MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Jack bertemu dengan gadis penyelamat hidupnya


__ADS_3

"Aku ingin makan masakan mu" jawab Yivone dengan senyum memeluk jack


"Apa masakan ku ini yang kamu inginkan?"tanya Jack dengan menyentuh wajah istrinya yang berada di dekapannya


"Iya"


"Ini tidak termasuk permintaan istri ku sayang, aku akan memasak untuk mu kapan pun kau mau, tapi ini bukan termasuk permintaan" ujar Jack dengan memeluk erat tubuh istrinya


"Tapi aku belum memikirkan apa keinginan ku"


"Baiklah, kau punya waktu yang banyak untuk memikirnya setelah itu baru beritahu aku" ujar Jack dengan nada lembut


"Baik, aku akan memikirkannya apa yang ku mau, tapi aku ingin makan masakan mu besok" kata Yivone dengan menatap dekat ke arah Jack


"Ini tugas ku memasak sesuatu untuk istri ku, walau kau tidak memintanya aku juga akan melakukannya setiap hari" jawab Jack dengan mencium bibir istrinya dan sambil membuka kancing kemeja yang di kenakan oleh Yivone


Satu-persatu kancing kemeja Yivone di lepaskan hingga terbuka semua bagian depan kemejanya, sehingga menampakkan pakaian dalam Yivone dan kulit putihnya


"Jack, ini di sofa dan diruangan" kata Yivone yang menahan tangan Jack yang mulai liar dengan menyentuh tubuhnya istrinya itu


"Aku sudah mengunci pintunya dari tadi" jawab Jack dengan senyum dan menci*m leher istrinya


"Apa sudah di kunci?"


"Iya, aku memang ingin melakukannya di sini"jawab Jack dengan melanjutkan keinginannya


Jack menidurkan istrinya di sofa itu dan ingin melanjutkan niatnya


"Jack, jangan di sofa" pinta Yivone yang melihat Jack melepaskan pakaiannya sendiri


"Lalu istri ku mau di mana ? apa di kasur?" tanya Jack dengan tatapan mesra


"Iya di-di kasur saja" jawab Yivone yang merasa canggung


"Baiklah, di kasur aku akan menghajar mu sehingga kau kelelahan" jawab Jack dengan menggoda dan mengangkat tubuh Yivone


Sesudah melepaskan semua pakaian sendiri dan Yivone, Jack langsung memulai keinginannya dengan menyetu**hi istrinya, mereka melakukan hubungan itu dengan waktu yang cukup lama.


"Yivone ,apa kau sakit?" tanya Jack yang sedang melakukan aksinya sambil menatap ke arah istrinya yang berada di bawahnya


"Tidak" jawab Yivone yang kelelahan karena melayani keinginan Jack yang sudah selama satu jam


Jack belum menghentikan aksinya dengan mencium bibir istrinya dengan lembut


"*J*ack sudah melakukan selama satu jam tapi kenapa dia tidak merasa lelah? aku terasa perih karena kelamaan dan lelah sekali " batin Yivone dengan tubuhnya yang sedang di kuasai oleh suaminya

__ADS_1


Sesaat kemudian Jack menghentikan aksinya dan mencium kening istrinya.


"Apa kau lelah?"tanya Jack dengan menatap dekat istrinya


"Iya" jawab Yivone dengan suara pelan


"Istirahat lah istriku " kata Jack yang kemudian tidur di samping Yivone dan sambil memeluk tubuhnya dengan menutupi selimut tebal


"*A*ku melakukan dengan sangat lama, gadis ini memang sering membuatku tidak bisa menahan diri" batin Jack dengan mencium wajah istrinya yang sedang tidur


Dua hari kemudian


Di siang itu Bean keluar dari penambang batu bara, dengan tangan penuh luka dan merasa lemas di sekujur tubuh membuatnya semakin kesal atas perintah dari Licon dan Santos


"Jangan sampai aku balas dendam terhadap kalian" gumam Bean dengan kesal


Di saat itu dia berjalan kaki dengan niat ingin bertemu dengan anggota Roberto lainnya. di kawasan sana terkenal sepi tanpa ada kendaraan yang berlalu lalang


Setelah berjalan dengan waktu yang cukup lama akhirnya dia menemukan sebuah mobil hitam yang telah menunggunya di sana. lalu Bean masuk ke mobil tersebut tidak lama kemudian mobil itu pun berjalan.


