MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Yivone merasa terluka


__ADS_3

Sesaat kemudian Cindy mendatangi Yivone


Klek


"Yivone Shin" suara panggilan Cindy dengan bangganya masuk ke kamar Yivone


"Ada apa lagi? cepat kembalikan kalung itu pada ku"bentak Yivone dengan kesal


"Kau menangis? wow.. ini yang ku inginkan melihat mu menangis dan menderita, dan mengenai kalung itu sudah jadi milik ku" kata Cindy dengan ngejek


"Kau merebutnya dariku, itu bukan milikmu"balas Yivone dengan histeris


"Iya, aku merebutnya darimu dan bukan hanya itu, suamimu juga jatuh ke tangan ku oleh karena itu aku lebih berhak memilikinya"kata Cindy dengan ngejek


"Untuk apa lagi kau mengurung ku di sini? kau akan menikah dengannya dan kau bunuh saja aku"


"Tidak! tidak! tidak! hari ini aku ada hadiah untukmu" kata Cindy yang mengeluarkan rekaman suara yang di kamar hotel itu, dan kemudian dia menghidupkan rekaman itu


"Jack, kau sangat kuat apa kau tidak kelelahan?"


"Tidak, aku masih ingin melanjutkannya"


"Apa kau mencintai ku?"


"Iya, aku mencintai mu, oleh karena itu tubuh ini adalah milik ku"


"Selamanya milikmu, Jack. katakan jika kau mencintai ku"


"Aku mencintaimu selamanya, dan tidak akan ada wanita lain lagi yang bisa menarik perhatian ku**"


"Cindy, malam ini terindah bagi ku yang selama ini belum pernah ku rasakan, aku sangat menyesal jika saja lebih awal aku menikahi mu maka aku pasti sangat bahagia."


"Benarkah? maksud mu kau sangat menyesal karena dulu kau tidak menikah dengan ku?"


"Benar, seharusnya aku menikah mu lebih awal, karena wanita cantik seperti mu pria mana yang tidak mau adalah pria bodoh**"


"Bagaimana apa kau masih tidak percaya? aku melayani suami mu selama 4 jam, dan dia mengatakan sangat menyesal karena dulu tidak menikah dengan ku, itu artinya kau tidak ada lagi di hatinya dan bahkan dia sangat menyesal menikahi mu"kata Cindy dengan nyindir


"Keluar..,"teriak Yivone dengan mendorong Cindy keluar dari kamarnya dan kemudian menutup pintunya

__ADS_1


Setelah Cindy keluar tinggallah Yivone sendirian di kamar, dengan perasaan hancur setelah mendengar rekaman tersebut


Menerima tamparan yang hebat membuatnya sesak dan sakit di dada sehingga membuatnya terduduk di lantai dengan wajahnya yang pucat. air mata bercucuran tanpa berhenti


"Aku tidak menyalahkan mu jika kau ingin menikah lagi karena aku tahu kau adalah pria tidak mungkin kau akan menunggu ku selama itu, dan aku sudah tahu di dunia ini tidak ada cinta yang kekal abadi, tapi Jack kenapa kau tega mengatakan jika kau menyesal tidak menikahinya sejak awal, apa karena kau menyesal menikahi ku dan apakah aku sudah tidak berarti bagimu" batin Yivone yang menangis histeris


"Aku menunggu mu selama ini dan ini hanya sia-sia, jika kau sudah melupakan ku lalu untuk siapa aku hidup, di dunia ini tidak ada tempat lagi untuk ku. Jack, aku merindukan mu tapi kau di sana telah bahagia andaikan kita bisa bertemu lagi apa kau akan menerima ku lagi? kalung itu telah jadi miliknya dan kalian sudah menjadi pasangan, aku selama ini hanya menjadi orang bodoh yang telah di lupakan" gumam Yivone dengan menangis terisak


Di sisi lain Jack yang sedang berada di markasnya berdiri di jendela dengan raut wajah yang tidak senang


"Kenapa hati ku begitu perih? ada apa dengan ku ? rasanya seperti di saat aku melihat dia menangis, apakah gadis kecil ku ini sedang menangis di sana? sayang, kita akan segera bertemu" batin Jack sambil menyentuh dadanya


di malam hari


Yivone yang terduduk di lantai dengan wajah kusut dan mata bengkak karena telah menangis seharian tanpa berhenti.


