MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Musuh dalam selimut


__ADS_3

Mereka pada akhirnya meninggalkan rumah sakit yang sudah hancur berantakan itu, Sandro dan Licon kembali ke markas dengan anggota Wolf, Jack dan Yivone serta Shane Wilker kembali ke kediaman Anderson, sementara Nick dan Leon di larikan ke rumah sakit.


Nick dan Leon yang terluka di bawa oleh ambulan, dengan di ikuti anggota Wolf lainnya untuk melindungi keselamatan mereka


"Nick, andaikan Willy tidak kabur kita bisa menghajarnya" kata Leon yang berbaring di ranjang yang di mobil ambulan itu


"Benar, tapi dia tidak mudah, walau ada penyakit aku curiga jika dia ada memiliki dukungan kuat di belakangnya" jawab Nick yang di ranjang samping Leon


"Siapa yang melepaskan dia? di saat itu kita semua di sibukkan dengan menembak, apakah salah satu pembunuh bayaran itu?"tanya Leon dengan penasaran


"Bisa jadi."jawab Nick dengan singkat


"Nick, ada yang ingin ku tanyakan"ujar Leon dengan menoleh ke arah Nick yang di sampingnya


"Katakan" jawab Nick dengan memejamkan matanya


"Kenapa setiap Sandro menawarkan ingin mengantar Nona Yivone kau pasti melarang?"


"Karena jika kita belum mengetahui siapa kawan dan lawan kita jangan biarkan mereka memiliki kesempatan untuk mendekati Nona, kita tidak bisa menebak mereka ada pihak mana" jawab Nick dengan santai


"Pantas saja kemarin kau kesal di saat Sandro dan Licon yang sedang berdebat, tidak biasanya kau bisa mengamuk" jawab Leon


"Aku hanya memikirkan satu hal, kejadian ini akan sulit untuk segera berakhir, karena pembunuh kali ini sangat banyak jumlahnya, lihat saja dalam satu malam ada 60 lebih jumlahnya." ujar Nick


"Dia sangat berani walau mengetahui Ketua kita adalah Ketua mafia dari suluruh dunia."


"Dia ingin membalas dendam oleh sebab itu dia tidak peduli dengan status Ketua, incarannya adalah nyawa ketua dan bukan status." jawab Nick dengan khawatir


"Apa lagi rencananya untuk selanjutnya?" ujar Leon dengan penasaran


"Leon, aku rasa kita harus mengumpulkan energi kita."kata Nick dengan menoleh ke arah Leon yang di sampingnya


"Kenapa?"tanya Leon dengan menoleh ke arah Nick


"Kita dalam kondisi terluka, bisa saja mereka cari kesempatan untuk membunuh kita" jawab Nick dengan santai


"Apa? menyerang kita?"


"Iya, bagi mereka jika kita mati maka Ketua akan kehilangan dua penembak, tapi mereka salah tanpa kita mereka tetap sulit untuk membunuhnya."


"Apa mereka sedang mengikuti kita, sehingga mereka tahu kita di mana?"


"Jika mereka tidak tahu maka mereka akan segera tahu jika orang dalam yang beritahu."


"Maksud mu Sandro atau Licon?"


"Benar, kita tunggu saja permainannya, selalu bersiap"


"Iya"


Kediaman Anderson


Di saat kembali ke rumahnya Jack langsung menidurkan gadis pujaannya itu, setelah ketiduran Jack kembali ke ruangan bacanya dan duduk bersama Shane Wilker


"Jack, bagaimana dengan Yivone? aku sudah tahu kejadiannya dari Leon semalam?" tanya Shane yang duduk di sofa ruangan baca bersama Jack

__ADS_1


"Dia sudah baikkan, aku tidak menyangka dia mengalaminya, pria itu memang sudah dari awal ingin mendekatinya." jawab Jack tidak senang hati


"Pria itu telah kabur, ini sangat bahaya, apakah kau mencurigai jika dia ada hubungan dengan kalajengking?"


"Bukan itu saja, aku juga curiga ini ada hubungan dengan orang dalam."


"Apa kau sengaja mengajak ku kemari adalah ingin membahas ini?"


"Benar Paman! selain diri mu, Nick dan Leon aku tidak percaya kepada yang lain."ujar Jack dengan menatap ke arah Shane


"Apa maksud mu kau curiga dengan Sandro dan Licon?"


"Aku tidak tahu harus percaya pada siapa, semenjak kejadian di restoran itu aku sudah merasa janggal, yang mengetahui aku akan makan malam di sana hanya empat orang, Nick dan Leon tidak mungkin. Sandro sudah lama mengikuti ku dan selama ini markas Wolf di kota ini dia yang pegang kendali, sementara Licon salah satu anggota yang ku percaya, di antara mereka berdua aku tidak tahu harus percaya pada siapa dan curiga pada siapa." jelas Jack dengan lesu


"Jika saja salah satu dari mereka apa yang akan kau lakukan?"


"Lakukan sesuai peraturan, aku akan menghukum mereka dengan tangan ku sendiri walau mereka sudah lama mengikuti ku."


"Kenapa selalu saja bisa ada pengkhianat di kumpulan kita, dulu Wilves dan Elvis. sekarang masih ada pengkhianat yang kita tidak bisa menebaknya."ujar Shane dengan khawatir


"Paman, atur anggota Wolf secara rahasia untuk menjaga keselamatan Nick dan Leon" kata Jack menatap Shane


"Kau curiga mereka bisa di serang?"


