
Keesokan harinya
Di pagi itu Jack tidak masuk kerja hanya menemani sang kekasihnya di rumah..
"Jack, jika aku bosan apa aku boleh mencari mu di kasino atau di Night Club?" tanya Yivone dengan duduk bersama Jack di halaman luas kediaman mereka
" Tidak" jawab Jack dengan nada tidak senang
" Kenapa kau marah? aku hanya bertanya?" tanya Yivone dengan takut saat mendengar nada keras dari Jack
" Yivone, maaf aku bukan marah, Night Club tidak cocok untuk mu, oleh sebab itu aku melarang mu dari dulu."
" Kenapa aku tidak boleh kesana? banyak pria wanita yang main di sana, aku hanya ke kantor mu" tanya Yivone dengan polos
" Yivone, apa kau masih ingat di malam itu saat kau ingin menjemput Kimi aku melarang mu ke Night Club? niat ku adalah Club sangat tidak cocok dengan mu, banyak pria hidung belang di sana, pria dan wanita yang di sana semua hanya mencari kesenangan akan tetapi mereka tidak sadar, itu sama saja menghancurkan hidup mereka. Yivone, aku tidak mengizinkan mu ke tempat seperti itu, jadi jangan pernah menginjak ke tempat itu ya."kata Jack dengan lembut
" Di saat itu kau mengancam ku dan kakak Kimi."
" Ini untuk kebaikan mu, aku tidak peduli dengan dia, tapi beda dengan mu. kau gadis polos yang tidak bergaul dengan siapa pun, Kimi ingin mencelakai mu tapi kau tidak tahu."
" Saat itu kau sudah tahu jika dia ingin menjual ku? makanya kau tiba-tiba muncul?"tanya Yivone dengan menatap ke arah Jack
"Iya ,itu semua awal dari rencana nya."
"Iya, aku mengerti"
"Ingat ya, apa pun yang terjadi jangan menginjak kaki mu ke sana."ujar Jack dengan menatap mesra
"Baiklah" jawab Yivone dengan mengangguk
"Kalau ingin menemuiku hubungi aku saja, aku akan segera pulang" kata Jack dengan senyum
" Iya aku tahu."jawab Yivone dengan nurut
"Yivone, ada ingin ku beritahu Elvis sudah meninggal, aku sudah membalas dendam untuk Papa"
"Paman Elvis? apa kamu membunuhnya?"
"Iya, walau dia menyesal dia tetap harus membayar atas perlakuannya pada Papa ku," kata Jack dengan memegang tangan Yivone
__ADS_1
"Kematian Paman Kane tidak wajar, di khianati teman sendiri."lanjut Yivone
"Dalang utamanya di Los Angeles. Yivone, kali ini kita ke sana akan tinggal di sana dalam waktu yang lama"kata Jack dengan menatap Yivone
"Maksud mu masih ada dalang lainnya?selain Paman Elvis?"
Jack lalu menjelaskan semua tentang apa yang di beritahu kan Elvis kepadanya.
" Dia adalah kumpulan Mafia, apakah pertarungan antar dua kelompok mafia akan di mulai?" tanya Yivone dengan khawatir
"Benar! Yivone, apa kau takut?"
" Tidak, dunia Mafia pasti ada perkelahian. Jack, janji pada ku kau harus selalu berhati-hati"
"Iya, aku akan berhati-hati, tenang saja, pengawal andalan ku akan berada di sana juga, jadi kau jangan khawatir, bagaimana kalau kita melangsungkan pernikahan kita di sana?"
"Menikah? Jack,aku rasa bagus selesaikan urusan ini, masalah antar Mafia bukan hal yang kecil, kalian adalah dua kelompok besar."
"Tapi aku sudah berjanji pada mu, untuk menikahi mu dalam waktu dekat."
"Walau kita menunda, tapi bukannya setiap hari bersama, tidak masalah. aku tidak keburu, yang penting janji saja pada ku kau akan baik-baik saja."
Los Angeles
Kabar kematian Elvis akhirnya di sebarluaskan sehingga di dengar oleh Wilves Filan
Markas Wilves
"Lapor Ketua, ada kabar yang menyebar bahwa Elvis sudah di bunuh, hanya saja tidak tahu siapa penyebarnya, dan siapa pembunuhnya," lapor anggota Wilves
"Bukankah dia di perkampungan itu? lalu kenapa dia bisa mati di bunuh? apa dia masih memiliki musuh lain?" kata Wilves dengan penuh tanda tanya
"Ketua, kematian nya sangat aneh, jika dia mati di kampung itu, kenapa kabarnya bisa menyebarkan di kota Los Angeles?"
