MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Roberto kesal rencananya gagal


__ADS_3

Malam hari


"Sudah malam kenapa Jack belum tidur ya?"gumam Yivone yang sedang berada di kamarnya.


Lalu Yivone pun bangkit dari kasur empuknya dan melangkah keluar dari kamar untuk mencari keberadaan Jack


Jack sedang menikmati minuman favoritnya di bar yang berada di dalam kediaman mewahnya


"Jack, ternyata kau di sini" suara panggilan Yivone yang masuk ke dalam bar indah itu dengan melihat banyak pajangan minuman yang mahal di bar tersebut


"Duduklah di sini"kata Jack dengan senyum yang sedang berdiri menuangkan minuman ke gelasnya


"Aku belum pernah masuk ke sini, hampir sama dengan bar di luar sana tapi sini lebih indah, apa hobi mu setiap kediaman pasti ada bar?" tanya Yivone yang duduk di hadapan Jack


"Benar, ini adalah hobi ku, aku adalah penyuka minuman keras, maka setiap kediaman ku harus ada bar" jawab Jack dengan jalan mendekati Yivone dan kemudian duduk di sampingnya


"Apakah begitu menyenangkan dengan minuman keras seperti ini?" tanya Yivone dengan penasaran


"Iya, bagi yang penyuka minuman keras seperti ku memang sangat menyenangkan" jawab Jack dengan senyum dan meminum bis yang di gelasnya


"Apa kau pernah mabuk?"


"Pernah"


"Lalu kenapa kau minum lagi?"


"Di saat itu aku minum dengan perasaan hancur oleh karena itu aku menghabiskan sebanyak 20 botol lebih sehingga aku tidak sadarkan diri, dan di saat aku minum aku meminumnya dengan cepat dan di itulah membuat ku cepat mabuk" jelas Jack dengan senyum menatap Yivone yang duduk berhadapannya dengannya


"Perasaan hancur? apa yang membuat mu hancur? dan sekarang kau meminumnya lagi. apa karena perasaan mu sedang tidak gembira?" tanya Yivone dengan penasaran


"Tidak, aku menikmatinya malam ini, aku gembira oleh karena itu aku tidak akan mabuk" Jawab jack dengan senyum


"Aku mabuk di saat itu karena aku mengira kau adalah adik kandung ku, oleh karena itu perasaan ku hancur, tapi sekarang aku gembira karena aku bisa melihat mu setiap hari " batin Jack


"Banyak pria dan wanita sangat menyukai minuman seperti ini"


"Apa kau mau mencobanya?"


"Aku? apa bisa aku mencobanya?"


"Tentu saja tidak, karena jika kau mencobanya kau akan kebiasaan, ini tidak cocok dengan mu"


"Kenapa tidak cocok? bukankah banyak yang menikmatinya?"

__ADS_1


"Yivone, sebenarnya ini bukan minuman yang bagus untuk kesehatan, aku meminumnya karena di saat aku berusia 15 tahun jadi aku sudah terbiasa." jawab Jack yang menghabiskan minumannya dan kemudian bangkit dari tempat duduknya


"Sudah malam ayo tidur" kata Jack dengan bangkit dari tempat duduknya dan mengendong Yivone


"Tidak minum lagi?" tanya Yivone yang berada di gendongan Jack


"Tidak, sudah malam" jawab Jack yang melangkah keluar dari bar mewahnya


Jack menidurkan Yivone di kasur dan lalu mencium bibir gadis itu dengan menindih tubuhnya


Jack menciumnya tanpa berhenti tidak lama kemudian Jack memasukkan tangannya ke dalam baju yang di kenakan Yivone dengan meraba tubuh gadis itu


Yivone yang merasakan sentuhan Jack mengetahui keinginan pria itu yang ingin melakukan hubungan dengannya membuatnya cemas dan rasa takut


"Apakah Jack ingin melakukannya?bagaimana apa aku harus menolak atau menuruti keinginannya saja? aku masih ingat di malam itu sangat menyakitkan dan sangat malu sekali " batin Yivone dengan memejamkan matanya


Jack lalu menc*um leher Yivone serta tangannya menyentuh bagian dada Yivone yang di tindihnya


"Yivone, aku menginginkan mu malam ini" kata Jack dengan berisik di telinga Yivone dan melanjutkan ciumannya


Yivone hanya diam seribu bahasa dengan perasaan takut, cemas dan malu bercampur menjadi satu, walau sebenarnya dia sudah pernah melakukannya sekali di saat di suntik nobat perang.sang


Jack melepaskan pakaiannya dan juga Yivone dengan satu -persatu sehingga tanpa sehelai benang, menampakkan tubuh Yivone yang putih mulus dan ramping itu, lalu Jack mulai menindih tubuh Yivone dengan sambil mencium bibirnya


"Aku akan melakukannya" kata Jack dengan melepaskan ciumannya


jack lalu mulai melakukan keinginannya dengan lembut.


