
"Malam ini akan jadi malam yang panjang, apakah tidak yang lebih seru?selalu saja mengutuskan orang yang tidak berguna." ujar Jack dengan kesal
"Jack Anderson, kau terlalu sombong, malam ini kami akan mengambil nyawa mu, di saat peluru kami di lepaskan ke arah mu, apakah tubuh mu itu bisa menahannya?" kata salah satu pembunuh itu
"Kita lihat saja, kebetulan suasana hati ku sedang buruk dengan adanya kalian itu bisa menjadi pelampiasan kemarahan ku." jawab Jack dengan senyum sinis
Lima pembunuh itu sama-sama bersiap untuk melepaskan tembakan ke arah Jack yang di hadapan mereka..
Sementara Jack masuk kembali ke mobilnya dengan menghidupkan mesinnya dengan niat ingin maju menabrak mereka berlima
Bumm...bumm..bumm...bumm..
Injakan gas dengan laju maju ke arah mereka
Dor...dor..dor...dor...dor...
Tembakan beruntun ke arah mobil Jack yang ingin menabrak mereka
Jack menunduk mengelak tembakan yang tanpa berhenti. dan menginjakkan gas dengan kecepatan paling tinggi lalu Jack melompat keluar dari mobil itu
Duaar...duaar..duaar...
Ledakan mobil Jack yang terkena peluru dari lima pembunuh itu
Mobil itu pun meledak akibat tembakan yang di luncurkan oleh lima pembunuh itu, sementara lima pembunuh itu terkena ledakan sehingga hancur berkecai.
Jack yang melompat keluar dari mobilnya membuat dirinya terluka gores di bagian lengan dan tubuhnya..
"Ini permainan yang luar biasa, kelihatannya aku harus ganti mobil lagi." gumam Jack dengan melihat kobaran api yang membakar mobilnya akibat ledakan itu
Jack lalu mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang yang di seberang sana
"Hallo Ketua" jawab pria yang di seberang sana
"Sandro jemput aku sekarang juga, mobilnya sudah ku ledakkan."kata Jack dengan kesal
"Baik Ketua."jawab Sandro yang di seberang sana
"Kondisi luka begini aku pulang gadis itu pasti khawatir, aku harus kembali ke markas dulu, seharusnya aku tidak mengabaikannya tadi, sekarang dia pasti menunggu ku pulang." gumam Jack dengan menyesal
Di sisi lain Yivone sedang menunggu kepulangan Jack, sambil duduk melamun memikirkan sifat Jack yang mudah berubah membuatnya merasa sedih
"Kenapa dia marah lagi pada ku? di saat dia marah aku merasa sangat takut, dia bahkan mengabaikan ku, aku merasa senang di saat Jack sayang pada ku, tapi jika di saat dia marah dia seperti berubah menjadi orang lain, pria ini selalu membuat ku bahagia tapi juga membuat ku takut, aku tidak bisa memahami sifat nya." batin Yivone
Markas Wolf
"Ketua, untung saja luka bagian luar, bagaimana jika aku panggilkan dokter." kata Sandro yang sedang membalut luka di tangan Jack akibat terkena pisau tadi
"Ini hanya luka luar jadi tidak perlu, carikan mobil untuk ku besok."kata Jack yang sedang menukar baju nya yang robek akibat kejadian tadi
__ADS_1
"Baik Ketua."jawab Sandro
"Ketua, kalajengking sering bertindak, dia menunggu Ketua sendirian baru bertindak, kelihatannya dia sedang mengintai mu." kata Nick
"Benar juga! kejadian ini ke dua kali nya, walau dia tidak kota tapi dia bisa tahu gerak-gerik, Ketua. ini bisa terjadi lagi" lanjut Licon
"Ini keterlaluan. Ketua, bagaimana lain kali biar kami melindungi mu."lanjut Leon
"Tidak perlu, aku terima semua tantangannya."jawab Jack
"Tapi ini sangat bahaya, benar kata Leon biar kami mengawal Ketua setiap saat." lanjut Licon
"Justru kalian harus ingat, jika aku mati Wolf masih ada kalian yang mengurus nya, jadi jika kalian ikut dengan ku bukankah bahaya menimpa kalian juga."ujar Jack dengan melihat ke arah mereka
"Sudahlah. Sandro, antar ku pulang, gadis kecil ku itu pasti sedang menunggu ku."ujar Jack yang melangkah keluar
