
Dalam perjalanan Jack di temani oleh Nick, Leon dan Licon dan Bean. Bean yang tidak tahu menahu jika dirinya akan di bawa bertemu dengan Roberto, karena Bean sendiri sama sekali tidak tahu tempat tinggal bos nya itu
Mobil Jack telah tiba di apartemen Roberto
Jack, Nick, Leon, Licon dan Bean bersama-sama menuju ke tempat tinggal Roberto
Gubrak...
Bunyi pintu apartemen Roberto terbuka akibat tendangan dari Leon
Di saat mendengar hentakan pintu nya Roberto yang saat itu sedang duduk dengan santai di sofa langsung mengeluarkan senjatanya mengarah ke pintu dan ingin melepaskan tembakkan
Jack dengan cepat mengeluarkan senjatanya menembak ke arah Roberto
Dor..dor..
Bunyi dua tembakan yang di lepaskan Jack mengenai ke tangan Roberto sehingga senjatanya jatuh ke lantai
"Aarrghhhtt" jeritan Roberto yang tangannya terluka dua tembakan Jack
Nick yang langsung menghampiri Roberto
Bruk...bruk..
Dua tumbukan dari Nick melayang ke wajah Roberto sehingga membuatnya terhempas ke sofa dengan wajahnya yang lebam
Di saat dia memandang ke arah para pria yang menyerangnya Roberto membuka matanya sehingga tidak bisa berkata apa pun
"Hi..kawan sudah lama kita tidak bertemu" sapa Jack dengan senyum sinis
"Ka-kau kenapa kalian bisa ada di sini?"tanya Roberto dengan rasa tidak percaya
"Ini karena bantuannya jadi kami harus berterima kasih padanya"jawab Licon dengan sengaja mendorong Bean
"A-apa?"kata Bean yang binggung dengan apa yang terjadi
"Bean, terima kasih karena sudah membawa kami ke tempat si pengecut ini"ucap Licon dengan sengaja memprovokasi
"Ini..aku tidak tahu apa-apa."jawab Bean dengan wajahnya yang pucat
"Jangan bercanda, kau yang mengatakan kau adalah mata-matanya dan membawa kami kemari" lanjut Licon dengan sengaja
"Dasar pengkhianat" bentak Roberto yang ingin bangkit dari sofa akan tetapi di tahan oleh Nick
Bruk..bruk...
__ADS_1
Pukulan dari Nick mengenai ke bagian perut Roberto
"Aargghhhtt..uhukk.uhukk..uhukk..."jeritan Roberto yang menahan sakit
"Aku tidak mengatakan apa-apa sama sekali"bantah Bean dengan cemas
"Bean, kenapa kau harus takut? akui saja, lagi pula dia tidak bisa membunuh mu, kau juga sudah menerima uang kami kan?" kata Leon dengan sengaja
"Dasar tidak berguna"ketus Roberto yang sedang menahan sakit luka tembak di tangannya
"Aku tidak melakukan apa pun, Jack Anderson aku akan membunuh mu"teriak Bean dengan mengeluarkan senjatanya mengarahkan ke Jack
"Apa kau ingin menembak ku? lakukan saja jika kau bisa"kata Jack dengan santai
"Ba-bagaimana kau tahu jika aku adalah utusannya?"tanya Bean dengan sambil mengancam dengan senjatanya
"Apa kau kira ketua kami bisa dibohongi oleh akting mu yang tidak berkualitas itu?"bentak Leon
"Di saat pertama kau muncul aku sudah tahu kau adalah mata-matanya"jawab Jack dengan senyum
"Tidak mungkin, aku melakukannya dengan bagus bagaimana kau bisa mengetahuinya?"ujar Bean dengan heran
"Bean, tidak perlu lagi kau berpura-pura, kau membawa kami kemari karena mau ikut dengan kami kan? dan setelah selesai maka kami akan melayani mu dengan baik"ujar Licon dengan sengaja
"Jika kau tidak salah maka buktikan pada ku, bunuh dia" bentak Roberto pada bean dan menunjukan jari ke arah Jack yang berdiri di hadapannya
"Aku bunuh kau" bentak Bean dengan melepaskan tembakan ke arah Jack
Dor...
Bunyi tembakan yang di lepaskan dari Bean
Bruk...
