
Markas Wolf
Jack dan anggota lain nya sedang mengadakan rapat mereka di ruangan besar
"Ketua, beberapa hari ini kumpulan Wilves di sibukkan dengan melakukan pengawasan ketat terhadap wilayah lainnya, sebelum nya ada seratus anggota yang menjaga setiap wilayah, dan sekarang menjadi dua ratus anggota," lapor Sandro
"Pria tua itu bisa takut juga, semenjak kejadian wilayah A dia lebih estra hati-hati" jawab Jack yang sedang duduk di kursi besarnya
"Jack, wilayahnya di jaga ketat beberapa hari ini, apa tindakan mu selanjutnya?"tanya Shane Wilker
"Lanjutkan sesuai rencana kita, tetap lakukan penyerangan, wilayah A sudah di tangan kita, dan kali ini wilayah B ingin ku dapatkan, aku ingin merampas semua miliknya, sehingga akhirnya aku ingin mengambil nyawanya dengan tangan ku sendiri, sebelum ajalnya tiba aku ingin dia merasakan sakit saat kehilangan, kehilangan ku selama 25 tahun, ingin ku kembalikan pada nya secara perlahan" lanjut Jack
"Nick, selama kau mengikuti nya siapa saja yang berhubungan dengan nya?" tanya Jack dengan menatap ke arah Nick
"Ketua, Wilves seperti biasanya keluar masuk bertemu teman sesama dari mafia, ada beberapa mafia yang sangat dekat dengan nya, aku yakin Wilves pasti minta bantuan pada mafia lain jika dia tahu kita ingin melawannya" jelas Nick dengan cepat
"Dennis, selidiki semua mafia yang bersangkutan dengan Wilves,"perintah Jack dengan tegas
"Nick, tetap pada posisi mu mengikutinya, dan selidiki lebih banyak lagi, siapa pun yang berhubungan dengannya aku ingin mengetahui semuanya,"perintah Jack dengan menatap Nick
"Siap Ketua" jawab serentak Nick dan Dennis dengan berdiri dan meninggalkan ruangan itu
"Sandro, Leon, Licon, kali ini wilayah B di kawal 200 anggota nya, siapkan bahan peledak sebanyak-banyaknya, lakukan penyerangan dalam dua hari ini"
"Siap Ketua" jawab serentak Sandro, Leon dan Licon
"Jack, kau ingin mengunakan bahan peledak?"tanya Shane
"Benar, mengunakan bahan peledak tanpa harus mengorbankan nyawa anggota kita, melakukan penyerangan secara tiba-tiba akan membuat mereka tewas dalam sekejap waktu" ujar Jack dengan tegas
"Ide yang bagus" jawab Shane
Sesaat kemudian anggota lainnya meninggalkan ruang rapat itu,dan tersisa Jack dan Shane Wilker
"Jack, apakah kau ingin merampas kumpulan Wilves juga?" tanya Shane
"Benar. Paman, dia adalah musuh ku, setelah dia kehilangan semua wilayah nya, maka aku akan melakukan penyerangan ke markas besarnya, selain membalas dendam atas perbuatan nya, aku juga ingin memperluaskan markas Wolf di kota ini, markas Wilves akan menjadi markas Wolf" jawab Jack dengan tegas
"Bagus! aku mendukung mu, kita pasti akan berhasil, kumpulan Wilves sangat besar, jika dia mendapat bantuan kumpulan lain maka kita harus lebih barhati-hati."
"Paman, jika saja kumpulan lain berani ikut campur maka di saat itu, aku akan berhadapan dengan mereka, selaku Ketua Mafia dari semua kalangan Mafia mereka tidak akan berani lagi membantah pada ku."
