
"Kakak, kau bermainlah sepuasmu, tapi jangan di paksakan, karena aku takut penyakitmu akan kambuh," kata pria yang di seberang sana.
"Tenang saja, aku sangat tidak sabar lagi menikmatinya, selama ini aku belum pernah melakukannya, dan aku sangat penasaran tubuh wanita itu,"jawab Willy dengan bangkit dari tempat tidurnya.
"Baiklah, kakak. aku harap di saat aku kembali nanti kita bisa bermain senjata membunuhnya dengan tangan sendiri, akan lebih seru."
"Tentu, aku menunggu kepulanganmu,"jawab Willy dengan senyum.
"Obat ini akan membuatmu merayuku Yivone Shin,"batin Willy.
Di sore harinya
"Bagaimana masakanku? aku belajar dari resepmu?"tanya Yivone yang sedang makan bersama di ruangan inap bersama Jack
"Enak ini sudah sama dengan masakanku,"jawab Jack dengan sibuk menyantap makanannya.
"Baguslah, aku takut tidak sama, karena masakanmu lebih enak dari ku,"ucap Yivone dengan senyum.
"Aku sangat menyukai masakanmu, jadi aku ingin selamanya kau memasak untuk ku."kata Jack dengan menyuapi Yivone.
"Baik Ketua, akan ku lakukan perintah mu"jawab Yivone dengan bercanda
Mendengar jawaban dari sang pujaannya Jack tersenyum dan menyubit wajah Yivone yang manis itu
Di malam hari
Di malam itu seperti biasanya Nick dan Leon duduk di luar ruangan inap Ketua mereka
"Nick, aku tadi beli bir, bagaimana jika kita minum sebentar?"ajak Leon yang duduk di samping Nick
"Baiklah, aku sudah lama tidak minum juga"jawab Nick
Nick dan Leon duduk di ruangan lain sambil minum bir yang di beli Leon
"Nick, apa kau ada curiga siapa pun di antara mereka? aku sedih jika salah satu dari Licon dan Sandro atau yang lainnnya."ujar Leon dengan minum bir yang di pegangannya
"Aku tidak ingin memikirkannya, yang jelas aku akan membunuh siapa saja yang menjadi pengkhianat."jawab Nick dengan santai
"Nick, hatimu sangat keras. kita sudah bersama selama ini, apa kau tidak sedih jika suatu saat salah satu dari mereka mati di tanganmu? apa di saat itu kau tidak ragu melepaskan peluru mu?"
__ADS_1
"Tidak, dulu aku adalah pembunuh bayaran juga, bunuh orang tidak memejamkan mata, di saat aku terluka karena di khianati temanku, aku diselamatkan oleh ketua, dan di saat aku ikut dengannya maka nyawa ku adalah miliknya, tentu saja jika ada yang ingin melukainya aku akan berhadapan dengan orang itu kau jangan lupa aku adalah Nick yang berhati batu,"jelas Nick yang duduk di samping Leon
"Iya, aku ingat kau sangat kejam dan dingin seperti ketua kita, kau beda dengan yang lain,"jawab Leon
"Aku tidak peduli Sandro atau pun Licon, aku akan membunuh mereka di saat aku ada bukti pengkhianatan mereka," lanjut Nick dengan menghabiskan bir di tangannya.
Yivone dan Jack tidur di ranjang yang sama di ruang inap itu. di malam itu Yivone membuka matanya dan bangkit dari tidurnya.
"Airnya sudah habis? aku harus mengambilnya dulu."gumam Yivone dengan berjalan keluar dari kamar
Di saat keluar dari kamar tiba-tiba saja mulut Yivone di tutupi dan bagian punggungnya disuntik cairan sehingga membuat Yivone tidak bisa berteriak akibat mulutnya di bekap oleh seseorang dari belakang.
Dan kemudian Yivone dibawa ke kamar lain yang jauh dari jaraknya dari kamar Jack
Klek...
"Aargghhtt...,"teriakan Yivone yang di dorong ke ranjang
Saat Yivone melihat pria yang membawa paksa dirinya sedang berdiri di hadapannya Yivone membulatkan mata besarnya
"Willy, apa yang kau lakukan? suntikan apa yang kau berikan?" Yivone yang di atas ranjang
"Jangan kau melakukannya, suntikan apa yang berikan pada ku?"
