MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Wolf vs pembunuh bayaran


__ADS_3

Setelah beberapa hari kemudian luka di tubuh Jack sudah baikkan dengan seperti biasanya Jack melakukan tugas sebagai Ketua di Wolf dan sebagai atasan di kasino. dia selalu keluar masuk di markasnya dan kasino serta club-club miliknya dengan di temani oleh Nick dan Leon.


Setelah selesai dengan kerja Jack pun menemani Yivone keluar berjalan-jalan dengan senda gurau mereka tersenyum bahagia, tanpa di sadari oleh mereka ada sepasang mata yang sedang mengamati mereka di seberang jalannya yang berada di dalam mobilnya.


"Kelihatannya kau sangat bahagia dengan wanita itu, Jack yang ku kenal adalah pria yang tidak pernah menyukai wanita mana pun, akan tetapi kau sudah berubah" gumam pria itu dengan senyum sinis, pria tersebut yang tidak lain adalah Roberto dari kalajengking yang selama ini selalu mengutuskan pembunuh bayarannya


Jack dan Yivone masuk ke sebuah cafe


Sesaat kemudian anggota Roberto pun masuk ke cafe tersebut. di saat itu Yivone dan Jack duduk saling berhadapan.


"Hi..Jack" sapa pria itu yang menghampiri meja yang di mana Jack berada


Jack melihat kearah pria yang menghampirinya dengan tatapan aura membunuh dan lalu berdiri dan berhadapan dengannya, mereka sama-sama mengeluarkan senjata dari dalam baju mereka dan menodong ke tubuh masing-masing secara sembunyi tanpa di ketahui oleh pengunjung lainnya yang berada di cafe itu, posisi mereka berdua di samping Yivone yang sedang duduk di kursi


Yivone langsung berdiri karena di kagetkan saat melihat kejadian mereka yang saling mengancam.


"Jack Anderson, akhirnya aku bisa berhadapan dengan mu, kelihatannya ini sangat menyenangkan" kata pria itu yang menodong senjatanya ke ke bagian perut Jack


"Sepuluh tahun Bos mu bersembunyi seperti pengecut dan tidak berani berhadapan dengan ku, setidaknya biar ku tahu siapa nama mu agar aku bisa ukir nama mu di batu nisan" balas Jack yang menodong ke bagian perut pria itu


"Nama ku Tony ingat itu, jika kita sama-sama melepaskan tembakkan maka kita akan mati bersama"kata Tony


"Benar, bagaimana jika kita sama-sama melepaskan tembakan kita" jawab Jack dengan senyum sinis


"Kita akan sama-sama mati, akan tetapi jika aku mati maka anak buah ku yang di luar akan membawanya pergi, apa kau mau dia melayani semua anak buah ku?"kata Tony dengan menatap Jack dan Yivone


Tidak lama kemudian anggota Tony masuk ke cafe tersebut dengan berteriak ke semua orang di cafe sana


"Keluar semuanya jika tidak kami tembak" bentak anggota Tony yang serentak menodong senjata ke arah Jack


"Aarrgghhtt" teriakkan orang-orang di sana karena ketakutan melihat senjata yang di keluarkan anggota Tony


Orang-orang yang di dalam cafe itu bergegas berlari keluar dari cafe tersebut


Yivone lalu mengeluarkan senjatanya mengarahkan ke Tony


"Apa kalian ingin aku melepaskan tembakkan? maka dia akan mati" ancam Yivone dengan melihat ke arah semua anggota dan Tony

__ADS_1


"Gadis muda, kau sangat berani, bisa menodong senjata ke arah ku" ujar Tony dengan menoleh ke arah samping yang di mana Yivone berdiri


"Aku akan memecahkan usus mu. jika aku dan kekasih ku tewas masih ada Wolf yang akan menghancurkan anggota mu" ancam Jack dengan senyum jahat


"Kalian hanya berdua kalau masih ingin hidup turunkan senjata kalian" bentak salah satu anggota itu tersebut


"Jangan memaksakan diri mu, Jack, jika kau masih sayang pada nyawa gadis muda ini seharusnya turunkan senjata mu, bos ku ingin bertemu dengan mu"kata Tony


"Jika dia ingin bertemu dengan ku maka suruh dia datang di hadapan ku" jawab Jack dengan senyum sinis


Dor...


