
Keesokan hari nya...
Yivone yang sedang duduk di halaman depan rumah nya, tidak lama kemudian Jack berjalan ke arah Yivone yang sedang duduk melamun
"Yivone, apa kamu tidak bisa tidur kenapa wajah mu seperti nya kurang tidur saja? apa bai-baik saja?"tanya Jack dengan menyentuh wajah Yivone yang lesu
"Aku bermimpi buruk semalam dan terbangun''jawab Yivone
"Mimpi apa?"
"Aku bermimpi sebuah mobil yang terbalik sangat menakutkan."
Jack yang mendengar perkataan Yivone langsung terdiam sejenak...
"Itu hanya mimpi jangan di pikirkan"ujar Jack dengan mengelus kepala Yivone
"Iya. aku mengerti, tapi kenapa mimpi itu seperti nyata saja."
"Jangan di pikirkan, semua baik- baik saja, bagaimana kalau kita jalan-jalan"ajak Jack dengan senyum
"Baiklah" jawab Yivone dengan balas senyumannya
Jack mengandeng tangan Yivone berjalan jalan di sekitar kampung sana, Yivone yang lupa ingatan sebagian berusaha ingin mengingat semua tentang ayahnya itu. di saat Yivone sambil melihat sekeliling kampung sana tiba tiba saja..
"Kepala ku.,"teriak Yivone dengan merasa sakit di kepalanya..
"Yivone, apa kepala mu sakit lagi?"tanya Jack dengan khawatir sambil memeluk gadis itu..
Ada bayangan yang tiba-tiba muncul di kepala Yivone sehingga membuat sakitnya kambuh..
"Jack, aku ada bayangan mobil yang ku naikin mengalami kecelakaan sama persis dengan mimpi ku semalam, kenapa aku bisa ada bayangan seperti itu? "kata Yivone yang memegang kepalanya dengan mengunakan ke dua tangannya
"Yivone, jangan di pikirkan lagi. tarik nafas mu panjang-panjang" ujar Jack dengan cemas sambil mengelus ujung kepala gadis itu
"Mari kita pulang"kata Jack dengan mengendong Yivone yang masih sakit kepalanya
Setelah sampai di rumah Jack membaringkan Yivone di kasurnya sambil mengelus rambut pacarnya itu.
"Bagaimana apa masih sakit?"
__ADS_1
"Sudah tidak! apa di saat dulu aku pernah mengalami kecelakaan mobil? kenapa aku tidak pernah mendengar paman ku mengungkitnya?"
"Mungkin karena dia tidak ingin membuat mu sedih, apa lagi ini sudah lama, jangan di paksa kan." kata Jack dengan mencium kening Yivone yang sedang melamun.
Di sisi lain Ryan yang berada di rumahnya sama sekali tidak berani beranjak dari rumahnya.
"Jika mereka belum pulang aku tidak boleh keluar, untung saja gadis itu tidak mengenal ku lagi, tapi kalau Jack pasti bisa mengenal ku, Jack yang sudah di kenal dengan kesadisan nya jika dia tahu aku yang membunuh ayahnya aku pasti mati di siksa olehnya"gumam Ryan dengan cemas
Setelah beberapa hari tinggal di rumah peninggalan ayah nya Yivone dan Jack pun meninggalkan rumah itu dan kembali ke kota.
Sepanjang jalan Yivone menatap ke arah jendela, lagi-lagi bayang kecelakaan itu muncul di pikirannya.
"Kenapa bayangan ini lagi? jika aku pernah mengalaminya lalu apa yang terjadi setelah itu, kenapa paman tidak mengatakan nya pada ku, seberapa banyak rahasia yang tidak ku ketahui "batin Yivone
"Yivone, apa belum rela untuk meninggalkan sini? jika masih berat bagaimana jika kita tinggal untuk beberapa hari lagi"kata Jack dengan sambil mengelus ujung kepala Yivone yang duduk di sampingnya..
"Bukan, aku hanya ingin melihat saja" jawab Yivone dengan senyum.
"Baiklah, jika kau ingin kembali ke sini beritahu saja aku" ujar Jack dengan nada lembut
"Baik" jawab Yivone sambil mengangguk dan kemudian menatap ke arah jendela
Saat mereka ingin melangkah masuk tiba-tiba muncul seorang wanita yang menghampir Jack..