__ADS_1
"Benar, atas perintah mu Mafia lain tidak akan berani lagi membantu Wilves" lanjut Shane
"Kane, putra mu memiliki keinginan yang besar, dia ingin membuat kumpulan Wolf semakin besar, dan dia juga sangat kejam, dengan kekejaman nya sangat cocok menjadi Ketua Mafia di dunia ini, Kane apa kau sudah melihatnya? putra mu ini bahkan lebih kejam dari kita, oleh sebab itu dia mampu memperluaskan kumpulan nya, tenang saja suatu saat Wilves pasti mati di tangannya, karena wilves bukan tandingan nya sama sekali" batin Shane
Markas Wilves
"Lapor Ketua, Jack Anderson tinggal di kota Los Angeles, hanya saja kami tidak bisa melacak di mana kediamannya, akan tetapi yang kami ketahui adalah dia sangat menyayangi pacarnya."lapor anggotanya dengan menunduk
"Benar, di saat pesta aku sudah bisa melihat tatapan nya pada wanita itu, tatapan seorang Jack Anderson yang biasa sangat tajam berubah menjadi tatapan mesra ketika berhadapan dengan pacarnya itu, itu tandanya dia sangat menyukainya." ujar Wilves dengan raut wajah kesal
"Lapor Ketua, anggota kita yang bertemu dengan gadis itu saat ingin menangkap Shane Wilker, ciri-ciri gadis itu masih muda, berambut panjang berwarna hitam dan cantik, senjata yang di gunakan adalah senjata mini yang berukuran kecil berwarna emas." ujar anggotanya
"Aku curiga wanita itu adalah orang Wolf, karena kalau bukan, tidak mungkin Shane Wilker bisa bertemu kembali dengan bocah itu" jawab Wilves
"Ketua, kumpulan Wolf tidak memiliki anggota wanita selama ini, dan aku curiga mungkin saja pacar Jack Anderson"
"Yivone Shin, kenapa aku tidak memikirkannya, gadis itu memiliki senjata mini dan berwarna emas, aku baru teringat, jika senjata mini berwarna emas yang di katakan anggota, itu adalah senjata khusus untuk wanita, dengan harga milayaran, dengan kekayaan yang di miliki bocah itu sama sekali tidak masalah untuk membelinya, bisa saja gadis yang selamatkan Shane Wilker memang dia." ujar Wilves dengan kesal
Di sisi lain Yivone yang sedang berjalan di mall di kawali oleh beberapa anggota Wolf
Di saat Yivone masuk ke sebuah toko baju, anggota lainnya berdiri di depan toko tersebut
Saat keliling di toko itu tanpa di sadari sepasang mata sedang mengamatinya, pria itu memerhatikannya yang tidak jauh dari jaraknya, pria itu tahu jika di luar terdapat beberapa anggota Wolf yang sedang mengawasi Yivone
Toko itu di padati beberapa para pengunjung yang sedang melihat lihat pakaian yang terpajang di sana, sehingga menutupi pandangan anggota Wolf yang tertuju pada Yivone
Di saat Yivone berjalan memerhatikan semua pakaian pria yang di hadapannya tiba-tiba saja pria itu menutupi wajahnya dengan mengunakan sapu tangannya sehingga membuat Yivone tidak sadarkan diri
Kejadian itu tidak di lihat oleh sesiapa pun di karenakan semua pengunjung sana fokus pada pilihan pakaian masing masing, sementara pria itu membawa Yivone yang sudah tidak sadarkan diri keluar dari pintu belakang
Para anggota Jack yang berdiri di depan toko tidak mengetahuinya sama sekali
Markas Wolf
Praang....
Bunyi pecahan gelas yang jatuh dari pegangan Jack
"Kenapa perasaan ku tidak enak." gumam Jack yang melihat pecahan gelas itu tersebut
"Ketua, ada apa?" tanya Sandro yang masuk ke ruangan di mana Jack berada
__ADS_1
"Tidak apa-apa! hanya saja perasaan ku tiba-tiba tidak enak"jawab Jack dengan khawatir
Jack mengeluarkan handphonenya dan menekan nomor yang ingin d hubunginya
Tut..tut.tut
Bunyi panggilan tidak masuk
Lalu Jack menghubungi salah satu anggota yang menjaga Yivone
"Hallo Ketua, Nona hilang" kata anggota yang di seberang sana
"Apa?"teriak Jack dengan nada memenuhi ruangannya itu
"Maaf Ketua, kami lalai. tas dan handphone nona tertinggal di toko baju, saat kami mengetahui nya Nona sudah tidak sini dan kami sedang berpencar mencari nya"
"Bagaimana dengan senjata yang di bawanya ?"
"Ketua, Nona biasa menyimpan senjatanya di bajunya, di tas hanya terdapat handphone dan dompetnya"
"Cari sampai dapat, kalau tidak nyawa kalian sebagai gantinya"bentak Jack dengan kesal
"Sandro, utuskan semua anggota kita cari Yivone di seluruh kota ini sampai dapat" perintah Jack dengan nada emosi
"Siap Ketua" jawab Sandro dengan cepat
"Siapa pelakunya ?Wilves? jika saja kau pelakunya akan aku keluarkan jantung mu" gumam Jack dengan mengepal ke dua tangannya
"Yivone, kau menyimpan senjata itu di baju mu, gadis pintar. aku harap senjata itu bisa melindungi mu, kau harus tetap hidup" gumam Jack
Yivone yang belum sadar di bawa ke sebuah rumah yang jauh dari kota
Sesaat kemudian Yivone membuka matanya dan melihat sekeliling dengan berusaha bangkit dari tidurnya..
"Di mana ini? kenapa aku di sini?" gumam Yivone dengan cemas
Klek..
Seorang pria yang masuk ke kamar itu
Yivone lalu menatap ke arah pria yang coba menghampirinya, dengan membulatkan mata besarnya
__ADS_1