"Apa dia di culik sehingga ke kota ini? lalu di bunuh?"lanjut Wilves dengan penasaran
"Apakah dia di tangkap oleh Wolf? saat itu Jack Anderson muncul di perkampungan itu."
"Tidak mungkin, bukan kah bocah itu hanya sebentar saja dan kembali ke swedia,"ujar Wilves
__ADS_1
"Foto-foto jasad Elvis di sebar di kota ini, kondisi nya sangat mengenaskan" lanjut anggota dengan menunjukan foto Elvis
"Kelihatannya dia di siksa habis-habisan sebelum di bunuh, luka nya cukup parah,yang menangkap pasti bukan orang sembarang" kata Wilves sambil menatap foto itu
"*B*agus juga dia mati, aku masih khawatir sebelum nya jika dia di temukan oleh bocah itu, Elvis nasib mu yang malang dan kau yang pilih sendiri jalan ini, sekarang tidak ada saksi lagi yang bisa membuktikan jika aku adalah pembunuh Kane Anderson."batin Wilves dengan senyum sinis
"Robert, aku teringat seseorang, kerahkan anggota dan tangkap dia." perintah Wilves dengan tegas
"*K*enapa aku bisa lalai? Elvis mati, tapi dia masih hidup, dia harus menyusul Elvis, semua yang menghalang ku harus mati ."batin Wilves
"Siap Ketua"
Atas Perintah Jack, Sandro menyebar kan foto kematian Elvis ke seluruh kota Los Angeles, dengan niat untuk di ketahui oleh pihak lawan yang tidak lain adalah Wilves Filan, selain Wilves berita ini juga mengagetkan seseorang iaitu Shane Wilker
Shane Wilker yang sedang duduk di sebuah cafee seperti biasanya menikmati minuman kesukaannya
"Tidak menyangka si penjudi ini tewas akhir nya, seperti nya pembunuh ini sangat kejam, luka di tubuh nya cukup parah, selain tusukan juga melepuh di sekujur tubuhnya dan mati di tembak di kepala," kata Shane sambil menatap foto itu
"*S*iapa pembunuh nya? siksaan ini hampir mirip dari kumpulan Wolf, apa mungkin dari mereka? atau Elvis tewas karena hutang lintah darat?" batin Shane dengan penasaran
"Sepertinya ini sudah waktunya aku menemui Jack, di kota ini ada markas mereka yang di wakili Sandro, sebelum aku mati aku harus menyerahkan barang peninggalan Kane pada putranya."gumam Shane
"*K*ane, saat nya aku melunasi janji ku pada mu, putra mu itu sudah berhasil, dan sudah saat nya kita menyerahkan barang ini padanya, dia lebih kejam dari kita semasa muda dulu, dan di kenal sebagai Mafia berdarah dingin ," batin Shane dengan melihat foto kenangannya bersama Kane
Setelah beberapa hari kemudian Jack dan Yivone berangkat ke Los Angeles, sementara Leon, Licon, dan Nick sudah berangkat sebelumnya.
Setiba di Los Angeles Jack membawa Yivone ke kediaman mewahnya di sana, Jack memiliki kediaman mewah di setiap kota, kediaman Jack di jaga oleh puluhan anggota nya selama ini
"Ketua" sapa serentak Leon, Licon, Nick dan Dennis yang sudah menunggu kedatangan Ketuanya.
"Ketua, sudah kembali" sapa ketua pelayan Jack yang menjaga rumah nya selama ini
"Yivone, kau sudah lelah istirahat lah dulu" kata Jack dengan menatap Yivone
"Baiklah" jawab Yivone sambil mengangguk
"Hendry, tunjukan kamar untuk tunangan ku" perintah Jack
"Baik Ketua" jawab Hendry yang sebagai pelayan Ketua
__ADS_1
Setelah itu Jack dan semua anggota berkumpul di ruangan yang luas dan mewah, ruangan tersebut adalah tempat khusus untuk mereka berkumpul