
"Aku sudah terbiasa tidur di temani oleh mu." kata Yivone yang duduk pangkuan di Jack
"Baiklah, gadis ku. mata mu sudah mengantuk, mari kita tidur."kata Jack dengan mengendong Yivone
Keesokan hari nya
Anthony mendatangi kediaman Anderson dan duduk bersama jack di ruangan tamu
"Ada apa kau kemari?" tanya Jack dengan sambil membaca koran
"Aku libur kerja, di kota sini aku tidak punya teman maka aku datang mencari mu."jawab Anthony dengan menikmati kopi di gelasnya
"Apa kau segitu sibuk dengan Wolf?sehingga kau menetap di sini begitu lama? tanya Anthony lagi
"Aku harus mengurus pembunuh ayah ku, setelah selesai aku baru kembali." jawab Jack tanpa menoleh ke arah Anthony
"Apa kau akan membunuh mereka semua?"
"Iya"
"Jack, ada satu hal yang mau ku katakan."
"Katakan saja."
"Apa kau pernah memikirkan untuk mundur dari dunia Mafia?"
"Pernah, tapi tidak mungkin."
"Kenapa?"
"Sekarang sudah terlambat, aku sudah terlibat di dunia Mafia selama 25 tahun, musuh ku juga banyak jadi aku sudah tidak bisa kembali." jawab Jack dengan menatap korannya
"Jika kalian menikah apa baik-baik saja jika kau masih bagian dari Wolf? apa Yivone tidak meminta mu untuk mundur?"
"Dia tidak pernah meminta apa-apa pada ku."
"Tapi apa dia bisa terima? kedepannya jika kalian menikah dia harus melihat perkelahian dan kekerasan lainnya."
"Aku tidak akan membiarkan dia melihatnya, untuk keselamatannya aku tidak boleh mundur."
"Kenapa?"
"Karena jika musuh kembali suatu saat, ini sangat bahaya bagi Yivone, jika aku keluar dari Mafia musuh ku akan lebih mudah mencari ku."
"Benar juga kata mu, kalian dari dunia berbeda, hidup mu sudah terbiasa dengan kekerasan, mudah-mudahan saja gadis itu bisa terbiasa ,lalu kapan kalian akan menikah? kalian sudah lama tinggal bersama."
"Rencana ku dalam waktu dekat, akan tetapi Yivone ingin menunda dulu, karena masalah Wilves."
"Kalian sudah lama tinggal bersama juga, apa lagi dia adalah anak gadis, dengan sifat mu itu yang begitu keras jangan bersikap kasar pada nya, dia bukan dari kalangan Mafia."
"Aku tahu cara menjaganya, untuk apa kau ikut campur." kata Jack dengan kesal
"Ayolah, kau bisa kasar pada ku, tapi jangan pernah mengunakan nada tinggi mu pada nya."
"Aku tidak melakukannya, asal kau jangan mengusik nya lagi." ujar Jack dengan cemburu
"Kenapa? apa kau cemburu? aku adalah teman mu, tidak mungkin aku merebut nya dari tangan mu, lagian dia juga menyukai mu, jadi kau tenang saja."
"Tentu saja kau tidak bisa merebutnya, karena dia adalah milik ku." kata Jack dengan menatap ke Anthony
"Iya..ya, hanya saja aku penasaran satu hal?
"Ada apa?"
"Apa kalian sudah melakukan nya?
"Apa maksud mu?"
"Maksud ku adalah jika kalian menunda dan tidak menikah jika saja dia hamil anak mu bukankah itu akan menjejaskan namanya."
Mendengar perkataan Antony, Jack langsung melemparkan koran ke arah Anthony
"Eh..kenapa mau marah? aku hanya mengatakan sejujurnya"tanya Anthony yang kesal
__ADS_1
"Kami tidak melakukan apa pun, dia adalah gadis baik-baik."
"A-apa? belum pernah melakukannya?"
"Dia adalah gadis baik, beda dengan yang lain."
"Tapi dia pacar mu, jika saja aku punya pacar dan tinggal bersama ku pasti sudah ku habisin."
"Apa kau kira semua pria seperti dirimu?"tanya Jack dengan kesal
"Ayolah, aku pria normal kau sama juga, apa kau tidak ingin melakukannya?"