"Iya, ada orang dalam jadi pengkhianat, dan orang ini sudah tahu Nick dan Leon sudah terluka, aku hanya khawatir mereka mengambil kesempatan di saat mereka masih belum sadar setelah menjalani operasi, oleh karena itu kita mengawasi secara diam-diam" jawab Jack dengan khawatir


"Tenang saja, akan ku perintahkan secara rahasia."


Di malam hari


"Hanya tidur saja kau begitu manis, seperti gadis kecil yang sedang pulas." gumam Jack dengan senyum dan mencium wajah pacarnya itu


"Belakangan ini pembunuhan terjadi secara besar-besaran, kelihatannya pernikahan ini harus di tunda lagi, aku ingin memberi pernikahan terbesar untuk mu, tapi jika di saat itu mereka datang menyerang maka ini akan menjadi kenangan terburuk bagi mu. Yivone, apa yang harus ku lakukan? aku ingin kau menjadi istri ku, tapi kejadian ini semakin menjadi bahkan mereka tidak segan melakukannya secara terang-terangan." batin Jack dengan mengelus wajah Yivone


Sesaat kemudian Yivone membuka matanya dan mendapati Jack sedang menatapnya dengan senyum


"Ada apa dengan mu? kenapa kau tersenyum?" tanya Yivone dengan heran


"Apa sudah lapar? kau tidur seharian" ujar Jack dengan senyum


"Aku ketiduran" jawab Yivone yang ingin bangkit dari tidurnya


"Hah..kenapa masih terasa sakitnya? bagaimana aku bisa bergerak leluasa jika seperti ini, sangat memalukan Jack ada di sini, jika dia tahu bagaimana aku akan berhadapan dengannya" batin Yivone dengan menahan sakit karena hubungan semalam


"Yivone ada apa dengan mu?" tanya Jack yang melihat Yivone terdiam sejenak


"Ti-tidak, aku hanya ingin duduk sebentar, aku belum lapar."jawab Yivone dengan mengelak


"Apa kau masih merasa sakit?"


"Apa?


"Kita baru melakukannya semalam selama dua jam, apalagi ini pertama kali bagi mu, apa masih sakit jika ingin berjalan?"tanya Jack dengan senyum


"Jangan mengungkitnya lagi." kata Yivone yang menutupi dirinya dengan selimut

__ADS_1


"Hahahah..apa kau malu?"tanya Jack dengan menggoda


"Jangan mengatakannya lagi, aku tidak sadar kondisi semalam"jawab Yivone yang menutupi wajahnya dengan selimut


"Tidak perlu malu, aku adalah suami mu kau memang gadis pemalu."


"Kita belum menikah jadi kau belum menjadi suami ku"


"Tapi bagiku kau adalah istri ku, istri yang ingin ku cicipi setiap malam" kata jack dengan sengaja menggoda


"Apa?"


"Aku mengatakan jika aku ingin melakukannya setiap malam" kata dengan menarik selimut dan menindih tubuh Yivone


"Jangan, aku masih terluka" jawab Yivone cemas karena tubuhnya di tindih oleh Jack


"Jika aku mau apa kau kira kau bisa menolak ku? aku akan melakukannya selama ku suka" kata Jack dengan sengaja menakuti gadis pujaannya


"Tidak, jangan melakukannya lagi" jawab Yivone dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya


"Hahaha..kau sangat lucu, jika kau tidak mau maka kau harus menggantinya dengan cara lain" ujar Jack dengan senyum


"Cara lain? apa yang kau inginkan?" tanya Yivone yang tubuhnya di bawah Jack


"Bibir mu ini, aku mau mencicipinya" jawab Jack dengan mencium bibir Yivone


"Gadis ku yang penakut, aku hanya mengusik mu saja sudah begitu takut, tidak tahu kenapa setiap memeluk mu aku merasa nyaman" batin Jack dengan mencium bibir Yivone tanpa berhenti


"Jack, aku lapar" kata Yivone yang melepaskan ciumannya


"Baik, tapi selesaikan yang ini dulu" jawab Jack dengan senyum dan melanjutkan ciumannya


Di sisi lain di sebuah bangunan kosong di lantai atas


Willy yang terlepas dari ikatan itu berhasil di bawa pergi oleh orang yang menyelamatkan dia


"Willy" sapa salah satu bawahannya


"Hm" jawab Willy tanpa menoleh ke arah pria itu


"Bagaimana kondisi mu?" tanya pria itu


"Luka di wajahku ingin ku balas, Nick dan Leon, kalau bukan karena mereka maka malam itu aku sudah bisa menikmati wanita itu, tapi pada akhirnya Jack Anderson yang melakukannya" ketus Willy dengan kesal


"Apa rencana mu?"tanya pria itu


"Aku ingin kau membunuh Nick dan Leon, selama ini kau bersama mereka, jadi kau juga tahu cara membunuh mereka" jawab Willy yang tanpa menoleh ke arah pria itu


"Baiklah, aku mengerti, jika aku berhasil aku mau bayaran yang tinggi." jawab pria itu


"Tenang saja, akan ku bayar setelah kau berhasil, tapi apakah kau yakin bisa membunuh mereka?"


"Jika Nick dalam kondisi sehat mungkin saja aku bukan tandingannya, tapi dia sudah luka parah jadi tidak sulit untuk aku membunuhnya." jawab pria itu yang berdiri di belakang Willy


"Aku tunggu kabar baik mu."jawab Willy tanpa menoleh ke belakang yang di mana pria itu berdiri

__ADS_1


__ADS_2