Bean tewas di tempat akibat ulahnya sendiri
Roberto yang melihat hasil tembakan dari Bean membuatnya terkejut dan matanya membuka lebar-lebar
"Sudah ku bilang jangan asal melepaskan tembakan, tapi kau malah tidak mendengar kata ku" kata Licon yang menyentuh jasad Bean dengan mengunakan kakinya
"Ini kenapa?"tanya Roberto yang melihat kepala Bean di tembus oleh peluru sendiri
"Ini karena kobodohannya, kami sudah tahu dari awal jika dia adalah mata-mata mu, maka kami sengaja memberikan senjata ciptaan kami untuknya" jelas Licon
"Senjata ciptaan kalian?"tanya Roberto yang di tahan di sofa oleh Nick dengan mengunakan kakinya
__ADS_1
"Benar, walau senjata ini menghadap ke depan tapi di saat dia ingin melepaskan tembakkan maka pelurunya akan mengena pada dirinya sendiri, karena di bagian belakang ini ada lobang untuk keluarnya peluru, ini namanya senjata untuk bunuh diri"lanjur Leon dengan menunjukkan senjatanya pada Roberto
"Dan ini hasil ciptaan kami untuk mata-mata mu ini"lanjut Licon
"Kalian juga sengaja mengantarnya ke tambang batu bara?"tanya Roberto dengan penasaran
"Benar, kau sangat bodoh mengira ketua kami tidak tahu permainan mu, selama ini kami hanya menemani mu bermain bersama, mainan mu ini tidak seru untuk kami sama sekali" ujar Nick yang menahan tubuh Roberto dengan kakinya
"Jack Anderson, kau..!"sebut Roberto dengan melihat ke arah Jack yang berdiri di depannya
"Kenapa? setelah sekian lama kau tetap bodoh"jawab Jack dengan senyum
"Si pengkhianat ini memberitahu mu tempat tinggal ku, maka aku harus berterima kasih pada mu karena dengan bantuan kalian dia sudah mati" ucap Roberto
"Kau salah, yang memberitahu kami bukan Bean tapi anak buah mu"jawab Jack dengan menjentik jarinya sebagai kode
Seorang anggota membawa anak buah Roberto yang selama ini mengikuti arahan Roberto.
"Aarrghhtt.."jeritan anak buahnya yang di dorong ke lantai oleh anggota Wolf
"Dia?"tanya Roberto dengan membulatkan mata besarnya
"Bos, aku tidak mengatakan apa pun"jelas anak buahnya itu dengan cemas
"Tentu saja dia tidak mengatakan apa pun, Nick mengikutinya di saat dia kemari untuk berjumpa dengan mu di hari di mana dia bertemu dengan Bean, di saat itu Bean di ikuti oleh Nick. oleh karena itu kami tahu keberadaan mu"jelas Jack dengan senyum
"Hahaha...Jack Anderson, apa kau kira hari ni kau bisa membunuh ku? aku masih memiliki sejumlah anggota untuk mengincar mu, walau aku mati kau tetap tidak akan bebas"kata Roberto dengan ketawa
"Apa kau yakin kau masih memiliki anak buah?"balas Jack dengan santai duduk di di hadapan Roberto
"Apa maksud mu ?"tanya Roberto dengan penasaran
"Roberto si kala jengking ada berita baik untuk mu, sarang anggota mu sudah kami kepung aku yakin sekarang mereka mungkin saja sudah jatuh di tangan pasukan sniper kami"lanjut Leon dengan senyum
"Ti-tidak mungkin"ucap Roberto dengan tidak percaya
"Jika soal itu maka harus berterima kasihlah padanya" sambung Jack dengan menunjukkan ke arah anak buah Roberto
"A-aku? kata anak buahnya dengan cemas
"Kau menyuruhnya kesana kemari oleh karena itu kami bisa mengetahui semuanya lewat dia" jawab Jack dengan senyum menatap Roberto
"Aku tidak akan kalah pada mu, aku masih ada anggota yang mengawasi ku di luar, aku yakin sebentar lagi mereka akan kemari jika tahu aku dalam bahaya" sambung Roberto sambil memegang tangan kanannya yang terluka itu
"Apa kau yakin?"tanya Nick dengan membuka jendela dan menarik tubuh Roberto mendekati jendela itu
__ADS_1