MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Yivone cemburu melihat Jack di dekati wanita


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


Jack yang selalu di sibukkan dengan urusan Wolf akhirnya memiliki waktu untuk menemani pujaan hati nya untuk berjalan-jalan, selama menemani Yivone, Jack tertawa gembira sambil memeluk pacar nya itu, lalu mereka masuk ke buah toko pakaian pria


"Selamat datang! Tuan dan Nona, ada yang bisa di bantu?" sambut pelayan toko


"Kami akan memilih sendiri saja, terima kasih "ucap Yivone dengan senyum


Lalu mereka pun melihat seisi pakaian di toko itu. Yivone yang sedang fokus memilih dasi untuk tunangannya tanpa di sadari seorang wanita cantik yang mencoba untuk mendekati Jack yang sedang duduk di pojokan sambil bicara dengan handphone nya


"Pria ini sangat tampan." gumam wanita itu yang tidak lain adalah salah satu karyawan toko itu. dengan sengaja membuka kancing depan bagian atas untuk menampakan bagian dada besarnya


"Tuan, apa anda butuh sesuatu?" tanya wanita dengan senyumannya sambil menunduk sehingga menampakan dadanya


Jack yang melihat wanita itu menjadi kesal di wajah nya


"Tidak" jawab Jack dengan cuek


"Banyak pakaian model baru yang baru masuk, apa anda berminat untuk melihatnya?"tanya wanita itu dengan nada menggoda


"Tidak" jawab Jack dengan tanpa melihat ke arah wanita itu


"Bagaimana jika aku menunjukan dasi baru? dari tadi Nona itu sepertinya belum mengetahui yang mana cocok untuk, Tuan" tanya wanita itu lagi


"Tidak" jawab Jack dengan nada dingin


Tanpa di sadari perlakuan wanita itu sedang di lihat oleh Yivone, akan tetapi Yivone hanya memilih diam seribu bahasa, karena baginya dia tidak memiliki hak sepenuhnya untuk melarang Jack untuk bergaul dengan wanita lain


Yivone yang polos itu memilih sebuah dasi untuk Jack walau di hatinya merasa tidak nyaman karena ada wanita yang mendekati tunangannya itu


"Tuan, bagaimana jika aku menunjuk jas baru untuk mu? sangat cocok untuk pria setampan diri mu?" tanya wanita itu dengan menggoda


"Tidak," jawab Jack dengan cuek


"Tuan"


"Kalau bicara lagi akan potong lidah mu." ancam Jack dengan tatapan aura membunuh


Wanita itu terdiam dan ketakutan akibat mendapat ancaman dari Jack yang duduk di hadapannya


"Jack, ini apa cocok dengan mu?" tanya Yivone dengan mendekati Jack dan wanita itu


Jack lalu berdiri dan mendekati Yivone yang sedang memegang dasi di tangannya

__ADS_1


"Jangan sampai melihat muka mu di hadapan ku lagi." bentak Jack dengan kesal dengan menatap wanita itu


"Yivone, mari kita belanja di tempat lain?"ajak Jack dengan mengambil dasi yang di tangan Yivone lalu melemparkan ke arah wanita itu, dan pergi meninggalkan toko itu bersama Yivone


"Jack, kenapa kita pergi? apa kau tidak suka dengan dasi tadi? dan kenapa kau membentak wanita tadi?" tanya Yivone yang sedang berjalan bersama Jack


"Yivone, dia menggoda ku, oleh sebab itu kita pergi ke toko lain saja." jawab Jack dengan mencium kepala Yivone yang berjalan di sampingnya


"Aku melihat dia menggoda mu." jawab Yivone dengan terus terang


"Apa? kau melihatnya?"


"Iya."


"Lalu kenapa kau diam saja, saat melihat pria mu di goda wanita lain?" tanya Jack dengan menyentuh wajah Yivone yang mulus itu


"Apa yang kau ingin aku lakukan? tidak mungkin aku langsung marah pada kalian," jawab yivone dengan polos


"Yivone, kau berhak memarahinya, karena mendekati ku." jawab Jack dengan senyum


"Jack, perasaan seseorang tidak bisa di tahan, semua itu hanya bergantung pada diri sendiri, jika misalnya kau tertarik padanya walau aku marah bukan berarti ini bisa membuat mu melupakannya, bukan? jadi semua ini hanya bergantung pada mu, jika kau tidak suka maka walau aku tidak marah kau tetap menolaknya." jelas Yivone dengan terus terang


Jack yang mendengar perkataan Yivone langsung memeluk Yivone dengan erat..


