MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Tanpa mu Wolf akan hancur


__ADS_3

"Baiklah kalau begitu, Ketua. kami akan menjemputnya besok, sekarang sudah malam Ketua harus beristirahat yang cukup" kata Nick dengan menunduk dan meninggalkan kamar Jack dan di ikuti oleh Shane, Licon dan Leon


Jack mengambil handphone miliknya dan menekan nomor yang ingin di tujunya


"Hallo Jack" jawab Yivone yang di seberang sana


"Apakah gadis ku belum tidur?" tanya Jack dengan tersenyum saat mendengar suara pujaannya


"Belum, kamu ada di mana?"


"Aku sedang di kediaman ku di jalan A, ada yang mau ku urus, besok Nick akan menjemput mu"jawab Jack dengan senyum


"Apa kita pindah ke sana?"tanya Yivone yang di seberang sana


"Iya, aku ingin mengganti suasana, jadi besok kau harus kemari ya" jawab Jack dengan suara lembut


"Iya, aku akan kesana, sudah malam istirahatlah" jawab Yivone


"Selamat malam gadisku"ucap Jack dengan senyum


"Selamat malam Jack"jawab Yivone yang di seberang sana


Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilannya


"Dasar gadis peracun, hanya beberapa jam tidak melihat mu aku sudah rindu pada mu" gumam Jack dengan senyum bahagia


Keesokan harinya


Jack yang di pagi hari itu sedang menunggu pujaan hatinya dengan duduk di ruang tamu, berpakaian kemeja dengan rapi dengan niat ingin menutupi luka di seluruh tubuhnya.


"Jack" suara panggil Yivone yang masuk ke rumah itu dengan temani Nick dan Leon


Mendengar suara pujaannya Jack langsung berdiri sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, dengan tersenyum dia melihat Yivone yang berlari ke pelukannya


"Gadisku" balas sapaan Jack yang menahan sakit karena pelukan erat dari Yivone


"Jack, kenapa kepala mu di balut? kenapa bisa terluka ya?" tanya Yivone dengan melepaskan pelukannya dan bertatapan dengannya


"Iya, ini hanya luka kecil"jawab Jack dengan senyum mesranya


"Kenapa kau terluka? apa ada yang mengincar mu lagi?"tanya Yivone dengan khawatir


"Jangan khawatir aku tidak apa-apa" jawab Jack dengan mencium kening Yivone yang di hadapannya


Di saat itu Yivone yang merasa ada yang aneh pada tubuh pria itu, lalu dia pun membuka kancing kemeja yang membaluti tubuh Jack dan melihat ada balutan perban di seluruh tubuhnya


"Ini..?"kata Yivone yang kaget melihat tubuh pacarnya itu


"Ini sudah tidak apa-apa, dokter sudah mengobati ku" bujuk Jack dengan memeluk Yivone yang mengeluarkan air mata karena melihat tubuh Jack yang penuh di balutin perban


"Apa bisa jangan bertarung lagi? aku sudah sering melihat mu terluka" kata Yivone dengan sedih


"Yivone, ini akan sembuh setelah beberapa hari, jangan khawatir ya" bujuk Jack dengan mengelus ujung kepala Yivone yang di dalam pelukkannya

__ADS_1


"Jangan memeluk ku tubuh mu sedang sakit, masuk ke kamar dan istirahatlah" kata Yivone dengan melepaskan pelukannya


"Baiklah, tapi aku ingin gadis ku ini menemani ku" ujar Jack dengan senyum mesra


"Iya"jawab Yivone dengan mengangguk


"Jack, luka mu apa masih sakit?" tanya Yivone yang duduk di samping kasur dan berhadapan dengan Jack


"Sudah baikkan, semalam sudah di beri obat sama dokter"jawab Jack dengan menyentuh wajah Yivone


"Apa semalam kau di serang oleh karena itu kau tidak bisa pulang?" tanya Yivone dengan khawatir


"Iya, tapi ini tidak seberapa. Nick bersama Leon dan Licon menyusulku, ada mereka di sisi ku makanya aku selamat" jawab Jack dengan menatap senyum


"Iya, jika ingin menganti obat aku akan membantu mu melakukannya"


"Iya gadisku yang baik" jawab Jack dengan memeluk Yivone


"Jangan memeluk ku lagi, luka mu nanti sakit lagi" kata Yivone dengan melepaskan pelukan Jack


"Karena memeluk mu maka luka ku tidak sakit lagi" kata Jack dengan senyum


"Apa kamu lapar? aku akan memasaknya"


"Baiklah, aku ingin memakan masakan mu"jawab Jack dengan senyum


"Ingin makan apa? aku akan menyediakannya"


"Apa saja yang gadisku siapin aku akan menghabisi semuanya" jawab Jack dengan mencium bibir Yivone


"Baiklah gadis ku, aku mendengarkan mu"jawab Jack dengan senyum mesra


Di sisi lain ada seorang pria berpakaian rapi dan berkaca mata hitam yang baru turun dari pesawat pribadinya dan di sambut oleh beberapa anggota yang sedang berbaris dengan rapi.


