
"Benarkah apakah di hari itu adalah hari yang paling sulit lupakan?"tanya Cindy dengan gembira
"*T*ernyata itu adalah hari yang istimewa baginya, itu adalah hari di mana kami bertemu dan berkenalan" batin Cindy dengan senang
"Di hari itu di mana aku harus bertarung mati-matian melawan 25 orang dan hampir mati, saling menikam dan menebas rasa sakit di sekujur tubuh sehingga seluruh tubuh di penuhi oleh luka-luka oleh karena itu aku mengatakan di hari itu adalah hari yang sulit ku lupakan" jelas Jack dengan meminum minuman di gelasnya sambil mengingat kejadian di saat dia berlawan dengan musuhnya di saat itu
Mendengar perkataan Jack membuat Cindy merasa kecewa, karena yang dia harapkan adalah Jack mengingat di saat pertemuan mereka, akan tetapi Jack hanya mengingat di saat dia harus berusaha melawan begitu banyak jumlah musuhnya di usianya yang masih remaja
"Ini ambil lah"kata Jack yang mengeluarkan cek dengan nominal yang tidak sedikit
"Apa ini?"tanya Cindy dengan rasa kecewa
"Hari ini aku bertemu dengan mu dengan niat ingin berterima kasih pada mu, selama ini aku berharap kau datang ke markas Wolf dengan niat untuk memberi mu sejumlah uang dan sekarang aku sudah melakukannya" jelas Jack yang bangkit dari tempat duduknya
"Sebentar"pinta Cindy yang ikut berdiri
"Masih ada yang lain?"tanya Jack dengan cuek
"Jack, apakah ini yang kau lakukan dengan cara berterima kasih padaku?"
"Iya, kenapa?"
"Jack, aku mencintai mu dari pertama kali aku melihat mu, apakah kau tidak memiliki sedikit pun perasaan pada ku?"
"Cindy, niat ku hanya ingin berterima kasih pada mu, aku sudah menikah dan memiliki seorang istri yang sangat ku cintai, jadi jangan mendekati ku, karena itu tidak akan membuatku jatuh cinta pada mu" jawab Jack dengan dingin dan ingin berjalan menujuk ke arah pintu keluar
"Tunggu"teriak Cindy yang mendekati dan menarik tangan Jack
"Ada apa?" tanya Jack dengan melibas tangan Cindy yang menyentuhnya
"Jack, niat ku bukan ingin uang mu, yang ku mau adalah diri mu, demi diri mu aku tidak menikah, di dunia ini mana ada wanita rela hidup sendirian selama 22 tahun hanya demi seorang pria, selama ini aku merawat diriku agar selalu cantik dan menjaga tubuh ku dengan baik agar bisa di padankan dengan mu, aku tidak memiliki kekurangan apa pun, beri aku kesempatan"
"Cindy, awalnya aku masih sangat terima kasih pada mu, tapi sekarang aku kecewa melihat mu, aku sudah menikah dan aku sangat mencintainya, secantik apa pun dirimu aku tidak tertarik sama sekali, dan mengenai kau mencintai ku selama 22 tahun itu urusan mu, karena aku hanya peduli pada wanita ku saja, aku tidak akan peduli dengan wanita lain"bentak Jack dengan kesal
"Jack" teriak Cindy yang mengejar Jack hingga keluar restoran
__ADS_1
"Jack tunggu"pinta Cindy yang memeluk jack dari belakangnya
Karena di peluk Cindy, Jack menjadi murka dengan tanpa segan Jack pun melepaskan tangan Cindy dan berbalik dan mendorong Cindy sehingga terduduk di lantai
"Aarrgghhtt" teriakan Cindy yang menahan sakit akibat terhentak di lantai
"Nona"panggil Anton supirnya itu yang mendekati Cindy
"Sudah cukup! Cindy, walau kau adalah penyelamat ku tapi aku tetap akan mengambil nyawa mu jika kau berani menyentuh ku lagi" bentak Jack dengan kesal
"Kenapa kau tega pada ku? apa aku tidak memiliki kesempatan sama sekali? jika kau sudah menikah juga tidak apa-apa, aku bisa menerimanya dengan menjadi istri ke dua mu, tanpa di ketahui oleh istri mu, kita bisa menjalani secara diam-diam ini tidak akan melukainya dan kita juga akan bahagia" ujar Cindy yang berdiri dengan mendekati Jack