Di malam hari


Mobil hitam itu berhenti di sebuah tempat yang sepi tanpa sesiapa pun di sana, lalu Bean keluar dari mobil dan bertemu dengan seseorang yang sudah menunggu kedatangannya


"Apa kau kira Bos bisa kau temui dengan mudah?" jawab orang itu yang juga salah satu anggota Roberto


"Kenapa? seharusnya tugas ku adalah menjadi mata-mata, tapi aku di masukkan ke sana dan bekerja selama seminggu, ini membuat tubuh ku di penuhi dengan luka-luka" kata Bean dengan kesal


"Jika kau tidak sudi kau bisa mundur di saat itu juga, kenapa kau memaksa diri?"


"Jika bukan karena permintaan Bos dan bayarannya tinggi tidak mungkin aku rela, dan sekarang aku ingin meminta bayaran yang lebih tinggi"


"Jangan bermimpi! apa kau tahu Bos paling tidak suka jika ada yang mengertaknya, jika kau berhasil mendekati Jack Anderson maka berapa pun kau mau Bos pasti akan membayarnya"


"Apa sesuai dengan perjanjian mu? jika aku berhasil membawa Jack ke hadapan mu apakah aku bisa meminta bayaran tinggi?"


"Tentu saja, Bos tidak pernah berbohong" jawab pria itu dengan berjalan ke arah mobilnya dan sesaat kemudian meninggalkan tempat itu


"Sialan, aku harus bersabar lagi, bagaimana caranya agar aku bisa membawa dia kemari?"gumam Bean dengan kesal


Pria yang bertemu dengan Bean adalah orang kanan Roberto yang selalu di perintah oleh Bos nya untuk melakukan sesuatu atau mencari pembunuh bayaran.


Pria itu tiba di apartemen Bosnya.


"Bos, Bean sudah keluar dia meminta bayarannya di naikkan"lapor pria itu yang masuk ke ruangan bosnya

__ADS_1


"Bayaran? belum mulai bekerja sudah berani meminta pada ku, apa sudah bosan hidup?"ujar Roberto dengan kesal


"Bos, dia bisa kita gunakan untuk menangkap Jack Anderson asal dia sudah mendapat kepercayaan darinya"


"Iya, setelah dia berhasil membawa Jack Anderson maka bunuh saja dia, dia juga tidak berguna lagi"kata Roberto dingin


Kasino


Jack yang malam itu masih berada di kantornya sedang fokus pada komputernya


Tok..tok..tok..


"Masuk"perintah Jack yang di dalam kantornya


Klek


"Tuan, di luar ada Nona yang mencari mu"kata bawahannya


"Siapa?"tanya Jack tanpa memandang ke arah bawahannya itu


"Namanya Cindy dia mengenal anda"jawab bawahannya dengan pelan


"Aku tidak kenal, ada urusan apa?"tanya Jack dengan melihat ke arah bawahannya


"Katanya ingin bertemu dengan mu"


"Silahkan"kata Jack dengan cuek


"Baik Tuan"jawab bawahannya dengan meninggalkan kantor atasannya


"Tuan Anderson" sapa seorang wanita cantik, berkulit putih dan rambut berwarna hitam yang masuk ke kantor Jack


"Apa aku mengenal mu?"tanya Jack dengan dingin


"Apa Tuan sudah lupa, di saat 22 tahun yang lalu anda terluka parah ada seorang gadis kecil yang muncul menyelamatkan mu"jawab wanita itu dengan senyum


"Ternyata kau orangnya, bagus juga aku sedang menunggu kedatangan mu selama ini" jawabJack dengan berdiri dan senyum tipis


"Apa kau menunggu ku selama ini?"tanya wanita itu dengan senyumnya


"Benar, seorang penyelamat ku mana mungkin aku bisa lupa, walau aku sudah tidak ingat nama mu, tapi aku masih ingat ada gadis kecil yang menyelamatkan ku di saat aku sekarat" jawab berjalan menghampiri wanita itu


"Aku merasa bahagia ternyata diri mu masih ingat pada ku, walau sudah 22 tahun lamanya"jawab Cindy dengan senyuman wajah yang cantik


"Jika aku melupakan gadis itu maka aku adalah pria yang lupa budi" kata Jack dengan senyum menatap Cindy

__ADS_1


__ADS_2