
Wilves yang murka setelah mengetahui wilayahnya di serang dan kehilangan jejak Shane Wilker membuatnya semakin meledak emosinya
Wilves mengingat perkataan jack terhadap dirinya saat di pesta tadi
("Tenang saja Paman, jika aku tahu penyebabnya akan ku hancurkan orang itu sehingga ke tulang-tulangnya," )
"Ini seperti sebuah ancaman bagi ku, Jack Anderson apa kau memberi peringatan bagi ku? atau kau sudah mengetahui segalanya?" gumam Wilves dengan gementaran sekujur tubuh
Setelah beberapa hari Shane di rawat di rumah sakit membuat kondisi tubuhnya semakin pulih
"Dokter, di mana gadis yang menyelamatkan ku itu?" tanya Shane yang baru sadar dari tidurnya
"Nona, itu akan datang sebentar lagi, dia datang melihat tuan setiap hari" jawab Dokter dengan sambil mencatat kondisi pasien di laporannya
"Dokter, kapan aku bisa keluar dari rumah sakit?"
"untuk sekarang belum bisa, anda baru siap operasi, harus melakukan peperiksaan bekas jahitan itu, jadi belum bisa banyak bergerak"
"Ini tidak bisa, jika lama-lama aku di sini bahaya juga, mereka pasti akan mencari di seluruh rumah sakit di kota ini ." batin Shane dengan khawatir
Klek...
"dokter, Paman sudah bangun?" sapaan Yivone yang baru masuk ke ruangan inap itu
Shane yang mendengar sapaan gadis itu lalu menatapnya dengan tatapan yang heran.
"Kenapa dia seperti anak itu ya?" gumam Shane dengan tanpa beralih pandangan nya
"Nona, sudah datang, kalau begitu aku keluar dulu" kata Dokter dengan keluar meninggalkan Shane dan Yivone
"Nona, apakah Nona yang telah menyelamatkan ku?"
"Paman, iya. bagaimana apakah Paman sudah merasa baikkan?"jawab Yivone dengan mengeluarkan makanan yang di belinya
"Terima kasih, Nona" ucap Shane dengan senyum
"Paman, pasti sudah lapar, makan dulu ya" kata Yivone dengan memberi mangkok yang di isi makanan
"Nona, nama mu siapa ?"
"Panggil saja Yivone."
"Yivone? kenapa mirip dengan nama anak itu?" gumam Shane dengan penasaran
"Apa Paman?"
"Oh..tidak, Paman hanya memikirkan seseorang yang mirip dengan mu" jawab Shane dengan sambil menyantap makanan
__ADS_1
Klek...
"Hai, cantik. aku sudah tahu kau ada di sini"sapa Anthony yang masuk ke ruangan inap
"Anthony, kau baru sembuh jangan berkeliaran dulu, nanti luka jahit mu terbuka lagi," ucap Yivone
"Tidak apa-apa, mana pria es itu? tidak datang bersama mu?"
"Sebentar lagi dia datang"
"Paman, apa kabar? bagaimana luka Paman apa sudah baikkan?" tanya Anthony yang berdiri di samping Yivone
"Sudah baikkan! terima kasih anak muda, tidak menyangka di usia ku sudah tua renta ini bisa mengenal anak yang baik seperti kalian," ucap Shane dengan senyum
"Paman, yang baik itu adalah gadis ini, dia yang membantu mu, dan menjaga mu setiap hari." balas Anthony dengan menatap Shane dan sambil menunjukkan jari ke arah Yivone
"Sudah, jangan memuji ku lagi, aku tidak melakukan apa pun." jawab Yivone dengan rendah hati
"Yivone, Paman harus keluar dari rumah sakit, jika kelamaan maka biaya sini sangat mahal," kata Shane dengan khawatir
"Paman, jangan khawatir semua biaya pengobatan sudah di bayar, jadi Paman jangan khawatir lagi, dan saat Paman keluar aku akan membawa Paman ke rumah baru Paman, dan paman akan tinggal di sana ya." ujar Yivone dengan sopan
"Sudah bayar? rumah baru? maksud Yivone?" tanya Shane dengan heran
"Paman, semua biaya Paman sudah di bayar oleh tunangannya Yivone, dan juga dia sudah mencarikan rumah khusus untuk Paman, jadi Paman jangan tinggal di luar lagi, soal makan dan tempat tinggal jangan khawatir," jawab Anthony dengan tanpa berhenti
"Paman, jangan khawatir. tunangan Yivone sangat kaya, rumah dan biaya rumah sakit ini tidak apa-apa bagi nya, apa lagi jika Paman tinggal di sana pasti ada yang jaga, jadi tidak ada lagi yang akan melukai mu." jawab Anthony dengan duduk di samping ranjang Shane
"Paman, tenang saja. jangan khawatir, Paman akan aman-aman saja, jangan tinggal di tempat itu lagi, jika ketemu dengan preman kemarin bukannya sangat bahaya, jadi Paman dengar kan aku saja ya." bujuk Yivone dengan senyum
"Yivone, terima kasih banyak pada mu, kau sudah menyelamatkan hidup Paman, dan sekarang harus merepotin tunangan mu lagi," ucap Shane dengan segan
"Paman, tenang saja, walau tunangannya itu sangat dingin sebenarnya hati dia sangat baik, hanya saja sifat nya macam serigala di saat dia emosi." kata Anthony dengan bercanda
Mendengar perkataan Anthony, Yivone dan Shane ketawa bersama
"Yivone, di luar mereka sedang berjaga apa ini perintah dari pria es itu?" tanya Anthony dengan menatap Yivone
"Iya, aku khawatir jika preman kemaren datang kemari untuk melukai Paman, makanya aku meminta nya untuk mengutuskan beberapa anggota untuk berjaga di luar"jawab Yivone
"Yivone, apa ada yang menjaga ku di luar?" tanya Shane dengan heran
"Iya, Paman, tenang saja. tunangan Yivone bukan orang sembarangan, dengan permintaan Yivone dia mengutuskan beberapa anggota untuk menjaga mu di luar, dan semua kebutuhan sudah dia sediakan." jelas Anthony tanpa henti
"Begini rupanya, aku harus berterima kasih jika bertemu dia nanti " ucap Shane dengan segan
"Paman, pria es itu akan datang menjemput Yivone,jadi bisa saja kalian bertemu."