"Anthony, aku akan melakukannya saat kami sudah menikah, aku mencintainya, oleh karena itu aku menghormatinya, dan aku sangat menyayanginya." jawab Jack dengan terus terang
"Aku tidak menyangka kau sangat mencintai nya, selama aku mengenal mu belum pernah aku melihat mu mencintai seseorang, aku hanya berharap kau panjang umur saja. jika tidak kalau kalian sudah menikah dan kau di bunuh, gadis muda itu akan menjadi janda" ujar anthony
"Hidup ku akan lebih panjang dari mu, oleh sebab itu kau tenang saja." jawab Jack dengan meninggalkan temannya di ruang tamu itu
Di sisi lain Nick yang sedang mengikuti setiap langkah Wilves untuk mengetahui semua tentang anggota andalannya, Wilves di lindungi banyak anggota andalannya setiap keluar kemana pun.
Nick mengamatinya dari jarak jauh, kemunculan Nick tidak di ketahui oleh siapa pun
Nick mendatangi kediaman Anderson untuk melapor kan hasil penyelidikannya
"Ketua, pengawal andalan Wilves berjumlah dua puluh orang, mereka sering mendampingi Wilves kemana pun dia pergi."kata Nick dengan cepat
"Pengawal andalan? berapa banyak pun yang dia miliki tidak ada gunanya." ujar Jack dengan duduk di sofa ruangan itu bersama Jack
"Ketua, Wilves juga mengenal beberapa kumpulan lain nya, selama penyelidikan ku dia dekat dengan beberapa kumpulan Mafia lainnya, seperti dari kumpulan Silven dan Wilber. dua kumpulan ini jika mereka kerja sama maka Wilves akan semakin berani." ujar Nick
"Aku tidak peduli siapa mereka, jika sudah terbukti mereka bekerja sama maka kumpulan mereka akan menjadi incaran ku, akan ku rampas semuanya dan menjadi kumpulan Wolf." jawab Jack dengan kesal
Markas Wilves
"Ketua, mengenai Jack Anderson apakah kita punya rencana?"tanya anggota Wilves yang berhadapan dengan Ketuanya
"Semenjak kejadian wilayah ku yang di serang, aku tidak bisa fokus ke bocah itu, jika aku melawan nya maka sebentar saja aku akan hancur di buat nya, untuk menentangnya aku butuh dukungan lain nya, sementara Yama secara tiba-tiba menarik diri tanpa alasan apa pun, ini membuat ku kesal." kata Wilves dengan mengerut dahi
"Apakah Yama sudah tahu siapa kumpulan preman itu? jika tidak dengan sifat nya yang ego tidak mungkin mundur dan tanpa tindakan apa pun begitu saja."
"Ketua, apa kah dia takut setelah mengetahui siapa kumpulan preman itu?"
"Yama tidak pernah takut pada siapa pun, dia di dunia Mafia sudah lebih dari 40 tahun, dia bukan pengecut, kecuali jika kumpulan ini lebih besar dari nya, mungkin ini membuatnya diam tanpa balas."
"Ketua, aku memikirkan satu cara untuk menghadapi Jack Anderson"
"Cara apa cepat katakan?"
"Tangkap wanita itu, kelihatannya Jack Anderson sangat memanjakan nya, sebelum nya Jack menemani wanita itu berjalan-jalan dan makan bersama, sangat di ketahui jika Jack sangat menyayanginya."
"Jika aku tangkap wanita itu bukankah sama saja aku bunuh diri."ujar Wilves
"Ketua, jika dia menyayangi wanita itu dia pasti akan turuti apa kata kita, dia pasti akan datang menyelamatkan wanita itu, dan di saat itu kita bisa membunuhnya."jelas anggotanya
"Sebelum bertindak aku harus mempertimbangkan nya dengan baik, jika silap langkah maka aku akan di hancurkan olehnya."
Keesokan harinya
Kediaman Anderson..
