MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Pengkhianat


__ADS_3

"Ketua, apa anda mencurigai sesuatu?"tanya Nick yang bersama Jack di ruang inapnya


"Iya. aneh, semua kegiatan ku di ketahui oleh si cacing lintah itu" jawab Jack yang duduk bersandar di ranjangnya


"Ketua, ini adalah perbuatan orang dalam, hanya orang dalam yang tahu semua kegiatan mu." lanjut Nick duduk di samping ranjang


"Nick, menurut mu siapa yang paling di curigai?" tanya Jack dengan menatap ke arah Nick


"Yang tahu Ketua ingin makan di restoran itu hanya kami berempat, aku, Sandro, Leon dan Licon."jawab Nick dengan mengerut dahinya


"Benar, tidak mungkin mereka, mereka semua sudah lama mengikuti ku, aku harap kecurigaan kita tidak nyata."jelas Jack dengan heran


"Ketua, akan ku selidiki masalah ini, ini tidak bisa di biarkan, ini sangat membahayakan mu."kata Nick dengan khawatir


"Aku khawatir pada Yivone, karena masalah ku dia terlibat lagi, kejadian kemarin cukup menakutkan ku, jika saja kita gagal aku tidak berani membayangkannya."


"Ketua, jangan khawatir dengan Nona, aku akan mengawasinya." kata Nick dengan yakin


"Musuh ku sangat banyak, dan ini ke dua kalinya melibatkannya, jika dia bersama ku maka dia akan berhadapan dengan kekerasan."ujar Jack dengan sedih.


"Apa Ketua ingin melepaskan Nona?"


"Tidak, aku tentu saja tidak akan melepaskannya, karena hanya dia yang bisa membuat ku ingin menikah dan rasa bahagia."


"Ketua, bagaimana jika Nona takut dan ingin pergi?"


"Aku juga tidak akan membiarkan dia pergi dari hidup ku. Nick, awasi dia dengan baik, aku hanya berharap dia aman-aman saja."


"Baik Ketua, akan ku lakukan, mengenai yang kita curigai akan ku selidiki."


"Iya, dan masalah ini selidiki dengan secara rahasia, aku berharap bukan salah satu dari mereka bertiga"


"Baiklah Ketua" jawab Nick dengan sopan


Di sisi lain Yivone yang baru kembali ke rumah sakit dengan bawa belanjaannya bertemu dengan seseorang.


"Yivone" sapa seorang pria yang tiba-tiba muncul di depan Yivone


"Tuan Willy?"balas sapaan Yivone dengan heran


"Jangan memanggilku Tuan lagi, kita adalah teman, panggil saja aku nama."jawab Willy dengan senyum


"Iya. Willy, kenapa kau ada di rumah sakit?"


"Aku demam biasa oleh karena itu aku datang periksa, bagaimana dengan mu kenapa ada di rumah sakit? apa luka mu masih sakit?"


"Tidak, aku baik-baik saja."


"Baguslah kalau begitu, apa kau datang melihat saudara dan teman mu?"

__ADS_1


"Iya"


"Bagaimana jika kita makan bersama?"


"Tidak bisa, aku ingin menemaninya."


"Baiklah kalau begitu, apa kau sudah membaca surat itu?"


"Surat? surat apa?"tanya Yivone dengan penasaran


"Surat yang ku berikan padamu di selipkan di buku yang ku berikan pada mu kemarin itu." jawab Willy


"Aku tidak melihat ada surat mu, kenapa kau menulis surat untuk ku?"


"Itu..itu hanya surat biasa tidak perlu di pikirkan."


"Kalau begitu aku pergi dulu ya, ada yang menunggu ku."pamit Yivone yang berjalan pergi meninggalkan Willy


"Aneh kenapa dia tidak tahu dengan surat itu?"batin Willy


"Eh..Yivone" panggil Willy yang ingin mengikuti Yivone, akan tetapi langkahnya di tahan oleh seseorang.


"Tuan Willy" sapa seseorang dari belakangnya dengan menahan pundaknya


Willy yang di cegat oleh orang itu lalu menoleh ke belakangnya


"Kau tidak perlu mengenalku, begitu juga dengan sebaliknya, aku hanya ingin mengatakan jangan mendekatinya." kata pria itu


"Maksud mu siapa?"tanya Willy dengan tatapan tajam


"Nona tadi! jika kau mendekatinya akan ku hancurkan kepala mu."ancam pria itu dengan menodong senjatanya di kepala Willy


"Apa kau pacarnya? atau suaminya?"


