
"Yivone, aku bertanya pada mu, apakah selama ini kau mengira jika Lidya adalah pacar ku?"tanya Jack dengan menatap dekat Yivone yang di pangkuannya
"Kenapa bertanya seperti itu?"tanya Yivone dengan heran
"Semalam kau mengatakan semuanya pada ku, jika kau mengenal nama nya lewat berita di saat aku di San Fransisco."jawab Jack dengan senyum
"Aku bukan sengaja melihat berita itu, aku juga tidak akan ikut campur urusan pribadi mu dengannya." jelas Yivone yang takut Jack menyalahkannya
"Aku tidak menyalahkan mu. Yivone, yang ingin ku katakan hanyalah Lidya dan aku hanya urusan bisnis dia salah satu pemegang saham di kasino ku, selain itu tidak ada hubungan special."
"Jack, kau tidak perlu menjelaskannya pada ku."
"Yivone, kau adalah pacar ku satu-satunya, aku dan Lidya saat di kamar hotel itu tidak melakukan apa pun, aku akui dia memang menyukai ku tapi aku sudah menolaknya selama lima tahun. di malam itu dia mengundang ku hanya untuk minum saja aku menghormatinya sebagai rekan bisnis. dan aku juga sudah menjelaskan padanya tentang hubungan ku dan dia hanya teman bisnis selamanya,"' jelas Jack dengan panjang lebar dan mencium wajah gadis itu
"Jadi bagaimana dengan berita itu?bukankah itu akan merusakkan reputasinya?"
"Itu sudah di selesaikan oleh Steven,"'jawab Jack dengan senyum
"Jack, maaf di saat itu kau pulang karena masalah ku, sehingga kau harus meninggalkan Lidya yang harus menghadapinya sendiri."ucap Yivone dengan rasa bersalah
"Tidak Yivone, kau adalah pacar ku tentu saja aku segera kembali jika aku tahu di saat itu Mike melukai mu maka aku seharusnya membawa mu bersama ku."
"Paman ku?"
"Benar gadis bodoh, kenapa kau tidak memberitahu ku apa yang terjadi saat itu? apa kau lupa aku adalah pacar mu, aku yang akan melindungi mu selama kehidupan mu."
"Aku sudah tidak apa-apa, hanya saja aku tidak menyangka jika mereka tega melakukannya pada ku."
"Tidak usah peduli mereka lagi. mulai saat ini kehidupan mu adalah tanggung jawab ku, dan lagi jangan mengira kau bisa lari dari sisi ku," kata Jack dengan mencium wajah Yivone lagi
"Aku akan menjadi beban mu."
"Aku suka kau jadi beban ku, karena aku bisa melihat mu tersenyum dan menangis seperti anak kecil," kata Jack dengan ngejek tersenyum
"Ada lagi, ini milik mu." kata Jack dengan memberi dokumen ke Yivone
"Apa ini?"
"Coba buka."
__ADS_1
Yivone lalu membuka dokumen itu dan membaca nya..
"Ini surat rumah ku."ujar Yivone yang melihat isi dokumen itu lalu menatap Jack
"Benar! ini adalah milik mu." jawab Jack dengan senyum
"Tapi ini sudah ku gunakan untuk menukar rumah kakek ku, ini sudah jadi milik mu."
"Yivone, di saat itu aku hanya sengaja menerima nya, bukan berarti ini bukan milik mu lagi."ujar Jack dengan senyum mesra
"Sengaja? maksud mu?"
"Seorang gadis polos yang rela menyerahkan rumah peninggalan ayahnya hanya demi membantu hutang pria itu, di saat aku melihat mata gadis itu merah karena air mata. di saat itu aku terasa jika gadis itu sangat sedih karena harus merelakan rumah ini, walau aku terima tapi aku hanya membantu mu menyimpannya, karena suatu saat aku akan mengembalikan pada mu."
"Kenapa kau mengembalikan pada ku?"
"Jika di saat itu aku tidak menerimanya bisa saja kau akan melakukan hal yang sama jika Mike berhutang dengan orang lain."
"Jack, tapi ini kan memang untuk hutang paman ku."
"Yivone, jika kau ingin melunasi hutang paman mu maka aku ingin satu minta dari mu."
"Diri mu, berikan saja diri mu pada ku."
"Di-diri ku? apa yang harus ku lakukan untuk mu?"tanya Yivone dengan polos
Jack tersenyum saat mendengar pertanyaan Yivone dan lalu menciumnya sesaat dan melepaskan ciumannya
"Aku ingin diri mu menemani ku selama hidup ku, bukan setahun tapi selamanya."kata Jack dengan jarak dekat ke wajah Yivone
"Selamanya?"
"Benar, selamanya jadi jangan berharap bisa lari dari ku, dan besok aku akan menemani mu pulang ke rumah mu itu."
"Pulang ke rumah ku?"
"Iya. bukankah sudah lama kau tidak pulang."
"Apa benar aku bisa ke sana..?"tanya Yivone dengan senang
__ADS_1
"Benar gadis ku, aku akan menemani mu, aku ingin melihat rumah masa kecil Yivone kecil ku." jawab Jack dengan mencium kening gadis itu
"Terima kasih,"ucap Yivone dengan senyum..
"Apa kau gembira?"
"Iya, sudah lama aku tidak kembali, aku ingin mendapatkan kembali ingatan masa kecil ku."
"Baiklah, aku akan membantu mu" jawab Jack dengan mencium bibir Yivone yang di pangkuannya
Keesokan harinya
Jack menemani Yivone pulang ke rumah lama nya, setelah 11 tahun Yivone semenjak kejadian tragedi nahas itu Yivone tidak pernah kembali lagi ke rumah lamanya..dalam perjalanan dari kota ke perkampungan itu memakan waktu selama 3 jam..
Sesaat kemudian mereka tiba di kampung itu.
Yivone dan Jack yang telah tiba di depan rumah lama milik Yivone, setelah turun dari mobil mereka di sambut oleh beberapa anggota Jack yang sudah menunggu kedatangan mereka.
"Ketua, Nona" sapa serentak anggota Jack
"Jack, ini kenapa mereka ada di sini?"tanya Yivone dengan penasaran
Mereka datang untuk membersihkan rumah mu." jawab Jack dengan menatap senyum ke arah Yivone
"Semenjak kapan mereka ada di sini?"
"Sudah sebulan, mereka ku utuskan untuk bersih- bersih di sini dan merawat dengan baik rumah ini. karena suatu saat aku akan membawa mu kembali."
"Jack, ternyata kau sudah mempersiapkan semenjak bulan lalu."
"Benar, aku ingin Yivone kecil ku merasa nyaman saat pulang ke rumah nya"balas Jack dengan senyum mesra
"Terima kasih" Ucap yivone dengan balasan senyumannya
"Sama-sama."
"Mari kita masuk"ajak Jack dengan memegang tangan Yivone melangkah masuk ke rumah itu
Di sisi lain ada seorang pria itu sedang mengamati mereka berdua yang melangkah masuk ke rumah itu. pria tua itu langsung bersembunyi di balik pohon yang di sampingnya saat melihat ke arah Jack
__ADS_1
"Bukankah dia Jack Anderson? kenapa bisa ada sini? gadis itu kenapa mirip sekali dengan anak kecil itu, kenapa Jack bisa datang ke rumah itu apa mungkin dia sudah tahu jika itu rumah ayah nya?pantas saja sebulan ini rumah itu ada yang jaga ternyata mereka adalah anggota Wolf,"batin pria asing itu