Sandro, Leon, Nick dan Licon berkumpul di kediaman Jack
"Ketua" sapa serentak mereka berempat
"Hm"..jawab Jack dengan singkat
"Aku mengetahui satu hal, jika Wilves mendapat mendapat bantuan dari Silven dan Wilber, mereka bukan hanya sekedar berteman akan tetapi mereka juga sudah berkerja sama selama ini."kata Jack dengan menikmati bir yang di gelasnya
"Bagaimana Ketua bisa tahu hal ini?tanya Leon dengan penasaran
"Ada infoman ku yang memberi tahu ku."jawab Jack dengan menatap ke arah Leon
"Ketua, lalu apa yang harus kita lakukan?"tanya Sandro
__ADS_1
"Aku ingin bertemu dengan mereka, jika saja mereka bersikeras membantu Wilves maka di hari itu juga akan mati di tangan ku." ujar Jack
"Sandro, selidiki jadwal mereka, aku ingin mengetahui semua nya kapan mereka meninggalkan kediaman mereka."perintah Jack dengan menatap ke arah Sandro
"Siap Ketua" jawab Sandro dengan hormat
Keesokan hari nya
Kumpulan Mafia yang di ketuai oleh Wilber dan Silven ingin keluar bertemu dengan Wilves, di saat di perjalanan mobil mereka di hentikan oleh sekumpulan mobil Wolf yang menghalang jalan mereka
Wilber dan Silven yang berada di dalam satu mobil dan kawal oleh 40 anggota nya
Jalan mereka di tutupi oleh puluhan mobil dari kumpulan Wolf .tidak lama kemudian dari kedua belah pihak sama-sama keluar dari mobil, dan saling berhadapan
Dua kelompok tersebut sama-sama mengeluarkan senjata dan saling menodong ke arah masing-masing
"Siapa mereka berani sekali menghalang jalan kita."kata Wilber yang turun dari mobil bersama Silven
"Siapa kalian berani menghalang jalan kami?"bentak Silven
"Jika tidak ingin mati bagus jangan melawan."kata salah satu anggota Wolf
"Apa kalian tidak tahu siapa aku? berani sekali mengancam ku"bentak Wilber dengan kesal
Tidak lama kemudian sebuah mobil tiba di hadapan mereka
Wilber dan Silven melihat ke arah mobil itu yang berhenti di hadapannya
Di saat Wilber dan Silven melihat seseorang yang turun dari mobil itu tersebut, membuat mereka hampir tidak percaya dan merasa cemas sehingga keringat bercucuran membasahi wajah mereka
"Jack Anderson."ucap Silven dengan tidak percaya dengan yang di depan matanya
Jack berjalan berdiri di hadapan mereka dengan tatapan aura membunuh
Tatapan Jack membuat dua orang itu gemetaran di sekujur tubuh
"Wilber dan Silven, tidak menyangka kita akan berhadapan dengan cara seperti ini."kata Jack dengan menatap semua anggota dua orang itu
"Turunkan senjata kalian." perintah Silven dengan melihat ke semua anggota nya
"Jack, aku tidak menyangka jika kita bisa bertemu."kata Wilber dengan merasa cemas
"Jangan buang waktu, kita langsung ke inti saja, kalian bekerja sama dengan Wilves?" tanya Jack dengan menatap dingin ke arah mereka berdua
"Maksud mu adalah?"tanya Silven
Wilves adalah musuh ku, jika kalian di pihaknya maka kalian adalah musuh Wolf, dan kalau sudah menyinggung ku kalian tahu apa akibatnya apa." ujar Jack dengan tegas
Setelah mengucapkan beberapa kata Jack dan anggota nya pun pergi meninggalkan mereka
Sementara Wilber dan Silven masih di kagetkan dengan kemunculan Jack yang di depan mereka secara tiba-tiba
"Apakah ini adalah satu peringatan" ujar Silven dengan menatap ke arah Wilber
"Ayo kita pergi, jika kita menyinggungnya maka kita akan hancur" ujar Silven
"Benar." jawab Wilber dengan singkat
Di sisi lain Wilves yang mendengar kabar pihak Wilber dan Silven mengundurkan diri Wilves lagi-lagi di buat kesal
"Kenapa semua menentang ku? mereka dengan berani putus kontak dengan ku, sangat keterlaluan" bentak Wilves dengan kesal
"Ketua, ini sangat aneh, bukankah selama ini baik-baik saja, kenapa tiba - tiba saja mereka mundur tanpa sebab?"kata anggotanya Wilves
"Aku sangat membutuhkan bantuan mereka, tapi di saat genting ini mereka malah memilih mundur, sangat keterlaluan." ketus Wilves
Markas Wolf
"Ketua" sapa Sandro yang baru tiba
"Sandro, apakah kau sudah menyiapkan semua senjata?"
"Stas perintah Ketua semua telah ku siapkan " jawab Sandro dengan menunduk
__ADS_1
"Kumpulkan semua anggota kita besok kita akan menyerang markas utama mereka." perintah Jack
"Siap Ketua." jawab Sandro dengan hormat