"Ssssttt.."jeritan Yivone yang menahan sakit


Jack lalu menghentikan aksinya dan menatap wajah Yivone yang sedang menahan rasa sakit itu


"Yivone, apa kau sakit?" tanya Jack dengan tidak tega


"Iya" jawab Yivone dengan mengangguk


"Aku akan berhenti"kata Jack


"Tidak perlu, aku tidak apa-apa" jawab Yivone


"Apa kau yakin?" tanya Jack dengan tidak tega


"Iya"

__ADS_1


"Baiklah, jika tidak bisa menahannya beritahu aku, aku akan berhenti" ujar Jack dengan melanjutkan aksinya dengan lembut dan sambil mencium Yivone dengan tanpa henti


"Sangat menyakitkan walau sudah pernah melakukannya, jika aku menyuruhnya berhenti maka Jack yang akan menderita, aku tidak boleh egois, Jack sudah sangat menyayangi ku selama ini." batin Yivone


Selama melakukan hubungan dengan Jack , Yivone merasa kesakitan sehingga mengeluarkan air matanya, walau Jack melakukan nya dengan sangat lembut rasa tidak nyaman tetap di rasakan oleh Yivone sendiri.


Tidak lama kemudian Jack menghentikan aksinya dan menatap dalam ke wajah pujaan hatinya yang masih di bawah tubuhnya


"Apa kau tidak apa-apa?"tanya Jack dengan mengusap air mata Yivone yang membasahi matanya


"Tidak" jawab Yivone dengan suara pelan


"Maaf, aku tidak bisa menahan diri untuk melakukannya dengan mu" kata Jack dengan mencium bibir Yivone


"Sudah lama aku menginginkan mu hanya saja belum waktunya untuk melakukannya karena aku tahu kau belum bersedia, akan tetapi malam ini aku malah tidak bisa menahan diri. Yivone, kau satu-satunya yang membuat ku tergoda sehingga ingin melakukannya" batin Jack


Keesokan harinya


Jack yang sudah bangun menatap dalam ke Yivone yang masih tidur di pelukannya, dengan menyentuh wajah polos itu dengan sentuhan lembut


"Yivone, aku harus segera membunuh Roberto agar aku bisa secepatnya menikah dengan mu, apa kau tahu aku sudah tidak sabar untuk menikah dengan mu dan menjalani hidup yang tenang, kau adalah satu-satunya pilihan ku dan satu-satunya yang membuatku ingin menikah" batin Jack dengan senyum


Sesaat kemudian Yivone membuka matanya dan melihat Jack yang menatap senyum ke arahnya


"Selamat pagi"ucap Jack dengan senyum dan mencium kening Yivone


"Selamat pagi"balas Yivone dengan mengucek matanya


"Aku akan menyiapkan sarapan untuk mu, tidurlah dulu, aku akan membangunkan mu jika sudah siap nanti" kata Jack dengan senyumannya


"Iya"jawab Yivone yang kembali memejamkan matanya


Apartemen


"Bos, kemarin Jack Anderson menemani istrinya ke rumah sakit dengan di temani oleh sejumlah anggotanya hingga ikut masuk ke rumah sakit untuk melindungi mereka, utusan kita tidak bisa bergerak sama sekali, di saat dari jauh melihat kedatangan Jack utusan kita langsung bersembunyi"lapor anggota nya..


"Apa dia takut mati? sehingga di kawal ketat oleh anggotanya, tidak biasa dia bersikap seperti itu" jawab Roberto yang duduk di kursi dengan kakinya yang menaruh ke meja


"Iya Bos, salah satu utusan kita yang di rumah sakit dengan menyamar sebagai pembersih juga tidak ada kesempatan, ada Nick dan Leon yang sedang berjaga dan memeriksa seluruh rumah sakit itu." kata anggotanya


"Pantas saja dia melakukan kawalan ketat, rupanya karena dia bersama wanita itu, Jack yang ku kenal bukanlah Jack yang pengecut, ini semua demi wanita itu, dia benar-benar jatuh cinta" kata Roberto dengan kesal karena rencananya gagal berkali-kali


"Bos, bagaimana jika kita mengirim seseorang untuk mendekatinya ?"

__ADS_1


"Maksud mu?"tanya Roberto dengan penasaran


"Menyamar dan mendekatinya"jawab anggotanya


__ADS_2