MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Willy lolos


__ADS_3

Bunyi tembakan dari belakang si pembunuh itu


Sesaat kemudian pembunuh yang mengancam Shane tumbang akibat di tembak oleh seseorang dari belakang


Shane menoleh ke belakang dan melihat ke arah orang yang menyelamatkannya


"Yivone..!"sapa Shane yang menatap dengan hampir tidak percaya


"Paman"balas sapaan Yivone dengan senyum


"Terima kasih! lagi-lagi kau menyelamatkan ku, nak" ucap Shane dengan mendekati Yivone


"Tidak Paman! jangan berkata seperti itu, Jack di mana paman?"tanya Yivone dengan khawatir


"Jack sedang bertarung dengan musuh, mereka mengirim banyak utusan untuk malam ini" jawab Shane dengan melihat ke arah para jasad pembunuh bayaran itu


"Mereka keterlaluan, siapa yang ingin membunuhnya?"ujar Yivone dengan penasaran


"Kalajengking, dunia gelap memang mengerikan, jika ada yang menginginkan nyawanya maka mereka pasti akan melakukannya" jelas Shane dengan raut wajah murung


"Kalajengking apa dia masuh Jack? Paman, aku ingin mencari Jack."kata Yivone dengan penuh khawatir


"Iya. dia adalah musuh Jack, mari kita pergi" ajak Shane dengan melangkah pergi ke arah lain bersama Yivone


"Yivone, Paman" panggil Jack dari sisi lain yang sedang menghampiri mereka dengan di temani Nick dan Licon serta anggota lainnya


"Jack" balasan serentak Yivone dan Shane yang melihat ke arahnya


Yivone yang melihat Jack langsung berlari ke pelukannya, karena senang melihat Jack dalam kondisi baik-baik saja


"Jack, apa kamu baik-baik saja?" tanya Yivone dengan memeluk erat tubuh Jack


"Aku baik-baik saja, jangan khawatir. kenapa kamu ada di luar? ini sangat berbahaya" kata Jack dengan memeluk erat tubuh Yivone


"Aku mendengar bunyi tembakkan dan ada dua pembunuh masuk ke kamar kemudian aku menembak mereka, setelah itu aku mencari mu dan bertemu dengan paman." jawab Yivone


"Apa mereka melukai mu?"tanya Yack dengan khawatir


"Tidak, mereka tidak sempat melakukannya, karena aku duluan menembak mereka."jawab Yivone yang melepaskan pelukannya


"Istriku ini pintar sekali."ujar Jack dengan mengecup dahinya


"Yivone, telah menyelamatkan nyawa ku tadi, jika tidak aku sudah seperti mereka" jelas Shane sambil menunjukkan ke arah jasad pembunuh yang tergeletak di lantai


Jack tersenyum saat mendengar perkataan Shane dan menatap senyum ke arah Yivone yang berada di hadapannya


"Kelihatannya kau sudah semakin ahli dalam menembak" kata Jack dengan senyum


"Kamu adalah guru ku, aku tidak boleh mengecewakan mu"jawab Yivone dengan senyum

__ADS_1


"Nick, Leon, kalian terluka banyak keluar darah." kata Yivone yang khawatir melihat luka Nick yang di bagian tangan dan perut, dan Leon di bagian lengan dan pundak


"Tidak apa-apa! nona, ini hanya luka kecil bagi kami."jawab serentak Nick dengan Leon


"Nick, Leon, kalian harus segera ke rumah sakit, semakin lama kalian bisa kehabisan darah."ujar Shane dengan khawatir


"Nick, Leon, situasi kini sudah aman, aku perintahkan kalian cepat ke rumah sakit menerima perawatan."kata Jack dengan tegas dengan sengaja


"Kalian antar Nick dan Leon ke rumah sakit berdekatan sini" perintah Jack dengan melihat ke arah anggota lain


"Siap Ketua."jawab serentak anggota dengan hormat


Dengan perintah Jack, Nick dan Leon terpaksa menuruti perintah Ketuanya, niat mereka adalah ingin menemani di sisi Ketua mereka karena tidak bisa mempercayakan kepada anggota lainnya


"Ketua" sapa Sandro dan Licon yang menghampiri Jack


"Sandro, Licon, bagaimana dengan situasi sini?"tanya Jack dengan melihat ke arah Sandro dan Licon


"Ketua, mereka semua sudah tewas dan semua anggota sudah periksa seluruh rumah sakit ini tidak ada lagi musuh kita semua sudah tewas."jawab Licon


"Baguslah kalau begitu, apakah dari mereka tidak ada yang masih hidup?" tanya Jack menatap Sandro dan Licon


"Tidak ada Ketua,,mereka semua ingin menembak oleh karena itu kita hanya bisa membunuh mereka semua" jawab Sandro dengan cepat


"Aku baru ingat Willy si pria tidak berguna itu masih di kamarnya, aku mengikat agar dia tidak bisa kabur, karena sibuk aku jadi lupa."lanjut Leon