Bunyi tembakan dari Yivone yang mengarah ke kepala Tony, dan membuatnya tewas langsung di tempat


"Menunduk" teriak Jack pada Yivone, dan dengan cepat menembak ke arah semua anggota itu tersebut


Dor..dor..dor..dor..dor


Bunyi tembakan dari mereka yang saling menembak


Tidak lama kemudian datang dengan sekumpulan pembunuh bayaran yang masuk ke cafe tersebut, di saat mereka ingin menodong senjata ke arah Jack dengan niat ingin membunuhnya akan tetapi..!!


Dor..dor ..dor...dor...dor...dor.


Tembakan beruntun dari sekumpulan Wolf yang di temani Nick dan Leon yang tiba-tiba muncul di luar cafe, memecahkan semua kaca-kaca hingga peluru mereka menembus ke tubuh para pembunuh itu


Di saat baku tembak terjadi di antara pembunuh dan Wolf, Jack langsung memeluk Yivone dengan erat dengan niat ingin melindungi pujaan hatinya, sementara Yivone menutup ke dua telinganya dengan memejamkan matanya di pelukan Jack


"Aarrgghggtt" teriakkan serentak pembunuh itu dan langsung tumbang satu-persatu


Setelah sesaat kemudian anggota Wolf masuk ke dalam cafe dan menghadap Ketuanya


"Ketua, apa anda terluka?" sapa serentak Nick, Leon dan anggota Wolf dengan hormat


"Aku tidak apa-apa "jawab Jack yang masih memeluk erat Yivone dengan menoleh ke arah semua anggotanya


"Ketua, ini benar-benar keterlaluan, mereka menyerang secara terang-terangan"ujar Leon yang melihat ke semua pembunuh yang tewas di tangan mereka

__ADS_1


"Dia sudah kembali" kata Jack dengan singkat


"Kalajengking?"tanya Nick


"Benar"jawab Jack


Yivone lalu melepaskan pelukan dari Jack dengan melihat banyak jasad yang tergeletak di lantai sana


"Sayang ,apa kau tidak apa-apa?"tanya Jack dengan menyentuh wajah Yivone yang masih cemas


"Tidak"jawab Yivone sambil mengeleng kepalanya


"Mari kita kembali ke markas dulu" kata Jack dengan melihat ke arah anggotanya dan lalu menatap Yivone


"Jangan takut! semua sudah berakhir, mari kita ke markas dulu" ujar Jack dengan menyentuh kepala Yivone yang masih ketakutan


Jack lalu mengendong Yivone dan meninggalkan cafe dan di ikuti oleh semua anggotanya


Apartemen


"Bos, mereka gagal lagi, semua anggota Wolf tiba-tiba muncul jika tidak maka Jack pasti sudah tewas" ujar salah satu anggotanya


"Tidak berguna semuanya" bentak Roberto dengan kesal


"Sudah banyak aku mengeluarkan uang tapi tidak ada hasil sama sekali, aku telah mengupah setumpuk sampah"ketus Roberto dengan kesal


"Bos itu..?"kata anggotanya yang ragu ingin melanjutkan


"Katakan"ketus Roberto dengan tatapan aura membunuh


"Bos, jasad bos Willy tidak bisa di cari, kami mengutuskan banyak orang untuk mencarinya akan tetapi tidak dapat, apalagi ini sudah berminggu-minggu lamanya, bisa saja jasad bos Willy juga tidak bisa di kenali lagi" kata anggotanya dengan rasa takut


"Keluar"teriak Roberto dengan penuh emosi


"Iya"jawab anggotanya yang ketakutan dan segera meninggalkan sana


"Tidak berguna semuanya, kakak kau mati begitu saja, nyawa mu hanya sisa 6 bulan, tapi kau tidak bisa bertahan selama itu dan harus mati di tangannya, bahkan jasad mu saja aku tidak bisa menemukannya. Jack Anderson aku telah kembali akan ada banyak permainan yang menanti mu"gumam Roberto dengan kesal

__ADS_1


__ADS_2