MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Jack mendekati wanita cantik bayaran


__ADS_3

Bruk...


"Arrgghhhtt ." teriakan wanita itu yang tubuh nya di hempaskan oleh Jack ke lantai


"Anita Cole wanita jal*ng, apa semua ini kau yang merencanakan nya." bentak Jack dengan menahan reaksi obat tersebut


"Tuan Anderson, aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya ingin membantu mu " jawab Anita dengan mencoba untuk berdiri dan mendekati Jack


"Aaarrrgghh...Tu-tuan jangan." teriakan Anita yang lehernya di cengkeram kuat oleh Jack dan kemudian menghempaskan tubuhnya ke meja yang di penuhi botol dan gelas minuman sehingga pecah berantakan


"Aarrrggh...sakit Tuan."


"Anita Cole, lihat saja nanti bagaimana aku menghancurkan mu" ancam Jack dengan tatapan aura membunuh


Anita mengalami luka di tubuh dan wajahnya karena terkena pecahan kaca dari botol dan gelas yang di meja, sementara Jack berlari keluar menuju ke mobilnya dengan wajah memerah dan tubuhnya panas, Jack menahan diri lalu mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi


Sambil menyetir Jack menghubungi seseorang yang di seberang sana


"Hallo Ketua" jawab Sandro yang di markasnya


"Perintahkan anggota kita kumpulkan es batu sebanyak-banyak nya dan bawa ke kediaman ku yang di jalan A..cepat lakukan" perintah Jack dengan menahan penderitaan obat itu


"Siap Ketua"jawab Sandro yang di seberang sana


Kediaman Anderson


Yivone yang sedang menunggu kepulangan Jack dengan menyiapin makan malamnya sambil melihat ke jam dinding yang menunjukkan pukul 11.00 malam


"Sudah satu jam kenapa Jack belum sampai ya?" gumam Yivone dengan khawatir


"Nona, ini sudah malam bagaimana kalau Nona makan dulu" kata Hendry sebagai ketua pelayan kediaman dengan hormat


"Sebentar, aku coba menghubungi Jack lagi" kata Yivone sambil menekan nomor Jack di handphone nya


"Kenapa tidak aktif?"gumam Yivone dengan khawatir


"Hendry, perasaan ku tidak enak, apa bisa menghubungi yang lainnya?" tanya Yivone dengan cemas


"Nona, sebentar aku akan mencoba menghubungi markas Wolf." jawab Hendry yang menghubungi Sandro dengan handphonenya


Sesaat kemudian Hendry memutuskan panggilan nya setelah mendengar penjelasan Sandro


"Hendry, bagaimana ?" tanya Yivone dengan cemas


"Nona, jangan khawatir. Ketua ada di markas nya, mendadak ada urusan oleh sebab itu nomor nya tidak aktif." jawab Hendry dengan hati hati, karena Hendry sudah tahu masalah yang di hadapi oleh Ketua nya dari Sandro


"Ternyata begitu, tapi kenapa perasaan ku tidak enak saja."


"Nona, mungkin Nona hanya berpikir terlalu banyak. Nona, silahkan makan. Ketua akan pulang besok setelah urusan nya selesai" ujar Hendry dengan menenangkan Yivone yang sedang cemas


"Baiklah" jawab Yivone dengan menyantap makanannya

__ADS_1


Di sisi lain Shane Wilker, Sandro, Leon, Licon dan Nick menyiapkan es batu sesuai perintah Ketuanya, di malam itu mereka semua termasuk anggota lainnya di sibukkan mengumpulkan es sebanyak-banyaknya dan menghantarnya ke kediaman jack yang lainnya


Jack yang sedang duduk di dalam bak mandi serta di penuhi oleh serpihan es sambil menahan reaksi obat tersebut


"Ketua, bagaimana keadaan mu?" tanya Sandro dengan khawatir


"Obat ini sangat kuat, tubuh ku sangat panas sehingga naik ke kepala ku"jawab Jack dengan menderita


"Bagaimana kalau kita panggil dokter?" tanya Nick


"Tidak bisa, obat bius ini adalah obat perangs*ng, dokter tidak ada obatnya, walau mengunakan es bisa meredakan tapi butuh waktu yang lama." jelas Shane


"Paman, lalu apa ada cara yang lebih cepat? jika begitu terus Ketua tidak akan tahan?" tanya Leon dengan cemas


"Jack, satu-satu caranya adalah melakukan hubungan dengan wanita, bagaimana jika aku panggil Yivone? ini adalah obat bius yang dosisnya tinggi," ucap Shane


"Tidak, jangan sampai Yivone tahu," jawab Jack dengan suara pelan


"Ketua, hanya Nona Yivone yang bisa menyelamatkan mu" lanjut Licon


"Jack, kalian sudah mau menikah, bukankah wajar jika kau melakukan dengannya" sambung Shane yang khawatir


"Paman, Yivone masih muda, aku tidak ingin menakutinya, aku tidak akan menyentuhnya selagi kami belum menikah, kalian tolonglah keluar"ucap Jack dengan memejam kan mata


"Baiklah, aku mengerti. para anggota masih mencari es, aku harap reaksi obat itu segera berakhir, jika kau berubah pikiran katakanlah, biar Leon menjemput Yivone kemari" ujar Shane