"Baik" jawab serentak anggota itu


"Nick, Leon, kalian segera ke ke rumah sakit." perintah Jack menatap ke arah Nick dan Leon


"Baik Ketua"jawab serentak Nick dan Leon


"Paman, kita semua kembali ke markas."ujar Jack menatap ke arah Shane, Sandro dan Licon


"Ketua, biar aku mengantar Nona pulang."kata Sandro


"Sandro, aku rasa nona bagus ikut Ketua saja, bagaimana jika kalian di serang di tengah jalan bukankah itu akan membahayakan diri mu dan Nona."sambung Nick dengan niat menghalang


"Jack, aku ingin ikut dengan mu" jawab Yivone dengan menatap dengan raut wajah yang takut


Jack yang melihat reaksi yang tidak biasa pujaannya merasa ada ketakutan pada diri Yivone yang menolak di antar oleh Sandro


"Ada apa dengannya kenapa merasa aneh setiap Sandro ingin mengantarnya?" batin Jack dengan menatap heran ke arah Yivone


"Baiklah Yivone, kita akan kembali saja ke rumah." jawab Jack dengan menyentuh kepala gadis itu dengan senyum


"Begini saja Paman, ikut kembali ke rumah ku dan istirahatlah dulu." ajak Jack dengan niat lain


"Iya, aku akan kembali ke kediaman mu, setelah itu aku akan kembali ke markas, tubuh ku sudah capek karena berperang semalaman." jawab Shane dengan sengaja mengelabui orang sana

__ADS_1


"Ketua! Ketua, gawat pria yang di kamar itu sudah hilang, kami mencari kemana-mana dia sudah tidak berada di sana."lapor anggotanya


"Apa? hilang? aku mengikatnya begitu kuat, dua tangannya ku ikat ke belakang dan seluruh tubuhnya juga aku ikat dengan mengunakan tali, tidak mungkin dia melepaskan diri" jelas Leon dengan heran


"Dia pasti ada kawanan lain, aku rasa Willy ini bukan hanya sekedar pasien biasa, bisa jadi kejadian malam ini ada hubungan dengannya" lanjut Nick


"Apa? jika saja ada hubungan dengannya berarti dia ada hubungan dengan kalajengking? kejadian malam ini pasti ulah kalajengking itu." jawab Leon dengan menatap ke arah Jack dan lainnya


"Aku ingat dia mengatakan dia adalah salah satu yang ingin membunuh mu." lanjut Yivone dengan melihat ke arah Jack


"Jika dia mengatakan seperti itu maka semua ini sudah awal rencananya, akan tetapi aku yakin dia bukan kalajengking, bisa saja salah satu anggotanya" lanjut Nick


"Dia saja macam nyawa ikan bagaimana membunuh orang?"tanya Leon


"Jika dia ingin membunuh orang tidak perlu main tangan sendiri, dia hanya perlu menggunakan uang saja untuk mengupah para pembunuh itu." jawab Nick


"Benar juga, sayang sekali dia kabur, jika tidak mungkin saja kita bisa tahu dimana kalajengking, jika mereka memang ada hubungannya."ujar Leon dengan kesal


"Siapa pun dia cari sampai dapat, jika di saat kalian sudah menangkapnya dan dia melawan bunuh saja." kata Jack dengan tegas


"Siap Ketua."jawab serentak para anggotanya


"Rumah sakit ini hancur berantakan." ujar Licon yang melihat sekeliling rumah sakit itu


"Benar, karena perbuatan mereka maka menyebabkan rumah sakit ini dan para pasien harus meninggalkan sini." jawab Shane sambil melihat ke arah dinding rumah sakit yang hancur karena tembakkan


"Aku akan menggantikannya, ini semua karena aku, dan telah melibatkan mereka"kata Jack dengan merasa bersalah


"Ini akan menelan biaya yang cukup banyak."jawab Shane


"Tidak apa-apa Paman, setelah aku mengambil nyawa kalajengking suatu saat nanti maka anggap saja ini bayarannya pada ku" jawab Jack dengan senyum


"Mari kita tinggalkan sini" ajak Jack dengan mengendong Yivone


"jack, turunkan aku, aku bisa jalan sendiri" pinta Yivone dengan merasa malu


"Apa kau yakin bisa jalan sejauh ini?"tanya Jack dengan senyum


"Kenapa tidak bisa?" tanya Yivone dengan polos yang lupa kalau dirinya masih sulit berjalan


"Karena kau masih terluka sayang, jangan paksakan diri mu"jawab Jack dengan menatap mesra


Yivone merasa malu karena mengingat kejadian semalam dan menutup wajahnya dengan ke dua tangannya


Jack melihat reaksi gadis itu merasa lucu dan ketawa


"Kau sangat pemalu" ujar Jack dengan menggoda Yivone yang berada di gendongannya


"Jangan mengatakannya lagi."jawab Yivone dengan suara rendah

__ADS_1


__ADS_2