
"Ini keberuntungan ku karena di tunggu oleh seorang pria yang luar biasa seperti mu" ucap wanita itu dengan senang hati
"Nama mu Cindy?"tanya Jack dengan senyum
"Benar, ingat jangan lupa lagi nama ku, apa kau masih ingat semua perkataan ku di rumah sakit saat itu?"
"Aku tidak ingat semuanya, aku hanya ingat aku ada meninggalkan nota, dan aku berharap kau bisa datang ke Wolf dan aku bisa berterima kasih pada mu" jawab Jack dengan terus terang
Mendengar jawaban Jack, Cindy merasa sangat kecewa dan sedih, dia berharap pria itu bisa mengingatnya akan tetapi pria itu malah sudah melupakannya
"Sudah lama tidak bertemu bagaimana jika malam ini kita makan bersama?" ajak Cindy dengan niat ingin mendekati pria di hadapannya ini
"Maaf! aku tidak bisa, aku harus segera pulang"jawab Jack dengan cuek
"Ini masih awal kenapa terburu-buru? kita baru bertemu setelah 22 tahun berpisah, banyak yang ingin ku ceritakan dengan mu, kita adalah teman masa kecil bukan?jadi kita masih bisa berteman setelah kita dewasa, bukankah selama ini kau menunggu ku?"
"Aku senang bisa bertemu dengan mu, tentu saja aku sangat berterima kasih pada mu, karena nyawa ku di selamatkan oleh mu, aku akan atur jadwal ku untuk makan bersama mu dan sekalian aku ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih pada mu, dan sekarang aku ingin kembali ke rumah ku dulu, sampai jumpa"ujar Jack dengan senyum dan melangkah keluar dari kantornya
Cindy merasa agak kecewa karena pria yang dia cintai selama 22 tahun itu mengabaikan ajakannya di hari pertama bertemu
"Dia tidak berubah selalu saja dingin, dia bahkan melupakan nama ku, padahal di saat itu aku mengatakan dengan jelas nama ku Cindy dan jangan melupakan ku karena aku suka pada mu. di saat itu aku sudah meluahkan perasaan ku pada mu tapi dia sudah lupa semuanya"gumam Cindy dengan kecewa
Cindy lalu berjalan keluar dari kasino dan masuk ke mobilnya dengan raut wajah kecewa
"Anton, selidiki Jack Anderson apa dia sudah menikah atau punya pacar"perintah Cindy dengan kecewa
"Baik Nona"jawab Anton dengan sambil menghidupkan mesin mobilnya
"Jack di hari itu aku sudah jatuh cinta pada mu, selama 22 tahun ini aku menolak semua pria yang mendekati ku hanya demi kamu, jika kau sudah menikah maka aku akan terluka tapi aku akan merebut mu kembali, aku menghabiskan waktu ku selama ini hanya demi diri mu, aku Cindy tidak pernah kalah dalam apa pun, termasuk urusan cinta aku juga tidak boleh kalah"batin Cindy yang sambil melihat ke luar jendela
Kediaman Anderson
Jack kembali ke kediamannya, seperti biasa Jack di sambut gembira oleh istri kesayangannya itu
"Jack" suara panggilan Yivone yang lari ke pelukan Jack yang baru masuk ke dalam rumah tersebut
Tentu saja Jack tersenyum dan memeluk erat istrinya itu dengan senyum bahagia di wajahnya
"Apa istriku sedang menunggu ku?"tanya Jack dengan senyum dan memeluk tubuh istrinya sambil mengangkatnya
"Iya, aku ingin makan bersama mu"jawab Yivone dengan senyumannya
"Tentu saja istriku, aku segera kembali karena ingin makan bersama mu"jawab Jack dengan menurunkan istrinya sambil mencium keningnya
__ADS_1
"Sudah lapar?" tanya Jack dengan tatapan mesranya
"Iya" jawab Yivone yang masih di pelukan Jack
"Mari kita makan bersama gadisku" ajak Jack dengan memegang erat pundak istrinya dan menuju ke ruang dapur
"Makan yang banyak, ini semua lauk kesukaan mu"kata Jack dengan menarohkan lauk ke piring yivone
"Terima kasih! kamu juga makan yang banyak" sebut Yivone dengan menyuapin Jack yang duduk di sampingnya
"Enak?" tanya Yivone
"Iya, masakan istri ku sangat enak"jawab Jack dengan senyum
"Sudah cukup! ini sudah terlalu banyak lauknya" kata Yivone yang melihat piringnya di penuhi oleh lauk pauk yang di taroh Jack ke piringnya
"Tidak apa-apa! habiskan saja" kata Jack dengan nada lembut
"Aku akan menjadi gemuk"jawab Yivone sambil menyantap makanannya
"Gemuk juga tidak masalah"ujar Jack dengan senyum
"Tidak mau, aku akan bertambah jelek"
"Jangan mengejek ku, jika aku gemuk kau juga akan ketakutan"
"Aku tidak masalah, gemuk atau kurus kau tetap Yivone yang ku cintai"jawab Jack dengan menatap mesra ke arah istrinya
"Oh iya Yivone, apa kau masih ingat sebelumnya aku memberitahu mu ada seorang gadis kecil yang menyelamatkan ku saat aku terluka parah?"