Markas Wilves


"Ketua, beberapa hari ini kumpulan Wolf tidak ada tindakan apa pun, selama beberapa hari ini Jack menemani pacar nya berjalan-jalan dan makan bersama" lapor anggota Wilves


"Apakah semua ini tidak ada hubungan dengannya? aku penasaran sekali." ujar Wilves


"Ketua, wilayah D kita harus ada rencana baru, mereka mengunakan bahan peledak dan panah, ini semakin sulit. pemanah jitu bisa membunuh orang dari jarak jauh, oleh sebab itu banyak anggota kita tewas karena panah sehingga membuat mereka tidak bisa melawan." kata anggota itu


"Siapkan saja bahan peledak, aku yakin mereka pasti akan melakukan penyerangan lagi dalam waktu dekat, utuskan anggota kita berjaga di wilayah D secara rahasia. bila mereka bisa mengepung kita maka kita bisa juga melakukan hal yang sama." ujar Wilves


"Baik Ketua." jawab anggota nya dengan menunduk


Keesokan harinya..


Kediaman Anderson


"Hi, cantik" sapa Anthony yang mendatangi kediaman Anderson


"Anthony, bagaimana dengan luka mu?" tanya Yivone yang duduk di sofa ruang tamu

__ADS_1


"Aku sudah sembuh, di mana es itu?"tanya Anthony dengan melihat sekeliling ruangan


"Jack lagi ada urusan di luar." jawab Yivone dengan senyum


"Keluar lagi, lalu dia sering meninggalkan mu sendirian di sini?"


"Tidak, dia sering menemani ku "


"Eh..bagaimana kalau aku membawa mu ke pantai?"


"Pantai?"


"Iya, lagian Jack juga tidak ada di sini, tentu kau bosan."


"Tidak! aku tidak bosan! sebentar lagi dia kembali" kata Yivone dengan mengelak


"Tidak apa-apa! ayolah, jika dia marah maka aku akan bertanggung jawab." kata Anthony dengan menarik tangan Yivone keluar dari kediaman


"Eh..sebentar, aku rasa tidak baik jika kita keluar begitu saja, jika Jack pulang dia bisa marah, kita minta izin sama dia dulu."


"Pria es sedang sibuk, lagian kita hanya jalan di pantai, bukan ke Club, jika ke Club dia pasti akan membunuh ku, ayolah."ajak Anthony dengan menarik paksa Yivone masuk ke mobil


"Tapi aku takut Jack akan marah besar, baik kita tunggu dia pulang saja ya." ujar Yivone yang di paksa masuk ke dalam mobil


"Tidak apa-apa! tenang saja, aku kan bukan menjual mu, selama ini aku di rumah sakit aku bosan, maka nya aku ingin mencari teman yang bisa menemani ku, pria es itu banyak urusan jadi aku pinjam saja pacarnya sebentar." kata Anthony dengan menghidupkan mobil nya


Sesaat kemudian Jack kembali ke kediamannya


Jack lalu masuk ke dalam dan mencari keberadaan pacarnya itu


"Ketua, anda kembali."sambut Hendry dengan hormat


"hendry, dimana gadis ku itu? apa dia sudah makan?" tanya Jack yang sedang melepaskan dasi nya itu


"Ketua, tadi Tuan Anthony datang, dan dia membawa Nona pergi ke pantai


Setelah mendengar perkataan Hendry raut wajah Jack langsung berubah 90 derajat, wajahnya yang tampan itu berubah menjadi kesal


"Anthony, bagaimana kalau kita pulang saja?"tanya Yivone dengan khawatir


"Kita baru sampai, tenang saja, kita hanya duduk di sini bukan nya apa-apa, jadi tidak mungkin dia marah." ujar Anthony yang sedang duduk di pantai


"*A*ku keluar begitu saja bersama Anthony, jika Jack marah tidak ada yang bisa meredam emosi nya, bagaimana jika dia menyakiti ku lagi seperti dulu." batin Yivone teringat dulu yang hampir di bunuh oleh Jack dengan mencengkram lehernya

__ADS_1


__ADS_2