Sesaat kemudian mereka pun keluar dari kamar Jack, meninggalkan Jack sendirian di kamar mandi yang sedang merendam es batu yang memenuhi bak mandi nya


Di sisi lain shane yang lainnya masih berada luar pintu kamar Jack


"Ini sudah dua jam, apa Ketua baik-baik saja?" ujar Leon


"Aku tidak yakin, sampai sekarang anggota kita masih mencari es" jawab Sandro dengan khawatir


"Paman Shane, jika reaksi obatnya tidak hilang bagaimana dengan Ketua?" tanya Licon


"Jika tidak hilang, dan Jack memilih bertahan maka dia akan mati" jawab Shane dengan cemas


"Apa?" tanya serentak Sandro, Leon, Licon dan Nick


"Benar, satu-satu caranya harus mengunakan wanita untuk melayani nya, tapi Jack menolak jika kita memanggil Yivone" jawab Shane dengan mengeluh


"Tidak memanggil Nona Yivone bukan berarti tidak memanggil lain kan?" lanjut Sandro dengan menatap mereka semua


"Sandro, maksud mu kau ingin mencari wanita lain untuk Ketua? tanya Nick


"Hanya ini satu-satu caranya, aku melihat Ketua sangat menderita harus melawan obat itu, Paman bagaimana menurut mu?"tanya Sandro dengan menatap ke arah Shane


"Kelihatannya hanya ini cara yang terbaik. Sandro, carilah wanita yang baik-baik, beri sejumlah uang sebagai ganti rugi."jawab Shane dengan menarik nafas panjang


"Baik, Paman" jawab Sandro dengan segera pergi meninggalkan mereka

__ADS_1


"Paman, ini apakah baik? bagaimana dengan Nona Yivone jika tahu masalah ini bukankah ini sama saja menghancurkan perasaannya?" tanya Nick dengan khawatir


"Kita tidak punya cara lain, Jack adalah Ketua Mafia di dunia ini, bukan hanya Ketua Wolf lagi. jadi kita harus utamakan nyawanya, mengenai Yivone kita tutup saja masalah ini agar tidak melukainya, bayar sejumlah uang ke wanita itu nanti, biar dia pergi jauh, maka semua akan berakhir." jelas Shane dengan menghela nafas


"Yivone, aku harus bertahan dan melawan reaksi obat ini, tunggu aku pulang" gumam Jack yang menderita selama berjam-jam karena efek tersebut


Jack yang sudah merendam es selama tiga jam masih merasakan reaksi obat yang kuat, sehingga membuatnya kepanasan yang sangat luar biasa


Lalu Jack menekan nomor di handphonenya dan menghubungi seseorang


"Hallo Jack" sapaan orang dari seberang sana


"Pengacara Daniel, jika besok kau mendengar kematian ku, maka lakukan sesuai pesanan ku" kata Jack dengan suara lemas


"Jack, ada apa dengan mu? kau di mana?kenapa suara mu beda?"tanya Daniel dari seberang sana


"Dengarkan aku, jika aku mati serahkan status Ketua Wolf kepada Shane Wilker" kata Jack dengan wajah nya memerah


"Jack, aku mengerti. tapi katakan kau di mana? apa yang terjadi pada mu?" tanya danie dari seberang sana


"Dengarkan baik-baik, seluruh kekayaan ku di dalam mau pun luar negeri di buat atas nama Yivone Shin." lanjut Jack dengan keringat membasahi wajahnya


"Apa? Yivone Shin? siapa dia?"


"Dia adalah wanita yang paling ku cintai." jawab Jack dengan senyum saat memikirkan Yivone


"Sudah berjam-jam lamanya, efek obat ini juga belum hilang, ini sangat bisa mematikan ku jika bertahan seperti ini." gumam Jack dengan memejamkan mata nya


Di sisi lain Sandro membawa seorang wanita muda ke kediaman Jack..


"Paman, ini namanya Lucy" kata Sandro


"Baiklah. Lucy, apa kau sudah pernah melakukan nya?"tanya Shane dengan menatap ke arah wanita itu


"Belum, aku baru usia 18 tahun. tapi demi uang aku akan melakukan nya" jawab Lucy dengan cemas


Sandro lalu menuju ke kamar mandi Ketua nya


"Ketua, bagaimana dengan mu?" tanya Sandro dengan cemas


"Kepala ku bisa meledak jika efek obat ini tidak hilang, aku sulit untuk menahannya" jawab Jack dengan suara lemas


"Ketua, aku sudah mencari seorang wanita, nama nya Lucy usia 18 tahun dan masih perawan, dia sudah menerima sejumlah uang, dia mau melayani mu dia masih sangat bersih, belum pernah melakukan nya, aku akan membawanya masuk " ujar Sandro


Sesaat kemudian wanita muda itu masuk ke kamar mandi tempat yang di mana Jack berada. dengan hati-hati dia mendekati Jack yang sedang merendam es dengan memejamkan mata


"Tuan, nama ku Lucy. usia ku 18 tahun, aku bersedia melayani mu


Mendengar suara wanita ini Jack membuka mata nya dan memandang ke arah wanita muda yang cantik itu yang sudah tanpa sehelai benang di tubuhnya, sehingga menampakan kulit putih dan halus serta memiliki dada yang besar dan tubuh yang langsing


Jack lalu bangkit dari bak mandi dan mendekati wanita itu..

__ADS_1


__ADS_2