"Aku bertanggunbg jawab menjaganya, jadi jika ada orang asing yang ingin mendekatinya maka harus berhadapan dengan ku "


"Kau sangat berhati-hati."jawab Willy dengan tidak berdaya


"Tuan Willy, bagus urus saja diri mu sendiri, selagi diri mu masih bernafas maka gunakan dengan baik nafas mu itu, karena kalau tidak kau akan menyesal sebelum ajal mu tiba."kata pria itu yang menyimpan kembali senjatanya dan pergi meninggalkan Willy


"Sialan, bocah ini berani mengertak ku. Nick, lihat saja nanti pembalasan ku."gumam Willy yang kesal karena di ancam Nick


Klek


"Jack, aku beli buah untuk mu "kata Yivone yang baru masuk ke ruangan itu


"Yivone, mari sini." kata Jack dengan menarik tangan Yivone dan duduk di samping ranjangnya sehingga mereka saling bertatapan


"Bagaimana luka mu masih sakit?"

__ADS_1


"Tidak! Yivone, beritahu aku kenapa kau tidak mau pulang di antar oleh Sandro?"tanya Jack dengan menyentuh wajah Yivone


"Ti-tidak ada, aku hanya tidak ingin pulang aku ingin menemani mu di sini." jawab Yivone dengan berhadapan dengan Jack


"Yivone, apa kau takut bersama ku?"


"Tidak" jawab Yivone sambil mengeleng kepala


"Selama ini kau sudah melihatnya, musuh ku bisa muncul kapan pun, mereka bisa saja datang secara tiba-tiba untuk membunuh ku, apa kau takut?"


"Tidak, aku sudah bisa menembak karena di latih oleh mu, jadi aku tidak takut, aku akan selalu membawa senjata itu di sisi ku. tapi kau tidak perlu khawatir aku akan menjaga diri ku sendiri dan aku tidak takut kalau bersama mu."jawab Yivone dengan polos


"Apa kau sudi bersama ku selamanya walau hidup dengan ku di penuhi dengan kekerasan?"


"Iya. Jack, aku akan bersama mu selagi kau masih menyukai ku, aku hanya akan pergi jika kau mengusir ku, jadi aku tidak peduli seberapa bahaya pun aku tidak takut." jawab Yivone dengan terus terang


Jack tersenyum karena merasa terharu mendengar perkataan yivone dan lalu mencium bibir gadis itu tanpa berhenti. dan kemudian melepaskan ciumannya


"Tidak sia-sia aku menyayangi mu selama ini." kata Jack dengan senyum dan melanjutkan ciumannya


"Jack, aku beli buah kesukaan mu makan dulu ya."kata Yivone yang melepaskan ciumannya


"Tapi aku lebih menyukai bibir mu yang manis ini" jawab Jack dengan melihat bibir Yivone dan menciumnya tanpa henti


"Sudah Jack, bibir ku kebas" kata Yivone dengan melepaskan ciumannya


"Aku tidak akan berhenti sampai aku puas mencium, Yivone kecil ku ini" kata Jack dengan menatap mesra dan melanjutin ciumannya


"Yivone, jika kau mengatakan kau ingin pergi aku tetap tidak akan membiarkan mu pergi, kau hanya boleh hidup bersama ku, selagi aku masih hidup maka kehidupan mu adalah milik ku." batin Jack


Di sisi lain Willy yang sedang berada di kamar inap lainnya..


"Semua anggota Jack Anderson adalah handalan, terutama Nick, dia bukan saja menjaga keselamatan pria itu akan tetapi juga jadi pengawal gadis itu "gumam Willy dengan kesal


Di malam hari


"Kenapa Yivone tidak mengatakan yang sebenarnya pada ku, apa dia takut dengan Sandro atau hanya khawatir pada ku oleh sebab itu tidak ingin pulang." batin Jack sambil menatap Yivone yang tidur di pelukannya


Di sisi lain Nick bersama Leon di luar ruang inap


"Nick, aku masih penasaran satu hal?"ujar Leon dengan mengaruk kepalanya


"Katakan" jawab Nick


"Aku curiga jika dalam kumpulan kita ada pengkhianat."ujar Leon dengan khawatir


"Menurut mu siapa?"tanya Nick


"Tidak tahu."jawab Leon

__ADS_1


__ADS_2