"Iya, aku ingat. kenapa?"
"Dia sudah kembali, dan mencari ku tadi di kasino"
"Dia sudah menemui mu? lalu apa kau sudah berterima kasih padanya?"
"Aku akan atur jadwal ku bertemu dengannya, dan aku ingin memberi cek untuk nya sebagai tanda terima kasih" jawab Jack dengan sambil menyuapin istrinya
"Bukankah ini agak kasar, apakah tidak menyinggungnya?"
"Selama ini aku menunggunya hanya untuk memberinya uang agar aku tidak berhutang budi padanya, mengenai dia tersinggung atau tidak aku tidak peduli, aku Jack Anderson tidak suka berhutang budi pada siapapun"kata Jack dengan cuek
"Jack, apa kau begitu dingin sama penyelamat mu?"
__ADS_1
"Walau dia penyelamat ku bukan berarti aku harus lembut kan? aku hanya akan bersikap lembut pada gadis di depan mataku ini"jawab Jack dengan tatapan mesra pada istrinya
"Jangan mengoda ku lagi, aku semakin tidak tahan mendengar kata manis mu"kata Yivone yang melanjutkan santapannya
"Di saat dia marah dan malu sangat mengemaskan, kelihatannya aku harus sering mengusiknya agar aku bisa melihat reaksinya yang lucu ini"batin Jack dengan memerhatikan istrinya itu
Setelah selesai makan malam. seperti biasanya Jack akan menemani istrinya di kamar mereka sambil menonton televisi yang berada di kamar mewahnya.
"Jack, apa belum ada kabar Roberto?"tanya Yivone yang di pelukan Jack
"Hanya menunggu waktu yang tepat"jawab Jack dengan yakin
"Apa sudah tahu dia di mana?"tanya Yivone yang bangun dari sandarannya dari tubuh Jack
"Benar sayang, hanya menunggu waktu saja"jawab Jack dengan senyum dan menarik tubuh Yivone ke pelukannya
"Apa semua anggota sudah bersiap?"
"Benar, setelah aku membunuhnya maka kita akan membuat pesta pernikahan secara besar-besaran"kata Jack dengan senyum
"Sebenarnya tidak perlu, kitakan sudah menikah"
"Tidak sayang! pernikahan adalah seumur hidup, aku ingin memberi kenangan terindah untuk mu, karena kau layak mendapatkannya"ujar Jack yang memeluk erat istrinya itu
"Ini sangat boros"
"Hahaha..istri ku kau sangat hemat, ini memang seharusnya di lakukan, aku ingin membuatmu menjadi pengantin yang paling bahagia di dunia"
"Tapi aku sudah cukup bahagia" jawab Yivone dengan senyum
"Ini belum cukup, aku ingin kau merasakan kebahagiaan melebihi orang lain"
"Ini akan menghabiskan banyak biaya."
"Masalah biaya tidak masalah bagi ku, yang penting istri ku ini merasa bahagia, itu yang ku inginkan"jawab Jack dengan senyum sambil mencium ujung kepala istrinya itu
"Aku sudah bahagia semenjak mengenal mu, ini sudah lebih dari cukup" kata Yivone dengan menyandarkan kepalanya tubuh Jack
"Kita akan bahagia selamanya, bukan?" ujar Jack dengan memeluk tubuh istrinya sambil menatap wajahnya
"Asal kau tidak bosan dengan ku, maka aku akan bahagia, jika kau bosan dengan ku maka aku tidak akan bahagia"jawab Yivone dengan polos
"Gadis bodoh, kenapa aku harus bosan dengan mu, aku ingin bersama dengan mu selamanya, dan memeluk mu seperti sekarang untuk selamanya"ucap Jack dengan rasa bahagia
__ADS_1
"Gadis ini masih belum yakin sepenuhnya dengan ku, aku harus membuatnya yakin pada ku dan menjaga perasaannya, masa lalunya membuatnya trauma pada cinta, bahkan sudah menjadi istri ku dia masih tidak yakin pada pernikahan ini. Yivone, aku hanya mencintai mu saja, semua wanita cantik tidak mampu mengodaku, hanya diri mu yang membuat ku tergoda"batin Jack dengan tanpa melepaskan pelukannya