MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Jack menemui pelaku tembakan Anthony


__ADS_3

Brak..


Tendangan kaki para anggota itu ke arah pintu apartemen Shane Wilker


"Cari sampai dapat," perintah anggota yang memimpin rombongan itu


"Siap" jawab serentak mereka dengan masuk ke semua ruangan yang di apertemen itu


Di sisi lain Shane kabur lewat anak tangga menuju ke lantai bawah.


Tak..tak..tak...


Lari dan berlari dengan sekuat tenaga pada akhirnya sampai di lantai dasar, saat Shane ingin melangkah keluar pintu bangunan itu langkah nya di hentikan seseorang yang muncul dari belakangnya


"Apa masih mau lari?" tanya anggota Wilves dengan menodong kan senjata ke arah Shane


"Kalian adalah suruhan si tua itu? dia seperti pengecut, berani nya hanya mengandalkan kalian untuk menangkap ku yang sudah tua ini" bentak Shane dengan kesal


"Tuan Wilker, ikut saja kami, jangan persulit kan pekerjaan kami, dan aku berani jamin kau akan hidup jika turuti permintaan kami" ujar anggota itu


"Tidak bisa, jika aku tidak melawan maka aku akan di bawa pergi dan tetap mati juga, jika aku melawan setidaknya aku masih punya kesempatan hidup," batin Shane yang ingin mengeluarkan senjata yang dia selip ke dalam bajunya


"Baiklah, aku akan mengikuti mu, tapi biarkan aku makan obat dulu, asma ku kambuh karena ulah anggota mu itu yang membuat ku harus berlari dari lantai 4 ke bawah" ujar Shane dengan alasan


Anggota itu tidak curiga dengan permintaan Shane, karena dia mengira Shane Wilker yang sudah tua tidak bisa melawannya


Saat itu Shane memasukkan tangannya ke dalam baju nya dan dengan sergap mengeluarkan senjata dan mengarahkan ke anggota Wilves yang berdiri di hadapannya


Dor..


Satu tembakan menembus ke kepala anggota itu, sehingga membuatnya tewas di tempat


Lalu Shane berlari ke arah lain dengan sekuat tenaga


Sesaat kemudian para anggota yang mencari Shane di apartemen nya telah turun ke lantai dasar dan menemukan jasad temannya itu..


"Sialan, kita sudah lalai, pencar tangkap dia hidup-hidup" perintah salah satu anggotanya dengan kesal


Lalu mereka berpencar mencari keberadaan Shane Wilker


Lari dan berlari sehingga cuaca sudah gelap, di saat itu Shane hanya bisa bersembunyi di sebuah gang yang ada tumpukan sampah.


"Gila mereka mengejar ku dari pagi sampai malam, aku sudah tidak larat, demi nyawa ku, aku harus bersembunyi di sana" gumam Shane dengan kelelahan dan berlari masuk ke tumpukan sampah itu


"Kemana dia ? kita sudah cari semua tempat, dia sudah tua renta, tidak mungkin bisa sejauh itu dia lari" ujar salah satu anggota tersebut

__ADS_1


"Cepat cari lagi,j ika tidak kita akan di bunuh" kata anggota lainnya


Shane yang hanya bisa bersembunyi di tumpukan sampah itu telah merasa kelelahan akibat berlari seharian, dia tidak berani keluar karena anggota Wilves masih berjalan bolak balik di sekitar sana


Markas Wilves


"Tidak berguna, sudah berapa hari masih tidak mendapatkan nya? dia sudah tua tidak mungkin bisa berlari begitu jauh" bentak Wilves dengan nada memenuhi ruangan itu


"Maaf Ketua" ucap serentak semua anggota yang di sana


"Lakukan lagi pencariannya, Shane Wilker harus di bunuh" bentak Wilves dengan kesal


"Siap Ketua" jawab serentak para anggotanya dengan menunduk


"Satu persatu tidak ada gunanya, nyawa yang ku inginkan tidak ada yang mampu memberikan pada ku, Zean bagaimana dengan dia? apa dia sanggup menggambil kepala bocah itu ke hadapan ku?" bentak Wilves dengan suara keras


"Ketua, sudah ku sampaikan pesan padanya malam itu, akan dia lakukan, seharus nya tidak masalah, karena Jack Anderson tidak mengetahui identitasnya" jawab Zean dengan menunduk


"Bocah itu adalah musuh paling sulit di lawan, dia memiliki puluhan ribu anggotanya, jika saja dia masih hidup maka hidup ku tidak akan tenang" ujar Wilves dengan mengepal ke dua tangannya


