MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Musuh baru


__ADS_3

Markas Wolf...


"Lapor Kak" Ucap salah satu anggota Wolf


"Bagaimana?" Tanya Steven dengan berhadapan dengan anggotanya


"Kak, para preman itu dari geng Tiger yang di ketuai oleh Andy, kumpulan ini termasuk kumpulan yang luas dengan berjumlah 150 anggota niat mereka adalah ingin merebut wilayah C."lapor anggota dengan cepat


"Pantas saja mereka sengaja mencari masalah dengan wilayah kita, selidiki lagi di mana saja markas mereka.ingat selidiki secara diam"


"Baik Kak'' Jawab anggota itu dengan mengundurkan diri.


"Tiger? Ketua mereka bernama Andy? kita tidak bermusuhan dengan mereka kenapa mereka ingin mencari masalah dengan kita?"tanya Leon dengan penasaran


"Sebab ingin menguasai wilayah,tapi mereka sudah salah langkah," Jawab Licon dengan berdiri di samping Steven


"Leon, selidiki Andy lebih mendalam, aku ingin mengetahui nya lebih banyak," Perintah Steven dengan menatap Leon


"Baik, segera ku lakukan," Jawab Leon dengan segera meninggalkan markas


"Steven, kelihatannya kita bertemu musuh baru," Ujar Licon dengan menatap Steven


"Benar, Tiger dan Wolf ini akan menjadi pertarungan sengit, malam ini aku ingin bertemu Ketua,'' Ujar Steven dengan menatap luar.


Tidak lama kemudian nada dering ponsel milik Steven berbunyi.


lalu Steven pun menjawab panggilan tersebut.


Kediaman Anderson ...


Jack dan Yivone seperti biasanya makan bersama, di saat makan mereka hanya menyantap makanan mereka tanpa berbicara sepatah kata pun. setelah Yivone menghabiskan nasinya dia pun berdiri berjalan ke dapur dengan niat membersihkan piring piring kotor.


"Nona ,biarkan ku saja yang mencucinya," Kata Sandra yang di samping Yivone


"Tidak apa-apa. Bi , biar aku saja," Jawab Yivone dengan melanjutkan kerjanya..


"Yivone, kemarilah." Panggil Jack dengan suara lembut


"Iya" Jawab Yivone yang mendekati Jack dengan rasa takut di dalam hatinya


"Apa butuh sesuatu?" Tanya Yivone yang jaga jarak dari Jack


Saat menoleh ke arah Yivone. Jack mendapati gadis itu sedang jaga jarak dengannya..


"Apa dia takut pada ku sehingga begitu jaga jarak dengan ku .'' Batin Jack dengan menatap gadis itu


lalu Jack pun berdiri dan mendekatinya dan lalu mengendong Yivone

__ADS_1


"Jack, ada apa dengan mu?"tanya Yivone yang di gendong oleh Jack menuju ke ruang bacanya


"Ada sesuatu yang ingin berikan pada mu," Jawab Jack dengan lembut


"Turunkan dulu, aku bisa jalan sendiri,''pinta Yivone tapi di abaikan oleh Jack


Setelah di kursi besar ruangan Jack dia menempatkan Yivone di pangkuannya dengan memeluk pinggangnya.


"Aarrgght.." Teriak pelan Yivone karena sakit luka akibat terkena pisau di pinggangnya, saat Jack memeluk pinggangnya terkena luka Yivone yang masih sakit


"Ada apa dengan mu? kau terluka?" Tanya Jack dengan khawatir


"Tidak, tadi di kamar mandi hanya terpeleset dan terhantuk pinggang maka agak sakit, tapi sudah tidak apa-apa," Jawab Yivone dengan beralih pandangan ke arah lain


"Mari ku lihat," Kata Jack dengan memaksa menaikan baju Yivone


"Jangan, apa yang kau lakukan?"kata Yivone dengan menahan tangan Jack


"Jangan melawan jika tidak aku akan melepaskan semua baju mu," Ancam Jack dengan sengaja


Saat Jack menaikkan baju Yivone di bagian pinggang Jack melihat luka itu di tutupi mengunakan perban, sementara Yivone merasa sangat malu karena menampakan pinggang yang putih mulus itu kepada pria itu.


"Yivone, apakah ini luka pisau dari pria itu? kenapa kau tidak mengatakannya?"