"Kau telah melakukan dengannya, kau sangat menikmatinya bukan sehingga kau mengatakan jika kau menyesal tidak menikahinya dulu, hati ku sangat sakit sehingga sesak. Jack, kau telah menghancurkan hati ku, sia-sia aku menanti mu di sini, jika aku tahu begini akhirnya harusnya saat di bawa ke sini aku bunuh diri saja, aku akan mengakhiri hidup ku agar tidak menderita lagi" batin Yivone yang menangis tanpa berhenti, rasa sakit dan benci melanda dirinya


Di sisi lain para anggota Dragon telah di dalam perjalanan ke arah pulau terbiar itu, di malam itu ombak yang kuat menerpa kapal mereka membuat mereka tidak bisa cepat tiba di tempat itu, sehingga membuat mereka hanya bisa membawa kapal mereka dengan perlahan.


Jumlah anggota yang datang sekitar 20 anggota, karena di pulau itu anggota Cindy berjumlah sekitar 10 orang.


Keesokan harinya


"Jack, pesta ingin sangat mewah hanya beberapa saat kau sudah bisa menyuruh anggota mu mempersiapkan nya"ujar Cindy yang berada di tempat untuk acara pernikahannya


"Apa kau suka?"tanya Jack dengan berdiri di samping Cindy


"Tentu saja, besok adalah hari bahagia ku, mana mungkin aku tidak suka, aku sangat tidak sabar lagi"ucap Cindy yang memeluk Jack dengan erat


"Dasar pelac*ur, menjijkkan "batin Jack yang geram karena di peluk


"Kalau suka maka lihat lah dengan teliti lagi, jika ada kekurangan maka beritahu agar mereka langsung melakukannya" kata Jack dengan senyum palsu


"Ini sudah lebih dari cukup, besok dunia akan tahu jika aku akan menjadi istri Jack Anderson" jawab Cindy dengan bahagia


"Baguslah jika kau bahagia, aku juga berharap aku bisa memberi mu kebahagiaan untuk selama hidup mu"


"Terima kasih "ucap Cindy dengan mencium wajah Jack

__ADS_1


"Pernikahan besok aku ada kado besar untuk mu, dan selain itu aku ingin para wartawan tahu kado special ku untuk istriku ini"kata Jack dengan senyum


"Benarkah? Jack, kau selalu saja beri kejutan untuk ku"jawab Cindy yang lagi-lagi memeluk Jack


Leon dan Licon mengatur semua acara itu sesuai perintah ketuanya untuk mengelabui wanita itu mereka berusaha agar melakukannya secara besar-besaran


"Licon, aku ingin sekali menamparnya"kata Leon yang sedang melihat ke arah Cindy yang mesra dengan Jack dari jarak yang tidak jauh dari sana


"Kau bisa melakukannya besok"jawab Licon


"Aku tidak sabar, dan aku yakin setelah pulang nanti ketua pasti membuang pakaiannya lagi"ujar Leon yang melihat Cindy memeluk ketuanya


"Itu sudah pasti, selama 5 tahun 6 bulan sudah berapa set pakaian yang di buangnya"jawab Licon


"Benar juga, setiap wanita yang baru menyentuh pakaiannya dengan jari saja sudah di buang, jika bukan karena ketua sudah menikah aku pasti akan salah faham"ujar Leon


"Salah faham apanya?"


"Aku akan mengira ketua kita tidak normal"


"Jika kau masih mau kepala mu maka jangan bicara sembarangan"


Yivone dengan biasa nya berjalan ke batu-batu di tepi laut dengan niat untuk mengakhiri hidupnya, dengan air mata membasahi wajah dan matanya yang sudah bengkak. anggota Cindy tidak menyadari niat Yivone karena sudah biasa selama di sana Yivone sering berdiri di batu-batu itu sambil memandang ke arah laut


"Di sini adalah akhir hidup ku, tidak menyangka hidup ku bisa begitu tragis, kasih sayang yang dia berikan sudah pupus, aku tidak bisa keluar dari sini lagi, walau pun bisa aku juga tidak punya tujuan lagi. berbahagia lah bersamanya" batin Yivone dengan mengeluarkan air mata tanpa berhenti


Di sisi lain anggota Dragon telah tiba di pulau itu. di saat mereka tiba mereka langsung mengeluarkan senjata untuk menembak ke arah anggota Cindy yang sedang berada di sana


Dor...dor...dor...dor...dor..


Tembakan beruntun dari anggota Dragon mengenai kesemua anggota Cindy yang berada di sana


"Aarrggtthhh."teriakkan serentak para anggota Cindy hingga akhirnya tewas di tempat


"Semua sudah tewas, cepat cari Nona Yivone sampai dapat, setelah itu bawa Bona pergi dan hancurkan rumah ini"perintah salah satu anggota Dragon


"Baik"jawab anggota lain yang berpencar mencari keberadaan Yivone


BAB selanjutnya

__ADS_1


Pertemuan Jack dan Yivone


__ADS_2