Jack Anderson jauh lebih menakutkan dari Kane Anderson, Kane di kenal memiliki hati yang lembut dan penuh iba, sementara putra nya itu memiliki hati kejam tanpa ampun, anak dan ayah memang jauh berbeda ,K**ane Anderson ku akui kau memiliki putra yang luar biasa ."batin Wilves


Rumah sakit LA


"Tuan Anderson, pasien sudah punya kemajuan, luka semakin pulih, besok dia akan sadar" kata dokter yang merawat Anthony


"Jack, jangan khawatir lagi. semua usaha kita sudah menampakkan hasilnya" kata Yivone dengan senyum


"Benar, untung saja anggota Wolf memiliki darah yang sama dengannya" jawab Jack dengan senyum


"Kalau Anthony sudah sadar aku akan memasak sop herbal untuk kesehatannya" ujar Yivone dengan sambil melihat ke arah Anthony yang masih belum sadarkan diri


"Baiklah, terima kasih"ucap Jack dengan mencium kening tunangannya itu


"Sama-sama, di juga teman ku, aku membantu mu menjaganya"


"Menjaganya?" tanya Jack dengan tatapan dingin


"Iya, bukankah kau harus urus masalah di Wolf? jadi biarkan aku saja yang menjaganya" jawab Yivone dengan polos yang tidak sadar membuat pacarnya cemburu


"Kau boleh memasak sop herbal untuknya, tapi kalau soal jaga biarkan orang lain saja, aku akan menyuruh Hendry yang mengurusnya" kata Jack dengan raut wajah tidak senang


"Iya, ikut kata mu saja" jawab Yivone dengan nurut


"Jack, apa kau sudah tahu siapa pelakunya?"tanya Yivone dengan penasaran

__ADS_1


"Sudah tahu! pelaku sudah di tangkap di malam kejadian itu." jawab Jack dengan menatap ke arah temannya itu


"Apa kau akan membunuhnya?"


"Tentu saja, jika ada yang menyentuh orang Jack Anderson tentu saja tidak akan ku lepaskan"


"Siapa dia pelakunya? Athony baru saja ke Los Angeles tapi kenapa ada yang mau membunuh nya? dia bukan tipe yang suka cari masalah sama siapa pun." ujar Yivone dengan penasaran


"Yivone, Anthony di lukai bukan karena diri sendiri, tapi karena aku. dia mengetahui identitas salah satu anggota ku yang sebenarnya , maka nya demi melindungi diri orang itu ingin membunuhnya, jika saja di saat itu anggota andalan ku terlambat selangkah maka nyawa Anthony sudah melayang" jelas Jack dengan wajah datar


"Anggota mu? siapa dia?" tanya Yivone dengan cemas


Lalu Jack mengeluarkan satu benda untuk menunjukan ke Yivone.


"Maksud mu dia memang dari kumpulan itu?" ujar Yivone yang sudah mengerti siapa pelaku nya saat melihat benda yang di tunjukan Jack padanya


"Benar, dialah pelakunya dan besok akan ku tamatkan hidupnya" jawab Jack dengan mematahkan benda yang di tangannya itu


Keesokan harinya


Jack datang ke gudang tempat kurungan pelaku yang melukai Anthony, saat tiba Jack di sambut Jones yang sedang menunggu kedatangan ketuanya


"Ketua" sapa Jones dengan menunduk


"Apakah dia masih hidup?" tanya Jack yang berjalan ke arah pintu masuk gudang itu


"Masih Ketua."jawab Jones sambil berjalan bersama ketuanya masuk ke gudang itu


Saat masuk ke dalam gudang itu, Jack melihat pelaku yang melukai Anthony yang juga tidak lain adalah salah satu anggotanya.


Pelaku yang di ikat bergantung di posisi tinggi itu tidak sadarkan diri, di ikat dan di gantung tanpa makan dan minum membuatnya tidak bisa bertahan sehingga pingsan.


"Lepaskan gantungannya" perintah Jack sambil menjentik jarinya


Anggota Jones lalu memotong tali pengikat ke kayu itu, sehingga membuat tubuh pelaku itu jatuh dari ketinggian


Bruk...


"Aaaargghttt" teriakan pelaku itu karena kesakitan


"Buka mata mu dan lihat siapa yang datang"bentak Jones ke arah pelaku itu


Sesaat kemudian pelaku itu pun membuka matanya dan melihat ke arah pria di hadapannya


"Ketua" kata pelaku itu dengan membulatkan mata besarnya

__ADS_1


Jack hanya tersenyum sinis saat melihat pelaku itu


Di saat pelaku itu melihat ke arah Jack dia sudah sadar akan di siksa hingga tewas secara mengenaskan, semua anggota Wolf sudah sangat tahu sikap Ketua nya ini, untuk para pengkhianat akan menerima siksaan yang sangat menakutkan sebelum mereka di bunuh


__ADS_2