"Hanya luka kulit saja, aku sendiri sudah beri obat," Jawab Yivone dengan ingin bangkit dari pangkuan Jack akan tetapi di tahan olehnya


"Ha? jangan aku tidak mau ke sana."


"Kenapa ? luka mu harus di periksa oleh Dokter."


"Tapi luka ku hanya luka luar. besok juga sudah tidak sakit, dan jangan membawa ku ke rumah sakit, aku mohon," Pinta Yivone dengan mengenggam lengan Jack


Jack yang melihat reaksi Yivone bisa mengetahui jika gadis itu sangat tidak suka ke rumah sakit, karena mata gadis itu memperlihatkan ketakutan yang mendalam


"Yivone, baiklah. aku tidak memaksa mu, katakan pada ku kenapa kau tidak suka ke rumah sakit?" Tanya Jack dengan mengelus rambut gadis itu


"Aku tidak tahu, aku hanya takut ke sana, di saat Paman sakit setiap aku masuk ke rumah sakit pikiran ku kacau banyak bayangan yang muncul di pikiran ku, sehingga kepala ku sakit sekali dan pernah sampai pingsan."


"Apa, kepala mu sering sakit?dan sering pingsan?"


"Tidak, hanya saja..!


"Hanya apa?"


"Kakak sering mengatakan jika aku ada penyakit aneh tapi aku tidak tahu apa."


"Penyakit aneh?"

__ADS_1


"Benar, tapi tubuh ku baik-baik saja tidak merasa sakit atau apa pun, maka selama ini aku hanya menganggap kata Kakak ku itu hanya bercanda."


"Mungkin Kakak mu hanya sembarangan bicara?"


"Aku ingat Kakak mengatakan jika penyakit ku ini sering kambuh di saat petir, tapi aku rasa baik-baik saja, tidak ada keanehan."


"Jangan mempercayainya, kau baik-baik saja.''kata jack dengan mendekap tubuh Yivone ke pelukannya dengan tangannya mengelus wajah gadis itu


"Apa karena kecelakaan itu yang membuatnya seperti ini, bayangan yang muncul di pikirannya sehingga membuat nya sakit kepala, kelihatan hidupnya memang tidak mudah."batin Jack dengan khawatir


"Yivone, ambil ini'' Kata Jack yang memberi sebuah box berwarna merah ke tangan Yivone


"Apa ini?"


"Bukalah."


Yivone membuka box mewah yang di berikan oleh Jack, saat buka dia membulatkan mata besarnya dengan hampir tidak percaya melihat isi box tersebut


"Ini untuk apa?"


"Untuk mu, kau bisa memakainya kapan pun kau mau," Jawab Jack dengan senyum


"Pakai ini? aku tidak bisa menerimanya," Kata Yivone langsung menutup box penutup box itu


"Yivone, dengarkan aku. kalung ini untuk mu dia adalah milik mu, dan aku membelinya adalah untuk menghadiahkan pada mu," Kata Jack dengan menatap mesra


"Jack, ini terlalu mahal, aku tidak bisa menerimanya, bukankah kalung seharusnya kau berikan padanya..?"Ujar Yivone keceplosan


"Pada siapa?" Tanya Jack dengan heran


"Ah..tidak, maksud ku aku tidak cocok memilikinya, oleh sebab itu aku tidak bisa menerimanya."


"Yivone, jangan membantah ku simpan saja ini adalah milik mu."


"Jack, ini seharga 6 triliunan aku tidak bisa menerimanya."


"Yivone, jangan lupa kau adalah pacar ku, jika aku bilang kau layak memilikinya maka kau layak.'' Kata Jack dengan memeluk erat tubuh gadis itu yang di pangkuannya


"Tapi ?"


"Sudah jangan membantah, terima saja. ada lagi ini juga milik mu jangan mengembalikan pada ku lagi," Kata Jack dengan memberikan Black Card yang di kembalikan Yivone sebelumnya


"Black Card, tapi aku tidak butuh apa-apa." Jawab Yivone dengan menolak


"Yivone, butuh atau tidak ini adalah milik mu, kau bisa membeli apa pun kau mau, jangan membantah ku lagi simpan, belilah apa yang kau suka,mengerti?" kata Jack dengan senyum


"Baiklah, aku akan menyimpan ke dua barang ini, tapi jack jika suatu saat kau ingin menggunakannya ambil saja dengan ku, anggap saja aku membantu mu menyimpannya," Balas Yivone dengan menatap Jack

__ADS_1


__ADS_2