"Suntikan obat bius, sebentar lagi kau akan menikmatinya." jawab Willy dengan menghampir Yivone yang di atas ranjang
"Jangan mendekat...," teriakan Yivone yang ingin menghindar akan tetapi Willy naik ke atas ranjang dengan ingin minindihnya
"Aarrgghh...,"teriakan Willy yang bagiannya itu dihantam oleh lutut Yivone.
Karena merasa sakit yang tidak terhingga membuat Willy terduduk di ranjangnnya sambil memegang bagian terpentingnya
Yivone langsung bangkit dari ranjang dan berlari mendekati pintu akan tetapi rambutnya di tarik kuat oleh Willy yang secepatnya ingin mencegah Yivone untuk keluar.
"Aaargghh... sakit...,"teriakan Yivone karena kesakitan.
Willy yang niat ingin mendapatkan Yivone, dengan kuatnya dia menarik rambut Yivone dan menghempaskan ke ranjang dengan kuat sehingga membuat tubuh Yivone terlungkup di ranjang dan mengikat kedua tangannya menggunakan baju yang dia tanggalkan tadi.
"Lepaskan aku...,"teriakan Yivone dengan menangis.
__ADS_1
"Yivone Shin, sebentar lagi obat bius itu akan beraksi di saat itu kau akan merayu ku."kata Willy yang membalikkan posisi tubuh ke hadapannya dan menindih tubuh Yivone
"Kenapa kau melukai ku? aku tidak bermusuhan denganmu?" tanya Yivone yang dalam kondisi tangannya di ikat di belakang
"Karena aku ingin bermain denganmu, ada satu hal yang ingin ku katakan pacarmu itu akan menemui ajalnya tidak lama lagi,"kata Willy yang berada di atas tubuh Yivone
"Kau pembunuh?" tanya Yivone dengan terisak
"Iya, tapi aku hanya salah satu, oleh karena itu aku ingin merasakan wanitanya, aku penasaran bagaimana caranya kau bisa mendekati pria yang tidak tertarik pada wanita sama sekali pun...,"ujar Willy dengan mennyentuh wajah Yivone yang dibasahi air mata.
"Jika kau menyentuh ku kau akan mati di tangannya."ujar Yivone dengan ketakutkan
"Jika dia tahu maka itu sudah terlambat, dan aku penasaran apa dia masih mau bersamamu, setelah kau di nodai kau sudah kotor apa dia masih mau bersamamu?"kata Willy dengan tatapan tajamnya.
"Panas! obat apa yang kau berikan?" tanya Yivone yang merasakan kepanasan di tubuhnya
"Obat perangs*ng, itu adalah sejenis pemuas di ranjang, jika kita tidak melakukannya maka kau akan mati. jadi kau akan merayu ku."jelas Willy dengan mencium paksa bibir Yivone
"Aargghh...," teriakan Willy yang bibirnya digigit oleh Yivone.
"Sialan kau melawanku, malam ini tidak ada yang bisa menyelamatkanmu...,"bentak Willy yang membuka kedua kaki Yivone.
"Jangan, cepat lepaskan aku...,"teriakan Yivone yang di tindih oleh Willy
Willy dengan liarnya menc*um leher Yivone tanpa henti, Yivone yang ingin melawan akan tetapi kedua tangannya diikat sehingga membuatnya tidak berdaya.
Di sisi lain Jack yang menyadari Yivone tidak di berada kamar, dia pun keluar mencari tunangannya itu. jarak kamar Jack dan Willy sangat jauh. Willy sengaja memilih kamar di ujung yang jauh dari kamar yang berisi pasien
"Lepaskan aku tolong...," teriakan Yivone dengan nada tinggi memenuhi ruangan kamar itu
"Semakin kau teriak semakin aku suka, apa kau bisa rasakan? jika sudah waktunya kau melayani ku."kata Wiliy dengan membuka kancing baju Yivone
"Jangan menyentuhku."teriak Yivone yang ketakutan
Willy secara liar menc*um leher Yivone akan tetapi pundaknya di gigit oleh Yivone
"Aargghhtt.."teriakan Willy yang merasa sakit
"Sialan kau sudah sekali mengigit, rasakan saja aku akan menghajar mu malam ini." bentak Willy dengan tangannya mulai memasukkan tangannya ke dalam baju Yivone
__ADS_1
"Tidaakkk."teriakan Yivone menembus hingga luar kamar