MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Anthony korban tembakan


__ADS_3

"Ketua, Wilves memiliki 5 wilayah di Los Angeles, semua wilayah ini masing-masing di jaga ketat oleh 100 anggota nya," lapor Dennis


Dennis menjelaskan secara rinci wilayah yang di miliki Wilves dan seluruh anggota nya.


"Dennis, selidiki lagi semua yang ada hubungan dengannya, bisnis dan musuhnya aku juga ingin mengetahuinya."perintah Jack dengan menatap ke arah Dennis


"Siap Ketua"jawab Dennis dengan hormat


" Nick, selalu ikuti pergerakan Wilves, aku ingin tahu dengan siapa saja dia berhubung, dan perhatikan langkah mu jangan sampai ketahuan."


"Siap Ketua"


"Leon, Licon, aku ingin kalian mengintai wilayah A, wilayah A adalah wilayah terbesar dari yang lainnya, oleh sebab itu aku ingin menyerang ke bagian ini dulu, di saat tiba akan ku perintahkan Sandro untuk menyerang wilayah tersebut."


"Siap Ketua"


"Ketua, markas utamanya adalah di tempati Wilves, kenapa kita tidak menyerang saja? aku yakin dia pasti kalah, kumpulan Wolf lebih besar di bandingkan kumpulan mereka," ujar Nick


"Tentu saja kita akan menang, akan tetapi dua kumpulan ini sangat besar, jika kita serang dengan terang-terangan yang jadi korban bukan hanya anggota ke dua belah pihak, tapi ini akan mengorbankan masyarakat yang tinggal di kota ini, di kota ini di ramaikan penduduk yang padat, aku tidak ingin demi dendam ku, aku menghancurkan hidup mereka," jelas Jack dengan menatap ke luar jendela


"Maaf Ketua, aku tidak memikirkan ke sana" ucap Nick dengan menunduk


"Tidak apa-apa, aku tahu maksud mu, aku juga ingin membunuhnya dengan tangan ku sendiri, tapi aku harus sabar. dia bukan orang biasa, dia memiliki ribuan anggota, jika kita menyerang maka akan melibatkan orang banyak, oleh sebab itu aku ingin melakukan serangan secara diam-diam, secara perlahan aku ingin melihatnya tersiksa," ujar Jack dengan menatap ke semua anggota nya yang ruangan itu


"Baik Ketua, aku setuju. rebut wilayah dan bunuh anggotanya, aku yakin dia pasti kesal sehingga jantungan," kata Leon dengan semangat


"Aku setuju! balas dendam dengan tanpa melukai orang lain, Wolf memang tidak akan melukai orang tidak bersalah, ini peraturan kita dari dulu ," lanjut dengan Licon dengan bangkit dari tempat duduknya


Tidak lama kemudian panggilan masuk di handphone milik Jack


"Hallo" sapa Jack yang menjawab panggilan itu


"Ketua, orang yang ingin kita cari dia ada di Los Angeles." jawab pria yang di seberang sana


"Ikuti dia, lihat apa yang dia lakukan di sini" perintah Jack


"Siap Ketua " jawab pria di seberang sana


Sesaat kemudian mereka meninggalkan kediaman Anderson..


Di malam hari

__ADS_1


Jack yang masuk ke kamar untuk melihat Yivone yang sedang ketiduran.


"Tidurnya sangat pulas, apa kecapean karena perjalanan jauh?" gumam Jack dengan tersenyum


"Yivone, sudah malam bangun dan makan dulu" panggil Jack dengan lembut


Mendengar panggilan Jack, Yivone lalu membuka matanya dengan menatap Jack yang sedang tersenyum


"Sudah malam? sudah lama aku ketiduran?" tanya Yivone dengan mengucek matanya


"Iya, apa kamu kelelahan? bagaimana kalau aku membawa makanan ke kamar?"


"Tudak usah, sebentar lagi aku keluar" jawab Yivone yang masih memejamkan matanya


Jack lalu mencium wajah polos gadis itu, lalu Jack menatap dekat ke arah Yivone yang masih lanjut dengan tidurnya


"*D*asar gadis kecil, tidur saja bisa begitu manis seperti anak kecil." batin Jack dengan tersenyum


Di sisi lain Anthony yang sedang mengendarai mobilnya tiba-tiba saja dia menghentikan mobilnya di saat dia melihat seseorang yang dia kenali yang tidak jauh dari posisinya, karena merasa penasaran dia pun keluar dari mobilnya dan berjalan mengikuti langkah pria itu..


