MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Rencana untuk serangan wilayah Wilves


__ADS_3

Markas Wolf


"Ketua, ada info di wilayah C milik Wilves telah di awasi ketat oleh penjaga asing, kelihatannya mereka adalah orang jepang, apakah pihak jepang sana ikut campur dalam masalah ini?" kata Sandro dengan berdiri di ruangan bersama anggota lainnya


"Jepang, apakah dia mendapat bantuan dari jepang? Mafia jepang? siapa dia?" ujar Jack dengan penasaran


"Sesuai selidikan kita, Wilves tidak pernah bergabung dengan pihak jepang, kenapa bisa ada orang jepang yang di sana? lanjut Licon


"Mafia jepang yang terkenal adalah Yama, apakah Wilves meminta bantuannya?" lanjut Shane dengan penasaran


"Yama adalah pria usia 65 tahun, dia di kenal sangat terpengaruh di jepang, akan tetapi selama beberapa tahun ini dia menetap di Los Angeles, apa mungkin selama ini mereka saling berhubungan di antara dua kelompok itu?" ujar Jack yang bangkit dari kursi besarnya


"Ketua, apakah orang yang dia temui kemarin adalah Yama? karena setelah itu wilayahnya di awasi orang lain" lanjut Nick


"Nick, apakah kau melihat orang jepang di sana? saat kau mengikuti Wilves?"tanya Shane dengan menatap Nick


"Tidak! Paman, penjaga yang di luar pintu bukan orang jepang, tapi mereka kelihatannya tidak sembarang" jelas Nick dengan menatap Jack dan Shane


"Orang yang dia temui sepertinya bukan orang sembarangan, apakah dia Yama atau kumpulan lain, aku penasaran siapakah musuh baru ku ini?" kata Jack dengan berdiri di hadapan semua anggotanya


"Jack, jika saja Mafia lain ikut campur ini sama saja musuh kita bertambah, apa rencana mu?" tanya Shane dengan menatap ke arah Jack


"Tetap melakukan penyerangan besar-besaran ke wilayah C, jika dia ingin mengandalkan kumpulan lain, maka kita layani saja, aku tidak peduli jika dia bisa dapat bantuan kumpulan mana pun, niat ku adalah melawan semua yang menentang ku" jawab Jack senyum tipis


"Jack, jika saja kita membunuh semua anggota itu, itu sama saja kita sudah menyinggung kumpulan lain, apakah ini bagus? ini akan membuat kita dalam masalah jika banyak kumpulan Mafia lainnya menjadi lawan kita?" ujar Shane dengan khawatir


"Paman, selama ini Wolf tidak pernah takut pada siapa pun, jadi kita tidak perlu peduli pihak lawan, mereka yang membantu Wilves adalah musuh wolf, aku ingin mereka tahu jika wolf tidak bisa di singgung" kata Jack dengan senyum tipis


"Ketua, bagaimana jika Yama yang di temui Wilves kemarin? dan penyerangan wilayah C bisa jadi ada hubungan dengan mereka, jika anggota mereka ikut campur, dan jika anggota Yama mati bukankah kita telah menyinggungnya?" kata Sandro

__ADS_1


"Menurut ku mau Yama atau siapa pun, dengan kekuatan yang kita miliki, sebenarnya kalian tidak perlu khawatir." lanjut Nick dengan menatap Sandro


"Betul kata Nick, jika saja memang Yama terlibat atau siapa pun seharusnya merekalah yang takut pada kita, aku tidak akan mundur hanya karena ada kumpulan lain yang ikut campur." sambung Jack dengan yakin


"Bukankah ini akan terjadi pertempuran antar Mafia secara besar-besaran?" ujar Leon


"Betul kata mu Leon, ini yang akan terjadi jika saja semakin banyak yang ikut campur" jawab Shane


"Jika memang begitu kita layani saja, lanjutkan rencana untuk penyerangan wilayah C. tidak peduli siapa yang membantu Wilves, kita bunuh hingga ke akar-akar, sebagai peringatan untuk mereka dari Wolf." kata Jack dengan tegas