"Jack"sapa wanita itu yang tiba-tiba memeluk tubuh Jack
Kemunculan tiba-tiba wanita itu tentu saja membuat Jack dan Yivone terkejut.
"Kenapa kau ada di sini..?"tanya Jack dengan mendorong tubuh wanita itu menjauh darinya
"Jack, aku sudah menghubungi mu berapa kali kenapa kau mengabaikan ku?"
"Lidya, kau tidak seharusnya di sini."
Saat mendengar nama wanita ini Yivone merasa tidak nyaman, walau dia sudah tahu jika mereka tidak memiliki hubungan apa pun akan tetapi bagi Yivone tidak begitu pantas untuk ikut campur urusan mereka berdua
"Aku masuk dulu ya" pamit Yivone yang ingin melangkah masuk ke dalam rumah
"Yivone, aku kenalkan. ini adalah Lidya salah satu pemegang saham di kasino ku"kata Jack dengan memeluk pinggang Yivone
__ADS_1
"Nona Lidya ,apa kabar..?" sapa Yivone dengan sopan
"Lidya, Yivone adalah gadis yang ku katakan kemarin dia adalah pacar ku satu-satunya" jelas Jack dengan sengaja ingin membuat Lidya patah hati terhadapnya
"Yi-yivone? dia adalah wanita yang membuat mu tersenyum sendiri?"tanya Lidya dengan menatap Yivone dan lalu menatap Jack
"Benar, dialah gadis yang ku sebutkan itu."
"Nona Yivone, apa boleh biarkan kami sendirian? ada yang ingin ku bicarakan dengan Jack?"pinta Lidya dengan menatap sinis ke arah Yivone
"Kalau begitu aku masuk dulu ya" pamit Yivone yang ingin melepaskan tangan Jack dari pinggangnya
"Tidak kau di sini saja"ujar Jack dengan menahan Yivone di sisinya
"Lidya, ada apa katakan saja? di antara kita selain urusan kerja tidak ada hal lain yang perlu di bahaskan"ucap Jack dengan tegas
"Jack, aku hanya ingin berbicara empat mata dengan mu" kata Lidya dengan mata berair
"Jack, lepaskan aku. biarkan aku masuk"pinta Yivone dengan menatap Jack
"Baiklah. Lidya, jika tidak ada yang mau di katakan maka pergi saja"ujar Jack dengan dingin
"Jangan Jack, dengarkan aku dulu. ayah ku baru meninggal aku butuh diri mu di sisi ku, aku menunggu kedatangan mu selama ini tapi kau tidak datang, saat aku ke sini mereka mengatakan jika kau dan dia pulang ke kampung halaman nya, kita sudah kenal selama 5 tahun apa tidak sebanding dengan dia yang kau kenal hanya berapa bulan?"
"Lidya, kita hanya rekan bisnis. Yivone adalah kekasih ku tentu saja aku menemaninya, aku turut berduka atas kepergian ayah mu, tapi ingat satu hal jika kau masih ingin bisnis kita berjalan lancar maka jangan mencari ku lagi, jika tidak maka jangan salah kan aku mengeluarkan mu sebagai pemegang saham." bentak Jack dengan kesal
"Tuan, Nona, anda kembali,"sapa Mark dengan hormat
"Mark, hantar Nona ini keluar"perintah Jack dengan kesal
"Baik Tuan"jawab Mark dengan hormat, sambil memberi kode ke Rocky yang berdiri tidak jauh dari posisi mereka
Jack lalu memegang erat tangan Yivone dan masuk ke dalam kediaman Jack
"Jack, Jack, Jack."teriak Lidya dengan terisak
"Silahkan Nona "ujar serentak Rocky dan anggota lain nya.
"Jack, tidak baik jika seperti itu, Nona Lidya adalah rekan mu"ucap Yivone yang duduk di ruang tamu bersama Jack.
__ADS_1
"Walau rekan bisnis bukan berarti dia di izinkan ke rumah ku, jika dia memaksa nasib dia akan berakhir seperti Kelly" jawab Jack dengan melepaskan dasi nya