisa gila." batin Jack dengan senyum bahagia


"Makan yang banyak." kata Jack dengan menyuapi Yivone


"Aku bisa makan sendiri, Jack kau makan juga." ujar Yivone


"Ayolah, biar aku suapin" kata Jack dengan menyuapi Yivone lagi


"Sudah, aku bisa makan sendiri."


di malam itu Jack yang masih sadar mengingat kejadian yang menimpanya sambil melihat ke arah Yivone yang tidur di sampingnya


"Jika saja aku gagal mengelak peluru itu mungkin aku sudah mati, Yivone di dunia ini aku hanya paling khawatir dengan mu, jika aku mati suatu hari nanti kau harus meneruskan hidup mu dengan baik." batin Jack dengan mencium wajah Yivone yang polos tanpa make up


Di saat Jack keluar dari kamar dia menghubungi seseorang yang di seberang sana


"Hallo"jawab pria yang di seberang sana


"Pengacara Daniel, aku beri kau waktu sehari untuk muncul di depan ku."


"Apa? memang kau di mana?" tanya Daniel yang di seberang sana


"Los Angeles"


"Aku ada di australia masih ada urusan, minggu depan aku ke sana mencari mu."

__ADS_1


"Besok kau harus di depan ku, jika tidak maka kantor mu itu akan ku ratakan." kata Jack dengan orang yang di seberang sana


"Kau gila Jack anderson." teriak Daniel yang di seberang sana


Keesokan harinya


"Jack, hari ni kau tidak ke markas?"tanya Yivone yang duduk di samping Jack


"Tidak, hari ini aku ingin istirahat saja di rumah sambil menemani mu." jawab Jack dengan senyum


"Jack, sepertinya kau lelah, apa semalam tidak bisa tidur ya?"


"Iya, mungkin kelelahan sehingga tidak bisa tidur."


"Bagaimana kalau sekarang coba untuk tidur.?"


"Tidak apa-apa, mari sini."kata Jack dengan menarik tubuh yivone ke pelukannya


"Yivone, kehidupan apa yang kau inginkan?" tanya Jack dengan memeluk gadis itu sambil mengelus rambutnya


"Em..kehidupan yang tenang dan damai." jawab Yivone yang tubuhnya di peluk erat oleh Jack


"Apa kau akan takut bersama ku? karena kehidupan di penuh kekerasan?"


"Tidak, aku hanya takut kau terluka."


"Aku tidak akan terluka, aku berjanji pada mu."


"Ingat janji mu ya." kata Yivone dengan bertatapan dengan Jack


"Iya, aku berjanji pada mu." jawab Jack yang menarik tubuh Yivone kembali ke pelukannya


"Jika aku bisa memilih, aku ingin meninggalkan dunia Mafia dan hidup tenang bersama mu, tapi sekarang tidak bisa lagi, karena aku memiliki banyak musuh di mana-mana, mereka akan mencariku kapan pun atau di mana pun." batin Jack dengan khawatir


Di sebuah restoran


"Ada urusan penting yang harus segera di selesaikan."kata Jack dengan serius


"Kau menemui ku hari ini, jangan bilang pada ku kau ingin menulis surat wasiat lagi.?"tanya Daniel


"Iya, benar kata mu"


"Apa? ada apa dengan mu, apa kau sakit parah?"


"Tidak, aku sehat saja."


"Lalu wasiat apa yang mau kau tinggalkan?"


"Daniel, kau tahu jika aku adalah seorang Mafia, hidup ku kapan saja ada dalam bahaya, bisa saja suatu saat aku di tembak mati."


"Jangan mengatakan yang tidak-tidak, selama aku mengenal mu lebih banyak orang yang kau bunuh dari pada kau di bunuh."


"Aku memiliki banyak musuh, mereka bisa saja mencari ku kapan pun, lagi pula ini hanya persiapan saja."lanjut Jack


"Aku mengerti maksud mu, lalu apa yang kau ingin ku lakukan?"


"Kau masih ingat pesan ku di malam itu?"


"Ingat, kau ingin kumpulan mu serahkan pada Shane Wilker dan semua harta mu waris ke Yivone Shin."


"Benar, aku ingin kau pindah nama semua aset ku ke atas nama Yivone Shin."


"Apa? kau masih hidup dan dia bukan istri mu kan? kalian belum menikah juga?"