"Baik Ketua" Jawab Sandro dengan mengikuti ketua nya dari belakang
kediaman anderson
Jack telah tiba di kediamannya dan di saat dia masuk ke ruang tamunya dia melihat Yivone yang ketiduran lalu dia pun mendekati gadis itu dengan menatapnya dengan jarak dekat
"Aku telah mengabaikan mu tadi, tapi kau malah menunggu ku hingga ketiduran." batin Jack dengan mencium wajah pacar nya itu
Di saat Yivone sadar dan membuka matanya dia mendapati dirinya tidur di pelukan Jack. tanpa dia sadari Jack telah mengendongnya ke kamar dan memeluk nya saat tidur
Keesokan harinya
"Yivone" panggil Jack yang menyentuh wajah pacarnya itu yang belum bangun
Setelah mendengar suara panggilan Yivone pun membuka matanya dan menatap ke arah Jack yang sedang menatap senyum ke arahnya
"Jack" panggil Yivone yang bangkit dari tidurnya
"Aku sudah siapkan sarapan, ayo mari kita sarapan." kata Jack dengan menyentuh kepalanya gadis itu
"Tangan mu kenapa ?"tanya Yivone yang melihat tangan kanan Jack yang di balut perban
"Tidak apa-apa! ini hanya luka kecil" jawab Jack senyum
"Kenapa bisa terluka?"tanya Yivone dengan khawatir
"Hanya terkena pisau saja, ini bukan luka besar." jawab Jack mencium wajah pacarnya
"Apa ada yang mau membunuh mu lagi?" tanya Yivone dengan memegang tangan Jack yang luka itu
"Tidak, ini aku yang lalai, tidak ada yang membunuh ku, malam ini kita pergi makan bersama ya." kata Jack dengan tatapan mesranya
"Makan di mana?"
__ADS_1
"Di luar, aku sudah memesan restoran kita akan makan bersama di luar." jawab Jack dengan senyum
"Baiklah" jawab Yivone dengan senyum
Setelah mereka sarapan pagi Jack kembali ke ruang bacanya, Jack yang masih kesal dengan surat yang dari Willy itu membuat emosinya hampir meledak
"Tidak mungkin gadis polos itu mengkhianati ku, pria ini siapa dia? bisa saja dia menuliskan surat cinta untuk Yivone, kelihatannya lain kali jika Yivone keluar aku harus menyuruh Nick untuk mengikuti nya, agar aku tahu siapa pria itu."batin Jack
Klek..
"Jack, apa aku boleh masuk?" tanya Yivone yang berdiri di pintu
"Masuklah. Yivone, mari sini."sebut Jack dengan senyum
Di saat Yivone menghampirinya Jack langsung menariknya ke pangkuannya
"Apa luka mu masih sakit?" tanya Yivone dengan khawatir
"Tidak, ini tidak seberapa, sudah tidak sakit." jawab Jack dengan senyum
"Jack, apa kau marah pada ku?"tanya Yivone dengan mengingat kejadian semalam
”Tidak, kenapa bertanya seperti itu?"
"Kau tidak bicara dengan ku, lalu kau pergi begitu saja sampai tengah malam."
"Maaf, lain kali aku tidak akan melakukannya lagi, sebagai tanda permintaan maaf aku menemani mu makan malam di luar dan aku akan menemani mu jalan-jalan kemana pun kau suka."ujar Jack dengan senyum dan mencium bibir pacarnya itu
Di malam hari
Di sebuah restoran
Jack telah tiba bersama Yivone di sebuah restoran mewah itu, restoran itu memang sudah di pesan oleh Jack khusus hanya untuk dirinya dan Yivone
Di saat masuk ke restoran itu mereka di sambut beberapa pelayan sana
"Tuan, Nona, selamat datang."sahut pelayan dengan hormat
Di saat itu Jack dan Yivone duduk berhadapan, Jack mendapati ada kejanggalan di restoran itu tersebut, dengan bersikap tenang dia duduk seakan-akan tidak tahu apa-apa
Jack memasukkan tangannya ke dalam baju tempat
penyimpanan senjata nya,karena dia sadari dia dan Yivone akan dalam bahaya
"Jack, aku ingin ke kamar kecil."
"Baiklah hati-hati."jawab Jack dengan senyum
Jack yang memiliki penglihatan tajam bisa langsung mengetahui semua pelayan restoran itu adalah utusan dari musuhnya untuk membunuh dirinya
__ADS_1