"Asal kau tahu, dalam kehidupanku hanya ada seorang wanita iaitu istri ku, jika kau semakin memaksa ku jangan menyalahkan ku untuk menghancurkan mu dan membuat mu kehilangan segalanya" bentak Jack dengan tatapan aura membunuh
Jack yang kesal dengan sikap Cindy membuatnya murka dengan meninggalkan restoran dan Cindy yang sedang menangis terisak
Cindy yang berdandan bak bidadari mengira bisa mengikat hati Jack akan tetapi usahanya gagal total, dalam hidup Jack sudah sering di dekati para wanita cantik tentu saja bagi dirinya Cindy hanyalah salah satu dari mereka dan tidak bisa tergoda sama sekali
"Kenapa kau kejam pada ku? ini sudah 22 tahun, demi dirimu aku tidak menikah tapi kau tetap menolak ku"gumam Cindy dengan menangis terisak dan di temani olah supirnya
Leon, Nick dan Licon melihat ketuanya lagi-lagi membuang pakaian yang di kenakan di tubuhnya dengan emosi
"Ketua, ada apa dengan pakaian ini? ini semua masih baru?" tanya Leon dengan melihat semua pakaian yang di buang ketuanya di lantai
"Buang semuanya sudah kotor" perintah Jack sambil memakai bajunya yang di ambil dari lemarinya
"Apa ada wanita yang menyentuh mu Ketua?"tanya Licon yang sudah memahami sikap ketuanya
"Iya, wanita itu menjengkelkan, niat ku hanya ingin beri cek padanya tapi dia berani menyentuh dan memeluk ku" bentak Jack dengan kesal
Leon, Nick dan Licon hanya bisa saling memandang karena sudah memahami sikap ketuanya itu paling tidak suka di sentuh oleh wanita lain selain istrinya
"Ketua, apakah Cindy yang di maksudkan?"tanya Nick dengan penasaran
"Benar, aku sudah tidak berhutang pada nya, selama 22 tahun aku berhutang pada nya dan sekarang hutang ku sudah lunas, walau dia penyelamat ku jika dia ingin merusak rumah tangga ku, aku tidak akan segan mengambil nyawanya" bentak Jack dengan kesal mengingat sikap Cindy
__ADS_1
"Ketua sudah menikah tapi dia masih tidak malu, benar-benar cari mati saja"lanjut Leon
"Aku harus menjaga jarak dengannya aku tidak ingin kemunculannya membuat Yivone tidak nyaman, aku ingin membuat Yivone yakin pada pernikahan ini dan tanpa beban di saat bersama ku"ujar Jack
"Iya jika Nyonya tahu sikap indy, Nyonya pasti bisa tidak nyaman di hatinya"jawab Licon
"Iya, tapi aku tidak peduli dengan wanita itu, jika dia masih berani lagi mendekati ku nasibnya akan sama dengan Kelly dan Anita Cole"ujar Jack dengan kesal
"Di mana Bean?"tanya Jack dengan melihat mereka bertiga
"Bean sudah ku suruh pulang"jawab Leon
"Nick, ikuti anak buah Roberto, aku yakin dia pasti akan ke sarang para pembunuh bayarannya di saat kita sudah tahu, kita bagi jadi dua kelompok, untuk menyerang sarangnya dan Roberto"perintah Jack dengan tatapan serius
"Baik Ketua"jawab Nick dengan cepat
"Pasukan sniper sudah mengawasi Roberto dari jarak jauh dan dalam waktu dekat aku ingin muncul di hadapannya"tegas Jack
"Ketua, bagaimana dengan Bean?"tanya Licon dengan penasaran
"Biar saja dia, dia akan ikut kita bertemu dengan bos ny di saat itu, dan aku yakin jika dia ingin membunuhku maka dia hanya akan mati di tangan sendiri, Licon senjatanya sudah kau berikan padanya?"
"Sudah Ketua, dia sudah memilikinya"jawab Licon dengan sopan
"Bagus, aku sudah tidak sabar menunggu di hari itu" jawab Jack dengan merapikan pakaiannya
"Jadi sekarang Ketua mau kemana?" tanya Leon dengan polos
"Tentu saja aku ingin kembali ke rumah ku, gadis ku itu sudah menunggu ku di rumah, jika bukan karena aku harus melepaskan pakaian kotor ku ini aku sudah tiba di rumah sekarang." jawab Jack dengan keluar dari kamarnya itu
ππππππππππππππππ
sambil menunggu up silahkan mampir ke karya baru berjudul
"GADIS AMNESIA DAN PRIA MISTERIUS"
__ADS_1
ππππterima kasihπππ