"Tapi bagi ku dia lebih dari segala nya, dia sangat penting bagi ku, jika suatu saat aku mati dia tidak memiliki siapa pun lagi di dunia ini, aku tidak ingin dia hidup kesulitan, jadi jika aku mati. dengan semua harta ku bisa untuk dia gunakan seumur hidup, itu bisa menjamin hidup nya."jelas Jack

__ADS_1


"Jack, kau benar-benar sudah berubah, kau yang dulu tidak berminat pada wanita dan sekarang kau bahkan rela memberi semua kekayaan mu pada nya." ujar Daniel


"Apa kau bisa melakukannya sekarang?"


"Iy..ya, aku tahu. aku penasaran bagaimana cara nya gadis itu bisa membuat mu jatuh cinta pada nya."jawab Daniel


Sesaat kemudian mereka meninggalkan restoran


Markas Wolf


"Ketua, pembunuh semalam itu utusan siapa? apakah Wilves?" tanya Leon


"Bukan, dia lebih kuat dari Wilves, dia memang menginginkan nyawa ku dari dulu, oleh sebab itu mereka bertindak semalam." jawab Jack dengan duduk di kursi Ketua nya.


"Pria bersenjata itu adalah penembak jitu, dia memang pembunuh bayaran." ujar Nick


"Nick, apa kau mengenali nya?" tanya Licon


"Kenal, karena kami sama-sama penembak, hanya saja jalan kami beda." jawab Nick


"Ketua, orang yang ingin bunuh Ketua dari kumpulan apa?" tanya Sandro


"Kalajengking." jawab Jack dengan singkat


"Kalajengking?" jawab serentak Sandro, Nick, Leon dan Licon


"Bagaimana Ketua bisa mengetahui nya?"tanya Sandro


"Anak buah yang ingin membunuh ku semalam ada tato kalajengking di bagian leher mereka, maka nya aku baru tahu dari dia."


"Kumpulan belum terkenal, dan bahkan belum pernah dengar,." ujar Leon


"Walau dia tidak sebesar Wilves tapi dia lebih kuat dari Wilves. kerena Wilves mengunakan otot, dan dia mengunakan otak,"jawab Jack


"Ketua, di mana dia sekarang ? kita harus membalas perlakuan nya itu." ujar Licon


"Tidak ada yang tahu dia ada di mana, untuk sekarang aku hanya ingin fokus ke Wilves, kelihatan nya dalam waktu dekat aku ingin menghancurkan markas utamanya." ujar Jack dengan dingin


"Ketua, apakah kita tidak menyerang wilayah D milik dia?" tanya Leon


"Tidak perlu, aku ingin ubah rencana ku, markas utamanya adalah sasaran ku." jelas Jack dengan menatap ke arah Leon


"Ketua, Wilves beberapa hari ini tidak mencari orang itu lagi, mungkin saja mereka sudah putus kerja sama." ujar Nick dengan menatap ketuanya


"Jika tanpa bantuan, Wilves akan dipusingkan oleh kita, karena anggotanya sudah banyak yang tewas, selama sebulan sudah 500 anggota yang tewas ." lanjut Sandro


"Nick, siapa saja pengawal andalan Wilves?" tanya Jack dengan menatap ke arah Nick


"Ketua, setiap dia keluar pasti di kawal ketat oleh banyak anggota nya, mereka semua adalah pengawal andalan."jawab Nick


"Wilves begitu takut mati sehingga begitu banyak yang menjaganya, apakah dia menyinggung banyak orang sehingga begitu takut?" lanjut Leon


"Dia hanya takut mati saja "ujar Licon dengan singkat


Kediaman Anderson


Yivone yang ketiduran terbangun secara tiba-tiba, dia membuka matanya dan melihat ke samping mendapati Jack tidak berada di sisinya


"Sudah begitu malam, apa Jack belum tidur ya."gumam Yivone yang lalu bangkit dari kasurnya berjalan keluar dari kamarnya


Yivone masuk ke ruangan baca dan mendapati Jack yang sedang fokus pada komputernya


"Jack, sudah malam kenapa belum tidur?" tanya Yivone yang menghampiri Jack yang sedang duduk di kursi


"Yivone, apa kamu tidak bisa tidur?" tanya Jack dengan menarik Yivone duduk di pangkuan nya

__ADS_1


"Aku tiba-tiba bangun, dan saat aku melihatmu tidak ada. maka aku mencarimu."jawab Yivone yang di pangkuan Jack


"Kelihatannya tanpaku, yivone kecilku ini tidak bisa tidur dengan lelap" ujar Jack dengan senyum


__ADS_2