__ADS_1
"Pria es?" tanya Shane dengan penasaran
"Iya. Paman, sifatnya sangat dingin macam es, maka nya aku memanggilnya pria es, walau dia kejam tapi hatinya baik, tenang saja Paman, karena sudah di sini sama saja sudah dapat pengawasan darinya, jadi siapa pun tidak akan berani lagi melukai mu, bahkan Mafia si tua Wilves juga pasti akan takut pada mu." kata Anthony dengan bercanda
"Sudah! Anthony, kembali ke kamar mu, biar Paman istirahat dulu." ujar Yivone dengan mengajak Anthony meninggalkan ruangan inap itu
Saat mereka keluar Shane sendirian di kamar itu
"Siapa yang di maksud anak muda ini? bahkan Wilves juga takut pada nya?apakah di kota sini selain Wilves masih ada yang lebih kuat darinya?" gumam Shane
"Apa kamu lapar? biar kan aku pergi beli" tanya Yivone yang berada di luar ruangan Shane bersama Anthony
"Aku merindukan masakan mu." goda Anthony dengan senyum
"Besok aku bawa kemari ya" jawab Yivone dengan senyum
"Baiklah. kau baik sekali, sayang sekali kau jadi tunangan pria es itu, kalau tidak aku ingin menikahi mu." canda Anthony dengan mendekatkan tangannya ke pundak Yivone
"Hei..hei..hei...sakit." teriak Anthony yang tangannya di genggam erat oleh Jack yang tiba- tiba muncul di sana
"He..dasar pria es, kenapa setiap kali kalau muncul mengagetkan orang saja." bentak Anthony dengan kesal
"Jack, kau sudah datang?" ujar Yivone dengan menghampiri Jack
"Iya, jika aku tidak datang si brengs*k ini menyentuh mu lagi." kata Jack dengan kesal menatap ke arah temannya itu
"Hei..aku hanya bercanda, kau menganggap serius"
"Anthony, apa perlu aku mengutuskan Jones untuk menjaga mu?"
"Tidak! tidak! aku tidak mau. jika berani kau menyuruhnya datang aku akan putus hubungan dengan mu." jawab Anthony yang langsung berlari masuk ke kamarnya
"Kenapa dia takut sama Jones ya?" tanya Yivone dengan heran
"Yivone, kenapa kau tidak menungguku ?kita sama-sama datang ke sini" tanya Jack dengan lembut
"Kau sedang sibuk, aku tidak ingin menganggu mu, lagian ada mereka yang menjaga ku."jawab Yivone dengan senyum
"Walau mereka menjaga mu bukan berarti aku bisa tenang, jadi lain kali tunggu aku saja, jika tidak mendengar perintah ku maka aku akan mengurung mu di rumah selama 24 jam." kata Jack dengan mengangkat dagu Yivone dengan lembut
"Iya, jika kau mengurungku maka aku menangis sekuat tenaga." jawab Yivone
"Yivone ku sudah dewasa, dan sudah berani mengancam ku." ujar Jack dengan mengecup dahi Yivone yang di hadapan nya itu
Di sisi lain Shane yang merasa bosan dan bangkit dari tempat tidurnya, dan menuju ke arah pintu, saat membuka pintunya Shane melihat ke arah sepasang kekasih yang berada tidak jauh dari kamarnya itu
Setelah di lihat dengan teliti shane membulatkan mata besarnya melihat ke arah pria itu tersebut, pria itu sangat mesra dengan sang kekasihnya, Shane memandang pria itu sedang mengelus rambut gadis itu serta menyentuh wajah kekasihnya dengan senyuman mesra.
__ADS_1
"Gadis itu ternyata adalah pacarnya?"gumam Shane yang hampir tidak percaya dengan apa yang di lihat yang di depan matanya