"Jack, Yama terkenal di jepang, dan juga dia memiliki banyak koneksi di sana, jika di lawan maka kumpulan lain pasti akan membantunya." lanjut Shane dengan khawatir


"Paman, tenang saja. jika memang dia akan tetap ku layani, walau di saat itu Mafia jepang ikut campur, aku ingin mereka sadar jangan pernah menentang Wolf, jika tidak mereka bisa tahu akibat nya, dan jika perlu aku yang akan mendatangi mereka." kata Jack dengan dingin


"Yama, apakah memang diri mu ikut campur? aku tidak akan menyalahkan mu, karena kau pasti tidak tahu jika sekumpulan orang yang menyerang Wilves adalah kami, tapi jika di saat kau tahu adalah kami dan masih tidak menarik anggota mu keluar dari Wilves maka di saat itu kita adalah musuh, untuk kali ini aku harus membunuh semua anggota mu yang membantu mengawasi wilayah C " batin Jack


Shane melihat ke arah Jack tanpa beralih, karena dia memiliki pendapat yang berbeda dengan Jack, karena Shane tidak berharap akan menyinggung kumpulan Mafia lain, akan tetapi beda dengan Jack, Jack bersikap keras ingin menghancurkan semua yang melawannya dengan tanpa ampun..


Jack yang di sibukkan oleh urusan Wolf selalu membuatnya keluar masuk markas dan kediamannya, di saat di luar Jack bersikap sangat keras dan tanpa ampun, akan tetapi saat di rumah Jack adalah seorang pria lembut dan selalu menyanyangi dan memanjakan tunangannya itu


"Jack, jika ada waktu temanin aku ya? aku mau mencari sesuatu, aku melihat ada dasi yang sesuai untuk mu kemarin tapi aku belum membelinya." kata Yivone yang duduk di kursi bersama Jack


"Baiklah! aku akan menemani mu kemana pun kau mau" jawab Jack dengan lembut


"Benarkah? kau akan menemani ku?"


"Iya. yivone, aku akan menemani mu kemana pun kau mau, ada lagi kenapa aku tidak melihat mu mengunakannya?"


"Mengunakan apa?

__ADS_1


"Black Card yang ku berikan pada mu?" tanya Jack yang memeluk Yivone


"Aku tidak membeli apa pun, makanya aku tidak mengunakannya"jawab Yivone yang duduk di pelukan Jack


"Yivone, beli saja apa yang kau suka, jangan berhemat. uang itu adalah milik mu" kata Jack dengan mengelus ujung kepala Yivone yang pelukannya


"Tapi aku memang tidak tahu mau beli apa"


"Apa yang kau suka? kalung, anting atau perhiasaan apa saja? pakaian atau tas segala macam?"


"Aku tidak cocok untuk itu"


"Kenapa?


"Aku hanya di rumah dan tidak akan memakai perhiasan juga, sedangkan pakaian aku sudah ada, jadi aku tidak butuh"


"Yivone, mobil apa kau suka? atau apa saja?"


"Jack, tidak perlu. kalung yang kau berikan pada ku saja sudah seharga 6 triliun itu saja jarang ku pakai"


"Yivone, ingat kau adalah istri ku, istri Jack Anderson tidak boleh kekurangan apa pun, kau harus memiliki segalanya" kata Jack dengan mengelus ujung kepala Yivone tanpa henti


"Jack, aku benar-benar tidak butuh apa pun" kata Yivone dengan menatap Jack


"Yivone, kau sangat beda dengan wanita lain, mereka sangat suka dengan perhiasan sementara kau malah menolak semuanya"ujar Jack dengan menyentuh wajah Yivone yang berhadapan dengannya


"Jack, apa aku bisa mengatakan sesuatu?


"Katakan saja"

__ADS_1


"Jika suatu saat kau bertemu dengan wanita lain yang bisa menarik perhatian mu, apakah kau bisa beritahu pada ku? agar aku bisa bersiap untuk pergi dan tidak akan ribut dengan mu atau wanita itu? aku berjanji."


"Kenapa Yivone bisa berpikir seperti itu?apakah karena masa lalunya yang di sakiti Jason, karena dia di khianati oleh sebab itu dia jadi trauma?" batin Jack


__ADS_2