"Bos"sapa serentak anggotanya dengan menunduk


Pria itu mengabaikan para anggotanya dengan berjalan menuju ke mobilnya yang telah di tunggu oleh supirnya


"Bos"sapa supirnya dengan hormat dan membukakan pintu mobil belakangnya


Pria itu masuk ke dalam mobilnya dan mengabaikan sapaan supirnya tersebut


"Bos, kita kembali apartemen dulu" kata supirnya dengan menoleh ke belakang


"Hm" jawab Bosnya dengan cuek


Setiba di apartemennya pria itu telah di tunggui oleh beberapa lima pria asing


"Bos" sapa serentak lima pria itu dengan menunduk


Prak..


Hentakan meja dari tangan pria itu

__ADS_1


"Tidak berguna kalian semua, kenapa masih berani muncul di hadapan ku, kalian hanya membuang waktu ku" bentak Bos mereka dengan kesal dan tatapan tajam


"Maaf"ucap serentak mereka berlima


"Maaf? apa gunanya minta maaf, yang ku inginkan bukan perkataan maaf dari mulut kalian, tapi hasil kerja kalian" bentak Bos itu dengan nada memenuhi seluruh ruangannya


"Kami akan berusaha" kata salah satu lima pria itu


"Berusaha?"bentak Bos itu dengan kesal sambil mengcengkram leher pria itu


"Aarrgghhtt"jeritan pria itu yang menahan rasa sakit


Bruk...


"Aarrgghhtt.."jeritan pria itu karena tubuhnya di hempas ke lantai


"Aku berikan kalian satu kesempatan jika masih gagal, aku yang akan mengambil nyawa kalian" ancam Bos mereka dengan tatapan aura membunuh


"Baik Bos"jawab serentak mereka berlima


"Keluar" bentak Bos mereka itu dengan kesal


Prak...


"Memang tidak berguna semuanya, hanya membuang waktu ku saja"gumam pria ini dengan kesal


Kediaman Anderson


Beberapa hari kemudian


"Ini sangat dalam luka mu, apakah kena tikaman" kata Yivone dengan membuka balutan perban di tubuh Jack


"Kena serpihan, oleh sebab itu luka ku agak dalam, tapi ini sudah tidak sakit lagi"jawab Jack dengan senyum


"Seluruh tubuh mu sudah banyak bekas luka"


"Dari kecil aku sudah bermain senjata tajam, dan di saat remaja aku mulai bermain senjata api, pria seperti ku pasti banyak meninggalkan bekas luka"


"Apa setiap terluka kau tidak pernah takut?" tanya Yivone yang berdiri di hadapan Jack sambil melepaskan balutan perban satu-persatu


"Tidak! karena aku adalah Ketua mereka, jika aku takut maka aku tidak akan sanggup bertahan sampai sekarang" jawab Jack dengan menatap Yivone dengan tanpa beralih


"Hidup mu sangat bahaya, sering saja ada yang mengincar mu" ujar Yivone dengan rasa khawatir


"Iya, inilah kehidupan Mafia, tidak ada hari yang tenang"


"Jack, apa kau bisa berjanji padaku?"tanya Yivone yang menatap Jack yang di hadapannya


"Katakan" jawab Jack dengan senyum


"Jangan membahayakan diri mu, jika mereka terlalu banyak carilah tempat persembunyian tunggulah sehingga anggota mu datang, jangan pernah mengambil resiko, aku tahu kau tidak takut apa pun, tapi kau adalah Ketua Wolf tanpa mu Wolf pasti akan kesulitan, paman juga sudah tua, jadi hanya bisa mengharapkan dirimu"


"Aku berjanji pada mu" jawab Jack dengan menyentuh wajah pujaan hatinya

__ADS_1


"*A*ku tahu kau sangat nekad, walau kau seorang diri tapi kau masih memilih menyerang, sehingga luka-luka di tubuhmu, walau kau tidak memikirkan perasaan ku tapi setidaknya pikirkan lah kumpulan mu, tanpa mu aku akan menderita seumur hidup, tapi setidaknya aku masih hidup, akan tetapi jika Wolf tanpa mu maka akan hancur" batin Yivone


__ADS_2