Pria yang berpakaian serba hitam dengan kacamata hitam berjalan ke gang yang sepi yang di kelilingi bangunan tinggi yang tanpa siapa pun di sana, Anthony lalu mengikuti secara diam-diam dari belakang pria itu, lalu dia menghentikan langkahnya karena melihat pria itu sedang berbicara dengan seseorang..


"Pesan dari Ketua, kau harus membunuh nya, jika tidak maka kami akan mengambil nyawa mu." perintah pria asing itu


"Tidak mudah untuk membunuhnya, harus beri aku waktu."jawab pria yang di ikuti Anthony


"Itu urusan mu, kau harus tahu di dunia ini hanya ada kumpulan Wilves tidak ada Wolf, maka kau harus mengambil kepala Jack Anderson."desak pria asing itu dengan tegas


"Baiklah! aku tahu" jawab pria itu dengan menunduk


"*K*urang ajar, ternyata kau pengkhianat, aku harus menghubungi Jack."batin Anthony yang ingin beranjak pergi akan tetapi langkahnya di hentikan oleh pria itu


"Jika kau berjalan satu langkah lagi maka kepala mu akan bocor," ancam pria itu dari belakang Anthony dengan menodong senjata ke arahnya


Dengan perlahan Anthony membalikkan badannya ke arah pria itu


"Kau ingin membunuhku untuk menutup mulut ku?"


"Benar, karena kau sudah tahu maka kau harus mati."ancam pria itu dengan ingin menarik pelatuk senjatanya


"Jika Jack tahu kau adalah pengkhianat, aku yakin kau pasti akan mati di buatnya" jawab Anthony dengan gemetaran

__ADS_1


"Jika kau mati maka dia tidak akan tahu lagi"


Dor....


Bunyi tembakan yang melesatkan ke arah bagian perut alAnthony, sehingga membuatnya jatuh ke lantai dengan darah berceceran tanpa henti


"Kau..kau akan mati di tangannya suatu saat nanti" ujar Anthony dengan menahan sakit, dan memegang luka bagian tembak


"Nyawa mu sudah di ujung tanduk, tapi kau masih membela teman mu itu" ujar pria itu dengan mengarahkan senjatanya ke kepala Anthony yang sudah tidak berdaya


Bruk....


Satu pukulan yang tiba-tiba menghantam kepala pria itu..


Sehingga membuat pria itu pingsan akibat pukulan kuat dari pria asing yang tidak di kenali


Lalu pria asing itu melihat ke arah Anthony yang sedang sekarat


"Apa kau juga ingin membunuhku?"tanya Anthony dengan kondisi yang kritis


"Tergantung kau saja, jika kau mau hidup maka aku tidak membunuh mu, tapi jika kau mau mati akan ku bantu." jawab pria asing itu


"Dasar bodoh siapa yang mau mati, cepat selamatkan aku, aku masih mau ketemu dengan pria es itu" kata Anthony dengan kesal


"Sudah sekarat masih bisa memarahi orang" ujar pria asing itu


" Kak Jones" sapa anggota pria asing itu


"Dia masih mau hidup, bawa ke rumah sakit, jika dia mau berubah pikiran maka kuburkan saja hidup-hidup" perintah Jones yang menyelamatkan Anthony tadi


"Dasar kurang ajar, aku yang akan mengubur mu hidup-hidup jika aku sembuh nanti" jawab Anthony yang kesal dengan menahan sakit


Sesaat kemudian Jones membawa pergi pria yang berniat membunuh Anthony tadi


Bruk...


Jones menghempaskan tubuh pria itu dengan kuat, sehingga membuat pria itu tersadar, saat membuka matanya pria itu menatap ke arah Jones


"Kau siapa? kenapa membawa ku kemari?"


"Ada yang ingin bertemu dengan mu, dan siapkan saja mental mu, karena kau pengkhianat maka nikmati saja hukuman darinya."jawab Jones dengan cuek

__ADS_1


__ADS_2